
Bab 72.
Sejenak aku merasa senang karena melihat Rita tak sadarkan diri. Aku berharap semoga dia tak selamat beserta anak yang sedang di kandung nya. Jika dia meninggal,harapan ku untuk menjadi istri satu-satu nya mas Dimas akan menjadi kenyataan.
Dari awal mas Dimas ingin menikahi wanita yang bernama rita itu,aku sangat tidak setuju. Aku sangat menolak keinginan mas Dimas tersebut. Bermacam cara aku lakukan untuk mencegah pernikahan itu tidak terjadi,akan tetapi mas Dimas tetap keukeh dengan keinginan nya,sehingga aku tak dapat berbuat apa-apa lagi.
Aku sempat mengalami kecelakaan yang menyebab kan aku koma selama beberapa bulan. Setelah aku sadar,sikap mas Dimas sangat berubah 180° terhadap ku. Dia menjadi sangat perhatian,lembut,dan hampir semua keinginan ku mas Dimas pasti menuruti nya. Ada terbesit keinginan untuk menyingkirkan Rita secara perlahan,namun sebelum rencana itu berhasil,aku malah mendapat kabar tak mengenakkan dari Rita.
Rita hamil,membuat mas Dimas sangat bahagia,bahkan dengan tegas mengatakan padaku untuk menunda aku hamil,karena mas Dimas ingin fokus pada kehamilan Rita. Dari situ aku merasa sangat kesal,mas Dimas sangat pilih kasih,secara tak langsung dia berbuat tak adil padaku,mas Dimas hanya memikirkan Rita saja. Karena penolakan itu,aku pun marah dan mendatangi Rita kedapur untuk melampiaskan kekesalan ku. Disana aku sempat melontarkan kata-kata kasar dan hinaan,tapi tak di sangka Rita malah membalas perkataan ku yang membuat aku menjadi tambah kesal,dan secara refleks mendorong nya hingga dia terjatuh.
Melihat Rita kesakitan,ada rasa panik,namun aku berusaha bersikap tenang agar mas Dimas tak curiga. Saat kami membawa nya kerumah sakit,rita sempat tak sadarkan diri,aku mengira dia sudah lewat,karna itulah harapan ku.
Namun perkiraan ku meleset,Rita dan bayi nya selamat. Sejenak aku merasa khawatir jika Rita mengadu pada mas Dimas atas semua yang aku lakukan pada nya tadi di dapur. Namun mengingat selama ini Rita tak pernah mengadukan sikap ku terhadap nya pada mas Dimas,kali ini pun mungkin sama,Rita akan menutupi nya. Namun lagi-lagi perkiraan ku salah,entah apa yang sudah di sampaikan Rita pada mas Dimas,sampai-sampai mas Dimas menjatuhkan talak pada ku secara tiba-tiba. Mas Dimas langsung menceraikan ku tanpa mau mendengar penjelasan dari ku. Bahkan sampai aku mengancam akan bunuh diri pun mas Dimas malah menertawakan ku,dia sama sekali tak perduli.
Braakkk!!!
Mas Dimas menutup pintu ruang UGD sedikit kencang. Dia langsung kembali masuk kedalam setelah menceraikan ku tepat di depan ruang UGD.
"Awas kamu ya mas,aku akan balas perbuatan mu_"
"Aku gak terima kamu perlakukan seperti ini mas...aku bersumpah akan buat hidup kalian berdua sengsara,liat saja nanti!!!" Gumam ku dalam hati
Setalah merasa sedikit tenang,aku pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Aku butuh menenangkan fikiran ku,karna jujur saja hatiku sangat sakit di ceraikan mas Dimas dengan cara seperti ini.
Aku memesan taksi online,tak lama taksi yang ku pesan pun sudah datang,aku langsung naik dan pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Didalam perjalanan,tiba-tiba saja aku terfikir untuk menghubungi Kevin. Aku berencana meminta bantuan Kevin,aku ingin kembali bekerja di perusahaan nya. Jika aku sudah sah bercerai dengan mas Dimas,itu arti nya tak akan ada lagi yang memberi nafkah padaku,sebab itu aku harus bekerja untuk bisa memenuhi semua kebutuhan ku.
Aku meraih ponsel ku dan langsung mencari kontak Kevin...
Tuuttt!!! Tuuttt!!!
"Hallo_" terdengar suara Kevin menjawab panggilan telpon ku
"Hallo Vin... aku butuh bantuan mu.eemmmm...bisakah aku kembali bekerja di kantormu,aku sangat butuh pekerjaan vin_" ucap ku memohon
"Bukan nya kamu ada suami,kenapa kamu mau bekerja lagi?" Tanya Kevin penasaran
"Aku sudah bercerai dengan mas Dimas... jadi sekarang aku sudah tak punya suami lagi. Jadi boleh kan Vin aku kembali bekerja di kantor mu?" Ujar ku sangat berharap
"Maaf sin...di kantor ku sudah tak ada lowongan kosong lagi,cari kantor lain saja_" Kevin menolak permintaan ku
__ADS_1
"Plis Vin...aku sangat butuh pekerjaan vin. Anggap saja ini balas Budi karna dulu aku sudah membantu mu untuk mendapatkan ratu_" aku terus mencoba membujuk Kevin
"Aku tak ada hutang Budi dengan mu Sinta!!! Semua yang kau lakukan sudah aku bayar dengan nominal uang dalam jumlah yang cukup besar,jadi jangan pernah katakan aku punya hutang budi dengan mu!!!" Ujar Kevin terdengar marah
"Tapi Vin..."
Tuuttt...
Belum selesai aku bicara,Kevin sudah mematikan sambungan telpon nya.
" ck...bagaimana ini,Kevin gak mau bantuin aku,harus kemana lagi aku mencari pekerjaan?" Ujar ku merasa bingung
Untuk menjadi model kembali,usia ku sudah tak muda lagi. Di usia ku yang sekarang sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan di dunia permodelan seperti dulu. Walaupun usia ku belum begitu tua,tapi sudah di pastikan akan kalah dengan model-model pendatang baru yang lebih cantik dan lebih muda.
"Apa aku coba hubungi pak Handoko aja ya,siapa tau aja job buat aku_"
Tanpa fikir panjang,aku langsung menghubungi pak Handoko,salah satu produser tempat aku menjadi model waktu dulu.
"Hallo Sinta_" tanpa menunggu lama panggilan ku langsung terhubung
"Hallo pak Han...gimana kabar nya?" Tanya ku basa basi
"Baik...ada apa nih tumben kamu menghubungi ku? Apa ada yang bisa aku bantu Sinta?" Ujar pak Handoko bertanya
"Ada sih sin...tapi ini pekerjaan yang cukup berat sih,tapi bayaran nya cukup tinggi. Kalau kamu mau langsung saja sekarang kekantor ku,kita bahas lanjut di sini saja,bagaimana?"
Seakan mendapat angin segar...tak sangka pak Handoko menawarkan aku sebuah pekerjaan. Tanpa fikir panjang,aku pun langsung menyetujui nya,dan langsung meluncur menuju kantor pak Handoko.
Tak lama aku sudah sampai di depan kantor pak handoko,tempat dimana aku dulu pernah keluar masuk kantor ini karena sibuk menjalani begitu banyak pemotretan. Sekian lama tak datang kesini,tak banyak yang berubah dari tempat ini,hanya saja terlihat beberapa poster bergambar potret wajah model-model baru yang sangat cantik.
Aku menghela nafas sebelum melangkah masuk kedalam kantor tersebut. Ada rasa gugup,merasa penasaran pekerjaan apa yang akan di berikan oleh pak Handoko kepadaku.
"Ya ampyun cyin... lama banget gak nongol disini,agak kurusan ya sekarang_"
Begitu aku masuk kedalam,langsung di sapa oleh Mamad salah satu make up artist di kantor ini. Namun karena mamad sedikit gemulai,dia lebih suka di panggil Mimi daripada nama asli nya. Bisa di katakan Mamad ini seperti banc* alias laki-laki yang menyerupai perempuan.
"Hay Mimi... kangen deh sama kamu_" ujar ku membalas sapaan Mimi alias Mamad
"Iya cyin...aku kira kamu udah metong,eh tau nya masih bernafas ya cyin...hehehe_" canda Mimi,sambil tertawa ringan
__ADS_1
Mimi dari dulu orang nya suka bercanda. Walaupun wujud dia seperti itu,tapi Mimi orang yang sangat baik,meskipun terkadang sedikit risih saat di menyentuh bagian tubuh ku,karena bagaimanapun juga Mimi adalah seorang lelaki,walaupun sikap dan dandanan nya seperti perempuan.
"Ya sudah...nanti kita ngobrol lagi ya,sekarang aku mau ke ruangan pak Han dulu,ada perlu soal nya_" ujar ku berpamitan
Mimi pun hanya mengangguk. Lalu aku melanjutkan langkah menuju ruangan pak Han.
Tok!! Tok!! Tok!!!
"Masuk_"
Ceklek...
"Selamat sore pak han_" ujar ku setelah masuk kedalam ruangan pak Handoko
"Sore Sinta...ayo silahkan duduk_" titah pak Handoko
Aku langsung melangkah menghampiri meja kerja pak Han,kemudian duduk seperti perintahnya
"Ngomong-ngomong job apa ya pak yang pak Han ingin berikan untukku?" Aku langsung bertanya pada intinya
"Oh itu...ini bacalah dulu proposal nya. Ini kerjaan khusus,kerjaan nya hanya sebentar,bayarannya cukup tinggi,aku yakin kamu pasti tertarik_" ujar pak Handoko sambil tersenyum
Pak Han kemudian menyodorkan sebuah map kepadaku. Ku buka map tersebut kemudian aku baca lembaran demi lembaran isi map tersebut. Mata ku terbelalak ketika mengetahui pekerjaan seperti apa yang di maksud oleh pak Handoko.
" ii-ini tidak salah pak...maksud bapak menawarkan saya pekerjaaan sebagai bintang film dewasa,apa bapak sudah gila!!!" Ujar Ku merasa tak percaya,bisa-bisa nya pak Han menawarkan aku pekerjaan seperti ini
"Hahaha...kamu tenang saja Sinta. Film ini tidak di perjual belikan di dalam negeri melainkan di luar negri,jadi identitas mu dijamin aman,lagian tidak sembarang orang bisa membeli film tersebut_"
"Tapi ini melanggar hukum pak...dan jika sampai film ini bocor lalu tersebar,bisa-bisa aku malu pak_" protes ku merasa keberatan
"Aku jamin tidak akan Sinta... tapi terserah padamu,jika kamu menerima tawaran ku,akan aku pastikan kamu kaya mendadak. Sekali main bayaran nya bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta,tapi balik lagi semua keputusan terserah padamu,hanya ini yang bisa aku bantu buat mu_"
Aku masih diam,memikirkan tawaran gila dari pak Handoko. Apakah aku harus sampai menjadi bintang film dewasa untuk mendapatkan uang. Aku harus fikirkan dulu matang-matang sebelum mengambil keputusan ini.
"Akan saya fikirkan dulu pak...saya permisi_"
"Oke...jika sudah ada keputusan,langsung hubungi aku ya Sinta_"
Tanpa menjawab ucapan pak Handoko,aku langsung bergegas keluar dari ruangan nya.
__ADS_1
* * * * * *
*. Bersambung