Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 27. Keputusan Ratu


__ADS_3

Dua hari sudah terlewat semenjak Kevin membawa William pergi bersama nya ...hari hariku terasa sunyi tanpa suara canda riang dari William... Selama dua hari ini pula aku berfikir keras tentang keputusan apa yang akan aku buat...


Dengan hati yang jernih dan juga mengesampingkan ego ku sendiri,akhir nya aku memutuskan untuk menerima tawaran Kevin yaitu menikah dengan nya. Walaupun tak ada sedikit pun perasaan suka apalagi cinta pada nya,tapi ini mungkin keputusan yang paling baik untuk aku ambil...


Ceklek ...


Aku membuka pintu kamar,dan menoleh kesekeliling villa ini,mencari seseorang yang bisa membantu ku untuk berbicara dengan Kevin.


"Bik Ijah_" panggil ku ketika melihat bik Ijah baru saja masuk ke villa ini


"Ya non...ada yang bisa bibik bantu?_" tanya nya sambil berjalan menghampiri aku


"Igor kemana,aku ada perlu dengan nya_" jawab ku


"Oh ...pak Igor ada di belakang villa non,lagi patroli kayak nya_" jawab bik Ijah sambil menunjuk arah belakang villa


"Oh gitu...bisa panggilin bentar nggak bik,saya ada perlu soalnya _" jawab ku merasa tidak enak


"Sebentar non,biar bibik panggilin ya_" jawab bik Ijah lalu beranjak menuju belakang villa untuk memanggil Igor


Aku mondar mandir di ruang tengah villa ini,rasa nya tak sabar untuk berbicara dengan Kevin...aku sangat rindu dengan William anak kesayangan ku.


Tap...


Tap...


Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah ruang tengah...


"Igor..." Aku langsung menghampiri Igor yang masih berjalan menuju ke arah ku


"Igor...tolong telpon Kevin,aku ingin berbicara dengan nya,katakan pada nya ,aku sudah membuat keputusan...ayo Igor,cepat telpon kevin_" rasa nya aku tak sabar,aku langsung mendesak Igor untuk segera menelpon Kevin


"Baik lah...sebentar _" jawab Igor sambil merogoh saku celana nya


Terlihat Igor menempel kan ponsel ke telinga nya,mungkin dia sedang membuat panggilan dengan Kevin...


"Hallo tuan...ada yang ingin bicara_"


Aku langsung merebut ponsel itu dari genggaman Igor,karna aku sudah tak sabar ingin bicara dengan Kevin ...


"Kevin...ini aku ratu. Aku sudah buat keputusan,kalau aku...aku menerima tawaran mu untuk menikah_" jawab ku sambil menguatkan hati sendiri


"Bagus...keputusan yang bijaksana. Oke,Minggu depan kita akan laksanakan akad nikah,jadi siapkan diri mu dari sekarang !!!" Jawab Kevin dengan nada senang


"Tapi... Bisakah kamu antarkan William sekarang kesini Vin,aku sangat rindu pada nya_" ucap ku sambil menahan air mata


Tiba tiba panggilan beralih ke mode video call ...

__ADS_1


Terlihat disana William sedang bermain dengan dua ekor kucing yang sangat lucu. William kelihatan sangat bahagia...aku sungguh lega melihat nya baik baik saja.


"William... Mama rindu nak ,hiks...hiks_" akhir nya tangis ku jatuh juga


"Kamu lihat kan ...William baik baik saja disini,bahkan dia sangat bahagia,jadi kamu tidak usah khawatir,lagi pula sebentar lagi dia juga akan menjadi anakku _" ucap Kevin dengan wajah tersenyum


"Vin...tolong jangan sakiti William,aku akan melakukan apa saja,asal William..." Aku tak sanggup berkata kata apa pun lagi,air mata ini seakan tak bisa di bendung


"Kamu tenang saja ratu...selama kamu menuruti semua perintah ku,William aman bersama ku...tapi jika _"


"Nggak Vin ...jangan pernah sakitin William .aku janji Vin,aku janji akan patuh dengan mu_" aku langsung memotong ucapan Kevin,karna tak sanggup rasa nya mendengar Kevin mengancam atas nama William ...aku tak sanggup


"Oke...jadilah calon istri yang patuh,mengerti!!!" Ucap Kevin dengan wajah serius


Aku hanya menjawab dengan anggukan,karna mulut ini tak sanggup lagi untuk berkata apa pun...


Sambungan telpon terputus...aku mengembalikan ponsel Igor yang tadi sempat aku rampas dari genggaman nya.


"Hiks ...hiks... Aku berharap ini semua hanya mimpi,_" ucap ku terisak sambil duduk di sofa ruang tengah


Aku tau pernah membayangkan hidup ku bisa setragis ini... Kehilangan suami,tertimpa masalah yang besar,dan sekarang harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai...


Aku harap setelah ini,masih ada sedikit pelangi di hidup ku...


****


Di kantor DimasĀ 


Tok...


Tok...


Ceklek


"Selamat siang mas dimas_" ucap seseorang yang tak lain adalah Sinta


"Mau apa kamu kesini sin...aku lagi sibuk_" jawab ku ketus


"Makan siang yuk mas...udah jam istirahat nih_" ucap Sinta sambil duduk di sofa di sebelah ku


"Nggak bisa...aku lagi sibuk Sinta _" jawab ku sedikit kesal


Setelah kepergian ratu,aku berusaha move on dari rasa sakit atas nasib rumah tangga ku yang telah kandas... Karna kebodohan ku yang telah memasukkan orang ketiga di rumah tanggaku,akhir nya semua hancur tak bersisa . Menyesal? Tentu saja aku menyesal,tapi waktu tak bisa di putar kembali. Sekarang aku hanya ingin memperbaiki hidup ku menjadi lebih baik lagi .


Sinta tak henti henti nya mendekati ku,padahal sudah sering kali aku menolak nya,bahkan mengasari nya pun sudah aku lakukan . Tapi Sinta seperti nya tak kenal lelah,dia tetap saja mendekati ku dengan bermacam cara.


"Ayok dong mas...sebentar aja kok,ini kan udah jam istirahat_" Sinta terus saja memaksa ku

__ADS_1


"Ckk...kamu ini_ ya udah ayok ..." Jawab ku terpaksa mengalah


"Gitu dong...ayok_" ajak Sinta dengan wajah sumringah


Aku dan Sinta pun berjalan keluar kantor untuk mencari restoran yang dekat saja,karna aku lagi malas untuk pergi jauh dari kantor .


Kami memutuskan untuk makan di restoran masakan Padang yang terletak di seberang kantor ini. Aku sering makan disana,karna makanan nya sangat enak ...


Aku dan Sinta memilih kursi di pojok restoran ini,karna kursi yang lain sudah pada penuh ... Maklum ini jam makan siang,jadi pasti sangat ramai.


"Mas... Kamu gak mau nikah lagi gitu?" Tiba tiba Sinta bertanya sesuatu yang membuat ku kaget


"Ngapain kamu nanyak kayak gitu? " Jawab ku acuh


"Ya... Kamu kan sekarang udah single,aku juga masih single,jadi kita kayak nya cocok deh_" ucap Sinta sambil memain kan Alis nya


"Nggak usah mikir yang aneh aneh kamu_" jawab ku sedikit kesal


"Mas ... Aku masih cinta sama kamu,perasaan ini gak pernah berubah mas _ kamu masih mengharap kan ratu,tapi mungkin saja ratu disana udah nikah lagi,jadi kamu sia sia masih mengharap kan dia mas_" ucap Sinta yang langsung membuat hati ku berdenyut


Apa kah benar ucapan Sinta,jika ratu disana sudah menemukan pendamping baru menggantikan posisi ku dulu ...jika benar,berarti harapan ku hanya sia sia saja.


"Mas...kamu dengar gak sih yang aku bilang _" sentak Sinta yang membuyarkan lamunan ku


"Udah lah sin,gak usah bahas yang macam macam,sekarang kita makan aja,aku udah laper_" jawab ku mengalihkan obrolan


Makanan yang kami pesan sudah tersaji di meja kami ... Aku pun menyantap nya akan tetapi fikiran masih saja memikirkan ucapan Sinta tadi.


Setelah makan,aku pun langsung membayar makanan yang kami pesan tadi... Setelah itu kami berdua langsung kembali menuju kantor ku yang berada di seberang restoran ini .


"Ya udah mas...kalau gitu aku langsung balik kantor lagi ya,tadi aku kesini sekalian nganterin berkas untuk pak Wahyu aja_" ucap Sinta saat kami sudah berada di loby kantor ku


"Ya sudah ...hati hati di jalan kamu_" jawab ku sambil balik badan dan berjalan masuk ke kantor


"Mas..." Panggil Sinta lagi,dan aku pun menghentikan langkah ku


Sinta berlari kecil menghampiri ku ,dan tiba tiba...


Cup...


Sinta mencium pipi ku dan kemudian langsung berlari meninggalkanku yang terdiam tak bergerak di tempat ku berdiri....


Sinta terlihat tertawa melihat ekspresi ku...


Jujur,aku sangat kaget dengan hal nekat yang di lakukan Sinta . Tapi ada rasa aneh yang aku rasakan ,darah ku serasa berdesir saat Sinta mencium pipi ku barusan. Aku lelaki normal,dan sudah lumayan lama aku tak melakukan hubungan layak nya suami istri,mungkin itu yang membuat perasaan ku jadi sedikit aneh...


"Haaahh... Sadar Dimas,gak boleh mikir yang aneh aneh_" ucap ku sambil memijit pelipis ku

__ADS_1


Aku pun lanjut berjalan masuk ke kantor ku. Mungkin dengan menyibukkan diri dengan pekerjaaan,fikiran kotor itu bisa teralih kan...


*Bersambung


__ADS_2