Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 43.


__ADS_3

Ratu tak henti nya menangis di depan ruang UGD rumah sakit. Sudah setengah jam lebih Kevin di periksa di dalam sana,namun belum ada yang memberikan penjelasan sedikit pun pada ratu menyangkut keadaan Kevin...


"Nyonya ,bagaimana dengan keadaan tuan Kevin?" Tanya Igor yang baru kembali dari mengantarkan William pulang.


"Saya belum tau Igor ...dokter belum menjelaskan apa-apa_" jawab ratu lirih


Melihat wajah ratu yang sedang bersedih,Igor pun tak bertanya apapun lagi. Dia pun merasakan hal sama,merasa sangat khawatir akan keadaan Kevin di dalam sana. Igor sudah menganggap Kevin seperti saudara sendiri. Meskipun sifat Kevin yang sangat keras,namun Igor sangat setia pada Kevin.


"Ya tuhan.... Kenapa belum ada yang keluar dari dalam sih,kenapa lama sekali,apa jangan-jangan..." Ratu tak sanggup meneruskan ucapan nya,dia sangat takut sekali terjadi hal yang buruk pada Kevin.


Dua jam telah berlalu,namun belum ada juga tanda-tanda seseorang pun keluar dari dalam UGD.


"Nggak...aku gak bisa nunggu seperti ini terus,aku harus masuk _" ratu baru saja akan membuka pintu ruangan tersebut,namun tiba-tiba seseorang membuka pintu tersebut dan keluar dari sana


"Dok,bagaimana keadaan suami saya,kenapa lama sekali pemeriksaan nya,apa suami saya baik-baik saja dok_" ratu langsung memberondong begitu banyak pertanyaan pada sang dokter


"Tenang Bu... Saya akan menjelaskan kondisi suami ibu,sekarang tenangkan dulu diri ibu ya_" ucap dokter tersebut berusaha menenangkan ratu yang sangat panik


"Huuufffttt .... Maaf dok,saya... Saya cuma khawatir dengan suami saya _" jawab ratu sambil menghela nafas


"Iya Bu,saya mengerti,oke kalau ibu sudah tenang,mari ikut saya sebentar,ada yang saya ingin jelaskan mengenai kondisi suami ibu_" ucap sang dokter


"Heemm..." Jawab ratu menganggukkan kepala


Sang dokter pun mengajak ratu untuk keruangan nya, setelah sampai,ratu pun di persilahkan duduk di kursi yang sudah tersedia...


"Begini Bu,suami ibu sekarang sedang koma,ada pendarahan di otak pasien,selain itu kedua kaki pasien pun mengalami patah tulang serius,kemungkinan pasien tidak bisa berjalan dalam waktu yang tidak bisa di tentukan,saya akan terus melakukan observasi terhadap kondisi pasien,kita akan lihat apakah ada cidera lain atau tidak nya setelah pasien sadar dari koma nya.untyo sementara hanya ini saja yang bisa saya jelaskan_" ucap dokter tersebut menjelaskan panjang lebar mengenai kondisi Kevin


"Ya tuhan,hiks...hiks... A-apa suami saya bisa sembuh dok_"tanya ratu dengan suara lirih


"Kita hanya bisa berusaha Bu,semua pengobatan terbaik akan kita lakukan,mudah-mudahan hasil nya seperti yang kita harapkan_"  ucap dokter kembali


"Lakukan yang terbaik untuk suami saya dok,apapun...asal suami saya bisa sembuh_" jawab ratu pasrah


"Baik Bu... Kita sama-sama berusaha dan berdoa ya,semoga ada keajaiban untuk suami ibu_" dokter tersebut berusaha memberi semangat pada ratu


"Aamiin... Makasih dok,kalau gitu saya permisi dulu_" ucap ratu pamit


Ratu pun keluar dari ruangan dokter tersebut dengan hati yang hancur. Dia sangat sedih setelah mendengar penjelasan mengenai kondisi Kevin. Walaupun ratu belum mencintai Kevin,namun bagaimana pun kevin adalah suami nya,ayah dari anak yang sedang di kandung nya,bagaimana jika ratu melahirkan tapi kondisi Kevin masih seperti itu,siapa yang akan menemani ratu...


"Igor_" panggil ratu dengan suara lirih


"Ya nyonya,ada yang bisa saya bantu _" tanya Igor menatap lekat pada wajah ratu yang sedih


"Tolong kamu urus administrasi rumah sakit ya,saya....hiks ...hiks_" ratu tak sanggup untuk meneruskan ucapannya,malah ratu menangis tersedu-sedu


"Nyonya ... Tenangkan diri nyonya,tuan Kevin orang yang kuat,tuan pasti melewati ini semua,percayalah nyonya_" ucap Igor berusaha menenangkan ratu


Ratu tak membalas ucapan Igor,dia terus menangis sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Ini di minum dulu nyonya_" Igor memberikan sebotol air mineral pada ratu yang tadi sempat dia beli


Ratu pun menerima air tersebut dan langsung meminum nya... Perlahan diri nya menjadi tenang.


"Terima kasih _" ucap nya pada Igor


"Sama-sama nyonya,kalau begitu saya akan mengurus administrasi dulu,nyonya tidak apa-apa kan saya tinggal sendiri _"

__ADS_1


"Heem...pergilah,saya gak apa kok_" jawab ratu


Igor pun langsung berjalan menuju ruang pendaftaran untuk mengurus administrasi rumah sakit.


Sedang kan ratu masih terduduk di kursi didepan ruang UGD...


Ceklek...


Greettt....


Beberapa perawat keluar dari sana sambil mendorong brankar yang di atas nya terbaring tubuh Kevin yang masih dalam kondisi koma.


"Pasien akan kami pindah kan ke ruang ICU_" ucap salah satu perawat


"Apa saya boleh masuk ke dalam ruangan tersebut sus?" Tanya ratu


"Boleh,tapi hanya satu orang saja ya Bu,itu pun hanya 5 menit saja,karna ruangan harus selalu steril,apalagi ibu sekarang lagi hamil,tidak baik jika berlama-lama di ruangan tersebut_" jelas perawat itu


"Baik sus... Yang penting saya boleh melihat suami saya_" jawab ratu sedikit lega


Para perawat itu pun kembali mendorong brankar tersebut menuju ruang ICU yang berada di lantai dua rumah sakit itu. Setelah sampai,Kevin pun langsung di masukkan ke ruang ICU yang sudah di siapkan. Tubuh nya pun di pasangkan begitu banyak alat-alat medis sebagai penunjang kehidupan selama Kevin masih dalam keadaan koma.


Ratu hanya bisa melihat tubuh Kevin dari kaca yang membatasi ruangan tersebut . Hati nya sungguh terenyuh melihat Kevin tak berdaya seperti itu. Air mata nya pun tak henti menetes menangisi kondisi Kevin di dalam sana.


"Ibu boleh masuk ke dalam,tapi hanya lima menit,dan jangan lupa kenakan gaun protektif yang sudah di sediakan ya Bu_" ucap perawat mempersilahkan ratu masuk ke dalam


"Baik sus,terima kasih _" jawab ratu senang


Ratu pun langsung masuk kedalam,tak lupa dia mengenakan gaun protektif yang di sediakan sebelum mendekati ranjang Kevin .


"Maaf kan aku yang suka buat kamu marah,hiks...hiks_ bentar lagi aku mau lahiran,siapa yang akan Nemani aku Vin. Siapa yang akan marahin aku lagi di rumah,siapa yang akan ngomelin aku kalau lama angkat telpon...siapa Vin? Buka mata kamu Vin...mana Kevin diktator yang aku kenal...hiks...hiks_" ratu tak sanggup lagi meneruskan kata-kata nya,dia sangat tak tega melihat kondisi Kevin yang penuh dengan luka sampai tak sadar kan diri seperti itu. Diri nya merasa bersalah,kenapa tak melarang Kevin menyebrang untuk hanya membeli sebuah balon. Andai Kevin tak menyebrang,mungkin musibah ini tak akan terjadi.


Namun semua sudah terjadi,yang bisa di lakukan ratu saat ini hanya berdoa semoga Kevin secepat nya membuka mata. Walaupun belum ada cinta di hati ratu untuk Kevin,entah mengapa diri nya begitu merasa kehilangan saat tak mendengar suara Kevin memarahi diri nya....


"Aku janji,akan datang setiap hari kesini untuk menemani kamu Vin,aku akan tunggu kamu sampai sadar,dan sembuh seperti sedia kala,aku gak akan pernah ninggalin kamu Vin,aku janji_" ucap ratu sambil menggenggam tangan Kevin


Tak terasa waktu lima menit sudah habis,perawat pun meminta ratu untuk keluar supaya pasien bisa beristirahat...


Saat ratu keluar dari ruang ICU,terlihat Igor sudah berdiri menunggu di depan ruangan tersebut. Dari tadi Igor sudah berada disana,dan Igor juga sudah melihat betapa sedih nya ratu akan kondisi Kevin...


"Nyonya pulang saja sekarang,biar saya antar,nanti saya akan balik lagi kesini untuk menjaga tuan Kevin_" ucap Igor


"Nggak Igor ...aku gak mau pulang,aku yang akan jaga Kevin disini_" tolak ratu


"Tapi nyonya sedang hamil,nyonya butuh istirahat. Kalau nyonya sakit juga,nanti siapa yang akan menjaga tuan kevin_" bujuk Igor dengan lembut


"Tapi ..."


"Nyonya tenang saja,saya yang akan menjaga tuan disini,besok pagi nyonya bisa kesini lagi,sekarang sudah hampir Maghrib,biar nyonya saya antar dulu_" potong Igor terus membujuk ratu


"Baik lah kalau gitu ... Saya mau pulang,tapi kamu janji ya jagain Kevin disini _" ucap ratu


"Saya janji nyonya_" ucap Igor dengan yakin


Ratu pun menoleh sebentar ke arah Kevin,dia memegang kaca pembatas ruangan tersebut sambil tersenyum melihat Kevin"aku pulang dulu ya Vin,besuk aku akan kesini lagi _" ucap ratu seolah-olah Kevin bisa mendebat ucapan nya


Ratu pun menghapus air mata nya kemudian berjalan meninggalkan ruangan tersebut. Dia akan pulang di antar oleh Igor.

__ADS_1


Drrt...


Tiba-tiba ponsel Igor bergetar ,ada panggilan masuk di ponsel nya.


Igor memasang earphone di telinga nya dan langsung menerima panggilan tersebut...


"Hallo ..."jawab Igor


"Selamat sore pak,kami dari pihak kepolisian yang menangani kasus kecelakaan saudara Kevin yang tadi sempat meminta no ponsel bapak sewaktu di rumah sakit_" jawab pria yang merupakan seorang polisi


"Ya pak ,bagaimana?" Tanya Igor kembali


"Begini pak,menurut rekaman cctv mall yang sudah kami periksa,seperti nya mobil yang menabrak saudara Kevin itu memang sengaja melakukan nya,karna sebelum terjadi nya kecelakaan tersebut,tampak mobil tersangka dalam kondisi berhenti di pinggir jalan tak jauh dari TKP,ketika saudara Kevin ingin menyebrang,mobil tersebut langsung tancap gas dan menabrak korban. Pihak kami sudah menelusuri pemilik mobil itu yang ternyata hanyalah rentalan,dan si penyewa memakai identitas palsu_" Terang polisi panjang lebar


"Kurang ajar...!!! Pokok nya saya minta terus lakukan penyelidikan pak,pelaku nya harus tertangkap" ucap Igor merasa emosi


"Pasti pak,kami akan terus melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku,mohon jika ada informasi sekecil apa pun tolong hubungi kami segera pak_" ucap polisi itu lagi


"Baik pak...terima kasih _" jawab Igor menyudahi percakapan


Sambungan telpon pun terputus. Wajah Igor kelihatan berubah memerah seperti sedang menahan emosi...


"Ada apa Igor?" Tanya ku penasaran


"Tadi polisi bilang seperti nya ada yang sengaja ingin mencelakai tuan Kevin nyonya,kecelakaan itu seperti sudah di rencanakan_" jantung ku langsung berdebar mendengar penjelasan Igor


"Ma-maksudnya ada yang ingin membunuh Kevin begitu? Apa Kevin punya musuh ?" Tanyaku tak mengerti


"Seperti nya begitu nyonya,saya belum tau pasti. Tapi saya janji,saya akan menangkap orang yang sudah mencelakai tuan Kevin,hidup ataupun mati!!!" Ucap Igor dengan tatapan mengerihkan


Seketika diriku merinding melihat wajah igor yang berubah sadis seperti itu. Begitu setia nya dia pada Kevin.


Hari pun sudah mulai gelap saat aku sampai ke mansion. Aku merasa heran ketika begitu banyak nya bodyguard yang berjaga disini,tak seperti biasa nya yang hanya tiga sampai lima orang saja,namun sekarang malah bertambah menjadi sepuluh bahkan lebih....


Aku menoleh pada Igor dan Igor langsung mengerti yang sedang aku fikir kan .


"Maaf nyonya,saya yang menambah personil bodyguard untuk menjaga seluruh sudut mansion ini,semua untuk keamanan nyonya dan tuan muda Wiliam" Igor menjelaskan pada ku


"Ya sudah ... Kamu atur saja igor gimana baik nya,saya masuk kedalam dulu _" jawab ku tak ingin bertanya lebih lanjut


Igor pun mengangguk kan kepalanya dan tersenyum. Aku pun langsung berjalan masuk kedalam Mension.


Aku langsung menaiki tangga menuju kamar ku di atas...setelah sampai di lantai atas,aku pun menyempatkan untuk melihat william di kamar nya.


Ceklek ...


Aku membuka pintu kamar William yang berada di sebelah kamarku. Ternyata William sudah tertidur lelap ditemani oleh bik Jumi. Aku pun tak ingin menganggu Wiliam,lagi pula aku baru saja dari rumah sakit,tak baik rasa nya langsung menyentuh William. Aku memutus kan kembali menuju kamarku...


Sampai di kamar,aku langsung membersih kan diri dan mengganti baju untuk tidur. Setelah itu ku rebahkan tubuh ku di ranjang karena hari ini aku merasa sangat lelah...


Ku miringkan tubuh ku kearah dimana biasa Kevin terbaring setiap hari. Harum tubuh nya pun masih terasa di bantal yang bisa dia gunakan. Tak pernah sekalipun diriku tidur tanpa kevin di sampingku.walaupun dia ada kerjaan keluar kota,pasti Kevin usahakan untuk pulang. Tapi kini malam ku pasti akan sepi tanpa ada Kevin yang menemaniku.


"Semoga kamu cepat pulang Vin,aku rindu sama kamu _" ucap ratu dengan suara lirih sebelum dia memejam kan Mata...


*********


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2