Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 63. POV Rita


__ADS_3

Bab 63


Aku baru tau ternyata mantan istrinya Dimas menikahi seorang CEO perusahaan besar,beruntung sekali nasibnya,bisa dipertemukan dengan seorang pangeran seperti Kevin.


Ratu pasti sekarang lebih bahagia bersama suami baru nya,terlihat dari penampilan nya kini semakin cantik dan berkelas. Sebagai seorang wanita sejujurnya diri ku merasa iri,mengapa tak gadis seperti ku saja yang menjadi istri Kevin,bukan malah seorang janda yang memiliki anak satu seperti ratu. Tapi aku sadar,takdir seseorang tak bisa di tebak,mungkin sudah nasib ku menjadi istri muda mantan suami ratu,karna semua itu tak lepas dari pilihan ku sendiri juga.


Semenjak kedatangan ratu kerumah sakit untuk menjenguk Sinta,Dimas terlihat murung,seperti menahan penyesalan tentang masa lalu nya.


"Dim... kok melamun? Lagi mikirin apaan sih?" Tanya ku menghampiri dimas yang sedang duduk di ruang tunggu ICU


Dimas tersentak,"eh,gak mikirin apa-apa kok rit,cuma lelah aja_" jawab mas Dimas berbohong


"Sudahlah,kamu gak usah bohong,pasti kamu lagi mikirin ratu kan? Apa kamu cemburu melihat dia sudah menikah lagi?" Aku mencoba mendesak dimas agar mau jujur dengan perasaan nya sekarang


"Aku gak cemburu,tapi... aku cuma kangen sama William,aku takut dia di perlakukan tidak baik oleh ayah tiri nya_" ujar Dimas


"Oh...kamu tidak usah terlalu khawatir dim,William bersama ibu kandung nya,dia pasti baik-baik saja_" aku mencoba memberi semangat pada Dimas,wajar jika dia mengkhawatirkan anak kandung nya


"Apa aku harus menempuh jalur hukum untuk bisa merebut hak asuh William ya?" Cetus Dimas


"Aku rasa itu bukan ide yang bagus dim,kamu tau Kevin kan,dia bisa menyewa puluhan pengacara untuk membela ratu,kita tidak punya kekuatan apa-apa untuk melawan dia dim,kita hanya akan mendapat malu_" ujar ku tak setuju


Dimas tampak merenung kembali,mungkin dia memikirkan kan ucapan ku barusan.


Bukan nya aku tak mau jika William tinggal bersama kami,tapi aku hanya tak ingin di permalukan jika seandai nya Dimas kalah di persidangan,bukan cuma menghabiskan banyak uang,tapi kami juga akan kehilangan harga diri.


Aku harus bisa membujuk Dimas agar tak melakukan hal bodoh tersebut,mungkin William akan lebih baik hidup nya jika bersama ratu dan Kevin.

__ADS_1


"Aku ingin punya anak lagi rit,kenapa sampai saat ini kami belum juga bisa hamil?"


Degh!!!


Pertanyaaan Dimas barusan sangat membuat ku terkejut,pasal nya selama menikah,Dimas tak pernah menyinggung masalah anak kepada ku,bahkan dia tak pernah berucap jika aku harus segera hamil,tapi kenapa sekarang dia malah mempertanyakan itu?


"Kamu kok nanyak kayak gitu dim? Mungkin emang belum waktu nya saja aku hamil_" jawab ku sedikit kesal


"Mau nunggu berapa lama lagi rit? Kamu kan seorang perawat,apa gak bisa kamu cari obat yang bisa menyuburkan kandungan,biar kamu bisa cepat hamil,usia ku semakin bertambah rit,aku ingin memiliki keturunan lagi_" cetus Dimas


Aku merasa kesal dengan ucapan Dimas,kenapa dia mempermasalahkan aku yang belum hamil.


"Kok malah diam rit? Lebih baik kamu cek rahim kamu,apa mungkin ada kendala atau hal yang menghambat kehamilan kamu,kalau aku mana mungkin ada masalah,ratu bisa hamil,bahkan Sinta pun sempat hamil tapi sayang nya dia keguguran,jadi mungkin masalah nya ada di kamu_"  Dimas malah semakin memojokkan ku,bahkan dia membanding kan ku dengan mantan istri nya.


"Jadi maksud kamu aku mandul gitu?!!! Tega banget kamu ngomong gitu dim,kamu sadar gak ucapan mu itu menyakiti perasaan ku!!" Hatiku merasa sedih dan kecewa,tak terasa bulir bening sudah jatuh dari kedua mata ku


Aku sangat tersinggung karna sikap Dimas yang tiba-tiba memojokkan aku,menuduh ku mandul,bahkan membandingkan ku dengan mantan istri dan istri tua nya itu.


Karna tak ada kata minta maaf dari Dimas,aku berdiri dari kursi dan langsung beranjak pergi meninggalkan Dimas di ruangan tersebut. Dimas sempat menahan ku,tapi aku tak perduli,aku tetap pergi dari sana ,karna hatiku terlanjur sakit,aku butuh menenangkan diri sejenak.


Aku turun ke lantai bawah kemudian berjalan keluar rumah sakit. Ku toleh sebentar ke belakang,tak ada tanda-tanda jika dimas menyusul ku. Aku benar-benar kecewa padanya.


Aku berjalan ke arah taman yang berada di samping rumah sakit,disana juga ada wahana anak-anak untuk bermain. Aku duduk di salah satu kursi yang terbuat dari besi di taman tersebut,sambil memandangi beberapa ibu-ibu yang sedang mengawasi anak nya bermain.


"Seandai nya aku sudah punya anak,pasti bahagia banget rasa nya,bisa bermain,bernyanyi dengan anakku,tapi kenapa sekarang aku belum hamil ,apa yang dikatakan Dimas benar ya,kalau aku ada gangguan rahim? Apa aku harus cek ke dokter Yudi,tapi jika hasil nya tak sesuai harapan ku gimana? Aku takut jika benar-benar mandul,pasti Dimas akan menceraikan ku_" gumam ku merasa takut.


Saat aku larut dalam fikiran ku sendiri,tiba-tiba teman ku menghampiri dan langsung menyapa ku.

__ADS_1


"Hay rit? Ngapain loe sendirian disini? Suami loe kemana?" Tanya yuni sambil mengunyah permen karet kesukaan nya


"Ada di ruang ICU_" jawab ku tak bersemangat


"Suami loe sakit? Sakit apaan,kok bisa Sampek di rawat di ICU?!!" Yuni berfikir jika Dimas yang sakit,padahal kenyataan nya tak seperti itu


"Bu-bukan... Dimas baik-baik aja,tapi... ada kerabat nya yang sakit,jadi dia nemenin disana_" ujar ku berbohong.


Teman-teman ku sesama perawat tak mengetahui jika aku menikah dengan dimas menjadi istri kedua.karna untuk mengakui nya diriku belum berani,pasti mereka semua akan menghujat ku dan mengecap sebagai pelakor.


Aku bilang pada mereka jika Dimas seorang duda,padahal kenyataan nya Dimas masih berstatuskan suami Sinta saat menikahi ku. Pernah Dimas menalak Sinta bahkan ingin menggugat cerai nya di pengadilan,namun Sinta berbuat nekat dengan melakukan percobaan bunuh diri,karna hal tersebut,Dimas pun mengurungkan niat nya dan membatal kan rencana untuk menceraikan Sinta dengan syarat Sinta harus mau menerima ku sebagai madu nya dan menutup rapat-rapat hal tersebut.


"Oh...kirain suami loe yang sakit,syukur deh kalau bukan_" tukas Yuni tersenyum


"Oh ya ...loe udah dengar kabar tentang dela belum? Dia baru saja cerai loh sama suami nya gara-gara ketahuan mandul,kasian banget kan?" Ujar Yuni dengan raut wajah simpatik


Jantung ku rasa nya ingin lompat dari sarang nya,kenapa masalah nya hampir sama dengan ku,beda nya aku belum divonis mandul,tapi suami ku sudah mendesak supaya melakukan pengecekan terhadap kandungan ku.


Aku masih diam mendengarkan Yuni bercerita.


"Padahal awal nikah suami nya dela sayang banget loh sama dia,kayak bucin gitu... tapi setelah mendengar penjelasan dokter Yudi kalau dela mandul,langsung di talak sama suami nya,tega banget kan?" Tambah Yuni lagi


Aku sudah tak fokus mendengarkan cerita tentang dela,malah sekarang diriku memikirkan nasib rumah tangga ku sendiri,apa aku akan mengalami hal yang sama seperti dela jika aku benar-benar mandul!!!


"Nggak....aku gak mau di ceraikan Dimas,aku gak mau!!!"


* * * * * * *

__ADS_1


*. Bersambung


__ADS_2