Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 67. POV Kevin


__ADS_3

Tuuttt....!!!


Ratu mematikan sambungan video call,membuat ku sangat penasaran mengenai ucapan nya yang terakhir. Sebenarnya aku sudah tau jika tadi dia mengatakan kalau dia mencintaiku,tapi entah kenapa ingin sekali rasanya aku mendengar langsung dari mulut nya.


"Kamu berbeda dari wanita lain ratu,saat banyak wanita yang tergila-gila dengan ku,bahkan nekat melakukan bermacam cara untuk mendapatkan ku,tapi hanya denganmu malah aku sendiri yang di buat gila karna cinta ku sendiri..." gumam Kevin sambil memandangi foto pernikahan nya yang di pajang di meja kerja nya


"Aku gak akan pernah melepas kan mu ratu,apapun yang terjadi,kamu harus tetap menjadi istri ku,selama nya_" gumam kevin kembali


Hari pun sudah menjelang sore,saat nya para karyawan meninggalkan kantor karna jam kerja sudah selesai. Begitu pun dengan Kevin,dia sedang bersiap untuk pulang kerumah,tak sabar ingin segera bertemu dengan istri tercinta nya.


Ting...


Pintu lift khusus Kevin terbuka,karna sudah berada di lantai dasar kantor. Kevin pun dengan tegap nya berjalan keluar dari lift,Igor sudah berdiri tegap di depan lift untuk menyambut sang tuan.


"Apa kita langsung pulang kerumah tuan?" Tanya Igor pada sang majikan


"Hem...kita pulang_" jawab Kevin


Mereka berdua berjalan keluar kantor,mobil pun sudah menunggu tepat di loby kantor,sang supir dengan setia menunggu sang majikan.


Namun ketika Kevin hendak masuk kedalam mobil,tiba-tiba Maya menghampiri dan menyapa Kevin.


"Hay Vin...sudah mau pulang?" Ucap Maya bernada sangat ramah


"Iya...seperti yang kamu lihat_" jawab Kevin datar


"Ouh..._" ujar maya merasa kecewa


"Maaf...aku tinggal dulu_" ucap Kevin hendak melanjutkan langkah nya memasuki mobil


"Tunggu Vin... aku ingin ngasi kamu sesuatu,nih buat kamu_" Maya menyodorkan sebuah paper bag kepada Kevin.


"Terima kasih...aku jalan dulu_" Kevin menerima papar bag tersebut,dan langsung masuk kedalam mobil


Maya tampak sumringah karna kevin mau menerima pemberian nya,Maya merasa mendapatkan angin segar karna sikap Kevin barusan.


Padahal setelah mobil yang di naiki kevin sudah cukup jauh dari area kantor,Kevin meminta supir nya agar menepikan mobilnya sebentar. Lalu dia menyuruh Igor untuk memberikan paper bag pemberian Maya tadi kepada seorang pengemis di jalanan. Kevin tak berniat untuk membawa pulang benda tersebut.


Setelah itu mobil pun kembali melaju,tak butuh waktu lama mereka pun sudah tiba di rumah. Namun ada yang aneh,hanya ada kedua anak mereka yang menyambut kepulangan Kevin,tak terlihat ratu ikut serta seperti biasanya.


Dahi kevin mengkerut,namun dia tetap melangkah masuk menghampiri kedua anak kesayangan nya tersebut.


"Daddy..." William dan Rachel berucap serempak kemudian berlari menghampiri daddy tercinta


"Hay sweety... are you happy to day?" Ujar Kevin kepada kedua anak nya tersebut


"Yes Daddy...so happy_" ucap mereka serempak sambil memeluk Kevin


Kevin tersenyum lalu mengusap kepala kedua anak kesayangan nya tersebut namun mata nya masih berpendar mencari sosok istri tercinta nya... dia bingung dimana sang istri berada?


Terlihat bik Jumi berjalan sambil membawa sebuah nampan yang berisi susu dan cemilan untuk Wiliam dan Rachel...


"Tuan sudah pulang_" sapa bik Jumi sambil meletakkan nampan tersebut keatas meja


"Ratu dimana bik?" Kevin malah bertanya dimana keberadaan sang istri pada bik Jumi


"Oh nyonya ratu ada di kamar tuan,dari tadi belum ada keluar kamar,kata nya lagi tidak enak badan_" jawab bik Jumi


Mendengar penjelasan bik Jumi,kevin ingin segera bergegas menuju ke kamar nya.


"Kalian berdua main disini sama bik Jumi dulu ya,Daddy mau masuk kekamar dulu,oke_" ujar Kevin pada kedua buah hati nya


"Oke Daddy_" jawab mereka serempak sambil tersenyum polos

__ADS_1


Kevin pun beranjak meninggalkan ruangan tersebut dan langsung menuju kekamar nya.


Tok!!! Tok!!!


"Ratu_" panggil kevin setelah sampai di depan kamar mereka


Namun tak ada jawaban dari dalam sana... dengan perasaan yang sedikit cemas,kevin langsung menarik handle pintu kamar nya...


Ceklek!!


Suasana tampak gelap... Kevin langsung meraba dinding untuk menemukan saklar lampu kamar nya.


Cetek!!!


Lampu menyala,suasana pun berubah terang,dan....


"Tarraaaaa....!!!!


Kevin merasa sedikit kaget mendapati suprise dari istri tercinta...


"Happy birthday my husband_" ujar ratu...


dirinya kemudian menyodorkan kue ulang tahun beserta lilin yang baru saja di nyalakan


Kevin masih diam memandangi kue yang di sodorkan ratu,dia bingung darimana ratu bisa tau jika hari ini dirinya berulang tahun,bahkan Kevin sendiri sudah hampir melupakan hari spesial tersebut. Sejak orang tuanya meninggal,dirinya tak pernah merayakan ulang tahun nya lagi.


"Kok malah bengong... make a wish dong,terus tiup lilin nya_" ujar ratu membuyarkan lamunan Kevin


Tak ingin membuat sang istri kecewa,kevin lalu menutup kedua mata nya,dan mengucapkan sebuah permintaan di dalam hati,setelah selesai,Kevin membuka kedua matanya dan langsung meniup lilin sampai padam.


"Yeayyy... happy birthday ya Vin,semoga apa yang kamu pinta tadi terkabul,aamiin_" ucap ratu tersenyum memandangi wajah tampan sang suami


"Kamu tidak ingin bertanya apa yang aku pinta tadi?" Seloroh kevin


"Mau makan kue nya?" Tanya ratu pada sang suami


"Nanti saja...aku belum lapar,simpan saja dulu_"


"Oke ...aku letakkan kue nya dulu ya_" ratu meletakkan kue tersebut di meja kamar nya


Setelah meletakkan kue tersebut di meja,ratu berbalik badan ingin mengampiri kembali sang suami,akan tetapi....


"Keviiiinnnnn....!!! Ratu sangat terkejut mendapati Kevin sudah berada tepat di belakang nya


"Bikin kaget saja kamu ini,iiiihhhh_" ucap ratu sambil memukul pelan pundak sang suami


Kevin menatap lekat sang istri lalu menarik tubuh ratu kedalam pelukan nya ...


Ratu tersentak,tapi hati nya merasa sangat bahagia setiap kevin memeluk nya...


"Sekarang cepat katakan tadi kamu mau bicara apa dengan ku?" Tanya kevin


"Bicara apa ya??? Mau tau aja,apa mau tau banget niiiihhhh?" Seloroh ratu menggoda sang suami


Cup....


Eemmmpphhh....


Ratu mendesah pelan akibat kevin mendadak menyambar bibir nya...


Melihat ratu yang sudah gelagapan,Kevin melepaskan ciuman nya," mau katakan sekarang atau  ku cium lagi sampai bibirmu kebas,Hem_?" Ujar kevin mengerjai sang istri


"Kamu curang ih... masak main maksa gitu_" protes ratu sambil mengerucutkan bibir nya

__ADS_1


"Oh jadi mau di cium lagi_"


Kevin ingin kembali menyambar bibir ratu,akan tetapi ratu langsung menghindar," oke...oke.aku nyerah,akan aku katakan tapi lepasin dulu tangan mu Vin,sesek tau_" ujar ratu mencoba melepaskan pelukan Kevin yang semakin kencang


"Nggak....kamu bilang dulu sekarang,baru aku lepasin_" tolak Kevin


"Huuffttt..... oke,dasar diktator!!! Sekarang dengerin baik-baik ya,aku cuma bilang ini sekali saja,gak ada siaran ulangan,jadi perhatikan baik-baik..."


"Aku cinta kamu vin_"  ujar ratu sangat cepat dan sedikit pelan,tapi Kevin bisa mendengar nya dengan sangat jelas


Kevin tersenyum lalu berucap," aku juga sangat mencintai mu ratu_"


Mereka berdua saling pandang,seakan merasa lega telah mengutarakan perasaan masing-masing. Suasana pun berubah menjadi hening,hanya ada suara nafas yang saling bersahutan....


Tak tahan melihat wajah cantik ratu,Kevin kembali menyambar bibir ratu dan ******* nya dengan lembut,dan ratu pun membalasnya. Menikmati setiap pagutan dan sesapan lembut dari sang suami tercinta.


Kevin sangat bahagia,ini adalah hadiah terindah di hari ulang tahun nya,yaitu mendapatkan cinta dari orang yang sangat di cintai.


* * * * * * *


Di rumah sakit ...


"Alhamdulilah pak Dimas...istri anda sudah sadar,ini merupakan sebuah keajaiban,saya turut bahagia_" ujar dokter


"Terima kasih dok sudah bekerja keras merawat istri saya sampai sekarang,terima kasih_" dimas menjabat tangan sang dokter sambil terus mengucapkan terima kasih pada beliau


"Sudah tugas kami pak Dimas ...saya akan segera memindahkan pasien ke ruang rawat biasa dulu,permisi pak dimas_" pamit sang dokter


Beberapa jam yang lalu,Dimas mendapat kabar dari rumah sakit jika Sinta sudah sadar dari koma nya. Begitu mendengar kabar tersebut,Dimas langsung bergegas kerumah sakit,diri nya sangat senang dengan kabar baik tersebut.


"Akhir nya Sinta sadar juga....terima kasih tuhan,engkau telah mengabulkan doa ku_" ujar Dimas mengucapkan puji syukur pada yang maha kuasa


Tak lama kemudian,sinta pun sudah di pindahkan keruang rawat biasa. Kondisi nya sudah stabil,hanya butuh waktu untuk pemulihan saja.


Ceklek !!!


Dimas memasuki kamar rawat Sinta. Terlihat Sinta terbaring di ranjangnya dengan selang infus masih terpasang di lengan nya ,namun tak ada lagi alat-alat medis yang lain nya di tubuh Sinta.


Sinta menoleh kearah Dimas,tubuh nya masih sangat lemah,akibat koma selama 3 bulan lebih.


"Mas Dimas..." ucap Sinta memanggil sang suami


"Aku disini sin,kamu istirahat saja,biar cepat pulih_" jawab Dimas sambil menarik kursi ke samping ranjang sinta


"Kepalaku pusing sekali mas,sakit banget_" keluh Sinta memegangi kepalanya yang masih di perban


"Iya,kepala kamu terluka akibat kecelakaan waktu itu,tapi aku lega sekarang kamu sudah sadar_" ucap Dimas


"Terima kasih ya mas udah mau mengurusku selama koma,kamu memang suami yang baik_"


"Sudah kewajiban ku,sekarang lebih baik kamu istirahat biar cepat sembuh,apa kamu gak kangen sama rumah mu?"


"Kangen banget mas,apalagi sama kamu,meskipun kamu mungkin gak kangen sama aku_"


"Sudah lah sin... fokus saja dulu sama kesembuhan mu,sekarang istirahat lah_"


Tak ingin melanjutkan pembicaraan,dimas menarik selimut untuk menutupi tubuh Sinta,dan menyuruhnya untuk beristirahat. Sinta pun menuruti ucapan Dimas,perlahan matanya tertutup,tak lama diri nya pun tertidur.


"Syukur lah sinta sudah sadar,semoga secepat nya dia pulih,supaya cepat pulang kerumah. Aku akan mencoba membuka hati ku lagi untuk nya,aku ingin memperbaiki rumah tangga ku dengan Sinta untuk menebus rasa bersalah ku pada nya. Mudah-mudahan saja Sinta bisa memberikan ku keturunan lagi,karna dulu Sinta pernah hamil anak ku. Sekarang harapan ku cuma Sinta,karna rita tak bisa di harapkan bisa memberiku keturunan_" gumam Dimas sambil memandangi wajah Sinta yang sedang terlelap


* * * * * *


*. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2