
Seminggu kemudian...
Ratu sedang menemani William di ruang bermain. Siang nanti seperti biasa dia akan kerumah sakit untuk menemani Kevin... Kondisi Kevin sudah berangsur lebih baik,dengan kekayaan yang dia miliki,mudah bagi nya untuk melakukan segala pengobatan yang mahal demi pemulihan nya.
"Sayang...jangan lari-lari nak,nanti jatuh_" ratu sedikit khawatir melihat keaktifan sang anak. Dia terus saja berlari mengejar kelinci yang ia bawa keruangan itu.
Saat ingin berdiri,tiba-tiba saja keluar cairan dari sela kaki ratu. Cairan itu bewarna keruh,dan mengalir begitu deras sehingga membasahi gaun yang ratu kenakan.
"Ya tuhan...apa ini air ketuban ?" Gumam ratu panik,dan tak lama perut nya terasa sakit.
"Bik....bik Jumi _" panggil ratu pada sang ART
Bik Jumi yang sedang berada tak jauh dari ruangan itu pun langsung berlari menghampiri sang majikan.
"Ada apa nyonya?" Tanya bik Jumi panik
"Tolong panggilkan supir bik,perut saya sakit_" ucap ratu lirih sambil memegang perut nya
Bik Jumi langsung berlari memanggil sang supir,diri nya ikutan panik melihat kondisi sang nyonya.
Tak lama kemudian,bik Jumi pun kembali keruangan itu bersama sang supir dan seorang bodyguard. Bik Jumi membawa kursi roda yang sengaja di beli oleh Kevin untuk situasi darurat seperti ini. Tubuh ratu pun di dudukkan di kursi roda dan di bawa menuju mobil yang sudah terparkir di depan Mension.
"Mama..._" panggil William ketika melihat sang mama di masukkan ke dalam mobil,sang suster langsung menggendong william,mencoba menenangkan sang tuan muda yang terlihat merengek
"Mama sedang sakit,jadi mau di bawa berobat dulu ya,den Willi sama suster dulu di rumah,okey_" tukas sang suster membujuk William.
William hanya mengangguk,namun mata nya masih terlihat berkaca-kaca. Sang suster pun langsung membawa william masuk ke dalam .
Dalam perjalanan kerumah sakit,ratu terlihat terus meringis kesakitan. Bik Jumi yang ikut menemani pun terus menyemangati ratu.
"Sakit bik... Sakit!!!" Rintih ratu sampai menangis
"Yang kuat ya nyonya,sebentar lagi kita sampai kok_" jawab bik Jumi menenangkan sang majikan
Seorang bodyguard yang ikut mengantar pun langsung menghubungi igor yang sedang di rumah sakit menemani sang tuan...
"Hallo Igor... Nyonya seperti nya mau melahirkan,ini kami sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit_" ucap sang bodyguard kepada Igor.
" okey... Hati-hati,saya akan menunggu di loby UGD_" jawab Igor melirik sang tuan yang sedang menatap Igor penasaran
"Siapa yang menelpon,di mansion tidak terjadi apa-apa kan?" Tanya Kevin merasa cemas
Igor lantas tersenyum dan menghampiri sang tuan,"tidak tuan,tidak terjadi apa-apa,tapi seperti nya nyonya akan melahirkan,sekarang nyonya sedang dalam perjalanan ke sini_" jelas igor yang sontak membuat Kevin berbinar,akhir nya saat yang di tunggu datang juga.
"Bantu aku ke kursi roda Igor,aku mau melihat ratu_" pinta Kevin pada sang bodyguard
Igor dengan sigap membantu sang tuan. Karna sebelum nya kevin sudah meminta ijin pada dokter yang merawat nya untuk bisa menemani sang istri ketika akan melahirkan, sang dokter pun mengijinkan asal Kevin bisa tetap menjaga kondisi nya.
Setelah Kevin sudah duduk dikursi roda nya,Igor langsung membawa Kevin keluar menuju ruang UGD di lantai bawah.
Mobil yang membawa ratu pun sudah sampai di loby ruang UGD rumah sakit. Igor yang sudah meminta perawat untuk menunggu dan membawa brankar pun dengan sigap langsung memindahkan tubuh ratu ke brankar dan membawa nya menuju ruang UGD.
__ADS_1
"Ratu...." Tukas Kevin yang sudah berada di depan pintu ruang UGD.
Ratu langsung menoleh kearah sang suami,dia mencoba tersenyum sambil menahan rasa sakit di perut nya.
"Ratu,kamu harus kuat,aku akan menemani mu disini_" ucap Kevin sambil menggenggam tangan ratu.
"Pasti aku kuat Vin,demi anak kita,aku pasti bisa menahan rasa sakit ini_" lirih ratu tersenyum sambil membalas genggaman tangan Kevin
"Maaf pak,kami bawa masuk dulu istri anda,biar langsung di tangani dokter_" tukas perawat menatap pasangan suami istri tersebut
Kevin pun melepas genggaman tangan nya,dan membiarkan perawat membawa masuk sang istri ke ruang UGD. Sebenar nya dia ingin sekali ikut masuk ke dalam untuk menemani sang istri,namun kondisi nya sedang tak baik,jadi Kevin memutuskan untuk menunggu di luar saja.
Ceklek...
Pintu ruang UGD terbuka dan terlihat seorang dokter wanita keluar dari sana.
"Maaf pak... Seperti nya istri anda akan segera melahirkan,sekarang sudah pembukaan 5,jadi kami akan membawa istri anda ke ruang bersalin,apa anda ingin menemani istri anda ?" Tanya sang dokter sambil menatap kearah Kevin.
Kevin tampak berfikir,apakah dia bisa melakukan itu,menemani sang istri melakukan proses persalinan. Kevin di lema karna kondisi nya,namun di hati nya dia sangat ingin bisa menemani sang istri.
Setelah berfikir sesaat,Kevin pun memutuskan untuk menemani sang istri. Dia akan ikut masuk ke dalam ruang bersalin demi menyambut sang buah hati.
Dokter pun meminta perawat untuk langsung membawa ratu keruang bersalin.
Setelah sampai ke ruangan itu,segala persiapan pun sudah di siapkan. Ratu di baringkan di ranjang khusus bersalin,selang infus pun sudah terpasang di tangan ratu.
"Ya tuhan....sakit sekali.aduuuhhh....huh..huhh_" rintih ratu sambil menghembuskan nafas nya perlahan
Dokter tampak memeriksa kembali kondisi ratu,"pembukaan nya sudah sempurna,kita akan mulai persalinan nya ya_" ucap sang dokter kemudian bersiap untuk melakukan proses persalinan normal
"Tahan nafas,lalu hembuskan ya Bu,kalau saya bilang mengejan,baru ibu lakukan ya_" perintah sang dokter
Ratu pun terlihat beberapa kali mengejan atas perintah sang dokter. Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi yang melengking...
"Owek...owek...."
"Alhamdulilah,putri nya sudah lahir pak,sangat cantik dan sempurna_" ucap sang dokter sambil mengangkat seorang bayi mungil yang masih berlumuran darah
Tes...
Tak bisa membendung kebahagiaan,Kevin pun meneteskan air mata nya. Diri nya sangat terharu karna sekarang sudah menjadi seorang papa. Kevin menoleh ke arah ratu dan tersenyum ,"terima kasih sudah mau melahirkan anak ku_" ucap Kevin sambil mengelus pipi ratu .
"Dia anakku juga Vin _" seloroh ratu ikut tersenyum
"Anak kita berdua _" balas Kevin tak mau kalah
Meraka berdua tampak sangat bahagia atas kelahiran putri cantik nya tersebut.
Setelah bayi mungil itu di bersihkan oleh perawat,Kevin langsung meng azani putri kecil nya tersebut.
Bayi mungil itu kemudian di bawa sang perawat ke ruang sterilisasi terlebih dahulu.
__ADS_1
Kevin keluar dari ruang bersalin itu,karna ratu juga akan di bersihkan lalu di pindahkan keruang perawatan untuk proses pemulihan.
"Selamat atas kelahiran putri anda tuan,saya ikut bahagia _" tukas Igor merasa ikut senang atas kelahiran nona muda
"Terima kasih Igor,aku sangat bahagia hari ini_" jawab Kevin tersenyum lebar
*********
Sementara di tempat lain ...
"Maafkan mama nak... Hiks...hiks_" lirih sinta sambil terisak di depan sebuah makam kecil bertuliskan nama Dita di batu nisannya
Sinta baru saja keluar dari rumah sakit,kondisi nya masih lemah tapi dia memaksa untuk ke makam anak nya. Sinta tampak terpukul dengan musibah yang sudah merenggut nyawa anak nya yang belum sempat dia lahirkan tersebut.
"Semua ini salah papa mu,dia yang membuat kamu jadi begini nak_"
Dimas hanya berdiri sambil memandangi Sinta yang terus saja menyalahkan diri nya atas kematian anak yang tak berdosa itu. Dimas membiarkan Sinta melampiaskan kesedihan nya,karna Dimas mengerti dengan kondisi Sinta saat ini pasti sangat terguncang.
"Sudah,ayo kita pulang sin,hari kayak nya mau hujan_" tegur dimas mangajak Sinta untuk segera pulang,karna terlihat cuaca sedikit mendung
Sinta tak membalas ucapan Dimas,dia kemudian mengecup berulang kali batu nisan anak nya tersebut,lalu dia berdiri menatap makam itu sekali,kemudian dia berjalan tanpa menoleh pada Dimas sedikit pun .
Dimas hanya menghela nafas dan mencoba bersabar dengan sikap Sinta.
Setelah masuk ke dalam mobil,Dimas pun langsung melaju kembali kerumah mereka. Dalam perjalanan pulang,tak ada obrolan sedikit pun di antara mereka berdua,Sinta hanya diam sambil menatap keluar jendela mobil.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah. Sinta langsung turun dan membuka pintu rumah,dirinya masuk dan langsung menuju kedalam kamar....
Ceklek ...
Dimas pun menyusul masuk ke kamar,dilihat nya Sinta sedang berbaring di kasur sambil memeluk bantal guling. Dimas tak ambil open,dirinya mengambil handuk dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri .
Setelah selesai,Dimas pun keluar dari kamar mandi,dirinya kaget melihat Sinta sudah dalam kondisi duduk sambil menatap kearah nya.
"Kamu seperti nya tak merasa sedih sama sekali mas_" celetuk Sinta dengan nada sedikit kesal
"Sedih tak perlu selalu mengeluarkan air mata_" balas Dimas sambil mengeringkan tubuh nya
"Kamu senang kan anak kita sekarang udah gak ada,itu kan yang kamu mau _" ucap Sinta lantang
Dimas langsung menoleh ke arah sinta ,dan menatap tajam sang istri," ya aku senang,memang lebih baik anak tak berdosa itu kembali ke surga,daripada harus di lahirkan dari seorang ibu yang berhati licik seperti mu_" bentak Dimas tak kalah lantang
"Jahat kamu mas,itu anak kamu. Apa jangan-jangan kamu gak mau punya anak dari aku,kamu gak mau kan harta mu terbagi,kamu mau semua harta mu di berikan pada anak mu dari wanita murahan itu kan!!!" Teriak Sinta
Dimas sontak menjadi murka mendengar hinaan yang di lontarkan Sinta pada mantan istri nya.
"Yang murahan itu kamu Sinta,lebih baik jaga ucapanmu,kalau gak mau aku menceraikan mu,mengerti kamu !!!" Bentak Dimas dengan suara lantang
****
*Bersambung
__ADS_1