Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
Bab 12. Rencana Licik Sinta


__ADS_3

Setelah berbincang dengan Kevin mengenai rencana kami berdua, akupun bersiap untuk berangkat ke kantor dimana mas Dimas bekerja. Aku berangkat mendampingi manager Kevin untuk melaksanakan rapat di kantor mas Dimas.


"Silahkan," seorang supir membukakan pintu mobil dan mempersilahkan ku masuk


"Terima kasih ," jawab ku lalu memasuki mobil tersebut


Ternyata di dalam mobil sudah ada seorang pria berjas hitam yang duduk di kursi belakang supir.


"Hai..." Sapa ku mencoba ramah


"Heem..." Jawab nya dingin


'Ya tuhan...ini orang apa kanebo kering ya,kok gak ada senyum sama sekali...' gumam ku dalam hati


"Sudah ada pengalaman meeting dengan klien?" Tanya nya tanpa menoleh ke arah ku


"Be- belum sama sekali...profesi ku selama ini hanya seorang model." Jawab nya sedikit ragu


"Heem...sudah kuduga," ucap nya singkat


Tiba tiba saja hatiku menjadi sedikit kalut menghadapi pria ini. Apa Kevin tidak menjelaskan pada nya tentang siapa aku? Dan apa orang ini mengetahui rencana aku dan Kevin?


"Kalau begitu...ini baca lah,dan coba di pahami sedikit, minimal kamu mengerti tujuan kita berdua kesana." Ucap nya sambil memberikan ku sebuah map yang berisi lembaran tulisan


"Jadi kamu ???" Tanya ku penasaran


"Ya...aku tau semua nya. Semua rencana tuan muda kevin. Jadi lakukan lah yang sudah menjadi tugas mu,dan aku akan menjalankan apa yang menjadi bagian ku,mengerti"!!! Ucap nya serius


"Oke...aku paham". Jawab ku sedikit takut


Mobil pun melaju menerjang keramaian kota . Dimana lalu lintas sangat ramai dan padat,karena hari ini semua orang beraktivitas normal.


Tak berapa lama kami pun akhir nya sampai di kantor mas Dimas...


Aku turun dari mobil dan memandangi gedung tinggi yang ada di depan ku.


"PT. Tambang Maju Jaya" aku membaca tulisan yang terdapat di depan gedung tersebut. Ternyata besar juga kantor mas Dimas...


"Ayo..." Ajak manager Kevin sehingga membuyarkan lamunan ku


Aku pun berjalan mengikuti langkah pria itu. Namun tiba tiba dia berhenti , sehingga hampir saja aku menabrak nya.


"Panggil aku Rio." Ucap nya lalu meneruskan langkah nya


"Hiiss...dasar cowok kanebo. Gak bos gak anak buah nya sama sama nyebelin !!!" Jawab ku merasa kesal


Kami pun sampai ke meja resepsionis...lalu Rio menjelaskan apa keperluan kami datang kesini. Wanita yang ku lihat name tag nya tertulis nama Rini itu langsung mengerti dan terlihat sedang menelpon seseorang.


"Mohon tunggu sebentar pak." Ucap wanita itu ramah


Tak lama muncul seorang wanita menghampiri kamu.


"Maaf...dengan pak Rio perwakilan dari PT jaya Gemilang ?" Tanya nya ramah


"Iya benar...saya Rio dan ini Sinta sekretaris saya."jawab Rio


"Baik kalau begitu silahkan ikut saya keruang meeting pak ...sebentar lagi manager kami akan menyusul ." Ucap wanita itu sambil mempersilahkan kami ikut dengan nya


Kami pun mengikuti wanita itu berjalan. Hatiku tiba tiba merasa berdebar karena sebentar lagi akan bertemu mas Dimas. Sejujur nya aku sangat gugup,namun aku harus bisa berusaha tenang. Aku harus menjalankan rencana dengan sebaik baik nya,agar tidak gagal.


Sampai lah kami di depan sebuah ruangan dengan pintu kaca berwarna hitam,seperti nya ini ruang meeting yang di maksud wanita itu.


"Silah kan masuk pak,Bu...sebentar lagi manager kami akan kesini." Ucap wanita itu dengan ramah

__ADS_1


Tak lama masuk lah beberapa orang yang mungkin karyawan di perusahaan ini juga. Mereka semua menyapa dan menyalami kami berdua dengan ramah.


Ceklek.


Terdengar ada yang membuka pintu,ternyata....


"Selamat pagi semua," sapa seorang lelaki berjas navy yang tak lain adalah mas Dimas...


Semua yang ada di ruangan itu pun berdiri menyambut sapaan mas Dimas...termasuk aku dan Rio.


Saat mas Dimas menoleh kearah ku,wajah nya seketika terlihat bingung...mungkin dia berfikir mengapa aku bisa disini bersama Rio...


"Sinta....!!!" Ucap nya dengan tatapan tak percaya.


"Ya ...saya Sinta sekretaris nya pak Rio." Jawab ku dengan percaya diri


Mas Dimas masih diam terpaku melihat ku...terlihat wajah nya memerah,mungkin masih tak percaya


"Ehheemmm...Rio lalu berdehem."


"Eh...maaf saya hanya...em...!!!" Ucap mas Dimas terbata


"Bisa kita mulai meeting nya pak Dimas ?" Tanya Rio datar


"Eh...bisa, silahkan duduk semua.kita akan mulai meeting nya," ucap mas Dimas dengan wajah yang salah tingkah.


Meeting pun berjalan lancar...kerja sama Antara PT jaya Gemilang dengan PT Tambang Maju Jaya pun sudah di setujui...karna itu memang bagian dari rencana ku dan Kevin. Karna kerja sama ini,aku dan mas Dimas akan sering bertemu untuk pembahasan kelancaran kerja sama.


"Baik...terima kasih atas kerja sama nya. Kalau gitu kami permisi." Ucap Rio sambil bangkit dari kursi nya


"Sama sama pak Rio...senang bisa bekerja sama dengan perusahaan PT Jaya Gemilang,,,titip salam kepada pak Kevin ," ucap mas Dimas menyambut uluran tangan Rio


"Baik...nanti saya sampai kan." Jawab Rio


"Pak Rio...saya ijin mau ke toilet sebentar,mau buang air kecil." Ucap ku pada Rio


"Cepat lah...aku tunggu di mobil ," jawab Rio


Sebenar nya bukan toilet yang aku tuju namun aku ingin mencari dimana ruangan mas Dimas...


Aku pun bertanya pada salah satu karyawan kantor ini,dan dia pun menunjukkan arah dimana ruangan mas Dimas berada...


Tanpa fikir panjang aku pun berjalan menuju dimana ruangan mas Dimas...


Namun belum sampai aku ke depan pintu ruangan mas Dimas,seorang wanita menegur ku...


"Maaf Bu Sinta...ada keperluan apa ya ?" Tanya nya ramah


"Oh...ini saya ingin bertemu pak Dimas,ada hal yang penting ingin saya katakan ." Jawab ku sedikit ragu


"Oh...kalau gitu tunggu sebentar biar saya panggilkan dulu ," ucap wanita itu kemudian mengetuk pintu ruangan yang bertulis kan 'Ruang Manager' .


Tok


Tok


Tok


"Masuk ," sahut seorang laki laki dari dalam ruangan tersebut


Ceklek


Wanita itu pun masuk dan tak lama keluar kembali dengan mempersilahkan aku untuk masuk

__ADS_1


Aku pun langsung memasuki ruangan mas dimas...


Seketika mas Dimas tampak terkejut melihat ku. Dia pun sontak berdiri dari sofa yang di duduki nya...


"Sinta ...mau apa kamu kesini ?" Tanya mas Dimas gelagapan


Tanpa fikir panjang,aku langsung berlari dan memeluk mas Dimas...dia kaget dan berusaha melepaskan pelukan ku,tapi aku malah memeluk nya semakin erat dan sedikit berjinjit agar bisa menempelkan bibirku pada kemeja yang di kenakan mas Dimas. Karna saat ini mas Dimas sudah melepas jas nya dan hanya mengenakan kemeja lengan panjang berwarna cream.


Setelah berhasil memberikan cap bibir ku disana,akupun melepaskan pelukan ku sambil berpura pura salah tingkah.


"Maaf mas...aku refleks memeluk mu. Karna aku merasa sangat rindu dengan mu ...jadi aku tak bisa menahan diri." Ucap ku berpura pura merasa bersalah


"Hubungan kita sekarang hanya sebatas kerja sama dalam pekerjaan Sinta ...jadi tolong jangan lakukan hal yang melampaui batas ." Ucap mas Dimas dengan wajah yang terlihat kesal


"Sekali lagi aku minta maaf mas...lain kali aku tidak akan mengulangi nya," ucap ku tersenyum


"Oke...jika tak ada hal lain yang mau di bicarakan ,kamu bisa keluar dari ruangan ku...maaf,aku banyak pekerjaan." Ucap mas Dimas memalingkan wajah nya ke pintu


"Baik...aku pamit mas.sampai ketemu di meeting selanjut nya," jawab ku tersenyum miring


Aku pun beranjak keluar dari ruangan mas Dimas...


Dan langsung menuju parkiran dimana Rio sudah menunggu di mobil.


"Sudah ke toilet nya?!" Tanya Rio dengan tatapan sinis ketika aku sudah masuk ke dalam mobil.


"Sudah...maaf kalau menunggu lama". Jawab ku tak memperdulikan tatapan Rio.


"Jalan pak...langsung balik ke kantor ," perintah nya pada sang supir.


Sang supir pun mengangguk,dan perlahan menginjak pedal gas mobil ...


Dalam perjalanan kembali ke kantor Kevin...aku tersenyum sendiri,mengingat tindakan yang baru saja aku lakukan pada mas Dimas...


Aku membayangkan jika ratu melihat bekas cap bibir ku di kemeja mas Dimas,bagaimanakah reaksi nya?...hahaha...pasti dia sangat marah dan akan mengamuk pada mas Dimas....


Tak ada obrolan sama sekali antara aku dan Rio. Di dalam mobil,kami berdua hanya diam dan sibuk dengan pekerjaan masing masing. Terlihat Rio sedang sibuk dengan handphone,aku pun tak begitu memperdulikan nya.


*******


Di kediaman ratu ...


Praaannggg.....!!!


'ya tuhan...kenapa perasaan ku tiba tiba jadi tidak enak,ada apa ya??"  Batinku


Gelas yang kupegang terlepas dari genggaman tanganku dan jatuh ke lantai...gelas itu pun pecah dan berserakan.


"Ya tuhan....Bu ratu,!! Ibu gak apa apa kan ,gak ada yang luka kan Bu?" Tanya bik murni yang datang dari arah dapur dengan wajah panik.


Bik murni mengecek tangan dan seluruh anggota badan ku,apakah ada yang terluka atau tidak.


"Saya gak apa apa kok bik...jangan cemas ," ucap ku pada bik murni


"Syukur lah kalau ibuk baik baik aja...biar bibik yang bersihkan pecahan beling nya,Bu ratu istirahat saja ya,"


"Makasih ya bik,saya mau ke kamar dulu,tiba tiba kepala saya terasa pusing ," jawab ku


Aku pun beranjak meninggalkan ruang tengah hendak menuju kamar.


'ya tuhan...perasaan apa ni,kenapa tiba tiba aku merasa cemas seperti ini ,'


Semoga tidak ada hal buruk yang akan terjadi ...lindungi lah keluarga ku ya tuhan' ucapku dalam hati....

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2