Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"

Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"
64


__ADS_3

Pelukan itu perlahan melonggar, hingga tubuh ketiganya benar benar tak bertaut.


"Baiklah,, ayo kita temui Paman mu, mereka akan bosan menunggu jika terlalu lama."


Dan setelahnya sepasang keluarga kecil bahagia itu berjalan bergandengan dengan masing-masing memegang salah satu tangan mungil putra kecilnya, hingga sampailah mereka pada tempat di mana ketiganya telah menunggu.


"Paman Xiao Yi.!"


Si kecil begitu antusias berlarian kedalam pelukan Han yang kini merentangkan kedua tangannya untuk memeluknya.


Sementara keempat orang lainnya hanya tersenyum memandang aksi si kecil dan sang paman tersebut.


Meski baru saja bertemu saat mereka berada di rumah sakit, namun si kecil langsung dekat dengan Han yang notabenenya adalah orang yang baru di kenalnya, meskipun statusnya adalah paman kandungnya sendiri.


"Aiyo,, anak nakal ini, mengapa semakin hari semakin berat saja hm.? Paman merasa tulang Paman akan patah jika setiap hari menggendong mu."


Xiao Han tak hentinya menyerang a Yi dengan kecupan-kecupan kecil di seluruh wajahnya.


Tawa si kecil pun tak dapat tertahan, ia sangat senang di perlakukan penuh dengan kasih sayang oleh sang paman.


"Gē, cukup,, turunkan a Yi sekarang. Kau masih harus memulihkan tenaga mu dulu, tubuhmu masih membutuhkan istirahat yang cukup."


Xiao Han menghentikan aksinya mendengar suara tegas Wang Yue yang kini menegurnya.


"Kau selalu saja mengatakan hal itu setiap kali aku ingin bermain dengan a Yi, kau bahkan jauh lebih rewel di banding Lin'er saat memarahiku. Sebenarnya siapa saudara kecil ku sebenarnya?"


"Tentu saja kami.!!" Teriak sepasang pasutri itu bersamaan.


Xiao Lin mengerucutkan bibirnya dengan pandangan tajam serta alisnya yang ia kerutkan, ia merasa tak terima mendengar ucapan sang Gēgē yang menurutnya menyebalkan.


Sementara Wang Yue, meski tak ada perubahan di wajahnya, namun ia juga nampak di buat sebal dengan ucapan iparnya itu.


"Gēgē, bagaimana bisa kau begitu menyebalkan.! Yue Gē bahkan selalu memperingatkan mu karena khawatir dengan kesehatan mu.! Mengapa kau harus mengatakan hal seperti itu.!"

__ADS_1


Mendapat makian dari gadis kecil kesayangannya, membuat Xiao Han menahan tawanya.


Ia bergantian melirik kedua orang di hadapannya saat ini, dan berakhir memandang si kecil sejenak sebelum bersuara.


"Memang pantas aku mempertahankan kalian selama ini, kalian adalah keluargaku kalian tahu? Melihat kalian setiap hari seperti ini mengingatkan ku pada mendiang Ayah dan Ibu, kalian persis seperti mereka."


Pandangan Xiao Han kini berubah, tergambar jelas jika ia begitu merindukan sosok kedua orang tuanya saat ini.


"Gē,,"


Xiao Lin mendekati pria dewasa di hadapannya yang masih setia menggendong tubuh mungil putra kecilnya.


"Ayah dan Ibu telah bahagia di sana, melihat putranya yang selalu bisa di andalkan juga selalu menjadi kebanggaan mereka kini bisa berkumpul kembali bersama kami disini."


Xiao Han memandang lekat gadis kecilnya sebelum menurunkan mahluk mungil dari gendongan nya.


"Nak,, maafkan Paman karena Paman tidak bisa menemani mu bermain saat ini. Ada sesuatu yang harus Paman bicarakan dengan Yi Paa mu, apa a Yi bisa menjaga Yi Maa sebentar untuk Paman?"


"Lin'er,, Gēgē sangat bahagia bisa kembali bersama mu. Jadilah Istri dan Ibu yang baik, sayangi keluarga mu dengan segenap perasaanmu, dan tetap jaga diri.


Sekarang kembalilah ke kamarmu, temani a Yi bermain. Ada hal yang harus kami bicarakan disini."


Xiao Lin kembali akan menolak, namun Xiao Han tak memberinya kesempatan.


Ia meminta si kecil membawa sang ibu untuk menemaninya bermain, juga tak lupa mengingatkan si kecil agar sang ibu tetap menjaga pola makannya dengan teratur.


Xiao Lin pergi dengan perasaan khawatir di hatinya, ia ingin tetap tinggal, namun ia juga tak bisa menolak permintaan si kecil karena tak ingin membuat nya bersedih.


"Wen Gē, seperti yang ku katakan sebelumnya, untuk kali ini kalian harus mengikuti rencana ku." Ucapnya setelah Xiao Lin dan putranya tak lagi nampak dalam pandangannya.


"Dan untuk mu, Dìdì. Untuk kali ini saja, untuk yang terakhir kalinya. Sebagai seorang Gēgē, aku, Xiao Gu Han meminta mu untuk selalu menjaga Lin'er ku segenap jiwamu.


Berdirilah di depannya untuk melindunginya agar Lin'er ku selalu merasa aman. Dan tetaplah berada di sisinya agar Lin'er ku tidak pernah merasa kesepian lagi. Gēgē percayakan Lin'er padamu, jagalah keluargamu dengan baik."

__ADS_1


Sorot matanya kini benar-benar teduh. Xiao Han menatap Wang Yue dengan pandangan yang tak mampu di jelaskan lewat kata-kata. Namun Wang Yue tahu, jika seseorang di hadapannya saat ini tengah menahan tangisnya.


"Gē, jangan mengatakan seolah kau akan pergi untuk selamanya.. Ini bukanlah suatu perpisahan yang akan memisahkan kami, kau harus berjanji untuk tetap baik-baik saja.


Demi Xiaoxiao, juga demi kami.. Berjanjilah untuk tidak meninggalkan nya lagi, berjanjilah untuk tidak membuatnya bersedih lagi.."


Wang Yue memeluk Xiao Han yang kini mulai meneteskan air matanya, rasanya ia ingin berkata 'ya' namun itu tak mampu ia suarakan. Xiao Han takut jika ia mengiyakannya, dirinya tak dapat menepatinya. Karena ia jauh lebih tahu dari siapapun tentang keselamatan nya.


Rencananya kali ini tentu akan sangat memungkinkan mengancam keselamatan nya, jadi selagi masih bisa mengucapkan kata perpisahan, Xiao Han mengatakan semua isi hatinya yang sejak dulu tak pernah ia utarakan pada siapapun.


"Baiklah, Gēgē akan pergi. Berjanjilah untuk tetap disini bersama Istri dan putra kecilmu. Jaga dan lindungi mereka dengan nyawamu, apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan mereka berdua.


Wen Gē, a Chen, aku pergi. Kalian tetap lakukan sesuai dengan kesepakatan kami sebelumnya."


Xiao Han pergi dengan air mata yang masih menetes dari sudut matanya tanpa menoleh ke belakang, ia meninggalkan ketiganya dengan perasaan yang tak bisa ia ungkapkan.


Namun ia tahu, apa yang seharusnya ia lakukan saat ini. Tekatnya sudah bulat untuk membalas dendam, ia telah menunggu selama belasan tahun hanya demi hari ini.


Xiao Han melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, meski sebelumnya Wang Yue dan Xiao Lin telah mewanti-wanti dirinya agar berkendara menggunakan mobil, namun kali ini Xiao Han benar-benar mengabaikannya.


Bukan tak menghargai perhatian yang di berikan kedua nya itu, namun baginya berkendara dengan motor kesayangannya itu jauh lebih baik.


Selain bisa lebih mudah sampai tujuan, juga lebih membuatnya merasa nyaman.


Tak butuh waktu lama bagi Xiao Han untuk sampai ke tujuan, beruntung ia memiliki jalan pintas untuk sampai ke tujuannya, jadi ia bisa langsung menemui seseorang yang menjadi tujuan utama nya.


Baru saja mematikan mesin motornya, ponsel Han berdering. Ia menyempatkan diri untuk menjawab panggilan tersebut.


"Bagus, terus tahan dia selama yang kau bisa. Jika perlu, buat agar dia berbalik atau terserah kau saja, asal itu bisa membatalkan niatnya untuk datang.


Dan ingat, jangan pernah menyakitinya."


Han menutup panggilan tersebut, kemudian berjalan memasuki halaman sebuah bangunan megah yang menjadi tempat si bajingan licik incarannya.

__ADS_1


__ADS_2