Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 16. Gugatan Cerai


__ADS_3

Sudah berapa hari setelah kejadian itu,ratu terlihat masih murung. Dia enggan untuk keluar dari rumah. Waktu nya hanya di habiskan dengan bermain bersama Willi dan jika dia lelah,kamar lah tempat ternyaman bagi nya untuk berdiam diri...


Selama itu juga dia tidak berkomunikasi dengan Dimas. Ratu memblokir no Dimas sementara,dia tidak mau jika Dimas menghubungi nya di waktu sekarang...


Jauh di lubuk hati ratu,perasaan cinta dan sayang pada Dimas masih tetap ada walaupun ada luka yang menyertai nya.


'apa aku harus menemui mas Dimas...masalah ini harus secepat nya di selesai kan. Aku harap yang terjadi hanyalah kesalah pahaman saja,mas Dimas tidak mengkhianati ku lagi,' gumam ratu


'ya...aku harus pulang kerumah untuk membicarakan masalah ini dengan mas Dimas. Ini hari Minggu,pasti mas Dimas sedang ada di rumah,'


Ratu pun mengambil kunci mobil dan tas nya,dia berniat pulang kerumah untuk menemui Dimas.


Ceklek


Ratu keluar dari kamar,di lihat nya Willi sedang menonton film kartun di ruang santai bersama bik Darsi.


"Bik...saya titip Willi sebentar ya,saya ada keperluan di luar ," ucap ratu menghampiri keruang santai


"Baik non ratu...hati hati di jalan ya" jawab bik Darsi tersenyum


Ratu pun segera pergi menuju rumah nya... Hari ini bara tidak datang kerumah orang tua ratu,karna ada pekerjaan penting yang harus dia selesaikan...


Setelah orang tua ratu meninggal dunia,perusahaan di urus oleh bara yang mana seharus nya ratu yang menjadi penerus nya,namun ratu masih enggan menerima nya.


Tak berselang lama,sampai lah ratu di area sekitar rumah nya...dia sengaja tidak masuk ke pekarangan rumah,malahan ratu memarkir mobil nya di pinggir jalan ...


Ketika ratu ingin turun dari mobil nya,mata nya langsung tertuju pada sosok perempuan yang baru saja keluar dari rumah nya...wanita itu berjalan dengan santai nya menuju mobil yang dia parkir tepat di depan rumah ratu dan Dimas...


Dada ratu bergemuruh ,niat hati ingin menyelesaikan masalah dengan Dimas,tetapi malah melihat sesuatu yang membuat dia semakin membenci Dimas...sosok wanita yang keluar dari rumah mereka tadi tak lain adalah Sinta...


"Ternyata sudah sejauh ini kalian berhubungan mas...kamu membawa wanita mur*Han itu kerumah kita saat aku tidak ada di rumah...Bangs*t kamu mas Dimas...aku benci sama kamu mas...BENCi!!!" Teriak ratu dengan emosi


Ratu pun memutuskan untuk membatalkan niat nya untuk bertemu Dimas ...ratupun lantas menginjak pedal gas mobil nya untuk menuju ke suatu tempat yang akan menjadi akhir perjalanan rumah tangga nya dengan Dimas...


Tak lama sampai lah ratu ke sebuah gedung yang bertulis kan 'Pengadilan Agama' ... Dia memutuskan untuk menggugat cerai Dimas. Dia berfikir tak ada yang harus di bicarakan lagi dengan Dimas,semua sudah terbukti. Mungkin perceraian adalah hal yang tepat bagi rumah tangga mereka.


"Hikss...aku harus kuat,demi William...aku pasti bisa melewati ini semua..." Ucap nya menyemangati diri sendiri


Ratu pun turun dari mobil dan langsung memasuki gedung tersebut. Dia akan melayangkan gugatan cerai pada suami nya ...


Setelah urusan nya di pengadilan agama selesai...ratu pun berniat ingin menenangkan diri sejenak,dia berfikir untuk pergi ke suatu tempat,yang bisa membuat hati dan fikiran nya jauh lebih tenang...


"Pantai...apa aku kesana saja ya," ucap nya setelah masuk dan duduk di mobil nya


Ratu pun memutuskan untuk ke pantai sebentar...mungkin disana dia bisa bersantai dan menenangkan diri...


Setelah perjalanan yang begitu padat,ratu pun sampai di pantai Ancol...pantai yang indah,dan memiliki pasir yang putih,meskipun hari ini pantai terlihat sangat ramai karna sedang hari libur... Namun ratu tetap menikmati pemandangan di pantai itu.

__ADS_1


Ratu berjalan di pinggir pantai dengan deru ombak kecil yang sesekali menghempas kaki mulus nya ... Ratu seakan tenang dan beban di hati nya seketika hilang walau pun hanya sementara...


Saat ratu sedang menikmati suasana pantai tersebut,tiba tiba ada 3 orang lelaki menggoda nya...


"Hay cantik ..kok sendirian aja ,mau di temenin gak nih,?" Ucap salah satu pria tersebut dengan nada genit


"Apaan sih...gak jelas !!!" Ucap ratu ingin pergi meninggalkan 3 pria itu


Namun mereka malah menghalangi ratu,bahkan mereka tidak segan ingin menyentuh tubuh ratu...


"Awas...apa apaan sih kalian...jangan macam macam ya,atau aku akan teriak!!!" Ucap ratu sudah mulai panik


"Hahahaha...mau teriak,silahkan cantik,teriak sekencang kencang nya,,,kau fikir kami takut haah?" Ucap mereka sambil terus menghalangi ratu untuk pergi


Salah 1 dari mereka malah menunjukkan sebuah pistol dari balik baju nya... seketika ratu merasa ketakutan


"Sedikit saja kamu bersuara,pistol ini akan menembus tubuh indah mu sayang...dan tidak akan ada yang tau,karna pistol ini memakai peredam suara...hahahaha !!!"


Mereka terus saja membuat ratu tak bisa berkutik...mereka bahkan menyuruh ratu untuk ikut dengan mereka sambil menodong kan pistol yang tertutup oleh baju,sehingga tak ada yang bisa melihat nya.


Karna merasa nyawa nya terancam,ratu pun terpaksa ikut dengan mereka... Namun tiba tiba


Bugh


Bugh


Tiga lelaki itu terlihat sudah tersungkur di tanah dengan keadaan tergeletak...


Ratu merasa kaget dan langsung menoleh ke belakang,ternyata ada 3 orang lelaki yang sudah menghajar 3 lelaki jahat tersebut ...


Tiga lelaki jahat itu langsung berdiri dan berniat ingin membalas pukulan tiga lelaki yang telah menghajar mereka tadi...akan tetapi baru mereka ingin melangkah,dua orang dari mereka menodongkan pistol dari balik jas yang mereka kenakan...sontak ketiga lelaki jahat itu berhenti melangkah dan memandang satu sama lain dengan wajah yang panik.


"Selangkah lagi kalian berani melangkah,peluru dessert eagle ini akan bersarang di kepala kalian bertiga...,!!!" Ucap salah satu pria yang menyelamatkanku dengan nada santai


"Lain kali kalau ingin menjadi penjahat,pakailah pistol sungguhan,heeh!!!" Ucap pria itu lagi Dangan nada mencemooh


Tiga pria jahat itu pun terlihat mulai ketakutan dan gemetar...ternyata yang mereka gunakan untuk mengancam ku hanyalah pistol mainan...


"Pergi Jika ingin selamat,!!!" Ucap pria itu lagi


Ketiga pria jahat itu pun langsung lari terbirit birit...


"Heem...terima kasih sudah menolong saya ," ucap ratu pada ketiga lelaki yang sudah menolong nya


"Lain kali lebih berhati hati lagi...walaupun di tempat ramai,kejahatan bisa saja terjadi ," balas salah satu pria tersebut


"Eh iya...sekali lagi terima kasih ...." Jawab ratu salah tingkah

__ADS_1


"Baik lah kalau begitu seperti nya saya harus pulang sekarang...sekali lagi terima kasih sudah menolong saya tuan...??" Ratu memotong ucapan nya karna dia tidak mengetahui nama lelaki yang sudah menolong nya barusan


"Kevin...panggil saya Kevin," sambung Kevin menyebut kan nama nya sendiri


"Eh... Ya tuan kevin,terima kasih sudah menolong saya...kenalkan nama saya ratu." Ucap ratu mengulurkan tangan nya pada Kevin


"Panggil saja Kevin..." Ucap Kevin menyambut uluran tangan ratu


"Baik lah tuan Kevin...eh Kevin,saya permisi dulu.sekali lagi terima kasih ," ucap ratu kemudian pamit meninggalkan tempat itu.


Setelah ratu pergi dan tak terlihat lagi ...Kevin lantas menelpon seseorang di ponsel nya...


'rencana kita berhasil...'  ucap nya pada seseorang di seberang telpon


*****


Tiga hari kemudian....


Tok


Tok


Tok


"Masuk." Jawab seorang lelaki dari dalam ruangan


Ceklek


"Maaf pak Dimas...ini ada kiriman surat buat bapak," ucap seorang wanita yang tak lain adalah sekretaris di kantor Dimas


"Surat dari siapa Rin? " Tanya Dimas penasaran


"Disini tertulis pengadilan agama pak " jawab Rini membacakan keterangan dari surat itu


"Hah ..pengadilan agama!!!" Sontak Dimas terkejut mendengar ucapan Rini


Rini langsung meletakkan surat itu ke meja kerja Dimas dan dia pamit undur diri...


Dimas mengambil surat itu dengan hati yang berdebar... Dia berharap bukan berita yang buruk.


'apaaaa...!!!  Nafas Dimas seakan terhenti setelah membaca isi dari surat itu.


'nggak...ini nggak mungkin!!! Gak mungkin ratu menggugat cerai aku,nggak mungkin...!!!' Dimas menggeleng geleng kan kepala nya sendiri,berharap itu semua tidak benar ...


'aaakkkhhh....Dimas melemparkan surat itu ke lantai. Dia benar benar tidak bisa menerima ini semua. Belum sempat dia menjelaskan pada ratu tentang yang sebenar nya terjadi,ratu sudah lebih dulu menggugat cerai diri nya...


Aku harus ketemu dengan ratu...aku akan jelaskan semua pada nya...aku gak sanggup jika harus pisah dengan ratu dan William...nggak...ini nggak boleh terjadi !!!' tanpa fikir panjang ,Dimas gegas meraih kunci mobil di meja nya dan melangkah terburu buru keluar dari ruangan nya...

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2