
Rombongan ratu sudah sampai di gedung pengadilan sejak 15 menit yang lalu. Mereka sedang duduk di ruang tunggu sambil membahas tentang langkah apa yang akan mereka lakukan jika sidang nanti di tunda...
"Ibu ratu,pak bara silahkan masuk,sidang akan segera kita mulai," ucap pengacara mereka
Ratu beserta bara pun langsung berdiri dan beranjak menuju ruang sidang ...
"Silahkan pihak penggugat dan juga tergugat menempati kursi yang telah di sediakan,sidang akan segera kita mulai," ucap pak hakim
"Terima kasih yang mulia," jawab ratu dengan sopan
Ratu tampak duduk di kursi di baris paling depan dan sejajar dengan satu kursi di samping nya yang tak lain adalah kursi Dimas nanti nya.
"Pihak tergugat bisa menempati tempat nya..." Ucap pak hakim kembali memanggil
"Maaf yang mulia,,,sepertinya klien saya masih dalam perjalanan,jadi mohon di tunggu sebentar lagi yang mulia ," jawab pengacara nya Dimas
"Baik...kita akan tunggu 15 menit lagi,tapi jika masih belum datang,sidang akan tetap kita laksanakan," jawab pak hakim kembali
Waktu terus berjalan,tampak pengacara Dimas berulang kali melihat jam di tangan nya,dan menoleh ke arah pintu masuk ruangan tersebut. Dia terlihat khawatir karena mas Dimas belum keliatan juga batang hidung nya .
"Waktu tunggu sudah habis...kita mulai sidang nya sekarang ," ucap pak hakim
Tok
Tok
Palu pun di ketuk oleh pak hakim,pertanda jika sidang akan segera di mulai. Diriku semakin gugup,apakah mas Dimas sengaja tidak hadir karna ingin mempermudah putusan sidang hari ini,karna yang aku tau ,jika salah satu pihak ada yang tidak hadir,maka putusan akan langsung di bacakan.
"Ibu ratu sebagai pihak penggugat telah memberikan berkas beserta bukti bukti yang sangat lengkap dan jelas di sidang sebelum nya. Bahwa pihak tergugat telah melakukan hubungan gelap dengan seorang wanita dimana pihak tergugat masih terikat hubungan pernikahan yang sah dengan pihak penggugat. Mediasi pun telah di lakukan,dan di nyatakan GAGAL,ibu ratu sebagai pihak penggugat tetap ingin melanjutkan kasus perceraiannya dengan bapak Dimas,dan dengan ketidak hadiran beliau di sidang hari ini maka saya putuskan ...."
Pak hakim menjeda ucapan nya dan itu berhasil membuat jantung ku semakin berdebar,ya tuhan...kuatkan lah hati dan tubuh ini untuk menjalani ujian yang engkau berikan.' ucap ku dalam hati
"Gugatan cerai ini di KABULKAN."
Tok
Tok
Tok
Palu pun telah di ketuk oleh pak hakim,dan semua keputusan sesuai dengan yang aku harapkan. Terima kasih tuhan....' aku membatin sambil mengusap wajah ku dengan kedua telapak tangan ku
Aku langsung berdiri dan menghampiri pak hakim untuk mengucapkan terima kasih...dan pak hakim pun menyambut baik diriku...
"Selamat Bu ratu,semua berjalan dengan apa yang ibu harapkan," ucap pengacaraku sambil mengulurkan tangannya padaku
__ADS_1
"Saya harus berterima kasih pada bapak,karna telah mendampingi saya sampai ke titik ini," jawab ku sambil menerima jabatan tangan nya
"Itu sudah tugas saya Bu sebagai pengacara...untuk akta cerai nya nanti saya yang akan mengirim kan ke alamat Bu ratu...kalau gitu saya mohon pamit,permisi..." Ucap pengacara tersebut sambil berpamitan
Pengacara itu pun beranjak meninggalkan ku dan bara yang masih berdiri di ruang sidang ...
"Oh ya bara...tapi aku heran kenapa ya mas Dimas gak hadir,bukan kah dia yang menolak dengan tegas jika tak ingin cerai dari ku..." Tanya ku pada bara dengan sedikit bingung
"Entah lah...mungkin dia berubah fikiran. Sudah lah,yang terpenting sekarang kamu sudah mendapat kan status baru mu," ucap bara sambil tersenyum mengejek
"Status baru?" Jawab ku dengan alis berkerut
"Ya status baru ...JANDA, hehehe!!!" Setelah mengatakan itu bara langsung berlari menjauhi ku,seperti nya dia senang sekali mengejek ku. uuuhh...dasar bara'
"Hiiisss....awas kamu ya bara,!!!" Aku pun mengejar bara yang sudah duluan masuk ke dalam mobil
******
Di Rumah Sakit Internasional
"Dok...pasien sudah sadar kan diri," ucap seorang suster dirumah sakit tersebut
Dokter langsung menghampiri seorang lelaki yang terbaring di ruang IGD dengan keadaan luka yang tidak terlalu parah...
"Eeemmm...saya dimana? " Tanya lelaki itu dengan suara lemah
"Kecelakaan," ucap Dimas masih bingung
Diapun mulai mengingat ingat kejadian yang barusan dia alami...kepala nya masih terasa pusing akan tetapi Dimas terus berusaha untuk melakukan nya ...
"Ya tuhan...saya harus pergi sekarang," tiba tiba Dimas ingin bangkit dan mencabut selang lnfus yang ada di tangan nya.
"Tolong tenang pak...sekarang keadaan bapak lagi tidak baik,walaupun luka yang bapak alami tidak begitu parah,namun bapak harus tetap beristirahat dulu di sini," ucap dokter tersebut berusaha menghalangi Dimas untuk tidak banyak bergerak
"Tapi dok, saya ....akkkhh!!!" Dimas meremat kepalanya yang semakin terasa sakit
Dokter pun terpaksa memberikan obat penenang untuk dimas agar bisa beristirahat...
Tak berselang lama,Dimas pun berangsur angsur lebih tenang dan tidak mengeluh sakit lagi di kepala nya...
"Sus,tolong pindahkan pasien ke ruang rawat inap ya," perintah dokter pada suster di sebelah nya
"Baik dok," jawab suster tersebut
Dimas pun di pindah kan ke ruangan rawat inap di rumah sakit tersebut. Karna di mobil Dimas hanya di temukan tas kerja yang berisi dompet dan sejumlah uang tunai,sehingga pihak rumah sakit tidak bisa menghubungi siapa pun ,dan terpaksa mereka menghubungi pihak kepolisian.
__ADS_1
Pihak kepolisian pun telah sampai di TKP kecelakaan itu terjadi. Masih tampak mobil Dimas masih di posisi yang sama... Pihak kepolisian pun menggeledah mobil Dimas dan menemukan sebuah ponsel di bawah jok mobil Dimas,namun sudah dalam kondisi mati...
Kemudian mobil Dimas pun di bawa menggunakan mobil derek dan di bawa ke kantor polisi untuk penyelidikan selanjut nya...
*****
Di kantor Kevin...
"Mari bersulang untuk keberhasilan kita..." Ucap sinta sambil mengangkat sebuah gelas berisi wine yang harga nya sangat mahal
Ting...
Tampak ketiga orang tersebut sedang merayakan sesuatu dengan gembira...
Mereka tertawa bahagia,setelah mendengar kabar yang telah mereka tunggu tunggu sekian lama...
"Gimana Kevin...kamu senang ?" tanya Sinta
"Tentu saja aku senang..." Jawab Kevin sambil menenggak minuman di gelas nya
"Tapi...kamu tidak buat mas Dimas luka parah kan?" Tanya nya lagi dengan tatapan selidik
"Tenang lah Sinta...Rio tau apa yang harus dia lakukan,bukan begitu Rio?" Jawab Kevin sambil menoleh pada asisten nya tersebut
"Tentu Tuan...saya hanya membuat lelaki itu lecet lecet saja," jawab Rio sambil terkekeh
"Bagus...kamu dengar itu sinta? Ucap Kevin melirik sinis Sinta
"Oke ...aku hanya memastikan saja,maaf sudah membuat tersinggung ," jawab Sinta salah tingkah
Mereka pun lanjut merayakan keberhasilan rencana mereka yang telah menghancurkan rumah tangga Dimas dan ratu... Akhir nya yang mereka inginkan terwujud juga yaitu perceraian antara Dimas dan ratu...
"So...setelah ini apa yang ingin kamu lakukan selanjut nya," tanya Sinta pada Kevin
"Apa lagi kalau tidak menikahi ratu...hahaha,!!!" Kevin lantas tertawa setelah mengucapkan kata kata itu
Uhuk
Uhuk ...
Tiba tiba Sinta tersedak minuman nya sendiri...dan langsung menoleh pada Kevin dengan mata yang melotot...
"Apaaaaaa....menikahi ratu ???!!!" Mata Sinta sontak melotot dan mulut menganga setelah mendengar ucapan Kevin barusan .
"Ya ...aku akan menikahi ratu ," jawab Kevin sambil tersenyum miring
__ADS_1
* Bersambung