Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
Bab 92. Kelahiran putra Dimas dan Rita


__ADS_3

"ckk..kenapa lama sekali sih!!"


Terlihat seorang pria sedang mondar mandir di depan ruang bersalin di sebuah rumah sakit. Wajahnya tampak tegang,menanti kelahiran buah hati nya. Sudah satu jam lebih sang istri berada di dalam sana,sedang berjuang melahirkan anak keturunan nya yang sangat di nanti-nanti.


Dimas tak berani ikut masuk kedalam. Dia sangat trauma melihat langsung proses persalinan. Dulu sewaktu ratu mantan istri nya melahirkan putra pertama nya,Dimas hampir pingsan karena tak tahan melihat begitu banyak darah yang keluar. Dari saat itu,dimas merasa trauma melihat istri nya melahirkan.


"Owek...owek..." terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan bersalin


"Anakku sudah lahir ...alhamdulillah,akhirnya aku punya anak lagi_" ujar Dimas sangat bahagia,dia tak henti mengucap syukur atas kelahiran buah hati nya


Ceklek ...!!! Pintu ruangan tersebut terbuka,tampak seorang perawat keluar dari dalam


"Selamat pak,putra nya sudah lahir,sehat dan sempurna... silahkan jika ingin meng adzani nya_" ujar perawat tersebut


Dimas mengangguk,dengan langkah yang tak sabaran,Dimas masuk kedalam ruangan tersebut. Pandangan dimas langsung tertuju pada seorang bayi mungil yang berada di tabung inkubator. Bayi laki-laki yang masih merah,sangat mungil dan menggemaskan. Melihat bayi itu,Dimas langsung teringat dengan putra pertama nya yaitu William. Terkadang rasa rindu bergelora di hati Dimas,namun dia tak bisa berbuat apa-apa,semua karna kesalahan nya sehingga dia harus berpisah dengan putra nya tersebut.


Dimas menghampiri bayi nya namun dia belum di bolehkan menyentuh langsung bayi tersebut. Dokter mengatakan jika bayi Dimas harus berada di dalam tabung inkubator itu untuk beberapa saat,baru nantinya di pindahkan keruang perawatan beserta sang ibunda.


Diselimuti rasa haru,Dimas mulai mengadzani bayi nya. Tampak dia begitu khusyuk melantunkan adzan pada satu lubang khusus yang tepat berada pada posisi telinga sang bayi. Tubuh Dimas sampai bergetar menahan rasa bahagia yang sangat luar biasa.


Setelah selesai,Dimas menatap haru bayi mungil nya sambil mengajak sang bayi berbicara seakan bayi tersebut sudah bisa mengerti ucapan Dimas.


"Terima kasih nak,kamu pelengkap hidup papa. Kakak mu William pasti senang memiliki adik seperti kamu. Papa sayang kalian berdua,walaupun kakak mu William tidak bersama kita,tapi papa janji,papa akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kalian berdua nak_" ucap dimas sambil menatap lekat wajah bayi mungil nya.

__ADS_1


Sangking antusias nya Dimas dengan bayi nya yang barus saja lahir,sampai-sampai Dimas melupakan istri nya sendiri yang masih berada di brankar sebelah. Rita masih di urusi oleh beberapa perawat,karna Rita baru saja melalui proses persalinan secara normal.


"Rita_" tegur dimas ketika sudah berada di samping brankar rita yang terletak di sebelah dan hanya di pisahkan oleh bentangan horden


"Dim...kamu sudah melihat anak kita? Dia pasti tampan kan seperti papa nya_" sahut Rita dengan suara lemah


Dimas tersenyum,lalu meraih tangan Rita," ya,dia sangat tampan seperti aku...hehehe,tapi hidung nya mancung mirip kamu rit_" seloroh Dimas menghibur hati sang istri


"Hem...tentu dong,masak mau mirip kamu semua_" jawab Rita tersenyum kecil


Mereka berdua tampak begitu bahagia. Apa yang di inginkan selama ini sudah mereka dapatkan.


"Eemm...oh ya dim,apa kamu sudah menemui Sinta di penjara? Bagaimana keadaan nya?" Tiba-tiba saja Rita menanyakan tentang Sinta. Bagaimanapun Sinta pernah menjadi bagian dari keluarga mereka.


"Syukurlah kalau begitu,semoga dia bisa melewati ujian ini dengan ikhlas_" ucap Rita


Di sebuah Rumah Sakit Jiwa...


"Vin...kita besok nikah ya ...hahaha. pasti enak malam pertama sama kamu...nanti aku yang di atas hihihi....".


Setiap hari ocehan sama yang selalu Maya ucapkan. Karna tak sanggup menahan beban mental yang dia alami sewaktu berada di penjara,membuat maya stres bahkan sudah merambat menjadi gila.


Tubuh Maya semakin kurus dan tak terurus,kulit nya kucel,rambut nya lepek dan berantakan,menimbulkan bau busuk karna Maya tak pernah mau mandi ataupun sekedar membersihkan badan nya. Penampilan nya sudah hampir serupa dengan pasien gila di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Vin...aku cinta kamu Vin...jangan tinggalin aku. Kamu janji mau nikahin aku kan..aku masih perawan loh Vin,kamu pasti suka...hahaha ..." teriak Maya terus mengoceh tak jelas,seluruh otak dan fikiran nya masih di penuhi tentang kevin dan Kevin. Bahkan dalam kondisi seperti itu,maya masih saja terobsesi dengan kevin.


"Heh diam!!! Jangan jerit-jerit kamu,nanti yang lain terganggu!!!" Bentak seorang perawat yang bekerja disana


"Aku gak mau diam!!! Mau apa kamu!! Dasar perempuan ular kamu ratu,aku benci sama kamu,benci!!! Kamu sudah merebut calon suami ku,dasar pelakor!!!" Bentak Maya melawan perawat tersebut. Maya menatap perawat itu dengan mata yang melotot,dia ingin mengejar perawat itu,namun tidak bisa karna kedua kaki nya sedang di rantai.


"Lepaaassss!!! Akan aku bunuh kamu ratu,biar kevin bisa kawin sama aku ...hahaha_" maya berteriak histeris sambil terus berontak mencoba melepaskan rantai di kaki nya


"Diam!!! Bentak perawat itu kembali dengan suara yang lebih lantang membuat Maya langsung diam karena takut


"Nah,begitu kan bagus. Jangan berisik lagi,kamu dengar!! Kalau kamu teriak-teriak lagi,aku masukkan kamu dalam kurungan dingin,mau kamu?!!" Tanya perawat itu mengancam Maya


Mendengar ancaman perawat itu,Maya sontak menggelengkan kepala nya,dia sangat takut mendengar kata kurungan dingin. Seperti nya kurungan dingin adalah tempat yang sangat mengerikan.


"Kalau begitu diam lah,saya mau istirahat dulu_" ujar perawat itu kemudian pergi meninggalkan ruangan Maya


Keadaan maya sangat menyedihkan. Maya yang dulu memiliki wajah yang cantik,kulit yang mulus,sekarang sudah sangat berbeda. Mungkin itu semua adalah karma yang harus dia terima akibat kesalahan dan dosa yang pernah dia lakukan. Karna dia ratu harus kehilangan rahim nya,membuat ratu harus menanggung penderitaan seumur hidup. Maya tipe wanita yang sangat egois dan mempunyai obsesi yang berlebihan atas segala yang dia inginkan,tak peduli dengan cara apapun,dia harus mendapatkan keinginan nya tersebut. Maya tak memikirkan resiko yang akan dia tanggung di kemudian hari.


Kadang cinta memang bisa membutakan mata dan hati manusia . Cinta juga bisa membuat seseorang merasa bahagia. Tak ada yang salah jika seseorang merasakan jatuh cinta pada orang lain,namun kita tak bisa memaksakan seseorang itu untuk membalas cinta tersebut....


****


*. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2