
Seminggu Kemudian...
Kondisi ratu sudah membaik. Dia dan juga bayi mungil nya sudah pulang ke Mension Kevin sejak kemaren.
William terlihat sangat antusias menyambut adik kecil nya. Usia nya yang sudah mencapai 3 tahun,membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih tenang dari sebelum nya. Apalagi dengan kehadiran adik kecil nya,William terlihat sangat menyayangi bayi mungil tersebut.
Bayi mungil itu di beri nama Rachel putri Wiratmaja. Sesuai dengan nama nya,wajah Rachel lebih dominan mirip Kevin,memiliki kulit kemerahan,hidung yang mancung,bentuk wajah oval,dan rambut sedikit pirang.
"Bik Jumi... Tolong ambilkan ponsel saya _" ujar ratu meminta tolong pada bik jumi sambil menunjuk ponsel miliknya yang terletak di meja
Ratu sedang mengganti popok Rachel,bik Jumi menemani di dalam kamar.
"Ini nyonya _" ucap bik Jumi menyodorkan ponsel ratu
"Makasih ya bik _" balas ratu tersenyum
Ratu sudah di bebaskan oleh Kevin untuk memakai ponsel. Namun nomor yang ada di kontak ponsel ratu hanya ada nomor Kevin,dan beberapa nomor penting lainnya. Tidak ada nomor teman atau keluarga ratu satu pun di kontak ponsel tersebut.
"Hallo Vin_" ujar ratu ketika sambungan telpon nya terhubung
"Ya ratu ...ada apa?" Tanya Kevin
"Hari ini kamu jadi pulang kan? Apa dokter sudah mengijinkan?" Ujar ratu
"Ya,dokter sudah mengijinkan,mungkin sore nanti aku sudah pulang _" tukas kevin yang membuat ratu sumringah. Dirinya sekarang seakan tenang jika Kevin berada di dekat nya.
"Ya sudah ...aku tunggu di rumah ya,Rachel seperti nya kangen sama kamu _" ujar ratu sambil menoleh pada putri nya yang sedang terbaring di sebelah nya
Kevin tersenyum kecut mendengar ucapan ratu,ingin sekali rasa nya bertanya apa ratu tidak merindukan nya juga,namun gengsi kevin terlalu tinggi,dirinya akan sangat malu jika ratu mengatakan tidak.
"Ya sudah ...aku tutup dulu telpon nya,bentar lagi dokter datang,aku harus bersiap untuk terapi _" tukas Kevin kemudian memutus sambungan telpon
Setelah selesai berbicara dengan sang suami,ratu memutuskan untuk membawa Rachel ke balkon kamar untuk berjemur sebentar.
"Mama... " tiba-tiba William masuk ke kamar ratu dan berlari menghampiri ratu ke balkon
Ratu tersenyum,"ya sayang,kamu kangen ya sama dek Rachel_" seloroh ratu sambil menoleh kepada sang putra
William langsung mengangguk dengan wajah polosnya. Dia mengarahkan kedua tangan kepada ratu,sebagai kode bahwa dia ingin melihat wajah sang adik.
Ratu yang tadi nya berdiri sambil mengendong Rachel pun langsung duduk di kursi balkon,agar William bisa melihat sang adik. Wiliam tampak mencium gemas pipi sang adik,sambil memainkan hidung mancung nya.
Sore harinya....
"Selamat kembali ke Mension tuan_" ujar sang bodyguard serempak. Mereka berjejer di depan Mension untuk menyambut kepulangan sang tuan.
Kevin tampak mengangguk dan tersenyum simpul membalas sambutan sang bodyguard nya.
Igor membantu Kevin untuk turun dari mobil dan duduk di kursi rodanya. Semua bodyguard tampak simpatik melihat kondisi sang tuan.
Ratu tampak sudah menunggu di ruang tengah Mension sambil menggendong Rachel,william pun tampak duduk santai ikut menyambut sang ayah sambung. Kevin sangat bahagia melihat pemandangan di depan nya.
"Daddy kevin_" William langsung berlari menghampiri Kevin.
William langsung memeluk Daddy nya,Kevin pun tampak membalas pelukan sang putra. Meskipun tak ada darah nya mengalir di tubuh William,namun Kevin sangat menyayangi William seperti putra kandung nya.
"Daddy sakit... Kok duduk di kursi ini?" Tanya william dengan wajah polos nya.
__ADS_1
"No son,Daddy tidak sakit,hanya kaki Daddy yang sedikit terluka,jadi Daddy belum boleh berjalan_"ujar Kevin menjelaskan pada William. Kevin sengaja berkata seperti itu supaya Wiliam tidak merasa sedih
"Oh gitu... Cepat sembuh ya Daddy,biar bisa main sama willi and dedek rachel_" jawab Wiliam sambil menunjuk sang adik yang sedang di Gendong oleh sang mama
"Hem... Daddy mau istirahat dulu ya,William main dulu sama suster,oke_" ujar Kevin
Kevin pun kemudian menuju lift yang ada di Mension nya untuk naik ke lantai atas. Dengan ada nya lift dan kursi roda otomatis ,Kevin jadi tak sulit untuk beraktifitas,dia tak perlu bergantung dengan orang lain. Lift itu sudah ada sejak Mension itu di bangun,tapi jarang di gunakan,karna sewaktu sehat,Kevin lebih suka menggunakan tangga.
Kevin sudah berada di kamar nya,ratu pun ikut masuk dan meletakkan Rachel ke box bayi,karna Rachel sudah tertidur pulas.
"Apa kamu mau mandi Vin,biar aku bantu _" ujar ratu melirik Kevin yang masih duduk di kursi roda nya
"Sebentar lagi,aku masih mau santai dulu,aku kangen dengan suasana kamar ini_" jawab Kevin menatap sekeliling kamar nya
"Oh ya sudah..._" balas ratu kemudian duduk di bibir ranjang
"Bagaimana kaki mu sekarang,apa kata dokter sudah ada kemajuan_" tanya ratu memulai obrolan
"Sudah... Tapi belum bisa berjalan normal dulu,mungkin satu atau dua bulan lagi baru sembuh_" jawab kevin menoleh ke arah ratu
Ratu hanya terseyum menanggapi ucapan Kevin. Dirinya merasa salah tingkah karna Kevin menatap nya sangat lekat.
*******
Di sebuah cafe...
'apa yang harus aku lakukan pada hubunganku dengan Sinta,jujur aku sudah tak memiliki perasaan apapun dengan Sinta'. Gumam Dimas dalam hati
Hubungan nya dengan Sinta kini sedang tak baik-baik saja. Dimas seperti jenuh dengan rumah tangga nya. Sering dimas mengabiskan waktu nya untuk lembur di kantor atau pun nongkrong sendiri di cafe seperti sekarang.
Saat Dimas sedang melamun sambil mengaduk-aduk minuman nya,terdengar suara wanita menyapa sambil menepuk pelan pundak Dimas
Dimas sontak menoleh kearah si empu nya suara,ternyata wanita itu adalah Rita.
"Ya ampun rit,ngagetin aja sih loe_" ujar Dimas sedikit kesal
Rita tertawa,"lagian elo,nongkrong sendrian disini,sambil melamun pula tuh,entar kerasukan loh_" seloroh rita menggoda Dimas
Rita kemudian duduk di kursi sebelah Dimas. Melihat kelakuan teman nya tersebut,Dimas hanya menggelengkan kepala.
"Loe sama siapa kesini rit?" Tanya Dimas sambil menyedot minuman nya
"Sendiri aja, tadi gue mau beli cake tiramisu disini,tapi ngeliat loe disini sendirian,ya gue samperin aja_" jawab Rita
"Loe kok gak bareng istri loe sih,malah nongkrong disini sendiri,jadi apa guna nya punya istri,kalau gak di bawa-bawa _" tanya rita kembali
Dimas tampak menghela nafas nya mendengar pertanyaan Rita,sejujur nya dia malas harus membahas tentang Sinta.
"Woy ...kok malah diam?" Ujar Rita heran melihat sikap Dimas
"Gue malas bawa-bawa di sinta,rasa nya mau pulang pun gue malas,eneg gue ngeliat wajah nya _" ujar Dimas dengan wajah cemberut
Rita langsung mengerti dengan apa yang terjadi dengan teman nya tersebut.'mungkin rumah tangga Dimas sedang ada masalah,aku gak usah tanya-tanya lagi deh_' gumam rita dalam hati
"Ya udah ... Gue temenin loe disini ya,siapa tau loe butuh teman curhat _" Ujar Rita tersenyum
"Bisa aja loe...dasar loe emang betah kan dekat-dekat sama gue _" seloroh Dimas yang membuat Rita salah tingkah
__ADS_1
"Idiiihh... Pede pakek banget loe,masak gue demen sama lakik orang,pelakor dong gue_" balas Rita mengerucutkan bibir nya
"Hahaha ... Berarti kalau gue udah gak suami orang,loe mau kan ?" Goda dimas yang semakin membuat wajah Rita memerah
"Udah ah... Ngaco aja loe,mending loe traktir gue ya,gue laper nih_" ujar Rita mengalihkan pembicaraan
"Okey...pesan aja sesuka loe,gue yang bayar _" jawab Dimas tersenyum
Rita pun langsung memanggil waiters,kemudian dirinya memesan beberapa makanan yang dia sukai.
******
Di kediaman Dimas ....
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktifÂ
Berulang kali Sinta mencoba menghubungi Dimas,namun selalu saja suara operator yang menjawab.
'kemana sih mas Dimas,di wa gak bisa,di telpon gak bisa,sesibuk apa sih dia' gerutu Sinta merasa kesal
Ting...
Tiba-tiba masuk chat ke ponsel sinta,dan ternyata wa dari Dimas...
(Aku lagi sibuk,jadi gak usah hubungi dulu)
Bunyi isi pesan dimas. Sinta merasa tak puas,mumpung wa dimas masih terlihat online,Sinta langsung menekan tombol memanggil.
Tuuutt....
Tuuttt....
Dering kedua telpon Pun di angkat oleh Dimas.
"Hallo... Apaan sih sin,aku lagi sibuk!!!" Ujar Dimas kesal
"Kamu dimana mas?" Tanya Sinta tak kalah kesal
"Lagi di cafe_" jawab Dimas jujur
"Sama siapa?"
"Teman_"
"Teman siapa mas,cewek apa cowok?"
Dimas merasa kesal dengan sikap Sinta yang posesif seperti itu. Dimas merasa tak nyaman,dan dia memutuskan untuk berkata jujur bahwa sekarang dia sedang bersama Rita. Dimas tak perduli dengan perasaan Sinta,bagi nya sinta sudah tak penting lagi.
"Jawab mas!!!" Gertak Sinta dengan suara meninggi
"Aku lagi sama teman cewek,puas kamu,dan sekarang jangan ganggu aku dulu,aku sibuk _" tukas Dimas kemudian mematikan sambungan telpon
"Mas...hallo,hallo_" Sinta merasa emosi mendengar ucapan Dimas barusan
'kurang ajar kamu mas,awas saja kalau kamu berani bermain di belakang ku' gerutu Sinta emosi
*****
__ADS_1
*Bersambung