
Mas Dimas belakangan ini seperti sengaja menghindari ku. Sikap nya sangat berubah,sekarang dirinya begitu acuh dan ketus kepada ku. Jangan kan untuk bermesraan,menyentuh ku saja dia tak Sudi.
Hari ini entah mengapa aku merasa bosan berada dirumah sendirian. Aku coba menelpon salah satu teman sesama model sewaktu aku masih bekerja dulu,aku mengajak nya untuk nongkrong di cafe atau tempat yang asyik. Aku butuh hiburan guna mewaras kan fikiran ku.
Nia teman Ku tersebut meminta untuk ketemuan di cafe lando. Aku langsung menyetujui nya,karna setauku cafe tersebut sangat ramai pengunjung,sebab tempat nya sangat estetik dan nyaman buat bersantai.
(Otw say) 'aku mengirimkan chat pada nia
(Oke...cuuss) 'nia langsung membalas chat ku
Aku langsung bersiap untuk berangkat, setelah mengunci pintu rumah,kunci Pun aku letakkan di bawah pot bunga,tempat biasa aku meletakkan kunci.
Kemudian aku berangkat menggunakan taksi online yang sudah ku pesan tadi,karna mobil ku sudah aku jual untuk membayar hutang.
Jalanan tampak ramai,karna ini jam makan siang,banyak pegawai yang berlalu lalang mencari makanan.
Tak lama kemudian aku sudah sampai di tempat tujuan. Ku parkirkan mobil ku di tempat yang sudah di sediakan. Namun sewaktu aku berbalik badan ingin menuju ke dalam cafe tersebut,pandanganku sontak tertuju pada sosok yang begitu aku kenali.
"Mas Dimas...siapa perempuan yang bersamanya itu?" Gumam ku merasa geram.
Dengan perasaan emosi yang bergelora,aku berjalan menghampiri mas Dimas yang tampak sedang mengobrol sangat akrab dengan seorang perempuan. Hati ku begitu panas melihat pemandangan tersebut.
Tanpa fikir panjang,aku langsung menarik dan menjambak rambut perempuan itu. Hingga terdengar teriakan kesakitan dari mulut nya.
"Lepasin.... Kamu siapa hah!!!" Bentak perempuan itu sambil mencoba melepaskan tangan ku
Melihat aku menyiksa perempuan ini,mas Dimas pun menghampiri ingin menolong pelakor tersebut .
"Lepasin Sinta... Udah gila kamu ya!!!" Ujar mas Dimas sambil menarik tubuh perempuan itu sehingga tarikan tanganku terlepas.
"Dasar pelakor,perempuan gak tau diri,aku habisi kamu !!!" Teriakku dengan tatapan tajam pada perempuan itu. Hatiku serasa terbakar melihat bagaimana mas Dimas sangat melindungi perempuan sialan itu.
"Kurang ajar kamu mas ... Berani nya kamu selingkuh di belakang ku hah!!!" Bentakku emosi
"Dirumah kamu selalu bersikap dingin dengan ku,menyentuh ku pun kamu udah tak Sudi,rupanya kamu udah ada wanita lain mas,tega kamu _" lanjut ku sambil terisak pedih.
"Sakit banget kepalaku mas,istri kamu udah gila kayak nya _" tukas wanita itu mencari perhatian mas Dimas
"Maaf ya rit atas kelakuan sinta... Aku janji ini gak akan terulang lagi,sekarang aku anterin pulang ya_" ujar mas Dimas tanpa memperdulikan perasaan ku.
Mas Dimas tampak menggandeng perempuan itu menuju mobil mas Dimas.
"Mas...kamu mau kemana ?" Tanyaku menghalangi langkah nya.
Mas Dimas menoleh ku"kamu pulang duluan sin,aku mau nganter teman ku dulu_" ujar nya meneruskan langkah
Namun aku belum puas dengan ucapan mas Dimas,aku terus menghalangi mas Dimas untuk membawa masuk perempuan itu ke dalam mobil nya.
"Nggak...aku gak ngijinin kamu buat nganter pelakor ini. Aku istri mu mas,harus nya kamu lebih menghargai aku daripada perempuan kayak gini !!!" Geram ku sambil menunjuk wajah perempuan tersebut.
"Udahlah sin,aku malas debat sama kamu. Kalau kamu gak mau pulang terserah,aku gak maksa_" tukas mas Dimas tak menoleh sedikit pun . Dirinya hanya memperdulikan perempuan itu,tanpa memikirkan perasaan ku sedikit pun
Ceklek ...
Jeder....
Mas Dimas sudah berhasil memasukkan perempuan itu ke mobil nya. Kemudian mas Dimas tampak berjalan menghampiri ku.
__ADS_1
"Kamu keterlaluan sin,aku gak habis fikir dengan sikap konyol mu ini,lama-lama aku bosan sama kamu_" ucap mas Dimas sambil menatap ku nyalang.
"Rita itu hanya teman ku,bukan selingkuhan yang seperti kamu katakan tadi,jadi jaga mulut mu itu !!!" Lanjut mas Dimas menekan suara nya. Mas Dimas tampak kesal dengan diriku,dari sorot mata nya,terlihat begitu banyak kebencian terhadap diri ini
"Tapi mas_"
"Kamu pulang sekarang,atau aku ceraikan kamu detik ini juga!!!" Sela mas Dimas dengan nada mengancam.
Setelah itu mas Dimas langsung masuk kedalam mobil dan pergi dari tempat ini. Ku pandangi mobil mas Dimas Sampai tak terlihat lagi.
Tubuh ku terasa lemas,hati ku hancur berkeping-keping. 'ternyata seperti ini rasa nya di khianati oleh orang yang kita cintai,berarti dulu aku sudah menyakiti perasaan ratu ', gumam ku dalam hati .
Seketika air mata menetes ke pipi ku,diriku teringat dengan perbuatan ku dulu yang sudah menghancurkan rumah tangga mas Dimas dan ratu. Apa yang aku alami ini adalah sebuah karma?
Disaat aku larut dalam semua pemikiran yang berkutat di kepala ku,tiba-tiba Nia menepuk pundakku dari belakang.
"Hey...kok malah diam disini?" Sapa nia setelah berada di hadapan ku.
Secepat kilat aku menghapus air mata yang tadi menetes di pipi ku.aku tak ingin Nia mengetahui masalah dalam rumah tangga ku.
"Gak ada apa-apa kok,aku cuma habis kelilipan aja,tapi udah sembuh kok_" ujar Ku sambil berusaha tersenyum
Nia pun ikut tersenyum,dia tak merasa curiga sama sekali. Kemudian kami berdua masuk ke dalam cafe tersebut.
* * * * * * *
"Istri kamu bar bar banget sih dim_" Rita terlihat masih kesal atas perbuatan sinta pada nya barusan.
Dimas menghentikan mobil nya di pinggir jalan yang agak sepi.
"Maafin Sinta ya rit...ini semua salah ku,nanti aku yang akan kasi pelajaran pada nya. Aku ngerasa gak enak liat kamu kayak gini_" ujar Dimas menatap sendu ke arah Rita. Dimas sangat merasa bersalah atas perbuatan yang Sinta lakukan pada Rita.
"Sudahlah,bukan salah kamu juga,istri kamu aja yang bar bar_" Rita menghela nafas namun sudah tidak cemberut seperti tadi
Tiba-tiba Dimas memegang tangan rita. Membuat Rita langsung menoleh ke arah Dimas.
" aku benar-benar minta maaf ya rit. Aku takut karna kejadian tadi,kamu jadi gak mau lagi jalan sama aku,jujur rit,aku merasa nyaman saat bersama kamu_" ucap Dimas dengan nada lembut.
Rita tampak menelan Saliva nya,dirinya menjadi salah tingkah dengan sikap Dimas. 'jika boleh jujur,aku juga ngerasain hal yang sama dim', gumam rita dalam hati.
Rita dan Dimas saling tatap,kedua nya seakan terbawa suasana yang sedang melanda. Dari sorot mata kedua sejoli ini,tak di pungkiri jika mereka merasakan hal sama satu sama lain.
Dimas semakin mendekatkan wajah nya ke wajah Rita. Sang wanita pun seakan terhipnotis sehingga hanya terdiam seperti patung.
Sekarang sudah tak ada jarak lagi antara mereka berdua. Bibir Dimas pun sudah menempel ke bibir rita. Dengan lembut Dimas mengulum bibir ranum Rita,dan sang wanita pun tampak menikmati nya.
Sekian detik pagutan mesra itu terjadi. Hingga Dimas tersadar dan melepaskan pagutan tersebut .
"Eeemmm...ma-mafin aku rit,aku lepas kendali,aku gak bermaksud...."
Dimas menjadi salah tingkah sehingga tak bisa meneruskan ucapan nya.
Rita pun tak kalah salah tingkah nya dari Dimas. Kedua pipi nya tampak merah merona,berulang kali dia mengusap bibir nya yang basah akibat perbuatan dimas barusan. Dia tak menyangka jika Dimas akan melakukan hal romantis seperti itu.
"Sebaiknya kita lanjut jalan dim,nanti kamu terlambat masuk kantor nya _" tukas Rita mencoba mengalihkan ketegangan yang terjadi di dalam mobil tersebut.
Dimas mengangguk sambil menggaruk tengkuk nya yang tak terasa gatal,kemudian dia menghidupkan kembali mesin mobil nya dan langsung tancap gas menuju ke kost nya Rita.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian,mobil pun sampai di depan kost Rita berada...
"Aku langsung jalan ya_" ujar Dimas sebelum rita turun dari mobil nya
Rita menoleh dan tersenyum "ya dim gapapa,hati-hati di jalan ya_" jawab Rita kemudian turun dari mobil. Dirinya melambaikan tangan ke Dimas sebelum Dimas meninggalkan tempat tersebut.
* * * * * * *
Sementara itu sinta yang sedang berada di cafe lando bersama teman nya yang bernama Nia tersebut,terlihat Sinta hanya mengaduk-aduk minuman nya sambil melamun,membuat Nia curiga dan langsung bertanya" sin,loe kenapa sih? Dari tadi ngelamun aja?"
Sinta masih melamun dan tak menjawab pertanyaan Nia,membuat Nia menjadi kesal.
"Woy... !!!" Sentak Nia dengan suara kuat sehingga membuat Sinta terkaget
"Eh...apaan sih Lo Nia,buat gue kaget aja_"
"Lah elo dari tadi ngelamun aja,gue ngomong gak di respon,berasa ngomong sama patung gue_" jawab Nia kesal
"Sebenar nya loe ada masalah apaan,cerita sama gue_" tanya Nia kembali
"Suami gue selingkuh _" ujar Sinta sambil menghela nafas berat
"Hah...APA!!! Serius loe???" Tukas Rita tak percaya
Sinta mengangguk dengan wajah lesu."tadi gue ketemu mereka disini,mas Dimas sama perempuan lain_" tukas Sinta dengan suara lirih
"Pantesan loe lemes banget dari tadi. Berarti tadi loe nangis gara-gara itu,bukan karna kelilipan kan ?"
Sinta hanya mengangguk ...
"Terus loe tau gak siapa perempuan itu?" Tanya Nia penasaran
"Nggak tau gue,tapi tadi dia pakai seragam kayak perawat gitu_" jawab Sinta mengerutkan dahi nya
"Wah...berarti saingan loe berat dong sin,perawat kan biasa nya cantik-cantik_" ujar Nia yang membuat Sinta semakin panas.
Sinta menatap tak suka ke arah Nia,membuat Nia merasa salah tingkah karna sudah salah bicara.
"Loe jangan tambah manasin hati gue dong Nia,loe teman gue bukan sih ??!!" Tukas Sinta merasa kesal dengan teman nya tersebut
"Iya...iya maaf deh. Gue kan cuma ngasi opini doang_" Nia mencoba membela diri nya
"Udah ah...gue cabut duluan. Hilang selera makan gue jadi nya _" Sinta berdiri hendak pergi dari tempat itu.
"Ni buat bayar ...gue mau pulang ,bye_" setelah meletakkan beberapa uang berwarna merah,Sinta langsung beranjak meninggalkan cafe tersebut
"Yeay...gitu aja ngambek loe_" gerutu Nia terlihat kesal dengan sikap Sinta
Sinta sudah keluar dari cafe tersebut. Sambil menunggu taksi online yang dia pesan,Sinta mencoba menelpon suami nya.
Tuuutt...
Tuttt .....
Dimas tak mengangkat panggilan dari sinta. Beberapa kali pun Sinta mengulangi panggilan tersebut,tetap saja tak ada jawaban dari Dimas,sehingga membuat Sinta menjadi tambah emosi.
"Pasti mas Dimas lagi asyik sama pelakor itu,awas kalian ya,aku gak bakal tinggal diam!!!" Gumam Sinta dalam hati
__ADS_1
* * * * * * *
* bersambung