
Namun agaknya si pemilik bangunan telah mengantisipasi kalau-kalau bahaya datang, sehingga membuat waktu Xiao Han harus terbuang akibat para penjaga yang sengaja di siapkan untuk menghadanh musuh datang.
Saat mulai terjadi baku hantam antara Xiao Han dan beberapa orang tersebut, salah satu penjaga lainnya datang untuk melerai, membiarkan Xiao Han untuk masuk dan bertemu dengan si pemilik bangunan megah tersebut.
"Ckckck.. Lihatlah siapa yang datang. Sepertinya pahlawan kecil ini memiliki nyali yang kuat, sehingga memilih mengantarkan nyawanya sendiri."
Xiao Han melirik malas dari sudut matanya, ia tahu betul siapa si empunya yang bersuara.
"Oh,, bagaimana lukamu? Ah,,, benar,, bukankah waktumu di dunia ini tak lama lagi? Ah,, jadi begitukah caramu menikmati sisa umurmu? Sungguh mengenaskan.!
Seharusnya kau gunakan saja sisa kehidupan mu itu dengan gadis kecil bodoh mu itu. Ah ya, bukankah dia hidup menjadi orang gila selama ini?"
"Jing Xu Ying.!!! Jaga ucapanmu.!!"
Xiao Han mulai muak dengan ocehan wanita cantik di hadapannya, ia membentaknya karena tak terima telah menghina Xiao Lin.
"Hahkh.." Nafasnya ia hembuskan kasar dengan seringai di bibirnya.
"Meski segala cara telah kau lakukan untuk membunuhku, kau harus mencari cara agar bisa benar-benar membunuh ku. Kau pikir racun itu bisa membuat ku mati hah? Cih. Aku takkan semudah itu mati di tangan wanita iblis seperti mu.!
Seharusnya kau yang harus berpikir dua kali untuk bertemu dengan ku, karena aku yang akan lebih dulu mengantarmu ke neraka saat ini juga."
Dalam satu kali gerakan, Xiao Han mampu menahan gadis cantik itu. Ia menahan kedua tangan gadis itu di atas kepala si empunya. Sementara satu tangan lainnya yang bebas, kini memegang sebuah vas kaca yang telah ia pecahkan.
"A_apa yang akan kau lakukan.?! Han Gu.! Ja_jangan coba menggertak ku dengan cara konyol seperti ini.! K,kau pikir ada di mana kau saat ini? Ak,aku bisa saja menyuruh m_mereka membunuh mu sekarang juga.!"
Gadis bernama Jing Xu Ying itu mulai panik saat Xiao Han mengacungkan pecahan kaca itu tepat di lehernya, namun meski begitu ia tetap saja berdalih untuk mengecoh Xiao Han.
Xiao Han tertawa hambar mendengar ocehan gadis cantik yang tengah merasa terancam nyawanya karena dirinya.
"O,,,h. Jadi kau pikir aku hanya menggertak mu saja? Lalu bagaimana jika aku benar-benar menghabisi mu sekarang? Apa kau masih tidak merasa takut??"
Han mengeluarkan seringainya kini yang terlihat lebih menyeramkan di banding wajah yang selama ini di perlihatkan padanya.
__ADS_1
"Ah,,, atau mungkin sebaiknya ku kelupas dulu seluruh kulit pucat wajah mu ini, sebelum aku menghabisi nyawa mu. Bukankah itu menarik?
Aku akan lebih bahagia melihat mu mati dengan wajah yang hancur dan tidak bisa di kenali, bukankah itu akan membuat mu menjadi hantu yang tak memiliki wajah?"
Jing Xu Ying benar-benar di buat takut luar biasa, ia menyadari jika seseorang di hadapannya kini jauh lebih mengerikan dari penilaiannya sendiri.
"H,han G,gu.! Jangan coba berani untuk melakukan hal buruk padaku.! Atau Jing Gēgē akan membunuhmu jika sampai kau melukaiku.!"
Tawa menggelegar kembali terdengar dari Xiao Han, ia semakin menekan pecahan kaca di tangannya yang telah berpindah ke pipi gadis cantik itu.
Jing Xu Ying kini mengaduh kesakitan saat tajamnya bilah kaca tersebut mulai menggores pipinya.
"Han Gu.!! Kau.!! Jangan harap kau bisa pergi dari tempat ini.!! Lihat saja, Jing Gēgē akan segera datang.!! Jika dia melihat mu membuat ku terluka, tamatlah riwayat mu.!!"
Lagi-lagi Xiao Han tertawa menanggapi ocehan gadis itu.
"Aku sangat menunggu nya. Ah,, ya.. Dimana dia sekarang? Mengapa tidak muncul juga? Membuang-buang waktu ku saja disini.!
"Kau, psikopat gila. Berhenti menyakiti ku disini dan lepaskan aku.!! Atau kau akan tau akibatnya saat Gēgē datang nanti.!!"
Xiao Han semakin mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu, matanya menatap tajam mata si gadis cantik itu yang membuatnya semakin ketakutan.
"Aku memang ingin menjadi psikopat, yang gila akan nyawamu, juga Gēgē bodoh mu itu. Yang bahkan selama ini tidak bisa mengenali siapa diriku sebenarnya.
Sekarang tunggulah bagaimana drama yang sebenarnya akan di mulai, bersiaplah untuk mengucapkan selamat jalan pada nyawamu. Karena hari ini aku jamin kalian semua akan mati disini."
"Kau.!!"
Jing Xu Ying hanya bisa menggeram pada Xiao Han setelah ia membisikkan sesuatu yang membuat nyalinya semakin menciut.
Tawa mengejek kembali tercipta dari Xiao Han setelahnya, ia begitu merasa senang bisa menakuti gadis itu sebelum menghabisinya.
Namun kini terdengar derap langkah semakin mendekat, tepuk tangan ikut mengiringi di sela langkah seseorang yang mendekatinya.
__ADS_1
"Aiyo,, lihatlah siapa tamu yang datang. Mengapa begitu lancang kali ini? Apakah ini caramu untuk menemui ku setelah menghilang begitu saja dariku?"
Xiao Han hanya melirik sekilas dan mengabaikannya, ia benar-benar muak memainkan dua peran selama ini. Kali ini ia benar-benar ingin mengakhirinya, dan menampakkan wajah aslinya pada kedua bersaudara itu.
"Gēgē, cepat suruh si brengsek ini melepaskan ku.! Lihatlah, dia menyakitiku. Cepat suruh mereka menangkap nya dan habisi dia sekarang."
Gadis cantik itu membuka suaranya yang membuat Xiao Han perlahan berbalik mengubah posisi berada di belakang gadis itu.
Sementara masih tak berniat melepaskan gadis itu darinya, kini berganti seseorang itu yang di buat terkejut melihat wajah gadis itu terluka dengan darah yang terus menetes mewarnai pipinya.
"Tunggu. Jangan mendekatinya, kalian pergilah. Aku akan mengurusnya sendiri."
"Gēgē. Apa yang kau lakukan.! Mengapa kau menyuruh mereka pergi.!"
"Gadis bodoh.! Kau pikir dengan mereka mendekati kalian Han Gē tidak akan membunuhmu? Pikirkanlah. Apa kau sudah siap mati di tangan nya?"
"Gēgē.!! Apa yang kau bicarakan.! Apa kau tidak menganggap ku gadis kecil mu lagi?"
"Gadis kecil?? Ya, kau adalah gadis kecil. Tidak ada yang berubah, aku masih sangat menyayangi mu."
"Bohong.! Jika kau me,,,"
"Haissh,, hentikan ocehan kalian.! Aku muak mendengarnya.!! Kau pikir aku akan menyerah? Zhao Jing.! Lihatlah, bagaimana aku akan menguliti wajah gadis kecil mu ini.
Kita lihat, apa kau masih bisa tahan menyaksikan hal ini.."
Xiao Han benar-benar melakukannya lagi, setelah dirinya menghentikan percakapan antara kedua bersaudara Jing itu, ia kembali menyayat pipi Jing Xu Ying yang notabenenya adalah saudari kandung Zhao Jing, target utama nya.
"Cukup.! Han Gē, kita bisa bicarakan ini baik-baik. Tolong jangan sakiti gadis kecil ku lagi."
Xiao Han tak mengindahkan ucapan Zhao Jing padanya, ia semakin menancapkan pecahan kaca itu pada pipi Jing Xu Ying, mengabaikan si empunya yang menangis mengaduh kesakitan.
Terdengar kejam memang, karna yang ia lukai adalah seorang wanita. Namun jika menilik kembali semua masalah yang terjadi pada keluarganya, hal yang Xiao Han lakukan pada gadis itu tidaklah seberapa.
__ADS_1