Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"

Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"
70


__ADS_3

Tawa renyah kini tercipta dari mulut Han.


"Surga katamu? Haaakhh...!! Zhao Jing,, Zhao Jing. Berhentilah menjadi orang bodoh.."


Xiao Han mengalihkan perhatiannya pada Lu Jing yang terlihat sangat marah, namun tak bisa bersuara.


"Surga katamu? Haakhh..." Han membuang nafasnya panjang sebelum kembali melanjutkan kalimatnya.


"Kau memang bodoh. Terlalu bodoh hingga tak mengenali Ibumu sendiri yang selama ini bahkan terus mengganggu hidupmu."


Ia kembali membalikkan badannya menghadap Zhao Jing, kemudian menoleh lagi pada Lu Jing.


"Lalu bagaimana jika aku katakan, Ibumu bukanlah nenek tua yang kau akui sebagai orang tuamu, melainkan wanita yang selama ini terus mengancam mu untuk membunuhku.? Apa kau sungguh tak percaya?"


Zhao Jing terlihat tak setuju dengan ucapan Han, namun Han tak memberinya kesempatan untuk berbicara.


"Zhao Jing dengar. Ibumu adalah seorang wanita rendahan yang selalu memiliki segala upaya untuk membuatmu melakukan segala kejahatan pada orang-orang yang tak bersalah padamu.


Atau, bagaimana jika ku katakan bahwa Ibumu adalah wanita yang tak punya harga diri, yang selalu membuka tubuhnya pada laki-laki yang bersedia memberinya uang. Bahkan rela membuang dan membunuh darah dagingnya sendiri demi ambisinya agar bisa hidup dengan kemewahan. Apa,,"


"Cukup Gē.!! Cukup kau menghinaku saja. Jangan mencoba menghasutku dengan semua ucapanmu yang tak masuk akal itu.


Aku akan memaafkanmu, asal kau berhenti mengatakan hal buruk tentang Ibuku. Aku yakin Ibuku adalah orang yang baik, jadi biarkan Ibu tenang. Jangan menyinggung tentangnya di hadapanku lagi."


Masih tercipta tawa mengejek dari Han. Semakin besar semangatnya untuk membongkar aib orang-orang di hadapannya.


"Ckckck. Zhao Jing ah,, Zhao Jing. Kau benar-benar bodoh. Untuk apa kau hidup selama ini jika selama hidupmu kau menjadi orang yang tak berguna?


Lihatlah dengan jelas wajah wanita tua itu, perhatikan dengan seksama darimana kau mendapatkan wajah kecil itu."


Kerutan semakin jelas tercipta di perempatan kening Zhao Jing.


"Ah,, apa kau merasa penasaran hm? Baiklah,, sebaiknya kau dengar baik-baik saat aku mengatakannya.

__ADS_1


Wanita tua yang kau kenal sebagai kerabat dari Xin Chen dan Xin Huan Ying, orang yang kau anggap sebagai orang tua mu selama ini.


Yang sebenarnya tak pernah melahirkan mu, melainkan wanita tua di hadapanmu itulah yang telah membuang mu selama hidupmu, bahkan dengan sengaja ingin membunuhmu setelah melahirkan mu."


Dengan mata membola sempurna serta tubuh yang gemetar, Zhao Jing mengikuti arah pandang Han yang tertuju pada Jin Lu Jing. Ia terdiam tanpa kata.


Sebaliknya, Lu Jing justru meronta seolah tak terima dengan ucapan Han pada Zhao Jing.


"Xiao Guo. Biarkan si tua itu berbicara."


Si kecil Guo mengangguk, ia lekas membuka penutup mulut yang ia sumpatkan pada mulut Lu Jing.


"Phii.! Dasar sampah tak berguna.! Apa yang kau bicarakan.!! Jangan mencoba mengarang cerita.! Aku tak tahu apa yang kau katakan.!!


Jangan memanipulasi Zhao Jing dengan mulut busukmu itu.! Zhao'er ah, jangan dengarkan dia. Si busuk itu hanya ingin membuatmu menyalahkan ku. Tolong percayalah pada Bibi.."


Jin Lu Jing mengoceh tanpa rasa bersalahnya, ia membela dirinya agar tak di salahkan.


"Maka buktikan.! Jangan hanya berkata jika,,"


"Baiklah, akan ku buktikan. Jadi,, ah, begini saja. Nyonya tua, sebaiknya kau dengarlah dulu ceritaku sebentar."


Han mengambil nafas sebelum kembali berkata.


"Dimasa lalu, ada seorang wanita yang begitu putus asa karena laki-laki yang di cintainya menolaknya. Wanita itu pun tak memiliki kesempatan lagi untuk menjadi seorang nyonya besar yang kaya.


Kemudian wanita itu melakukan segala cara dan mengorbankan dirinya sendiri demi mendapatkan laki-laki lain yang bisa memberinya uang.


Tak di sangka, wanita itu semakin menggila akan kekuasaan dan harta. Ia menjadi seorang wanita penggoda lelaki hidung belang, hingga dirinya memiliki seorang anak laki-laki yang kemudian ia buang."


Lu Jing terdiam, dirinya benar-benar sangat terkejut. Meski  Han tak menyebutkan nama, namun dirinya tahu siapa yang Han maksud.


"Dan itu tak hanya satu kali. Hal itu kembali terjadi sampai kedua, bahkan hingga ke tiga kalinya. Yang bahkan wanita itu dengan begitu tega membunuh darah dagingnya tanpa belas kasihan. Bukankah cerita ini sangat mirip dengan kisahmu Nyonya Feng?"

__ADS_1


Han menjeda ucapannya, hanya untuk menyaksikan wajah pucat Lu Jing yang membuatnya semakin bersemangat untuk mengeluarkan semua amarahnya.


"Benar begitu Nyonya tua? Apa kau ingat? Lebih dari 20 tahun lalu saat kau menggugurkan kandungan mu karena kau tak menginginkan bayi yang kau kandung itu lahir?"


"Tidak. Tidak. Bagaimana mungkin dia tahu? Tidak. Itu tidak benar."


Melihat kegelisahan di wajah Lu Jinh, Han kembali berceloteh.


"Nyonya tua, putra dan putrimu itu benar mirip denganmu. Mereka sama sepertimu yang hidup penuh dengan kebusukkan, dan ambisi akan kemewahan.


Mereka selalu menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya dengan cara busuk dan rendahan, sama seperti yang kau lakukan selama hidupmu. Bukankah kalian sangat melengkapi? Ckckck,, benar-benar keluarga sampah."


Han berjalan mendekati wanita yang mulai sibuk dengan lamunannya, meninggalkan Zhao Jing yang tak bergeming bak patung di sisi Kuan.


"Eh,,? Benar. Aku ingat sekarang. Sepertinya aku salah, aku lupa mengatakannya padamu jika satu putramu yang lain juga selamat.


Heum,, tapi sangat di sayangkan, karena putra ketiga mu itu sangat berbeda dengan kalian. Dia menjadi anak yang sangat baik, tak sama dengan kalian yang rendahan dan menjijikan. Lu Jing ah,, apa,.."


"Cukup.!! Cukup untuk ocehan bodohmu itu Gē.! Aku tak lagi ingin mendengarnya darimu. Bagaimana mungkin,,"


Zhao Jing memotong kalimat Han karena membuatnya merasa kacau, sementara disisi lain, Lu Jing membenarkan ucapan Han.


"Berengsek.! Bagaimana kau mengetahuinya? Kau bahkan hanya anak ingusan yang belum terlahir saat itu.!" Ucap Lu Jing di sela kalimat Zhao Jing.


"Bagaimana katamu?! Ku pikir kau tahu alasannya tanpa harus ku katakan."


"Tetapi dendam seperti apa yang kau miliki? Mengapa itu diriku? Aku bahkan tak ada hubungannya dengan hidupmu. Lalu kau tiba-tiba datang, dan kau selalu sa,,"


"Tidak ada hubungannya denganmu kau bilang?! Kau bercanda? Bagaimana mungkin aku akan diam saja, melihat orang yang telah membunuh kedua orang tua ku masih hidup dengan bebas, sementara kami harus menderita.!!"


Wajah Xiao Han kini memerah, dirinya semakin tersulut emosi atas tidak adanya rasa bersalah dari wanita itu.


"Lu Jing, jika saja kau membiarkan kedua orang tua ku hidup, aku takkan pernah memiliki dendam ini dalam hidupku, bahkan aku takkan sudi berada satu lingkungan dengan orang-orang menjijikan seperti mu dan kedua anak busuk mu itu.!!"

__ADS_1


__ADS_2