
Setelah kejadian yang sangat mengerihkan tempo lalu,Kevin semakin over protektif kepada semua anggota keluarga kecil nya. Diri nya yakin jika dalang dari itu semua tak lain adalah om nya sendiri. Meskipun ketiga penjahat yang telah berhasil di sekap oleh Kevin tersebut tidak mengakui nya,tapi insting Kevin sangat mencurigai om Danu.
Kevin dan ratu sedang berada di rumah sakit untuk memeriksa kondisi Kevin. Dokter sangat senang melihat Kevin sudah bisa berjalan dengan normal kembali.
"Kesembuhan pak Kevin di sebabkan oleh gerak spontanitas yang pak Kevin lakukan,ada beberapa kasus serupa sering terjadi. Setelah di periksa,kondisi kaki pak Kevin sudah sembuh total,ini sebuah keajaiban,selamat ya pak Kevin _" ujar sang dokter tersenyum lebar.
Kevin dan ratu saling pandang,sebuah senyuman terukir di wajah Kevin. Ratu pun tak kalah bahagia nya melihat sang suami sudah bisa berjalan normal kembali.
"Terima kasih dok,karna sudah sabar mengobati saya,sekali lagi terima kasih _" tukas Kevin hendak menyalami sang dokter.
Dokter pun dengan senang hati membalas ucapan terima kasih dari Kevin,"sama-sama pak Kevin_" ucap dokter membalas uluran tangan Kevin
Setelah selesai,mereka berdua pun keluar dari ruangan sang dokter. Ratu tak henti-henti nya tersenyum sambil menoleh ke arah kevin,bagi nya hari ini adalah hari yang paling membahagiakan.
Sreet...
Tiba-tiba Kevin menggenggam tangan ratu. Seketika wajah ratu berubah seperti tomat yang di rebus,dirinya menjadi salah tingkah dengan perlakuan sederhana yang di lakukan Kevin pada nya.
'Omg...jantung ku kok mau copot gini ya,kenapa si Kevin bisa seromantis ini sih _" gumam ratu dalam hati. Karna merasa sangat malu,ratu tak berani melirik ke arah Kevin sedikit pun. Diri nya hanya terus mengikuti langkah Kevin yang terus menggenggam tangan nya.
Setelah sampai di loby rumah sakit,mobil mewah Kevin sudah menunggu dengan sang supir serta Igor yang selalu setia mengawal sang tuan kemanapun.
"Silahkan tuan_" Igor membukakan pintu mobil untuk sang majikan beserta istri nya.
Kevin pun hanya mengangguk kemudian langsung masuk ke dalam mobil. Setelah itu mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Dalam perjalanan,ratu mencoba mengajak Kevin mengobrol ," Vin_" panggil ratu pada sang suami yang sedang fokus dengan ponsel nya.
"Hem_" jawab Kevin sambil melirik sekilas ke arah ratu
"Mengenai rumah itu,aku fikir_"
"Aku sudah membeli sebuah rumah yang kamu minta_" sela Kevin memotong ucapan ratu.
"Hah...serius Vin!" Tukas ratu memastikan
"Ya,aku serius,besok kita sudah bisa pindah kesana_" lanjut Kevin sambil menoleh sebentar ke sang istri
__ADS_1
Ratu langsung sumringah mendengar ucapan Kevin. Dirinya tak menyangka Kevin menuruti kemauan nya untuk memiliki rumah.
Tak lama mereka pun tiba di mension. Kevin dan ratu langsung turun dari mobil kemudian masuk kedalam.
"Kamu naik dulu saja,aku masih ada pekerjaan sedikit_" ujar Kevin menghentikan langkah nya
"Ya sudah... Kalau gitu aku ke atas dulu ya_" jawab ratu kemudian melangkah menaiki anak tangga
Setelah ratu naik ke lantai atas,Kevin berbalik badan dan menghampiri sang bodyguard.
"Igor,bagaimana caranya agar tiga berandalan itu mau buka mulut,aku harus mengetahui dimana om Danu berada sekarang _" ujar Kevin menatap sang bodyguard
"Kalau dengan disiksa mereka tidak mau buka mulut,bagaimana kita gunakan cara lain tuan_" tukas Igor balik menatap sang majikan
"Maksud mu?" Tanya Kevin tak mengerti
"Saya menemukan ponsel di salah satu dari mereka,kalau benar om Danu yang sudah membayar mereka bertiga,bagaimana kalau kita pancing menggunakan ponsel tersebut_" Terang Igor memberikan sebuah ide,yang langsung membuat sang majikan tersenyum licik
"Bagus Igor,aku suka ide mu_" ujar Kevin
* * * * * * * * *
"Hallo rit, Makan siang yuk?" Dimas tampak sedang menelpon Rita
"Boleh,dimana?" Tanya Rita di seberang telpon
"Tempat biasa aja gimana?"
"Boleh...otw_"
Setelah membuat janji untuk bertemu,Dimas mematikan sambungan telpon nya. Diri nya langsung bersiap untuk menuju tempat mereka bertemu.
Mereka janjian untuk bertemu di cafe lando,tempat mereka biasa ketemuan. Jarak nya tak begitu jauh dari kantor dimas,sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk dapat sampai kesana.
Setelah sampai di cafe tersebut,Dimas langsung mereservasi tempat untuk dia dan juga rita. Kini hubungan mereka bertambah akrab semenjak Dimas sering curhat kepada Rita tentang masalah rumah tangga nya dengan Sinta.
Tak lama kemudian terlihat Rita berjalan menghampiri meja yang sudah di pesan Dimas. Rita masih mengenakan seragam perawat,karna dirinya baru saja berganti sift,sehingga tak sempat pulang untuk berganti pakaian .
__ADS_1
"Hay...udah lama nunggu nya?" Sapa Rita begitu sampai ke meja yang dimas pesan
"Nggak kok,aku juga baru nyampek_" jawab Dimas tersenyum
"Bagus deh,jadi aku gak tekat kan? Hehehe..." Seloroh rita sambil tertawa pelan
"Wah,kamu udah pesanin makanan kesukaan aku dim,thanks ya_" lanjut rita sambil mata nya menoleh ke meja yang sudah penuh dengan makanan pesanan Dimas
"Sama-sama...ya udah makan yuk,aku udah laper _" ujar Dimas mulai menyantap makanan nya
Mereka berdua pun tampak sangat menikmati makanan tersebut. Sesekali Dimas melirik ke arah Rita yang terlihat begitu lahap menyantap makanan nya.
Ketika Rita sedang asyik menyuapkan makanan ke mulut nya,tak sadar ada sedikit noda makanan yang lengket di pinggir bibir nya,Dimas pun langsung mengambil tisu kemudian mengelap noda tersebut.
"Eh...kamu ngapain dim?" Rita kaget dengan perlakuan dimas,sehingga dirinya menjadi salah tingkah
"Ada noda di bibir kamu,jadi aku lap_" ujar Dimas dengan santai nya
Bisa di bayangkan gimana merona nya wajah Rita saat ini. Entah mengapa diri nya merasakan sesuatu yang beda,jantung nya berdetak sangat kencang,dan sekujur tubuh nya merinding akibat sentuhan kecil seorang Dimas.
"Makasih _" Tukas Rita salah tingkah
Mereka pun melanjutkan kegiatan makan mereka,setelah selesai mereka berdua langsung keluar dari cafe itu,karna Dimas masih harus kembali ke kantor,sedang kan Rita ingin pulang ke kost an nya.
"Maaf,aku nggak bisa nganter kamu rit,gak apa-apa kan?" Ujar Dimas sebelum masuk ke mobil nya
"Nggak apa kok dim,santai aja,aku bisa naek ojek online kok_" ucap Rita sambil tersenyum
Namun ketika Dimas hendak masuk ke mobil nya,tiba-tiba seorang wanita datang dan menyerang Rita dengan membabi buta. Dimas sontak terkejut karna wanita itu adalah istri nya
"Hentikan sinta...udah gila kamu ya!!!" Bentak Dimas berusaha melindungi Rita
"Dasar pelakor kamu ya,perempuan gak tau diri,aku habisi kamu !!!" Racau Sinta sambil terus menarik tangan Rita
Rita mencoba melepaskan cengkraman tangan Sinta,Dimas pun tampak berusaha melindungi,namun sinta seperti nya sudah kehilangan akal,diri nya terlihat seperti orang gila yang sedang mengamuk.
******
__ADS_1
*Bersambung