Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 30.


__ADS_3

Terasa udara dingin menusuk kulit ku hingga aku merasa mengigil... Badan ku terasa pegal semua,sakit di mana mana,dan yang lebih membuat risih adalah rasa perih di bagian kewanitaan ku.


Ku buka mata perlahan,betapa terkejut nya diriku mendapati sebuah lengan kekar yang sedang memelukku dari arah samping,dan ketika ku toleh,aku terkejut karena ada Kevin yang masih terlelap...


"Aaaakkkhhhh...." Aku berteriak sekencang kencang nya yang membuat Kevin terbangun


"Kenapa kamu berteriak hah!!!" Tanya nya dengan raut wajah marah


"Ke-kenapa aku bisa disini,dan kamu habis ngapain aku Vin_" ucap ku sambil menutupi tubuh ku dengan selimut.


Mendengar pertanyaan konyol Ku,Kevin mengerutkan dahi nya...


"Kamu bodoh atau apa hah... Kamu lupa kalau tadi malam kita sudah menikah !!!" Tanya Kevin masih terlihat kesal


"Me-menikah kamu bilang_" jawab ku sambil memikirkan ucapan kevin


Aku pun mulai mengingat kejadian tadi malam,dan betapa malu nya diriku ketika mulai menyadari tingkah konyol ku di pagi hari ini...


"Ma-maaf... Aku lupa _" ucap ku merasa sangat konyol


"Lupa? Apa perlu aku ingatkan lagi tentang yang terjadi tadi malam hah?" Ucap Kevin sambil tersenyum jahat


"Hah... Nggak mau,aku mandi aja_" gerutu diriku sambil lompat menuju kamar mandi


'dasar diktator mesum_' aku mengomel sendiri sambil berjalan ke kamar mandi


Aku masuk ke kamar mandi sambil membawa selimut untuk menutupi tubuh polos ku... Dari pada di terkam sama si Kevin buas seperti tadi malam,lebih baik aku mandi. Aku menyalakan shower,membiarkan guyuran air hangat membasahi seluruh tubuh ku yang terasa lengket karna kejadian tadi malam ...


Tok...


Tok...


Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Aku belum siap Vin...sabar sedikit bisa nggak sih_" ucap ku sedikit berteriak


"Ini bik Ijah nyonya... Bukan tuan kevin_" ternyata bik Ijah yang menjawab


Ceklek...


Aku membuka pintu kamar mandi dan ternyata benar,bik Ijah yang barusan mengetuk pintu...


"Ini handuk nyonya ... Dan itu baju juga sudah bibik siapin di meja_" ucap bik Ijah sambil menatap ku dengan tatapan aneh


"Makasih bik...eemmm Kevin dimana bik?" Tanya ku dengan suara pelan


"Oh,tuan Kevin ada di bawah,lagi bicara sama seseorang di telpon _" jawab bik Ijah sambil tersenyum


"Oh ya sudah ,makasih ya bik_"


Aku sudah mengenakan handuk yang di berikan oleh bik Ijah barusan,dan berjalan keluar dari kamar mandi...


"Bibik senang banget ngeliat nyonya mandi basah kayak gitu,hihihi_" bik Ijah seperti nya ingin menggodaku


Aku tak menanggapi ucapan bik Ijah yang terlihat sedang ingin menggodaku... Aku berjalan ingin mengambil baju yang di letakkan bik Ijah di meja rias.


"Semoga cepat jadi ya nya tuan Kevin junior nya ,hehehe _" lagi lagi bik Ijah membuat ku salah tingkah,seperti nya bik Ijah senang sekali membuat ku merasa malu seperti ini


"iiihhh... Bibik senang banget ya godain aku _" jawab ku sambil memakai baju

__ADS_1


Bik Ijah tampak tersenyum mendengar ucapan ku barusan,namun dia tak lagi menanggapi nya,bik Ijah melanjutkan pekerjaan nya untuk membersih kan kamar ini.


Aku pun sudah selesai memakai baju dan merias wajah ku dengan make up natural ... Namun ketika aku fokus melihat ke leher ku,betapa kaget nya diriku mendapati begitu banyak bercak merah disana.


"Ya tuhan... Ini pasti kerjaan Kevin,iiihhh dasar nyebelin banget sih_" gerutu ku merasa kesal


Tak ingin orang lain melihat nya,aku pun mencoba menutupi nya dengan cream powder,walaupun tidak bisa menghilangkan dengan waktu yang singkat,tapi ini lebih baik ketimbang malu di lihat orang lain...


Setelah selesai semua,aku pun turun ke bawah karna perut ini sudah memberontak minta di isi.


"Jangan pernah ikut campur urusan ku om,kalau tidak aku akan lupa kalau kita ada hubungan !!!"


Terdengar suara Kevin sedang bicara dengan seseorang di telpon,namun yang jadi perhatian ku adalah kenapa Kevin seperti orang yang sedang emosi... Siapa yang sedang bicara dengan nya di telpon itu?


Kevin menoleh kearah ku yang sedang menuruni anak tangga menuju kebawah...


Dia pun langsung menutup telpon nya,dan menyimpan kembali ponsel nya ke saku celana nya.


Kevin terlihat berjalan ke arah ku dengan raut wajah kesal...


"Kamu makan lah ...aku mau mandi_" ucap nya dengan nada datar dan terus berjalan menaiki anak tangga menuju lantai atas


"Dasar orang aneh... Sifat kok gak bisa di tebak_" gerutu ku mengomel sendiri


Aku pun duduk di kursi makan,dan terlihat dimeja sudah tersedia bermacam hidangan... Karna perut ku sangat lapar,aku memutuskan mengambil nasi goreng dan telur dadar buatan bik Ijah.


Ku Suap nasi ke mulutku... Terasa nasi goreng ini sangat lezat,masakan bik Ijah memang selalu enak .


Tak lama kemudian terlihat Kevin menuruni anak tangga menuju lantai bawah... Dia terlihat rapi dengan balutan jas hitam yang formal. Parfum nya pun sudah bisa aku rasakan meskipun dia belum sampai di hadapan ku...


"Ratu... Aku mau pergi,kamu jangan kemana mana ,mengerti!!!" Ucap nya ketika baru sampai ke ruang makan


"Besok kamu ikut aku ke mansion ku,disana ada william_" jawab nya datar


"Benarkah? Kamu gak bohong kan vin_" tanya ku sambil bersorak gembira


"Tergantung _" ucap Kevin dengan ekspresi aneh


"Tergantung apa nya Vin... Ngomong tuh yang jelas _" gerutu ku merasa kesal


Tiba tiba Kevin mendekati ku dan membisikkan sesuatu tepat di telinga ku yang membuat ku merinding...


"Tergantung nanti malam kamu bisa memuaskan aku atau tidak _" jawab nya sambil tersenyum dan langsung berjalan meninggal kan aku yang masih terpaku akibat ucapan nya barusan


"Keviiiiinnnn....." Teriakku kesal karena merasa sudah berhasil di kerjain oleh Kevin


Kevin tak menghiraukan ku sama sekali,dia malah terus berjalan menuju keluar dimana mobil nya sudah menunggu di depan villa ini.


******


Di Rumah Dimas 


"Mas... Kamu mau kemana? " Tanya sinta dengan kondisi masih berbaring di tempat tidur


"Aku mau kekantor sin... Jadi lebih baik kamu juga pulang...dan tolong lupakan yang terjadi tadi malam di antara kita berdua_" ucap Dimas sambil bersiap siap untuk bekerja


"Mana mungkin bisa aku lupain mas...tadi malam itu malam yang sangat bahagia buat ku... Kamu buat aku melayang tinggi mas_" racau Sinta tanpa rasa malu


Flash back on

__ADS_1


Huwek...


Huwek...


"Ya ampun mas,kamu mabuk berat kayak nya _" ucap Sinta sambil memapah tubuh Dimas yang sempoyongan


Mereka baru saja menghadiri pesta ulang tahun rekan kerja mereka di sebuah diskotik mewah. Dimas terlalu banyak menenggak minuman beralkohol sehingga membuat dia mabuk berat .


"Guys ... Aku dan mas Dimas pamit duluan ya,mas Dimas kayak nya mabuk berat nih_" ucap Sinta pada rekan lain yang juga ikut serta di pesta itu


"Oke sin...hati hati di jalan ya_" jawab mereka semua


Sinta pun memapah tubuh Dimas keluar diskotik tersebut. Entah sudah berapa kali Dimas muntah yang membuat baju nya sudah basah akibat muntahan nya tersebut... Bau alkohol pun tercium sangat pekat di baju nya.


Karna kondisi Dimas yang seperti itu, sehingga Sintalah yang harus menyetir mobil nya.


Mobil pun berjalan membelah gelap nya malam yang sudah begitu larut...


Tak lama mobil pun sudah sampai di depan rumah Dimas... Sinta pun membuka pintu mobil dan memapah turun tubuh Dimas.


Dimas berjalan sambil sempoyongan dan mengoceh tak karuan...


"Ratu... Mas pulang sayang,hahaha_" racau Dimas menyebut nama ratu


Sinta pun tak menghiraukan ocehan Dimas,dia terus memapah tubuh Dimas masuk ke dalam rumah,kebetulan Dimas menyimpan kunci rumah di saku celana nya,sehingga sinta dengan mudah membuka pintu rumah .


Setelah berhasil sampai ke dalam rumah Dimas,Sinta langsung membawa Dimas masuk ke kamar nya.


Ceklek...


Sinta membuka pintu kamar dan langsung membawa Dimas masuk ke dalam.


"Huuffttttt.... Berat banget kamu mas _" ucap Sinta sambil merebahkan tubuh Dimas ke ranjang


Setelah berhasil merebahkan tubuh Dimas,Sinta pun membukakan sepatu dan kaos kaki dimas.  Sinta juga berinisiatif untuk mengganti kemeja Dimas yang kotor akibat muntahan dengan baju yang bersih ,namun ketika sinta ingin membuka kancing kemeja Dimas,tiba tiba...


"Aaauuwww...kamu mau apa mas?" Dimas menarik tangan Sinta sehingga sekarang posisi Sinta sudah berada di atas tubuh Dimas


"Sayang...mas kangen _" racau Dimas sambil memeluk tubuh Sinta


Sinta pun tak menolak sama sekali,bahkan dia memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapat kan Dimas kembali...


Akibat kondisi Dimas yang sedang mabuk parah,sehingga membuat fikiran nya tak waras. Dalam penglihatan nya saat ini sosok ratulah yang sedang di peluk nya,,,padahal itu adalah Sinta. Dan karena sudah tersulut nafsu yang menggebu,akhir nya Dimas melakukan hubungan layak nya suami istri dengan Sinta...


Sinta sangat menikmati semua perlakuan Dimas. Meskipun dia tau jika di fikiran Dimas masih di penuhi tentang ratu... Namun dia tak memperdulikan nya,yang jelas sekarang dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.


Flashback off


"Ini salah Sinta,tak seharus nya kejadian tadi malam itu terjadi _" ucap Dimas merasa bersalah


"Tapi semua nya udah terjadi kan mas... Kamu juga menikmati nya tadi malam_" jawab Sinta sambil tersenyum


"Sudah lah sin,aku gak mau membahas nya. Lebih baik aku pergi ke kantor." Dimas berjalan kearah pintu kamar


"Mas..." Panggil Sinta yang membuat Dimas menghentikan langkah nya


"Tolong kunci pintu nya jika kamu sudah keluar...aku berangkat dulu Sinta _" ucap Dimas menoleh sebentar kemudian melanjutkan langkah nya keluar dari kamar


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2