
"tolong minggir semua!!!"
Beberapa personil polisi sudah tiba di lokasi kecelakaan,bersama satu unit mobil ambulance untuk membawa korban kerumah sakit. Orang-orang masih berkerumun di lokasi tersebut,ada yang hanya sekedar melihat,bahkan tak sedikit yang sambil merekam dengan ponsel dan mengunggah nya di media sosial.
"Apa disini ada saksi mata yang sempat melihat plat atau ciri-ciri mobil pelaku tabrak lari ini,agar kami bisa mudah menyelidiki nya_" tanya salah satu polisi yang sedang menelusuri tempat kejadian perkara
Semua orang hanya menggelengkan kepala pertanda mereka tak ada yang sempat memperhatikan kejadian tersebut.
"Kejadian nya sangat cepat pak,tapi saya sempat melihat mobil yang menabrak itu berwarna hitam,tapi saya tidak memperhatikan plat mobil nya,mobil itu memang melaju sangat kencang,bahkan lampu merah saja di terobos nya_" ucap seorang pedagang siomay yang mangkal tak jauh dari lokasi kejadian
"Baik,terima kasih atas informasi nya,kami akan mengecek semua cctv di daerah sini,semoga pelaku tabrak lari ini secepatnya bisa di tangkap_" ujar pak polisi
Setelah menyelesaikan evakuasi,korban pun langsung di bawa kerumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan pertama. Korban masih hidup namun luka nya cukup parah sehingga membuat nya tak sadarkan diri.
Setelah sampai di rumah sakit,korban langsung di masukkan ke ruang UGD. Polisi yang ikut mengantar hanya bisa menunggu di luar ruangan.
Tring... Tring...
Ponsel salah satu polisi berbunyi,diapun langsung menjawab nya ...
"Hallo_"
"Lapor pak...dari ponsel korban yang berhasil kami retas,ada riwayat panggilan terakhir atas nama 'mas 'Dimas, apa kita coba hubungi saja no itu pak?" Terdengar suara lelaki di seberang telpon yang mungkin merupakan anak buah polisi tersebut
"Coba kirim no nya sekarang,biar saya yang menghubungi nya_" ujar polisi tersebut
"Siap pak,laksanakan!!"
Sambungan telpon pun terputus dan selang beberapa detik sebuah notifikasi pesan pun masuk ke ponsel polisi itu. Ternyata pesan tersebut berisi no ponsel,dan tanpa mengulur waktu,polisi itu pun langsung melakukan panggilan telpon ke no tersebut.
Tuuuttt....!! Tuuuttt!!!
"Hallo_" tak butuh waktu lama,panggilan telpon pun langsung diangkat,terdengar suara seorang pria yang menjawab panggilan telpon tersebut
"Maaf,kami dari pihak kepolisian ingin menanyakan apa anda kenal dengan saudari Sinta?" Tanya pak polisi
"Sinta... Iya pak,dia istri saya. Ada apa ya pak?" Lelaki itu balik bertanya,
"Istri anda sekarang berada di rumah sakit,beliau mengalami kecelakaan_" Terang pak polisi tersebut
"A-apa!!! Kecelakaan pak!!!" Terdengar jika lelaki itu merasa kaget
"Benar... Mohon anda sekarang juga kerumah sakit internasional,kami tunggu kedatangan anda segera_" ujar pak polisi
"Ba-baik pak....sa-saya kesana sekarang juga_" kata lelaki itu tergagap
Sambungan telpon pun terputus. Pak polisi kembali fokus menunggu hasil pemeriksaan korban yang sampai saat ini masih berada di ruang UGD
Satu jam sudah berlalu,seorang pria terlihat berjalan tergesa-gesa menghampiri beberapa polisi yang sedang berdiri di depan ruangan UGD.
Hah... Hah... Hah!!!
"Maaf pak ...bagaimana keadaan istri saya pak?" Tanya lelaki itu dengan nafas yang masih ngos-ngosan
__ADS_1
"Anda suami nya korban yang saya telpon tadi?" Tanya pak polisi balik
"Iya pak,saya Dimas,dan korban itu Sinta istri saya_" tukas Dimas menjelaskan
"Istri anda masih di dalam pak,kami juga disini masih menunggu kabar dari dokter mengenai keadaan istri anda,mohon bersabar,kita tunggu pemeriksaan nya selesai_" ujar pak polisi
Dimas hanya bisa menghela nafas dan mengikuti arahan pak polisi tersebut. Walaupun dimas sudah tak memiliki perasaan apapun pada Sinta,namun Sinta masihlah istri sah nya,jadi sudah sepantasnya Dimas merasa khawatir dengan keadaan sinta.
Ceklek...
Pintu ruang UGD terbuka,dan terlihat dokter dan seorang perawat keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Dimas langsung bertanya
"Pasien mengalami cidera di kepala yang cukup parah,dan tangan kanan beliau mengalami pergeseran tulang sehingga kami harus segera melakukan operasi_" ucap dokter tersebut menjelaskan keadaan sinta.
Tubuh Dimas menjadi lemas seketika setelah mendengar penjelasan dokter mengenai keadaan sang istri,dirinya merasa bersalah karna sebelum kejadian naas itu terjadi mereka berdua sempat bertengkar hebat,dan dimas tak sengaja melontarkan sumpah serapah kepada Sinta.
Flashback on...
"Oh sekarang kamu anggap aku kayak sampah ya mas,mentang-mentang kamu sudah menikah lagi dengan perempuan yang lebih menggairahkan daripada aku!!!" Amuk Sinta tak terima melihat perilaku dimas yang menurut nya tak adil.
"Jangan salahin aku sin!!! Sikap mu yang seperti ini yang membuat ku muak!!! Jawab Dimas tak kalah emosi
Hampir setiap bertemu mereka selalu saja bertengkar,sikap mereka yang sama-sama keras kepala dan egois membuat hubungan kedua nya semakin memanas.
Dimas sudah jarang pulang ke rumah yang sinta tempati,walaupun status mereka masih sah suami istri akan tetapi mereka tak pernah lagi melakukan hubungan badan bahkan dimas tak pernah bersikap mesra lagi pada sinta.
Hari ini saat dimas pulang,lagi-lagi sinta mengamuk memprotes tentang sikap Dimas. Selalu hal sama yang selalu di ributkan,membuat Dimas semakin jenuh.
"Diamlah Sinta ...sehari saja kamu gak ngajak ribut bisa? Ini yang membuat aku malas pulang kesini,lebih baik aku pulang kerumah rita,dia lebih bisa membuat ku nyaman,nggak kayak kamu!!!" Hardik Dimas sambil menunjuk wajah Sinta
Plaak...!!!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Dimas. Sudah habis kesabaran Sinta yang selalu di banding-bandingkan dengan sang madu. Dirinya sangat tak terima karna Dimas selalu meng elu-elukan rita di hadapannya.
Plaak...!!!
"Kurang ajar kamu sin!!! Dasar wanita tak tau diri!!! Sudah untung kamu tak aku ceraikan,sekarang berani-berani nya kamu menampar ku,dasar istri tak berguna,MATI SAJA KAU!!!
Dimas balik menampar Sinta kemudian melontarkan cacian maki dan juga sumpah serapah. Tamparan Sinta tadi sudah membuat dimas sangat murka,dia merasa harga dirinya sudah di injak oleh Sinta,sehingga Dimas melakukan hal yang seperti yang sinta lakukan pada nya barusan.
Sinta memegangi pipi nya yang terasa perih bekas tamparan dimas barusan. Tubuh nya bergetar menahan rasa pedih akibat perlakuan kasar dari sang suami. Kedua mata nya tak henti-henti meneteskan air mata,hati nya begitu sakit di perlakukan begitu miris oleh sang suami yang di cintai nya.
Melihat Sinta terisak,hati Dimas sedikit tersentuh,dia menyesal sudah sekasar itu pada sinta. Namun Dimas tak berniat sedikit pun membujuk Sinta,dirinya malah berbalik badan lalu beranjak pergi meninggalkan Sinta di rumah itu.
Braakkk!!!
Dimas menutup pintu rumah dengan sangat keras,membuat Sinta sedikit tersentak....
Flashback off
"Pak Dimas _" sentak pak polisi yang membuat lamunan dimas buyar
__ADS_1
"ii-iya pak,,,ada apa?" Tanya Dimas gugup
"Kami permisi dulu,kami akan melakukan penyelidikan yang lebih intens mengenai kecelakaan yang menimpa istri bapak,kami mohon jika ada informasi apapun tolong segera beritahu kami,barangkali bisa membantu penyelidikan_" ujar pak polisi pamit undur diri
"Baik pak,,,terima kasih. Saya pasti kabari jika ada informasi terkait insiden yang menimpa Sinta,saya harap orang yang menabrak istri saya bisa segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya_" jawab Dimas
"Semoga saja,kami akan melakukan tugas kami dengan baik,kalau begitu kami permisi_" pamit semua polisi tersebut
Sekarang tinggal Dimas yang menunggui Sinta di rumah sakit. Sinta sudah di pindahkan ke ruang ICU,karna sampai saat ini kondisi Sinta masih koma. Dimas berharap Sinta segera siuman,agar rasa bersalah yang Dimas rasakan sedikit berkurang.
Kembali ke restoran ....
"Vin....coba kamu lihat video ini,bukankah ini sinta ya?" Ratu menyodorkan ponsel nya pada Kevin
Kevin memperhatikan video yang di perlihatkan oleh ratu kepada nya. Dahi nya mengerut,kedua matanya menyoroti seorang wanita yang sedang tergeletak berlumuran darah dalam rekaman video tersebut.
"Benar kan Vin? Berarti yang kecelakaan tadi itu Sinta Vin....ya tuhan...kasian banget Sinta_" tukas ratu merasa simpatik
"Sudahlah tidak usah terlalu di fikirkan,nama nya juga kecelakaan,kapanpun bisa terjadi_" tanggap Kevin tak mau ambil pusing
"Kamu kok bicara seperti itu Vin,bukankah Sinta itu bekas karyawan kamu ya,harusnya kamu merasa simpatik,bukanya cuek kayak gitu... Kamu punya hati gak sih Vin??!!" Protes ratu tak menyukai sikap dingin sang suami. Meskipun Sinta dulu pernah berbuat jahat dengan ratu,namun ratu sudah memaafkannya,tak ada dendam sedikit pun pada Sinta.
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya kevin menatap sang istri
"Kamu cari tau dimana sinta dirawat saat ini,aku ingin tau gimana keadaan nya sekarang! Itupun kalau kamu masih punya hati vin_" ujar ratu sedikit memaksa
Kevin menghela nafas,tak ingin membuat sang istri kesal,akhirnya Kevin mengalah dan menuruti kemauan ratu...di raih nya ponsel yang tergeletak di meja kemudian menghubungi salah satu anak buah nya...
Tuut....
"Hallo tuan_" tak butuh waktu lama panggilan telpon pun langsung terhubung,terdengar suara seorang lelaki di seberang sana
"Tolong cari informasi tentang kecelakaan yang baru saja terjadi di lampu merah jalan Srikandi, cari tau di rumah sakit mana korban nya di bawa_"
"Baik tuan...segera saya laksanakan!!" Jawab anak buah Kevin tersebut
Setelah memberi perintah pada anak buah nya,kevin langsung mematikan sambungan telpon. Di lirik nya sang istri yang sedang menatapnya sambil tersenyum manis.
"Sudah puas sekarang?" Tanya kevin memicingkan matanya menatap balik sang istri
"Makasih ya suami ku sayang_" seloroh ratu menggoda sang suami
Kevin sontak melebarkan matanya mendengar ucapan ratu barusan ... Walaupun ratu mengatakannya sedikit pelan,Namun Kevin masih bisa mendengarnya.
"Coba ulangi lagi ...." Pinta kevin pada sang istri,dirinya hanya ingin memastikan jika pendengarannya tadi tidak salah
"Gak ada siaran ulang ... Weeeee_" jawab ratu sambil menjulur kan lidah nya mengejek sang suami
"Oke.... Awas saja kamu sudah sampai dirumah nanti,aku buat kamu tidak tidur malam ini ratu_" gertak Kevin yang langsung membuat ratu melotot,Pasal nya ratu mengerti kemana arah ancaman Kevin barusan
"Keviiinnnnn!!!"
* * * * * * * * *
__ADS_1
* bersambung