
Tok...
Tok...
Baru saja aku ingin memejamkan mata,tiba tiba terdengar suara ketukan pintu di luar kamar ku.
"Hooaahhhmm.... Siapa sih_" gumam ku sambil menguap,karna mata ini masih terasa mengantuk
Ceklek...
Aku membuka pintu kamar ku,terlihat bik Ijah sedang berdiri sambil membawa nampan yang berisi segelas jus dan roti bakar dengan taburan keju di atas nya.
"Non... Ini cemilan buat non ratu_" ucap bik Ijah sambil menyodorkan nampan itu
"Saya kan gak ada minta bik_" jawab ku bingung
"Ini tuan Kevin yang suruh bik Ijah buat bikinin buat non... Tuan bilang non harus jaga kesehatan_" jawab bik Ijah sambil tersenyum
"Ckk...ada ada saja sih di Kevin itu,mau nya apa sih dia itu_" gumam ku sedikit kesal dengan kelakuan Kevin yang sulit sekali di tebak
Aku pun mengambil nampan yang di berikan bik Ijah tadi... Dari pada bik Ijah nanti kena masalah gara gara aku,terpaksa aku nurutin kemauan si diktator Kevin itu... 'dasar nyebelin '...
"Makasih bik_" jawab ku sambil tersenyum dan membawa nampan itu masuk ke kamar ku
Ku lihat jam dinding masih menunjukkan pukul 2 siang... Tapi rasa nya mata ini sangat mengantuk. Akhir nya aku kembali rebahan di kasur,mencoba untuk tidur kembali .
Keesokan hari nya...
"Non...di depan ada orang butik,kata nya di suruh tuan Kevin kesini untuk mengukur tubuh non ratu,buat gaun pengantin nanti _" ucap bik Ijah ketika aku sedang duduk di taman samping villa
"Haahh...gaun pengantin?" Tanya ku kaget
"Iya lah non...Minggu depan kan pernikahan non ratu dengan tuan Kevin,masak non lupa sih,hehehe_" goda bik Ijah sambil tertawa
"iiiss... Bibik ini,ada ada saja deh_" jawab ku salah tingkah
"Ayok non cepetan...orang nya sudah nunggu di depan _"
"Ya udah deh...ayok bik_"
Aku dan bik Ijah pun berjalan menuju ruang depan dimana terlihat seseorang sedang duduk di sofa ruangan itu. Seorang pria dengan setelan jas formal berwarna hitam,dan gaya rambut yang sangat rapi.
Setelah melihat kedatangan ku,pria tersebut langsung berdiri dan menyapa ku dengan ramah...
"Selamat siang nyonya ratu..." Sapa nya ramah
"Selamat siang_" jawab ku seadanya
"Saya desainer yang akan membuat gaun pengantin untuk pernikahan non ratu dan tuan Kevin...kenal kan nama saya rafly_" ucap desainer yang bernama Rafly itu sambil mengulur kan tangan nya
"Saya ratu..._" jawab ku sambil menerima uluran tangan pria itu
"Bisa kita mulai sekarang pengukuran nya non ratu?" Tanya nya sambil tersenyum
"Heem...silahkan_" jawab ku bersikap biasa saja,karna pernikahan ini bukan keinginan ku,jadi tak ada rasa spesial yang ku rasa kan
Desainer yang bernama Rafly ini pun mengukur seluruh anggota tubuh yang harus di ukur untuk menyesuaikan dengan gaun yang akan ia buat nanti... Setelah semua nya selesai ,dia pun pamit pergi meninggal kan villa ini.
Aku masih duduk di sofa ruang tengah ini,tiba tiba aku memikirkan bagaimana aku bisa hidup dengan orang yang tidak aku cintai...menikah,lalu tinggal seatap bahkan tidur seranjang dengan nya, apa aku bisa menjalani nya...
Tap...
Tap ..
Terdengar langkah kaki mendekat ke arah ku sedang berada...
Ternyata Igor yang datang...dan dia menyodor kan ponsel kepada ku.,aku langsung menerima ponsel itu dan seketika jantung ku berdegup ketika melihat wajah siapa yang sekarang ada di layar ponsel tersebut...
"Selamat siang calon istriku_" ucap nya sambil tersenyum
"Ada apa ...tumben kamu nelpon aku _" jawab ku acuh
"Aku bebas menelpon calon istri ku kapan pun aku mau...kamu tidak bisa melarang ku!!!" Ucap Kevin dengan tatapan dingin
"Ya... Ya ... Terserah kamu saja vin_" jawab ku mengalah
__ADS_1
"Ratu_" panggil Kevin dengan nada datar
"Heem...kenapa?"
"Apa kamu terpaksa menikah dengan ku?"
"Kalau iya,memang kamu akan membatal kan nya?"
"Tidak ...!!!"
"Terus ,kenapa kamu masih bertanya itu?"
"Sudah lah... Aku tidak akan pernah merubah keputusan ku,kita akan tetap menikah,dan setelah kamu jadi istri ku,kamu harus menuruti semua kemauan ku_"
Tutt...
Sambungan telpon pun tiba tiba terputus,mungkin Kevin yang memutuskan nya...tapi bagus lah,karna aku tak ingin berlama lama bicara dengan Kevin.
Beberapa hari lagi adalah hari pernikahan ku dengan Kevin. Entah aku harus bahagia atau tidak,semoga ini bukan awal dari penderitaan ku selanjut nya.
*****
Hari pernikahan ...
Akhir nya hari ini tiba juga... Hari dimana status ku akan berubah menjadi istri seorang pria diktator seperti kevin...
Orang orang tampak berlalu lalang mempersiapkan untuk acara akad yang akan di laksanakan pukul 8 malam nanti... Acara yang sederhana,sesuai keinginan ku,yang hanya di hadiri sebagian warga di sekitaran villa ini,dan rombongan orang orang yang di bawa oleh pak penghulu dari kota yang akan menikah kan kami ...
Tak ada satu keluarga pun dari pihak ku yang hadir di acara nanti malam,begitupun keluarga dari pihak Kevin,mungkin cuma paman nya yang akan hadir,karna sebagian besar keluarga dari almarhum papa nya tinggal di luar negeri...
Sekarang sudah pukul 5 sore... Terlihat ruang tengah villa ini sudah selesai di dekorasi. Bentangan kain nuansa ungu putih menghiasi seluruh sudut ruangan, dengan bunga bunga segar di letakkan di setiap sudut menambah kesan indah di mana mana...
"Non... Orang orang yang akan merias non ratu sudah datang _" ucap bik Ijah menghampiriku yang sedang berdiri memandangi ruang tengah yang sudah selesai di dekor
"Ya bik... Langsung suruh ke kamar aja,nanti saya menyusul _" jawabku tak bersemangat
"Non... Percaya sama bibik,non akan bahagia menikah dengan tuan Kevin_" ucap bik Ijah sambil mengusap pundakku dengan lembut
"Entah lah bik... Aku_" aku tak bisa berucap apa pun untuk sekedar mengutarakan perasaan ku saat ini.
Sampai di kamar,ternyata pihak make over sudah berada di sana,mereka sedang menyiapkan gaun kebaya yang akan aku pakai nanti.
"Cantik banget kebaya nya ... Ini pasti mahal banget harga nya _" ucap salah satu wanita perias tesebut
"Iya... Mudah mudahan kalau nanti aku nikah bisa dapet orang tajir juga,biar bisa pakai kebaya sebagus ini,hehehe_" yang lain ikut menimpali sambil tertawa
Ekhhemmm...
Aku sengaja berdehem untuk menghentikan obrolan mereka berdua...
"Eh...maaf ya kak,kami jadi asyik sendiri,hehehe_" ucap salah satu wanita perias itu sambil salah tingkah
"Bisa kita mulai sekarang ?" Tanya ku tak ingin berbadan basi
"Ba-baik kak...ayo kita mulai _" jawab mereka merasa tidak enak
Aku pun mengenakan baju kebaya itu... Benar kata mereka berdua,kebaya ini memang sangat mewah,tapi sayang tak bisa merubah suasana hati ku yang lagi galau saat ini.
Setelah mengenakan kebaya,aku pun langsung mulai di rias oleh mereka berdua... Tangan mereka terlihat begitu lihai merias wajahku,seperti nya mereka sudah profesional...
Tak terasa sudah hampir 2 jam lebih mereka mempoles wajah ku... Aku sangat pangling melihat wajah ku sendiri di cermin, perubahan setelah di rias sangat terlihat menakjubkan,sampai sampai aku tak mengenali wajah ku sendiri...
"Selesai..._" ucap mereka kompak
"Ya ampun...cantik banget pengantin kita ini,pasti pengantin pria nya pangling nih,hehehe_" gurau wanita perias itu sambil memandangi wajah ku
"Iya benar... Cantik banget ,pasti calon suami kakak makin cinta nanti nya_" timpal perias satu nya sambil tersenyum
Aku hanya diam mendengar ocehan mereka berdua... Tak ada niat sedikit pun untuk menimpali nya.karna mereka tak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya,jika mereka tau,aku tak yakin jika mereka akan tertawa seperti itu.
Tok...
Tok...
"Sebentar _" ucap wanita perias itu ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar
__ADS_1
Ceklek ...
"Semua sudah menunggu di depan..." Ucap Igor sambil melirik ke dalam kamar
"Baik...kami akan bawa pengantin wanita nya kesana_" jawab perias itu
Igor pun hanya mengangguk,dan berjalan kembali ke ruang tengah...
"Ayok kak... Akad nikah nya akan segera di mulai _" ucap nya sambil mengajak ku untuk berjalan menuju kesana
Dengan langkah gontai,aku pun hanya bisa menurut dan berjalan perlahan menuju ruang tengah,dimana Kevin beserta Tamu nya sudah menunggu.
Saat aku sudah sampai di ruang tengah,semua orang menoleh kearah ku dan mereka memandangi ku tak berkedip,bahkan kevin melihat diriku begitu serius,aku merasa seperti di kuliti...
"Silah kan duduk di sebelah mempelai pria nya_" ucap seorang pria paruh baya dengan setelan formal dan peci di kepala nya,mungkin dia adalah penghulu yang akan menikahkan kami.
Aku pun di tuntun menuju kursi kosong yang berada di sebelah Kevin... Di depan kami ada sebuah meja yang sudah penuh dengan bingkisan yang berisi seperangkat perhiasan dan sejumlah uang .
"Apa semua nya sudah siap _" tanya penghulu kembali
"Sudah pak..._" jawab Kevin sambil tersenyum
"Baik lah...kalau gitu kita mulai ijab Qabul nya _"
"Kevin putra Wiratmaja bin Herlambang Wiratmaja,saya nikah kan engkau dengan ratu ayu Wijaksono binti Rudianto Wijaksono,dengan mahar satu set perhiasan berlian dan uang tunai 2 milyar rupiah di bayar tunai..."
"Saya terima nikah nya ratu ayu Wijaksono binti Rudianto Wijaksono dengan mahar tersebut di bayar tunai "
Hanya dengan sekali rafalan ,Kevin langsung bisa mengucap kan ijab Qabul dengan lancar .
"Bagaimana saksi_" tanya penghulu tersebut pada saksi yang duduk di kedua sisi sebelah kami
"Sah...sah_" jawab mereka kompak
"Alhamdulillah..._"
Penghulu pun membaca kan doa setelah akad... Semua orang tampak bahagia ,,,termasuk Kevin yang dari tadi tampak tersenyum dan sesekali melirik ke arah ku.
Kevin pun memasangkan sebuah cincin berlian di jemari manis ku,begitu pun aku juga memasangkan cincin yang sama di jemari Kevin ...
Setelah itu akupun mencium telapak tangan Kevin,dan Kevin pun membalas dengan mencium kening ku.
Tak ada reaksi lain dari Kevin,dia hanya tersenyum kecil memandangi orang orang yang mengucapkan selamat kepada nya...
"Selamat untuk kalian berdua...semoga kalian bahagia_" ucap seorang pria paruh baya dengan perawakan yang terlihat tegas dengan tatapan dingin persis seperti kevin
"Makasih om...saya harap itu doa yang tulus dari hati om_" ucap Kevin datar
"Tentu saja tulus ... Doa itu khusus untuk keponakan kesayangan ku _" jawab pria tersebut yang ternyata adalah om nya Kevin
Kevin tak menganggapi ucapan om nya lagi,dia malah mengalihkan pandangan ke arah lain.
Kemudian om nya Kevin beralih melirik diriku...
"Semoga kamu bisa sabar menghadapi sifat keras Kevin _" ucap nya sambil tersenyum simpul
Belum sempat aku membalas ucapan om nya Kevin,tiba tiba Kevin menarik tangan ku untuk menjauh dari om nya tersebut ...
"Vin...sakit Vin,lepasin tangan ku Vin _" sentakku mencoba melepaskan genggaman tangan Kevin
"Ingat ratu,aku gak suka kamu terlalu dekat dengan orang itu_" sentak Kevin melepaskan tangan ku dengan kasar
"Dia yang ngajak aku bicara,lagi pula dia itu om kamu sendiri kan ?" Tanya ku sedikit kesal
"Sudah lah... Turutin saja semua ucapan ku. Jangan pernah membantah,kamu mengerti !!!" Ucap Kevin sedikit membentak
Aku hanya bisa menghela nafas menerima semua perlakuan Kevin ...percuma saja aku membela diri,dia tak akan mau kalah berdebat.
"Terserah kamu saja_" ucap ku pasrah
"Begitu lebih baik... Sekarang lebih baik kamu persiapkan dirimu untuk nanti malam _" ucap Kevin sambil menyunggingkan senyum aneh
"Ma-maksud kamu nan-nanti malam...ma-mau apa Vin _" tanya ku terbata bata,jantung ku tiba tiba berdetak sangat kencang
"Nanti kamu juga akan tau _" jawab nya santai,sambil beranjak meninggalkanku sendiri yang masih diam membeku akibat ucapan nya barusan
__ADS_1
*Bersambung