
Dimas merasa frustasi karena tak bisa menemukan keberadaan ratu dan anak nya... Bermacam usaha sudah dia lakukan. Tapi semua nihil,tak ada tanda tanda yang menunjukkan dimana ratu sedang berada sekarang...
Sudah berpuluh puluh kali Dimas menghubungi ponsel ratu,namun chat ataupun telpon dari dimas,tak ada yang di respon oleh ratu... Dimas benar benar merasa putus asa.
'ya tuhan...harus kemana lagi aku mencari istri dan anak ku,' gumam Dimas sambil meremat ponsel di genggaman nya
Hari sudah hampir malam...sedangkan Dimas masih berada di dalam mobil yang dia tepikan di pinggir jalan ,sambil berfikir harus kemana lagi dia mencari ratu,padahal hampir seluruh sudut kota sudah dia jelajahi.
Akhir nya dengan hati yang masih penuh penyesalan,Dimas pun memutuskan untuk kembali kerumah...mungkin dia butuh istirahat untuk menenangkan diri nya agar bisa berfikir lebih jernih.
Ciitttt....
Suara ban mobil berdecit...Dimas telah sampai kerumah nya. Dengan langkah gontai ,dia berjalan masuk ke rumah...
"Gimana pak Dimas...apa Bu ratu sudah ketemu ?" Tanya bik murni yang tiba tiba muncul dari arah belakang
"Haahh...belum bik," jawab Dimas lesu sambil membanting tubuh nya ke sofa
"Ya tuhan...bibik jadi khawatir dengan Bu ratu dan den Willi ,semoga secepat nya bisa ketemu ya pak," ucap bik murni dengan wajah cemas
"Iya bik...besok pasti saya akan cari mereka lagi. Sekarang saya mau istirahat,badan saya capek semua bik," ucap Dimas
"Baik pak...oh ya apa bapak mau makan malam,biar saya siapin pak?" Tanya bik murni lagi
"Gak usah bik...saya gak nafsu makan,saya mau istirahat dulu," jawab Dimas sambil bangkit dari sofa dan berlaku menuju kamar nya
******
Ditempat lain...
Sinta sedang tertawa girang membaca chat dari Kevin...yang mana kevin memberitahukan jika rencana Sinta berhasil,dan sekarang ratu pergi dari rumah karna marah pada Dimas...
Akibat dari perbuatan sinta di kantor Dimas waktu itu,membuat pertengkaran hebat antara ratu dan Dimas,sampai akhir nya ratu memutuskan untuk pergi dari rumah.
'ckckck...kasian ratu. Pasti dia sedih dan marah banget sama Dimas...hahahaha ,' gelak sinta
Seperti nya aku harus melakukan rencana tambahan yang lebih extrem,biar ratu dan mas Dimas segera bercerai...walaupun mas Dimas sudah pernah mencampakkan aku,tapi jujur di hati ku masih ada rasa cinta buat mas Dimas...
Ting
Sebuah notifikasi masuk ke ponsel ku,pertanda jika ada wa yang masuk...
'sinta...besok kamu harus antarkan berkas perjanjian kerja sama ke perusahaan PT Tambang Maju Jaya,aku tidak bisa ikut karna ada tugas penting dari tuan Kevin,' ternyata Rio yang mengirim kan ku pesan
Setelah membaca pesan dari Rio,aku seperti mendapat angin segar untuk melanjutkan rencana ku. Jika aku ke kantor itu,berati aku akan bertemu dengan mas Dimas...gumam ku bahagia
Keesokan Harinya....
Tok
Tok
Tok
"Masuk..." Terdengar suara seorang pria menyahut dari dalam ruangan
Ceklek
"Maaf pak Rio,saya ingin mengambil berkas yang harus saya bawa ke perusahaan itu." Ucap Sinta
"Ini...ambillah. kamu akan di antar oleh supir," ucap Rio sambil menunjuk sebuah map yang terletak di meja kerja nya.
"Oke...kalau gitu saya berangkat sekarang," ucap Sinta pamit
__ADS_1
"Silah kan ," jawab Rio singkat
Sinta pun keluar dari ruangan Rio,dan segera berangkat menuju ke kantor dimas.
Dalam benak nya sudah ada rencana yang tersimpan untuk dia jalan kan pada Dimas...
Sinta pun berangkat di antar oleh supir kantor...dan tak butuh waktu lama dia akhir nya sampai di kantor Dimas...
"Bu Sinta...sudah di tunggu oleh pak Wahyu dan pak Dimas di ruangan nya,mari saya antar ...silahkan," sapa seorang wanita yang merupakan sekretaris di kantor itu.
Sebelum Sinta sampai di kantor itu,Rio sudah terlebih dahulu menghubungi pak Wahyu,memberitahukan bahwa yang membawa berkas adalah Sinta sekretaris nya.
Pak Wahyu tentu merasa senang dengan kabar itu,lain hal nya dengan Dimas,dia masih merasa kesal pada sinta.dia berniat ingin menanyakan pada Sinta mengapa dia melakukan hal yang membuat kesalah pahaman antara dia dan ratu. Tapi dimas masih berusaha tenang,mungkin setelah meeting nanti baru dia akan mengajak Sinta berbicara serius.
" Permisi pak Wahyu...Bu Sinta nya sudah datang," ucap Rini sekretaris tersebut
" Oh...baik, terima kasih Rini,kamu boleh lanjutkan pekerjaan ," jawab pak Wahyu yang sedang duduk di sofa ruang santai bersama Dimas
"Permisi pak Wahyu,pak Dimas...maaf sudah menunggu lama," sapa Sinta ramah
"Tidak masalah Bu Sinta,,,ayo silahkan duduk ," jawab pak Wahyu
Sinta beranjak duduk sambil menoleh sekilas pada Dimas,namun Dimas bersikap acuh...
Obrolan ringan pun terjadi antara pak Wahyu dan Sinta,mereka berdua tampak menikmati suasana. Mereka bukan saja membahas masalah pekerjaan,namun terkadang mereka juga saling bergurau. Dimas hanya sesekali menimpali,karna dia masih sangat kesal pada Sinta.
Waktu tak terasa berlalu begitu cepat...Sinta pun pamit undur diri setelah semua urusan telah selesai...
Dia berjalan dengan santai menuju luar kantor...namun tiba tiba seseorang menarik nya dengan paksa,sehingga dia tak bisa menolak...
"Mas Dimas...apa apaan kamu ?" Ucap Sinta dengan wajah yang sedikit kaget setelah melihat siapa yang menarik nya.
"Ikut aku...ada yang ingin aku tanya kan padamu," ucap Dimas sambil terus menarik lengan Sinta
Tak lama mereka pun sampai di sebuah ruangan yang terletak di sebelah pantry di kantor itu. Ruangan tersebut biasa di gunakan untuk menyimpan berkas berkas yang sudah lama.
Ceklek
Jeder...!!!
Dimas membuka dan menutup pintu itu cukup keras...lalu dia melepaskan tangan Sinta dengan kasar.
"Sekarang katakan,,,kenapa kamu sengaja membuat hubungan ku dengan ratu jadi bermasalah,haahhh?!!!" Ucap Dimas dengan kasar
"Maksud mu apa mas,,aku GK ngerti?" Jawab Sinta berpura pura tak mengerti
"Kamu lihat ini haaahh...ini kerjaan kamu kan ?!!" Ucap Dimas dengan geram sambil menunjukkan sebuah foto di ponsel nya
Dimas sempat memfoto kemeja nya yang terdapat noda lipstik itu...agar bisa menjadi bukti yang dapat di tunjukkan pada Sinta
"Oohh...itu...'" jawab Sinta dengan santai sambil melipat tangan nya di perut
"Ya ...itu ulah kamu kan Sinta. Kamu sengaja memelukku kemaren dan kamu tinggalkan noda lipstik kamu di kerah baju ku,ya kan ?" Tanya Dimas semakin emosi
"Tuh kamu tau...ngapain pakek nanyak?" Jawab Sinta yang membuat Dimas semakin geram
"Kamu.....!!!" Dimas emosi hingga hampir saja ingin memukul Sinta,namun dia urungkan
"Kamu mau pukul aku mas...silahkan,pukul mas...pukul!!!" Ucap Sinta malah menantang Dimas
"Akkkhhh ...." Dimas menjerit sambil meremat rambut nya sendiri
"Kamu dengar ya mas Dimas...aku akan lakukan hal yang jauh lebih extrem dari pada kemaren. Itu balasan karna kamu pernah mencampakkan aku. Kamu tunggu saja,aku akan buat rumah tangga mu SELESAI...!!!" Ucap Sinta yang lebih dengan penekanan
__ADS_1
Lalu Sinta membuka pintu ruangan itu dan berlalu keluar ...dia tinggalkan Dimas disana yang masih sangat emosi....
Sinta pun sampai di parkiran dan dia langsung menyuruh supir untuk kembali ke kantor...
Beberapa saat kemudian dia akhirnya sampai di kantor Kevin...
******
Di kediaman orang tua ratu...
"Brengsek...brengsek...kurang ajar kamu mas Dimas....!!!!!!?"
Pranggg.....
Braakk.....
Ratu mengumpat dan mengamuk di kamar nya ...dia melempari seluruh barang barang yang ada di kamar itu...
Ratu sangat emosi setelah mendapat kiriman foto dari seseorang yang memperlihatkan adegan dimana Dimas sedang menarik tangan Sinta waktu di kantor Dimas tadi...
Tanpa di duga seseorang berhasil memfoto adegan tersebut dan mengirim nya pada ratu atas perintah bos nya yang tak lain adalah kevin...
Kevin sudah menyuruh anak buah nya untuk membuntuti sinta... Kevin sudah bisa menduga apa yang akan terjadi antara Dimas dan Sinta...dalam benak nya pasti Dimas akan melakukan hal itu pada Sinta,karna Dimas merasa marah pada Sinta . Ternyata dugaan Kevin tepat...dan dia sangat senang karna anak buah nya berhasil mengabadikan momen tersebut meskipun sebenar nya bukan itu yang terjadi...
Ratu berfikir jika Dimas benar benar berhubungan kembali dengan Sinta...karna terlihat di foto itu Dimas sedang menarik tangan Sinta,dan ratu juga tau jika hal itu terjadi di kantor nya Dimas
Dalam fikiran ratu,Dimas sengaja membawa Sinta ke kantor nya agar bisa terus berdekatan,padahal pada kenyataan nya Sinta ke kantor itu hanya untuk pekerjaan,namun Dimas belum sempat untuk menjelaskan pada ratu,karna ada rasa takut di hati nya...
Tok
Tok
Tok
"Ratu...kamu kenapa ? Buka pintu nya ratu !!!" Ucap bara di depan pintu kamar ratu.
Bik Darsi melapor pada bara jika dia mendengar ribut dari dalam kamar ratu...dengan rasa takut dan cemas ,gegas bik darsi memberitahukan hal tersebut pada bara,dan dengan cepat bara menuju kamar ratu,dan benar saja,di dalam kamar itu terdengar suara barang yang di lempar...
"Ratu....buka pintu nya aku bilang !!!" Ucap bara kembali dengan suara yang tinggi
Tak ada balasan apa pun dari dalam,hanya suara teriakan dan barang barang yang pecah yang masih terdengar.
Bara sangat panik mendengar hal tesebut...dia pun berniat mendobrak pintu kamar ratu...
Braaakk...
Braakk...
Jeder....
Setelah beberapa kali bara mendobrak pintu dengan sekuat tenaga,akhirnya kunci pintu terlepas juga...
Mata bara langsung melotot dengan apa yang di lihat nya di kamar itu...
Terlihat ratu terduduk dengan wajah yang basah oleh air mata,rambut yang acak acakan,dan kamar terlihat sangat berantakan ,terdapat begitu banyak pecahan kaca dan barang lain yang berhamburan di lantai..
"Ya ampun ratu....!!!" Bara langsung berlari menghampiri ratu yang terduduk di sebelah ranjang
"Apa yang terjadi ratu...kenapa kamu seperti ini haahh?!!!" Tanya bara sambil menggoyang bahu ratu,namun ratu tak berucap sepatah katapun
Lalu bara menoleh pada ponsel yang terletak di atas ranjang,,,ponsel itu masih dalam keadaan yang menyala...dan dapat bara lihat apa yang ada di ponsel itu...bara pun langsung mengerti apa alasan ratu bisa seperti ini...
*Bersambung
__ADS_1