Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 21. POV Kevin (flashback)


__ADS_3

"Hey...hentikan...hentikan !!! Teriak seorang anak kecil sambil berlari menghampiri kerumunan di ujung lorong kelas nya


Eeeeehhhh....


Braaakk !!!!


Seorang anak laki laki yang ukuran badan nya cukup besar terjerembab ke lantai....


"****!!!" Umpat anak lelaki itu sambil ingin berdiri kembali


"Kau...berani nya hah!!! Umpat anak laki laki itu dengan kasar sambil menaikkan tangan nya ingin memukul gadis kecil yang baru saja mendorongnya


"Ada apa ini hah!!!" Tiba tiba terdengar suara wanita dengan suara tinggi


Tap...


Tap...


Tap...


Derap langkah sepatu high heels terdengar menghentak lantai sekolah tersebut... Dia adalah seorang guru sekaligus bodyguard yang bertugas melindungi seorang gadis kecil yang bernama Ratu Ayu Wijaksono....putri salah satu donatur terbesar di sekolah elit tersebut.


"Bubar kalian semua!!!" Perintah guru tersebut yang bernama Vega


"Awas kau ya"!!! Ancam anak lelaki itu sambil menoleh pada ratu


"Berani nya keroyokan...huuuuuu!!!" Jawab ratu dengan nada mengejek


Mereka semua pun bubar atas perintah Bu guru Vega...


"Anda tidak apa apa kan nona ratu?" Tanya Bu guru Vega dengan nada yang lembut


"Aku tidak apa apa Bu Vega,tapi teman ku kayak nya luka deh" jawab ratu terlihat khawatir pada seorang anak laki laki yang masih dalam keadaan terduduk.


"Hey...bukan nya kamu Kevin ya,anak kelas 5A? Tanya Bu Vega sambil membantu merapikan seragam anak laki laki tersebut.


"Ya Bu...saya Kevin. Saya takut Bu,Doni sering sekali membuli saya,hiks...hiks..." Ucap Kevin kecil sambil terisak


"Sekarang kamu sudah aman,tenang lah. Sekarang kamu ibu antar ke kelas mu ya,jam istirahat sudah selesai ." Ucap Bu Vega menenangkan Kevin kecil


"Kamu lucu ih...masak anak cowok nangis sih,hehehe" gurau ratu kecil


"Bu guru...lihat dia meledek ku " Kevin mengadu dengan nada manja


"Sudah ...sudah...yang di bilang ratu itu benar sayang. Kalau kamu di sakitin orang lain,kamu harus bisa melindungi diri kamu sendiri,kamu harus berani,ratu aja berani tadi ngebelain kamu," ucap Bu guru dengan lembut sambil membelai rambut Kevin kecil


"Baik Bu...aku janji akan jadi anak yang berani. Eemmm...oh ya,makasih ya ratu kamu udah mau nolongin aku tadi ," jawab Kevin kecil


"Oke...sama sama. Jadi sekarang kita temenan ya," jawab ratu kecil sambil mengulur kan jari kelingking nya ...


"Oke..." Jawab Kevin kecil dengan riang sambil menautkan jari kelingking nya juga ...


"Ya sudah...kalau gitu ibu antar kalian ke kelas masing masing ya...ayo " ajak Bu guru Vega


Mereka pun berjalan menuju kelas masing masing.

__ADS_1


Setelah kejadian itu,ratu kecil dan Kevin kecil pun menjadi semakin akrab,mereka sering bermain bersama,dan makan bersama di kantin sekolah walaupun kelas mereka berbeda.


Kevin adalah salah satu murid paling pintar di sekolah elit tersebut. Dia sering menjuarai berbagai kompetisi cerdas cermat,bahkan sampai ke tingkat provinsi. Namun Kevin sedikit pendiam,dia jarang bergaul dengan teman sebaya nya,dia lebih suka duduk di perpustakaan sekolah sambil membaca buku bahkan hampir setiap hari. Oleh karena itu dia sering di bully oleh kakak kelas nya yang bernama Doni and geng,yang merupakan anak nakal yang cukup sering membuat masalah di sekolah itu,namun karna orang tua nya adalah kepala sekolah di sana ,sehingga Doni selalu lolos dari hukuman...


Ratu kecil adalah sosok gadis yang ceria namun dia tak mudah akrab dengan anak anak lain...karna dia selalu di awasi dan dijaga oleh Bu Vega yang merupakan guru sekaligus bodyguard yang ditugaskan oleh papa nya ratu. Pak Wijaksono selalu merasa khawatir pada anak semata wayang nya tersebut. Bisnis hitam yang di geluti Wijaksono,membuat dia sadar bahwa musuh akan melakukan apa saja untuk menjatuhkan nya. Sebenar nya dia sudah lama ingin meninggalkan bisnis hitam tersebut,namun keadaan perusahaan nya yang bergerak di bidang property sedang tidak baik baik saja,pemasukan selalu minim,sehingga dia mau tidak mau harus mempertahan kan bisnis hitam nya untuk menopang kehidupan nya dan putri nya...


Pertemanan ratu kecil dan Kevin kecil pun harus berakhir karena kevin akan pindah sekolah ke luar negeri. Ayah nya Kevin menginginkan anak nya bisa lebih berprestasi lagi jika menempuh pendidikan di luar negeri. Namun Kevin seperti nya enggan untuk menuruti kemauan ayah nya tersebut. Namun semua sudah di persiapkan,Kevin sama sekali tak bisa menolak nya. Dengan perasaan sedih diapun menuruti perintah ayah nya.


Waktu hari terakhir Kevin di sekolah itu,dia berencana untuk menemui ratu. Dia ingin berpamitan dan memberikan sesuatu yang akan jadi kenang kenangan buat ratu dari nya,namun sayang nya ratu tidak berangkat ke sekolah karna sedang sakit flu. Kevin pun merasa sedih,namun dia tidak bisa berbuat apa apa...


'suatu saat jika kita bertemu lagi,aku akan menjadikan mu ratu di hati ku,karna kamu sudah merubah ku menjadi anak laki laki yang berani,aku janji ratu,' gumam Kevin dalem hati


Flashback off...


'aku masih ingat dengan janji ku dulu,tapi...' gumam Kevin dengan raut wajah sedikit sedih


'mengapa keadaan harus seperti ini...ada dendam yang terbentang di tengah tengah perasaan ku...'


'ratu...apa kah kau masih mengingat ku?' ucap Kevin sambil menutup mata nya


*****


Sementara di Rumah sakit Internasional ...


"Besok pak dimas sudah boleh pulang ya,karna dalam pemeriksaan akhir,keadaan bapak sudah sangat baik ," ucap dokter yang sedang memeriksa keadaan Dimas


"Terima kasih dok" jawab Dimas


"Sama sama pak. Kalau gitu saya permisi ," jawab dokter itu berpamitan


Dokter beserta perawat rumah sakit itu pun telah keluat dari ruang rawat Dimas...


Ceklek ...


Tampak seorang wanita dengan balutan gaun berwarna maroon dan high heels setinggi 3cm memasuki ruang rawat Dimas...


"Hay mas..." Sapa nya lembut


"Kamu...mau ngapain kamu disini ?" Tanya Dimas ketus


"Gak usah marah marah kali mas ...aku kesini mau jenguk kamu dong,sekalian mau kasi kabar penting_" jawab Sinta santai


Dimas pun tak ingin meladeni Sinta yang sudah duduk di sebelah ranjang dimas...dia paling kan wajah nya ke arah lain karena tak ingin melihat wajah Sinta...


"Yakin nih gak mau tau berita nya ?" Tanya Sinta lagi dengan nada menggoda


"Pergi dari sini Sinta...aku gak mau mendengar omong kosong mu_" ucap Dimas ketus


"Aku di usir nih....y udah deh kalau gitu. Padahal aku cuma mau bilang tentang sidang cerai kamu loh mas_" ucap Sinta berpura pura ingin bangkit dari kursi nya


"Tunggu ...apa maksud mu Sinta?" Dimas menarik tangan sinta agar dia kembali duduk


"Tadi kata nya gak mau tau....sekarang malah kepo,ck...ck... Mas,,mas. Tapi karna aku baik,ya udah deh aku kasi tau kalau sekarang kamu itu udah jadi seorang DUREN,alias duda keren,hahaha " ucap sinta sambil terkekeh


Dimas pun langsung terdiam mendengar ucapan Sinta. Dia tidak menyangka jika hal buruk yang dia takut kan akhir nya terjadi juga...mata Dimas pun berkaca kaca,terlihat butiran bening ingin jatuh dari pelupuk mata nya,namun dengan cepat dia menghapus nya...

__ADS_1


Dimas pun langsung berusaha untuk bangkit dari ranjang nya,dia mencoba ingin keluar dari ruangan itu...


"Mas...kamu mau ngapain,?" Sinta berusaha menghalangi Dimas


"Aku harus menemui ratu...aku gak mau pisah sama dia..."


"Tapi kamu masih sakit mas,,,jangan nekat ,"


"Awas Sinta...jangan halangi aku,"


"Nggak mas ...percuma kamu nemuin ratu,dia udah gak cinta lagi sama kamu mas_"


"Aku gak percaya omong kosong kamu Sinta...kamu perempuan ular,"


"Terserah kamu mau ngomong apa mas...tapi kenyataan nya memang seperti itu. Ratu tidak cinta lagi sama kamu_"


Ceklek


Tiba tiba pintu ruangan itu terbuka...


"Ada apa ini...pak Dimas mau kemana ?" Tanya dokter dengan raut wajah bingung melihat dimas yang berusaha untuk kabur dari ruangan nya


"Tolong dok...mas dimas nekat mau keluar dari ruangan ini" jawab Sinta yang masih memegangi tangan Dimas


"Tolong ijinkan saya pulang hari ini dok...saya sudah sembuh,saya harus keluar dari rumah sakit ini sekarang juga dok..." Pinta Dimas dengan memohon


"Baik lah ...kalau pak Dimas ingin pulang hari ini saya ijinkan. Sekarang mari saya cabut dulu jarum infus nya ," ucap dokter tersebut yang membuat dimas merasa senang


"Suster,tolong buat kan resep obat untuk di bawa pulang bapak Dimas..." Perintah dokter itu pada perawat di sebelah nya


"Baik dok _" jawab suster tersebut lalu keluar dari ruangan itu


Jarum infus di tangan Dimas pun sudah di cabut dan obat juga sudah dia tebus di apotek rumah sakit itu...


Semua barang barang Dimas yang di temukan dalam mobil waktu kecelakaan itu pun sudah di berikan pada nya oleh pihak kepolisian,termasuk ponsel nya yang mati... Pihak kepolisian tidak bisa mendapatkan keterangan apa pun dalam kecelakaan waktu itu,selain keadaan jalan yang sepi,disana pun tidak terdapat kamera cctv yang bisa merekam kejadian tersebut. Dimas hanya bisa pasrah dengan keadaan itu,dia menganggap itu adalah musibah untuk nya...


Setelah diperboleh kan pulang dari rumah sakit ,dia berencana untuk menemui ratu...walaupun sebenar nya keadaan tubuh nya masih lemah,namun dia tetap memaksakannya...


"Mas Dimas ...tunggu_" panggil Sinta pada Dimas yang terlihat berjalan tergesa gesa


Dimas tak menghiraukan Sinta sedikit pun,dalam fikiran nya hanya ada satu keinginan yaitu bertemu dengan ratu_.


Dimas sudah berada di depan loby rumah sakit...kepala nya tiba tiba terasa pusing. Tiba tiba pandangan nya pun berangsur kabur,dan tak lama tubuh nya pun ambruk ke lantai ...


Bruuk....


"Mas dimas_" ucap Sinta terlihat khawatir


"Pak tolong ..." Panggil Sinta pada seorang satpam yang sedang berjaga di pos nya


Satpam itu pun berlari dan terlihat juga beberapa perawat yang menghampiri mereka...


"Biar saya ambil brankar dulu _" ucap salah satu perawat tersebut


Tak lama perawat itu pun kembali sambil mendorong sebuah brankar ...

__ADS_1


Tubuh Dimas pun di angkat dan di letakkan di brankar tersebut lalu di dorong untuk di bawa ke ruang UGD...


*Bersambung


__ADS_2