
Maya sangat merasa tertekan menghadapi kondisi yang dia alami sekarang. Maya merasa cemas sekaligus was was menanti takdir apa yang ada di depan nya. Apa Kevin akan benar-benar membunuh nya? Atau memberi hukuman lain? Itu semua akan terjawab setelah dia bertemu dengan Kevin.
Perjalanan sangat memakan waktu yang sangat lama. Hari Pun sudah menjelang malam,matahari sudah tenggelam berganti dengan rembulan yang memancarkan sinar nya.
Tring!! Tring!! Ponsel Igor berdering,dia pun langsung menjawab nya
"Hallo tuan_" ucap nya
Igor tampak berbicara dengan seseorang,yang tak lain adalah tuan nya Kevin. Igor tampak sangat serius,tak ada sedikit pun senyum di bibir Igor. Perangai Igor hampir sama dengan Kevin,dingin,kaku,dan selalu serius melakukan tugas-tugas nya.
"Siap tuan...perintah tuan segera saya laksanakan!! Tukas Igor bernada serius,setelah itu dia mematikan sambungan terpon
"Kita bawa wanita itu langsung kerumah tuan,itu perintah tuan Kevin!!!" Ucap Igor memberitahu rekannya yang lain
"Siap ketua!!" Sahut mereka serempak
Maya sedikit bingung kenapa Kevin menyuruh bodyguard nya untuk membawa dirinya kerumah kevin,bukan ketempat yang dulu dia disekap. Tapi itu membuat perasaan Maya sedikit lega,karena dia tak harus kembali ke tempat mengerikan waktu itu.
Di rumah Kevin dan Ratu...
"Sayang...anak-anak sudah tidur semua kan?" Tanya kevin sambil memeluk istri nya dari belakang
"Sudah,emang kenapa Vin?" Ratu malah balik bertanya,karna merasa penasaran
"Nggak ada apa-apa,cuma aku ada kejutan buat kamu,dan sebentar lagi kejutan nya tiba,aku cuma mau mastiin aja anak-anak sudah tidur_" terang Kevin
"Emang apa sih kejutan nya,kenapa harus nunggu anak-anak tidur,kamu gak buat yang aneh-aneh kan Vin??!" Ratu merasa aneh dengan tingkah suami nya yang tak bisa di prediksi.
"Nggak kok sayang...tenang aja ya,kamu liat aja nanti kejutan nya,oke sayang_" ucap kevin meyakinkan sang istri,lalu bibir nya mengecup leher jenjang ratu yang menjadi salah satu bagian favoritnya
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dari luar kamar mereka...Kevin menduga pasti pelayan yang ingin memberitahu kedatangan rombongan igor
Tok!! Tok!!!
Ceklek!!! Kevin langsung membuka pintu kamar nya,dan benar saja,bik Jumi datang ingin memberitahu bahwa di bawah sedang ada tamu.
"Maaf tuan...di bawah ada..."
"Ya bik,saya tau ...saya akan segera turun kebawah_" sela kevin memotong ucapan bik Jumi
Buk Jumi pun mengangguk,kemudian dia pamit dari sana.
"Sayang...ayo kita turun,kejutan nya sudah sampai_"ujar kevin pada istri nya
"Oh ya...kalau gitu kita langsung turun aja,aku udah gak sabar mau liat kejutan dari kamu_" sahut ratu sangat antusias. Dia kemudian menggamit lengan Kevin,dan mereka berdua berjalan beriringan sangat mesra menuju lantai bawah
Mereka turun menggunakan lift,karena kevin tak ingin istri nya merasa lelah menuruni anak tangga,lagipula ratu baru saja pulih pasca operasi.
__ADS_1
Ting!!! Pintu lift terbuka,mereka sudah sampai kelantai dasar rumah nya
Mereka berdua berjalan menuju ruangan yang biasa Kevin gunakan untuk meeting bersama para bodyguard nya,ruangan itu kedap suara,sehingga apa yang mereka bahas didalam sana tak akan kedengaran sampai ke luar.
Ceklek!!! Kevin membuka pintu ruangan tersebut,mereka pun melangkah masuk kedalam
"Selamat malam tuan Kevin dan nyonya ratu_" sapa para bodyguard serempak,termasuk Rio. Mereka menyapa sambil membungkukkan sedikit tubuh mereka tanda penghormatan kepada tuan besar mereka
"Malam... dimana wanita itu??!" Tanya kevin bernada dingin
Ratu menoleh kearah sang suami,wanita? Wanita siapa yang Kevin maksud? Ratu sama sekali tak mengerti. Baru saja dia ingin bertanya,ternyata wanita itu sudah muncul dan langsung membuat ratu tercengang ...
"Ka-kau..." ratu tampak syok,dia terlihat trauma melihat wajah Maya
"Vin...kenapa kau bawa dia kesini,aku gak mau melihat nya vin...dia ini perempuan jahat,dia yang sudah menculikku,gara-gara dia aku kehilangan rahim ku Vin...!!!" Ratu berteriak histeris sambil jari nya menunjuk-nunjuk wajah Maya
Maya tersenyum licik," kau kehilangan rahim...berarti kau sudah mandul dong...kasian,hahaha!!!" Maya melontarkan hinaan yang sangat menyakitkan bagi ratu. Bukan nya Maya menyesali perbuatan nya dan meminta maaf,dia malah semakin mencemooh ratu.
"Diam kau!!!
Plaakk!! Plaakk!!! Bugh!!...
"Aaawww....tolong sakit!!!" Jerit maya histeris
Ratu lepas kontrol,dia menampar dan memukuli Maya dengan membabi buta. Tak ada yang berani menghalau tindakan nyonya besar tersebut,mereka hanya menonton,tak ada yang berniat menolong maya. Terutama Kevin,dia hanya tersenyum melihat sang istri melampiaskan kemarahan nya.
Wajah Maya babak belur dihajar ratu. Melihat korban nya sudah terkulai lemas,ratu baru menyadari perbuatan nya.
"A-aku emosi vin,aku ti-tidak sengaja,aku refleks karena dia menghina ku Vin,a-apa dia akan melaporkan aku ke polisi?" Ucap ratu begitu polos,tubuh nya bergetar,ratu takut jika Maya melaporkan perbuatan nya,ratu takut masuk penjara.
Kevin mengelus kepala sang istri dengan sangat lembut,dia ingin menenangkan hati sang istri yang sedang di landa ketakutan akan sesuatu yang tak akan pernah terjadi.
"Tenang sayang ...itu tidak akan pernah terjadi.aku membawa dia kesini karena memang ini tujuan nya_" ujar kevin
Ratu melepaskan pelukan nya," maksud kamu apa vin? Tujuan bagaimana yang kamu maksud?" Tanya ratu tak mengerti
"Begini sayang...aku sengaja membawa dia itu supaya kamu bisa melampiaskan dan menghukum orang yang sudah menyakiti mu dengan tangan mu sendiri,biar kamu merasa puas sayang,dan aku sangat senang,kamu telah melakukan nya dengan baik _"
"Tapi Vin ...lihat dia terluka parah,apa aku akan masuk penjara,aku sudah melakukan penyiksaan Vin,aku bersalah walau sebenar nya aku tak berniat melakukan itu_"
Begitu polos nya seorang ratu,dia tak mewarisi sedikit pun sifat almarhum papa nya yang seorang mafia,ratu memiliki sifat lembut dan pemaaf persis seperti almarhum ibu kandung nya...
"No sayang...bukan kamu yang akan masuk penjara,melainkan dia yang sebentar lagi akan jadi santapan rembo_" ucap Kevin bernada dingin
"Maksud kamu,dia akan mati Vin?nggak...aku nggak setuju Vin,kita tidak berhak mengambil nyawa seseorang sekalipun dia bersalah kepada kita Vin,aku nggak mau suami ku terus menjadi seorang pembunuh!!" Sanggah ratu menolak niat suami nya
"Tapi dia sudah membuat kamu menderita sayang...dia pantas mati!!" Seru kevin menatap bengis kearah Maya
__ADS_1
"Tidak Vin...aku gak mau kamu menjadi seorang pembunuh berdarah dingin. Aku memang tak bisa memaafkan dia,tapi bukan berarti aku mau dia mati,kita bisa hukum dia sesuai peraturan yang berlaku Vin...lagipula dia sudah mendapatkan sedikit pelajaran dari ku_" ungkap ratu memberi sebuah usulan pada sang suami
"Maksud kamu bagaimana sayang?" Kevin belum mengerti
"Aku mau dia di masukkan kepenjara dalam waktu yang sangat lama,di dalam sana dia akan lebih menderita,aku yakin sejahat-jahat nya para napi disana,mereka pasti tak menyukai seorang pelakor licik seperti dia!!!" Ratu menatap dingin kearah Maya
"Baiklah jika itu keputusan mu sayang...aku setuju!!!" Kevin menyetujui rencana sang istri,bagi Kevin apapun dia lakukan agar sang istri bahagia
"Igor...hubungi letnan Ridwan,biar dia yang mengurus masalah ini!!" Titah kevin pada sang bodyguard
Igor langsung menghubungi letnan Ridwan,dan beliau bersedia melakukan yang di minta oleh Kevin sahabat nya. Letnan Ridwan adalah seorang anggota militer angkatan darat,dia sering membantu Jika kevin terseret masalah yang berbau kriminal. Sehingga Kevin selalu berhasil lolos dari jeratan hukum,itu semua tak luput dari campur tangan sahabat nya yaitu letnan Ridwan.
Letnan Ridwan menyuruh Igor untuk membawa Maya ke kantor polisi besok hari saja,sekaligus di saat itu juga Maya akan langsung di lemparkan ke dalam jeruji besi. Letnan Ridwan akan mempersiapkan segala berkas dan bukti fiktif sebagai pelengkap laporan kasus Maya,hal itu tentu mudah untuk seorang seperti letnan Ridwan.
Setelah selesai berdiskusi,mereka semua yang ada di ruangan itu langsung bubar. Untuk sementara Maya di tempatkan di gudang rumah Kevin dan ratu. Tak lupa Kevin memerintahkan Igor agar menyuruh salah satu suster yang merawat anak nya untuk mengobati luka di tubuh Maya,itupun atas dasar perintah ratu sang istri.
Keesokan hari nya...
Tepat pukul 8 pagi kevin dan ratu turun ke lantai bawah. Disana terlihat sudah sepi,karna Wiliam sudah berangkat sekolah,sedangkan Rachel sedang asyik menonton film terbaru kesukaan nya diruang teather mini.
Ratu mengantarkan suami nya ke teras rumah,karna kevin akan langsung berangkat ke kantor polisi untuk menyelesaikan urusan nya.
"Hati-hati ya Vin...semoga semua berjalan lancar_". Ujar ratu tersenyum sambil mencium punggung tangan sang suami
"Ya sayang...kamu baik-baik ya dirumah,nanti aku telpon_" balas Kevin lalu mengecup kening ratu
Kemudian kevin masuk kedalam mobil lalu sang supir langsung melajukan mobil nya...
Di kantor polisi...
"Masuk!! Titah seorang polwan bernada ketus
"Lepasin...aku tidak bersalah!!! Aku gak sudi ada di tempat ini,bebasin aku!!! Jerit maya terus memberontak
Polwan tersebut tak peduli,dia kemudian membuka gembok jeruji besi,lalu mendorong tubuh Maya masuk kedalam sana....
"Tolong lepasin aku...dasar manusia gak punya hati kalian semua...aku akan balas,liat saja nanti!!! Maya terus berteriak,namun tak ada yang memperdulikan nya
Maya terduduk Sambil memegangi tiang-tiang besi penjara tersebut,dia menangis tersedu-sedu,tak terima di perlakukan seperti ini....tiba-tiba sebuah lengan menyentuh pundak nya.
"Bukan nya kau wanita yang pernah bersama Rio di restoran ya?" Ucap seorang wanita dari arah belakang Maya
Maya tersentak,seketika tangisan nya berhenti. Dia bingung kenapa ada orang yang mengenali sepupu nya... dan siapa wanita itu,kenapa dia bisa tau tentang Maya?
Karna penasaran,Maya langsung berbalik badan. Mata nya melebar melihat sosok wanita berdiri di depan nya...
"Ka-kau siapa?
__ADS_1
*****
*. Bersambung