
°
~
"Puas puaslah, tumpahkan semua kesedihan kalian, luapkan semua kepedihan di hati kalian, dan berbahagialah..
Sudah cukup semua penderitaan yang kalian alami selama ini.."
Ucapan itu terlontar begitu saja dari Wang Hao, di tengah keharuan di antara kedua orang berbeda usia yang saat ini masih berpelukan.
"Apa maksudmu Tuan Wang Hao?"
Cc mengernyit bingung mendengar ucapan pemuda itu. Sedangkan si empunya yang Wang Hao maksud, tidak menghiraukan apa yang ia katakan. Mereka sibuk berpeluk ria.
"Cc,, tenanglah.."
Lulu menahan lengan Cc yang berniat mendekati Wang Hao, ia khawatir Cc akan melakukan hal ceroboh.
"Jiě, bagaimana bisa aku tenang.! Aku tak lagi bisa menahannya Jiě. Dia semakin aneh, aku harus tahu apa sebenarnya motif dia mendekati Lin Jiějiě. Dan juga maksud dari ucapannya tadi.!"
Meski Lulu menahannya, Cc tetap saja memberontak. Perasaan curiga terhadap Wang Hao semakin bertambah besar, meski tak bisa ia pungkiri jika ada bagian dalam dirinya yang yakin jika pemuda itu tidak seburuk yang ia kira.
Namun ia juga tak bisa mengendalikan dirinya dengan emosi yang menguasai hatinya saat ini. Ia terlalu takut sesuatu yang buruk mengancam sang Jiějiě, dan itu sangat menggangu baginya.
"Sungguh,, kau memang orang yang baik. Terima kasih karena telah menjaga dan melindungi Xiao Lin Jiějiě. Terima kasih karena telah merawatnya selama ini.."
Wang Hao tersenyum, kemudian membungkukkan badannya seraya mengucapkan rasa terima kasihnya pada Cc.
"Aku berhutang banyak padamu,, terima kasih karena kau masih peduli dengan Xiao Lin Jiějiě hingga saat ini. Aku lega,, mengetahui selama ini Xiao Lin Jiějiě memiliki seseorang seperti mu yang selalu peduli dan mengawatirkan nya. Terima kasih Nona Chen.." Imbuhnya.
"Takk.!!!"
Terdengar bunyi nyaring, berasal dari jatuhnya benda yang Lulu pegang.
"Ba_bagaimana kau bisa tahu namanya? Si,siapa kau sebenarnya.."
Lulu gugup dan suaranya sedikit gemetar.
"A_apa maksudmu? Jangan membuat ku semakin bingung. Katakan.! Sebenarnya kau ini siapa?"
Belum sempat menjawab, Cc lebih dulu mengeluarkan suara, nampak nya ia kembali kesal mendengar ucapan Wang Hao yang tanpa niat menjawab pertanyaan nya.
"Katakan.!!! Mengapa kau tahu namanya?! Bagaimana kau bisa mengetahui namanya?! Siapa kau sebenarnya?"
__ADS_1
Bukan hanya Cc, rupanya Lulu pula ikut kesal. Namun lebih mengarah pada rasa 'khawatir' lebih tepatnya.
"Haahh.."
Wang Hao menghela nafas dengan menggelengkan kepalanya.
"Kalian memang menarik. Ah,, apakah aku harus menjawabnya sekaligus, atau salah satunya terlebih dulu??"
Bukannya menjawab, Wang Hao justru menggoda keduanya. Yang justru semakin membuat mereka semakin kesal.
"Aku hanya bagian dari masa lalunya.." Lanjutnya cepat.
Jika sebelumnya ada niat untuk menggoda, kali ini pemuda itu nampak kembali pada mode serius nya.
"Jika benar kau memang bagian dari masa lalunya, seharusnya aku tahu tentang,, TUNGGU.!!!" Ucapan ZCc menggantung, seakan tengah mengingat sesuatu di kepalanya.
"Ba_bagian dari masa lalu Jiějiě? I_tu artinya kau orang yang kenal dengan Lin Jiějiě. Jangan-jangan kau,,!!"
"Sudah-sudah,, jangan terus menduga-duga. Dan jangan lagi mencurigai ku sebagai orang jahat. Sungguh,, aku hanya ingin melihat Xiao Lin Jiějiě bahagia bersama keluarga nya yang sesungguhnya.."
Pungkas Wang Hao di sela ucapan Cc.
"Jangan bercanda.! Kamilah keluarganya.!! Semua keluarga Xiao Jiějiě telah tiada, jangan membuat lelucon konyol tak masuk akal seperti itu..!! Ja,,,"
"A Hao,, Suami dan putra a Xiao, mereka telah tiada. Mereka telah meninggal tepat setelah insiden kebakaran di rumah sakit dulu.." Ujar dokter cantik yang mendapat gelengan kepala dari Wang Hao.
"Tidak. Jika kalian mengira mereka telah tiada, itu salah besar."
Ada nada kekecewaan saat pemuda itu mengatakan nya. Entah kedua orang yang ia ajak bicara menyadari nya, atau justru acuh dengan perubahan raut wajahnya saat ini.
"Maksud mu,, kau ingin mengatakan jika mereka masih hidup? Hakh.! Jangan bercanda.!! Aku melihat sendiri mayat mereka setelah nya."
"Lalu apa kau sudah memastikan jika itu adalah mayat milik keduanya? Maksudku,, apa kau benar-benar tahu jika pemilik mayat itu adalah Suami dan putra dari Xiao Jiějiě? Bagaimana kau mengetahuinya?"
Agaknya Wang Hao mulai sedikit kehabisan kesabaran nya, ia sedikit meninggikan suaranya.
"Jika kau saja tidak dapat memastikan itu adalah mayat mereka, seharusnya kau berusaha untuk mencari tahu kebenarannya.! Lalu bagaimana jika saat ini benar-benar ku katakan jika mereka masih hidup. Apa kau masih tidak percaya?"
"Tentu." Sahut Cc sedikit ragu.
"Bagaimana jika aku benar-benar membuktikannya?? Apa kalian masih akan menerimanya untuk kembali?? Bagaimana jika aku mempertemukan mereka saat ini, dalam waktu yang bersamaan. Apa kalian akan membiarkan mereka kembali bersama??"
Emosinya kini mulai tak terkendali, Wang Hao kini benar benar meninggikan suaranya ,, ia mencengkeram kedua lengan Cc dengan keras.
__ADS_1
"Hiks,, katakan. Katakan padaku,, bahkan jika mereka harus mengalami sakit dan perjalanan yang sulit nanti,, kalian masih akan tetap menerima mereka untuk bersama kembali bukan?? Hiks,, tolong katakan. Hiks,, karena jika kalian tidak bisa menerima mereka kembali,, aku_ aku,, akan merasa lebih berdosa.. Hiks,,"
Tubuh Wang Hao membentur tubuh yang lebih mungil di hadapannya, seakan semua tulang di dalam tubuhnya hancur lebur.
Pemuda itu kini bersandar sepenuhnya pada tubuh Cc yang kini berdiri dengan kaku di tempatnya.
Bukan hanya terkejut karena cengkeraman tiba tiba dari pemuda itu, apa yang Wang Hao lakukan adalah hal yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Terlebih mendengar pemuda itu menangis dengan pandangan yang begitu terluka membuat perasaannya kacau.
Semua kalimat yang Wang Hao katakan masih tidak dapat ia cerna dengan baik.
"Ada apa dengan detak jantung ku,? Mengapa saat bersentuhan dengan nya menjadi tak terkendali,, apa yang salah dengan nya? Dan lagi,, ada apa dengan ekspresi wajah nya? Mengapa harus dia menangis di hadapan ku?! Sial.!! Mengapa hatiku menjadi lemah seperti ini saat melihatnya bersedih.."
Cc mencoba untuk tak terkecoh dengan tingkah atau apapun yang Wang Hao katakan. Meski hatinya merasa iba pada laki-laki di hadapannya, namun isi dalam kepalanya menolak untuk lebih dekat pada seseorang yang ia curigai saat ini.
"Jangan berbelit.! Dan jangan membuat ku muak.! Jelaskan sekarang atau akan ku bawa pergi Lin Jiějiě sekarang juga.!"
Wang Hao menarik tubuhnya agar berdiri kembali bersebrangan dengan Cc. Ia tersenyum simpul mengamati wajah kesal gadis yang terlihat lucu baginya.
"Bukan orang yang penting, juga bukan orang yang baik seperti mu. Tetapi sedikit pun aku tidak memiliki niat jahat pada Xiao Lin Jiějiě. Hanya saja,,, ada banyak hal yang harus ku lakukan sat ini,,"
"Jangan pernah macam-macam pada Xiao Jiějiě.!!! Jika kau berani selangkah saja mendekatinya, bersiaplah untuk akhir dari kisah hidup mu.!!"
Gadis itu menarik kerah baju Wang Hao, membuat pandangan keduanya kembali bertemu.
Namun si empunya tidak merespon dengan balik mengancam atau bahkan menggunakan emosinya. Justru lagi-lagi ia tersenyum dengan perlakuan Cc padanya, seolah ia menikmati hal tersebut sebagai hiburan.
"A Hao,, ceritakan semua pada kami.. Kami tidak akan menghakimi seseorang yang tidak bersalah, dan akan kami pertimbangkan jika memang itu demi kebahagiaan Lin Xiǎomèi. Tetapi jika itu sebaliknya_ maka,, kami tidak bisa mentolerir semuanya."
"Terima kasih Jiě,, kau memang orang yang bijak."
Wang Hao membungkukkan badannya tepat di hadapan Lulu.
"Tidak ada yang lebih ku inginkan dari 'memiliki sesuatu yang seharusnya kembali dan mendapatkan haknya' hanya itu."
"Tolong bicaralah dengan jelas.! Jangan membuat ku semakin bingung.!!" Kesal Cc yang kembali dalam mode emosi nya.
"Cc,, jika kau benar-benar ingin mengetahui nya, maka,, aku akan menceritakannya padamu." Ucapnya lembut.
"Tetapi sebelum itu, tolong dengarkan terlebih dahulu apa yang akan aku ceritakan padamu." Ujar pemuda itu dengan tatapan serius.
"Mn. Bicaralah.."
__ADS_1