Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"

Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"
67


__ADS_3

Jin Lu Jing kini memandang tak percaya pada Xiao Han yang perlahan membuka aibnya.


Bagaimana bisa seorang Han tahu? Itulah pertanyaan yang ada di otak wanita itu saat ini. Bahkan tidak ada satu orang pun yang tahu bagaimana latar belakangnya selama ini.


Tetapi bagaimana seorang pemuda di hadapannya saat ini, yang jelas usianya jauh lebih muda darinya, mengapa bisa ia tahu tentang dirinya sebanyak itu?


Lu Jing masih tak habis pikir, ia di buat tak bersuara oleh Xiao Han.


"Bahkan kau tega menghabisi nyawa darah daging mu sendiri, dan kau membuangnya karena kau tak pernah menginginkan buah cinta dari nafsu sesaat mu itu dengan para lelaki yang,,"


Ada jeda di kalimatnya, wajahnya kini menampakkan wajah kesakitan. Xiao Han merasakan sesak di dadanya, detak jantungnya seakan terpacu jauh lebih cepat dari biasanya saat ia mengingat hal yang baginya tidak pantas di lakukan seorang manusia.


"Yang kau hancurkan keluarga nya.."


Xiao Han memejamkan matanya, mencoba untuk menutup rasa sakit di hatinya.


"Hanya karena perasaan yang tak terbalas, kau bahkan dengan kejam menghabisi nyawanya. Memisahkan anak anak tak berdosa dari kedua orang tua serta yang tak bersalah, membuatnya dalam bahaya dan kesulitan."


Pandangan Xiao Han begitu terluka, genangan air memenuhi sudut matanya.


"Bahkan setelah belasan tahun lamanya, kau masih saja mengincar nyawa anak-anak yang tak bersalah itu. Apa kau masih belum puas dengan kejahatan yang selama ini kau lakukan? Apa,,"


"Tutup mulut busuk mu itu.!! Kau pikir aku tidak tahu rencana mu untuk mempermalukan ku disini hah?! Jangan kau pikir aku tidak bisa membunuhmu.!!


Bahkan jika Zhao Jing memohon kepada ku untuk tidak membunuhmu pun, aku akan tetap membunuhmu sekarang juga.!"


Jin Lu Jing membuat gerakan kecil dari jemarinya, mengisyaratkan pada dua pengawalnya untuk menyerang Xiao Han.


"Tunggu.! Bibi Jing, apa yang kau lakukan.!! Kalian berhenti.! Jangan coba-coba untuk menyentuhnya selama aku masih disini.!!"


"Gēgē, apa yang kau lakukan. Biarkan saja mereka menghajar si brengsek itu, mengapa kau menghentikannya.!"

__ADS_1


Jing Xu Ying tak puas dengan sikap Zhao Jing, yang kini menghalangi kedua pengawal Lu Jing yang berniat mengeroyok Xiao Han.


"Zhao Jing.! Berhenti bersikap bodoh seperti itu.! Untuk apa kau masih melindunginya.! Dia tidak pantas untuk kau lindungi.!


Jangan terus menggunakan perasaanmu padanya, dia bahkan telah mengkhianati mu selama ini.! Mengapa kau masih melindunginya.!! Berhentilah menjatuhkan harga dirimu sendiri, atau dia akan terus menginjak-injak harga dirimu.!"


Lu Jing kembali menentang sikap Zhao Jing yang selalu saja melindungi Xiao Han meski telah menghianatinya.


"Bibi, untuk hal ini sebaiknya kau tak perlu ikut campur terlalu jauh. Biarkan aku menyelesaikan masalahku sendiri dengan orang kepercayaan ku, lebih baik Bibi kembali saja. Ku rasa ini bukan waktu yang tepat Bibi berkunjung ke rumah ku."


"Kau.!! Berani-beraninya kau mengusirku.!" Geramnya mendengar kalimat Zhao Jing padanya.


"Tunggu apa lagi.!! Cepat habisi dia.! Jangan dengarkan bocah sialan itu. Jangan biarkan aku pergi tanpa melihat mayatnya terlebih dulu.!" Pungkasnya puas, melihat beberapa pengawalnya mulai menyerang Xiao Han.


Dan terjadilah baku hantam. Zhao Jing yang notabenenya memiliki perasaan lain terhadap Xiao Han, ikut membantunya melawan orang-orang Lu Jing.


Beberapa saat kemudian para penjaga milik Zhao Jing yang sebelumnya di mintanya untuk keluar, kini mulai berdatangan setelah mendengar keributan yang terjadi di dalam ruangan tersebut.


"Xu Ying.! Cepat habisi dia sekarang.! Apa gunanya keberadaan mu disini jika kau hanya menjadi orang bodoh disini.! Bahkan menggunakan racun yang ku berikan padamu saja kau gagal untuk menghabisinya.! Dasar tidak berguna.!!"


Zhao Jing nampak terkejut mendengar ucapan wanita paruh baya itu, ia tak percaya jika gadis kecilnya telah membohonginya.


"Yingying, jadi,, apa yang Han Gē katakan itu benar? Kau yang melakukannya? Jadi kalian selama ini merencanakan semuanya di belakang ku?"


"Jing Gēgē, maaf.. Aku memang melakukan semuanya, jika saja selama ini kau bisa lebih mengerti diriku, mungkin aku tidak akan berniat menghabisinya. Aku melakukannya diam-diam berharap agar si brengsek ini mati, jadi tidak akan ada lagi yang merebut perhatian mu dariku.


Semenjak dia datang dalam kehidupan Gēgē, segalanya berubah.! Gēgē jauh lebih mementingkan dia di banding aku.


Gēgē terlalu sibuk melakukan banyak hal dengan dia sampai Gēgē lupa jika disini, Yingying sangat membutuhkan mu. Bahkan ketika Gēgē tahu dia telah menghianati mu, kau bahkan masih tetap mempercayainya tanpa memikirkan bagaimana perasaanku.!"


Jing Xu Ying terus mengoceh membuat Zhao Jing larut dengan ocehan nya. Sementara Xiao Han, ia juga cukup terkejut mendengar ucapan gadis itu.

__ADS_1


Keduanya tak sadar jika gadis itu mendekati Xiao Han dengan sesuatu yang ia genggam di tangannya.


Namun agaknya nasib baik masih berpihak pada Xiao Han. Karena entah bagaimana, Kuan datang, ia dengan cekatan menahan lengan Xu Ying dan berhasil menjatuhkan sebilah pisau yang di genggamannya.


"Kau.!!! Manusia tidak berguna.! Dari mana kau datang.! Seharusnya aku sudah bisa membunuhnya jika saja kau tidak menghentikan ku.!"


Xiao Han juga Zhao Jing tersadar secara bersamaan saat mendengar makian Xu Ying pada Kuan.


"K_kuan Gē? A_apa yang kau lakukan disini? Bagaimana bisa kau datang ke tempat ini? Bukankah mereka sudah menahan mu agar tidak datang."


Kuan tersenyum melihat keterkejutan di wajah Xiao Han.


"Maksudmu ah Xing dan si kecil Guo?" Ucapnya, tanpa mengurangi senyumnya.


"Eh?? Tunggu. Jika kau disini, lalu dimana mereka? Jangan katakan jika kalian berkelahi saat mereka berusaha menahan mu dan berakhir kau melukai mereka."


Seakan teringat dengan kedua bocah suruhannya, Xiao Han mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan tersebut.


Tidak menanggapi kalimat Xiao Han, Kuan justru fokus menatap Lu Jing yang kini menampilkan wajah terkejutnya.


"S,shenYu_ K,kuan? I,ini_ me_mengapa aku malah berhalusinasi? Tidak mungkin.! Seharusnya dia sudah mati. Tidak, aku pasti terlalu banyak berpikir. Tidak mungkin itu dia."


Mata Lu Jing membola sempurna, saat pandangannya tertuju pada Kuan yang kini mencengkram lengan Jing Xu Ying.


Kuan mengalihkan perhatiannya pada Xiao Han, yang tanpa orang lain sadari seringaian muncul dari sudut bibirnya.


"Dasar bocah konyol. Kau pikir siapa aku ini hm? Lagi pula mereka tidak cukup mampu untuk menghalangiku." Ucapnya menanggapi kalimat Xiao Han sebelumnya.


"Dan satu hal yang harus kau tahu, aku tidak pernah suka melukai orang yang tak bersalah." Pungkasnya dengan mendaratkan satu tepukan di kepala Xiao Han.


"Mereka adalah orang-orang kepercayaan mu, tentu mereka adalah orang yang baik. Mereka ada disana. Eh?? Mengapa begitu cepat berubah menjadi orang yang sangat brutal?Dìdì, apa kau yang mengajari mereka?"

__ADS_1


Kuan menunjuk arah di mana ia datang bersama kedua pemuda kecil di sisinya, namun ia di buat terkejut saat pandangannya menemukan kedua pemuda lugu itu menjadi sangat liar saat ini.


__ADS_2