
Satu langkah Han sedikit mendekat.
"Hemph.!!" Terdengar nafasnya terbuang kasar.
"Jadi kau benar-benar tak mengakuinya? Kau memang tak pantas di sebut manusia. Ah, baiklah terserah kau saja. Toh aku juga tak peduli."
Han sekilas melirik Zhao Jing dan berganti pada Xu Ying yang memiliki reaksi aneh di wajahnya.
"Zhao Jing, Xu Ying, dengar baik baik. Seorang Ibu yang kalian banggakan, dan selama ini kalian anggap sebagai orang tua yang mengasuhmu, mereka hanyalah seorang pemilik bar yang setiap hari menampung seorang wanita malam yang tak tahu diri ini, yang faktanya adalah orang yang telah melahirkan kalian.
Pasangan tua itu adalah orang tua kandung Ayah kalian berdua, mereka hanya membantu merawat kalian karena kalian adalah cucu mereka. Tetapi wanita menjijikan ini, dia tak pernah menginginkan kehadiran kalian berdua dan dengan sengaja membuang kalian."
Han kembali menoleh pada Lu Jing yang kini mulai gusar.
"Benar begitu, Nyonya tua? Apa kau mengingatnya?."
"Tidak. Tidak. Itu tidak mungkin.! Kau,, ba,bagaimana kau mengetahui semuanya.!! S_siapa kau sebenarnya?! Dan,, anak itu,, mereka bahkan hampir mati saat aku membuangnya, tidak mungkin mereka selamat."
"Apa yang tidak mungkin? Fakta bahwa mereka hampir meninggal memanglah benar, tetapi kenyataan bahwa mereka masih hidup dan selalu bersamamu selama ini mengapa masih menyangkalnya? Apa kau sungguh tidak pernah menyesali perbuatanmu selama ini?"
"Diam.!! Kau,,"
"Aiyo,, apa kau marah Nyonya tua? E,,,h?? Apa yang membuatmu marah? Aku hanya berkata jujur,, bukankah seharusnya kedua anak bodoh itu yang marah padamu? Jika aku menjadi mereka, ku pastikan aku akan sangat marah bahkan sangat membenci memiliki orang tua sepertimu."
Tidak ada kekesalan di wajah Han saat ini, ia justru terlihat santai dengan ejekannya. Sangat berbalik dengannya sebelumnya yang di penuhi amarah.
"E,,,h,,, itu tidak benar. Lagi pula, jika kedua orang tuaku masih hidup,, aku bahkan takkan sudi menjadi seperti kedua anak itu. Itu sama saja membuatku menjadi seorang anak pembunuh dari keluarga iblis gila seperti kalian."
"Cukup Gē.!! Cukup untuk semua omong kosong mu itu.!! Kau berhak menghinaku, atau mencaciku sepuasmu, tapi kau tak memiliki hak untuk merendahkan orang tuaku.!!
Kau bahkan tak pantas mengatakan semua keburukan tentang orang tuaku.! Lagi pula,, apa yang kau katakan itu tak masuk akal. Orang tuaku adalah orang yang paling setia padaku, mereka begitu menyayangiku, merekalah yang telah merawatku selama ini."
__ADS_1
Zhao Jing menolak mempercayai ucapan Xiao Han, karena baginya,, kedua orang tua yang merawatnya selama ini adalah orang tuanya sendiri.
Siapa sangka, Kuan yang sedari tadi hanya diam menyaksikan, kini ikut serta membuka suaranya.
"Anak muda,, apa yang membuatmu begitu yakin jika orang yang merawatmu selama ini adalah orang tuamu? Apa kau tahu, mereka hanya memungutmu dari tempat dimana kau di buang.
Tidak peduli jika kau menganggap ini hanya omong kosong, tetapi kenyataan jika kau terlahir dari seorang wanita pembunuh kau harus menerimanya. Dia.! Adalah wanita yang telah melahirkanmu."
Kuan hanya melirik dari sudut matanya, sementara Zhao Jing masih terus menolak untuk mempercayainya.
"S,shen K_kuan.!?" Ucap Lu Jing yang terbata.
"K,kau,, k,k_bukankah kau sudah mati?"
Lu Jing terlihat kesulitan mengucapkan kalimatnya, saat dirinya kembali melihat wajah Kuan.
"Mengapa? Apa kau terkejut? Nyonya Jing? Atau sebaiknya harus ku panggil Nyonya Xin?"
Belum sembuh dari keterkejutannya bahwa Kuan masihlah hidup, kini ia harus kembali mendengar nama yang tak pernah ingin ia dengar lagi selama hidupnya.
Bagaimana bisa? Kedua anak muda di hadapannya mengetahui hal yang bahkan telah tersimpan rapat, bahkan tak pernah ada orang yang mengetahuinya.
Lalu bagaimana dengan mereka? Katakanlah Lu Jing bodoh karena terlalu percaya diri, ia bahkan lupa, jika bahkan bangkai yang tersimpan rapat, pasti akan tercium juga.
"Jing Lu, dengar. Bahkan meski kau telah menghancurkan keluargaku, kau juga membunuh kedua orang tuaku, namun kau tetap tak bisa membunuhku dengan mudah.
Hidupku adalah untuk menjaga dan melindungi keluargaku, bukan untuk mati di tanganmu. Dan aku kembali, untuk melindungi keluargaku dari wanita iblis sepertimu."
"Jhahahaaaa..."
Tawa keras di sertai tepukan tangan terdengar menyambangi pendengaran semua orang di ruangan tersebut.
__ADS_1
Tentu saja ialah Mo Liu yang kini telah sampai dengan sekelompok wajah menjengkelkan lainnya yang begitu setia mengawalnya.
"Shen Yu Kuan,, Shen Yu Kuan. Kau tetaplah sama, terlalu ceroboh dan bodoh. Sudahkah kau berpikir sebelum kau melakukan hal ini pada keluargaku?"
Tak ada perubahan pada wajah Kuan, namun tak ada yang tahu, bahwa sebenarnya dirinya tengah menahan sebuah bom dalam dirinya yang siap meledak saat itu juga.
"Bagaimana kabarmu Tuan Mo? Lama tidak bertemu."
Kuan menyapa lelaki tua itu dengan sopan, meski amarahnya kini telah menguasai dirinya.
"Hmph, seperti yang kau lihat, aku sangat baik. Bagaimana denganmu? Apa kau yakin kau baik-baik saja? Eu,, maksudku, apa kau sudah berpikir untuk kesekian kalinya untuk melakukan hal ini?
Bukankah kau berkata ingin melindungi keluargamu? Lalu apa kau tahu bagaimana nasibnya saat ini? Kurasa,, saat ini mereka sangat membutuhkanmu.."
Mengerti dengan isyarat sang lawan bicara, Kuan tersadar. Dadanya mulai merasa sesak, jantungnya berpacu jauh lebih cepat dari sebelumnya. Pikirannya melayang, fokus hanya pada saudara laki lakinya yang tak berada bersamanya.
Pandangan Xiao Han kini teralih pada Kuan yang mulai terpengaruh.
"Kuan Gē, jangan pedulikan dia. Si tua itu hanya ingin mengelabuhimu. Percaya saja padaku, mereka berada di tempat yang aman saat ini."
Menyadari Kuan yang terlihat panik, Han berusaha menenangkannya.
"Ckckck,, anak muda,, kau terlalu percaya diri.. Bahkan jika mereka berada di tempat yang aman, itu tidak bisa menjamin keselamatannya. Apa kau dengar pepatah berkata 'jangan bersembunyi di tempat yang aman, karena tempat teraman adalah tempat yang paling berbahaya'.
Mungkin,, saat ini anak-anak busuk itu tengah merasa ketakutan, atau,,, bahkan, sudah tak bernafas lagi. Haaaahh,,, apa kau tahu bagaimana keadaannya sekarang?"
Seakan mengabaikan ocehan Mo Liu, Xiao Han membalas kalimatnya dengan santai.
"Aiyo,, aku lupa.." Ucapnya sembari menepuk sisi keningnya seakan mengingat sesuatu di kepalanya. Namun sedetik kemudian wajahnya menjadi serius, dan tegas.
"Oy, pak tua. Apa kau datang untuk membawa pergi wanita simpanan mu ini dan menyelamatkan kedua anak tak sedarahmu ini hah?
__ADS_1
Ah,, ku rasa untuk hal ini kau cukup punya nyali sebagai seorang suami, juga,, seorang Ayah sambung yang kedengarannya cukup baik."