Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 79.


__ADS_3

Operasi pengangkatan rahim yang ratu jalani telah selesai,sekarang ratu sudah di pindahkan keruang rawat inap. Kondisi ratu sudah stabil,namun karena pengaruh bius masih belum hilang,sampai saat ini ratu masih belum sadar...


Ceklek..." pintu ruangan ratu di buka oleh seseorang


Secara perlahan,seorang pria berjalan menghampiri ranjang ratu.


"Sayang...maafkan aku_" ucap seorang tersebut dengan suara lirih


Seorang pria itu tak lain adalah Kevin,suami ratu sendiri,suami yang begitu sangat mencintai istri nya.


Baru kali ini kevin merasa hancur,dia tak sanggup melihat orang yang dia cintai sangat menderita seperti ini. Kevin terus saja menyalahkan dirinya sendiri,dia merasa gagal melindungi ratu. Kevin juga merasa bingung harus menjelaskan seperti apa kepada anak-anak,jika mereka menanyakan mommy nya.


"Ratu...maafkan aku. Aku memang suami yang bodoh,suami yang tak becus melindungi istri nya,aku bersalah ratu... maafkan aku_" Kevin menatap sendu wajah sang istri yang masih terpejam.


"Aku...aku bingung harus menjelaskan seperti apa nanti kepada mu...gara-gara kebodohan ku,kamu sekarang harus menanggung akibat nya,kamu pasti sangat terpukul dengan keadaan ini ratu...aku_" Kevin tak sanggup lagi meneruskan ucapan nya,tak terasa butiran bening jatuh dari pelupuk mata Kevin. Seorang Kevin yang terkenal arogan,diktator,kini sedang menangisi seorang wanita,bahkan sewaktu papa kandung nya meninggal,kevin tak sesedih ini.


Saat Kevin larut dalam kesedihan nya,tiba-tiba saja ponsel nya berdering,terpampang nama Igor sedang memanggil...


"Hem...ada apa?" Jawab Kevin dengan nada datar


"Maaf menggangu tuan,saya ingin memberi tau kabar buruk,wanita itu berhasil kabur tuan,saya curiga ada yang membebaskannya_" papar Igor memberi laporan


"APA!!! Bagaimana bisa kabur,bukankah disana ada yang berjaga,lagipula wanita itu kita sekap di ruang bawah Tanah,mustahil kalau dia kabur sendiri!!!" Kevin terlihat emosi mendapati kabar tersebut


"Maaf tuan...sewaktu saya baru tiba disini,semua anak buah dalam kondisi tertidur,mereka tidak sadarkan diri tuan,seperti nya ada yang sengaja memberi obat tidur pada mereka semua_" jelas igor kembali menjelaskan


"Kur*Ng ajar!!! Siapa yang berani membebaskan wanita itu,segera cari tau Igor,cepat periksa kamera cctv_" titah kevin pada sang bodyguard


"Eemmm...itu masalah nya tuan,kamera cctv semua dalam keadaan mati,seperti nya pelaku sengaja mematikan kamera cctv sebelum melancarkan aksi nya_"


"Fuucckk!!! Bangs*t!!! Seperti nya ada pengkhiatan diantara kita,aku akan cari tau siapa pengkhianat itu,dia harus di beri pelajaran!!!" Mendengar penjelasan Igor,Kevin semakin emosi,bagaimana tidak? Orang yang sudah membuat istri nya menderita,sekarang sudah bebas berkeliaran,Mungkin dia sudah pergi jauh dari kota ini.


Kevin meletakkan dengan kasar ponsel nya keatas buffet di sebelah ranjang ratu...Kevin masih sangat emosi,dia merasa menyesal kenapa tak langsung membunuh Maya,malah dia menunda dan alhasil sekarang Maya sudah berhasil bebas dari sekapan Kevin.


"Eeemmpphhh..." ratu melenguh,dia perlahan membuka kedua mata nya.


"Ratu ...kamu sudah sadar sayang?" Kevin langsung menciumi tangan ratu yang masih sangat lemah,mata Kevin seketika berbinar melihat istri nya sudah bisa membuka kedua mata nya.


"Vin...aku dimana?" Tanya ratu dengan suara lemah,mata nya berpendar menatap situasi di sekitar nya


"Kamu di rumah sakit...kamu baru saja dioperasi sayang...aku senang kamu sudah sadar,aku mau panggil dokter dulu ya_" dengan sigap kevin menekan bel yang khusus tersambung keruang perawat, dan tak butuh waktu lama,dua orang perawat langsung datang keruangan ratu

__ADS_1


"Maaf tuan...ada yang bisa kami bantu?" Tanya perawat itu ramah


"Istri saya sudah sadar sus,,,tolong suruh dokter memeriksa keadaan nya_" pinta Kevin


"Oh begitu...kalau begitu tunggu sebentar ya tuan,saya panggilkan dokter Siska dulu_" perawat itu langsung keluar dari ruangan ratu untuk memanggil sang dokter


Tak lama dokter yang dimaksud masuk kedalam ruangan ratu...


"Alhamdulillah Bu ratu sudah siuman...bagaimana perasaan nya sekarang?" Tanya dokter Siska yang sedang berdiri di samping ranjang ratu


"Saya...kepala saya agak pusing dok,terus perut saya sedikit nyeri ,sebenar nya saya habis operasi apa ya dok? Ujar ratu penasaran


"Bu ratu baru saja menjalani operasi pengangkatan rahim...karena rahim Bu ratu mengalami pendarahan dalam akibat benturan benda tumpul yang berulang kali,jadi kami terpaksa mengambil tindakan tersebut untuk menyelamatkan nyawa bu ratu_" jelas sang dokter


Degh!!!


Jantung ratu rasanya ingin lepas dari poros nya. Wajah ratu langsung berubah pias,setitik air bening menetes dari pelupuk mata ratu.


"A-apa dok...rahim saya diangkat!!! Itu artinya saya..._" ratu langsung menangis tersedu,dia tak sanggup meneruskan ucapan nya. Sungguh hati ratu hancur...sangat hancur


"Maaf Bu ratu...hanya tindakan itu yang bisa kami lakukan,itu semua demi keselamatan Bu ratu sendiri,semoga hati bu ratu bisa legowo menerima takdir ini_" dokter siska mencoba memberi semangat kepada ratu. Beliau sangat paham dengan perasaan yang ratu rasakan saat ini. Wanita manapun pasti merasa hancur ketika sesuatu yang sangat berharga hilang dari diri nya.


"Sabar ya Bu ratu...ini semua sudah takdir,kita sebagai manusia hanya bisa ikhlas menerima nya,saya yakin tuan Kevin akan tetap mencintai Bu ratu sepenuh hati,saya bisa melihat nya saat tuan Kevin begitu khawatir dengan keadaan Bu ratu_" ujar dokter Siska kembali


Setelah dokter siska sudah keluar,kevin langsung menghampiri ratu dan menggenggam erat tangan nya.


"Apapun kondisi mu,aku akan tetap mencintai mu ratu,perasaan ku tak akan pernah berubah,kamu tetap istri Ku yang paling sempurna_" ujar kevin sambil mengelus kepala ratu dengan lembut


"Aku tidak lagi sempurna Vin,aku sekarang cacat... aku.. hiks...hiks..._" ratu kembali menangis tersedu,dia tak sanggup melanjutkan ucapan nya


"Suuutttt... kamu Jangan bicara seperti itu,aku tidak perduli mau kamu tak punya rahim,atau tak punya yang lainnya,aku tetap mencintai mu ratu,aku bersumpah,cintaku tak akan pernah berubah...aku mohon kamu harus kuat,kita hadapi bersama-sama cobaan ini ya,aku akan selalu disamping mu_" Kevin terus mencoba memberi semangat Kepada sang istri. Walaupun kenyataan nya Kevin lebih merasa hancur melihat ratu menderita,tapi Kevin tak ingin menunjukkan nya di depan ratu,Kevin harus bisa membuat ratu kuat menghadapi ini semua.


"Vin...aku ingin sendiri dulu boleh? Tolong kamu keluar sebentar,aku ingin menenangkan diri_" pinta ratu menatap sendu kearah sang suami


Kevin ingin menolak,tapi melihat tatapan ratu,dia merasa tak tega. Akhir nya Kevin beranjak keluar dari ruangan sesuai keinginan ratu.


* * * * * *


Di tempat lain 


"Rio...makasih kamu udah nyelamatin aku dari neraka itu...aku takut sekali ri_"

__ADS_1


Setelah berhasil membebaskan maya dari mension Kevin,Rio membawa maya ketempat yang sangat jauh di pinggir kota.


Dengan segala siasat yang Rio lakukan,dia berhasil membawa kabur Maya dari sekapan kevin.


Flash back on


Rio membayar seseorang untuk membeli beberapa kotak makanan di sebuah restoran.  Setelah itu dia juga menyuruh orang tersebut untuk menaruh obat tidur kedalam makanan tersebut....


"Ini uang ...tolong kamu antarkan makanan ini ke alamat yang aku tulis tadi,bilang pada orang disana jika makanan ini dari tuan Kevin nya_" ujar Rio pada orang tersebut


"Baik bos...ini mah gampang. Apalagi bayarannya pas kayak gini,saya jamin kerjaan ini pasti beres dah_" tukas seseorang tersebut


"Bagus...Jangan lupa kamu pakai sarung tangan,dan masker,jangan sampai wajah mu tertangkap kamera cctv disana. Setelah mereka menerima makanan itu,kamu langsung pergi,mengerti!!!"


"Mengerti bos !! Jawab orang tersebut


Setelah semua nya siap,orang yang dibayar Rio tersebut langsung meluncur menuju alamat yang rio tulis. Rio memantau dari kejauhan,memastikan rencana nya berjalan baik atau tidak.


Dari kejauhan rio melihat seorang pengawal menghampiri orang suruhan nya dan langsung menerima makanan tersebut.


"Bagus...sebentar lagi mereka pasti tertidur pulas,dan di saat itu lah aku harus bergerak cepat membebaskan maya dari ruang bawah Tanah tuan Kevin,tapi pertama aku harus mematikan semua kamera cctv disana." Gumam rio


Setelah memastikan situasi aman,Rio langsung bergerak. Tak lupa dia mengenakan penyamaran agar wajah nya tak bisa di kenali. Dengan sigap rio langsung mematikan seluruh akses kamera cctv di mension Kevin,Rio sangat hafal keadaan mension Kevin ,karena Rio sering ketempat tersebut.


Setelah semua nya beres,Rio langsung menuju ruang bawah Tanah,dengan gerak cepat dia berhasil membebaskan maya dari dalam sana. Mereka berdua kemudian berjalan mengendap-ngendap melewati seluruh penjaga disana yang sedang terlelap akibat pengaruh obat tidur yang Rio berikan.


"Ayo cepat may..." Rio menarik tangan Maya supaya cepat keluar dari sana. Mereka pun akhirnya berhasil,Maya sudah selamat dari ancaman kematian dari Kevin.


Flash back off


"Ri...kamu kok bengong sih,aku lagi ngomong sama kamu loh_" sentak Maya membuyarkan lamunan Rio


"Kamu harus segera pergi jauh dari sini may,kalau tidak nyawa mu pasti terancam.tuan kevin pasti akan terus mencari mu...dan aku juga pasti dalam masalah besar_" ujar Rio terlihat cemas


"Aku gak mau ri...aku gak mau kemana-mana. Kenapa aku harus takut,kalau Kevin mau mencelakai ku lagi,aku tinggal lapor posisi aja,dia bisa di penjara kan?" Ucap Maya jumawa


"Huuffttt...kamu benar-benar keras kepala may,polisi gak akan mau berurusan dengan tuan Kevin. Kamu belum faham juga gimana tuan Kevin sebenar nya,dia bisa menculikmu secara senyap,tak akan ada orang yang tau may,dan setelah itu mayat mu sekalipun gak akan bisa di temukan may..._" ujar Rio merasa frustasi menghadapi kekeras kepalaan Maya


"Pokok nya kamu harus pergi jauh dulu may,sampai keadaan nya aman,aku tidak bisa selalu menjaga mu,dengan membebaskan mu seperti ini saja aku sudah dalam masalah besar may,nyawaku pun ikut terancam...jadi plis tolong ikutin kata-kataku!! Tegas Rio


Wajah Maya berubah masam...dari ekspresi nya tampak jika dia keberatan dengan ucapan Rio," ya udah deh,terserah kamu aja_" jawab Maya sambil memalingkan wajah nya kearah lain

__ADS_1


* * * * * * *


*. Bersambung


__ADS_2