Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"

Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"
66


__ADS_3

Pemuda bernama Zhao Jing itu meringis melihat gadis kecilnya yang menjerit kesakitan akibat ulah Xiao Han.


"Han Gē cukup.!!! Jika kau memiliki masalah dengan ku, maka kita bisa bicarakan ini baik-baik. Jangan menyakiti seorang gadis yang tidak bersalah. Ku mohon,, tolong hentikan. Jangan melukai gadis kecilku lagi."


Seringaian kembali muncul dari sudut bibir Xiao Han, ia menjauhkan kaca berlumuran darah itu dari wajah Xu Ying.


"Tidak bersalah katamu? Zhao Jing, kau tahu bukan bagaimana sifat ku selama ini? Aku tidak akan pernah melukai sembarang orang, jika tidak melakukan hal yang menyakitiku.


Apa kau tahu, apa yang telah Xu Ying lakukan padaku sebelumnya?"


Mendapat gelengan dari sang lawan bicara, Xiao Han semakin bersemangat melanjutkan kalimatnya.


"Iblis kecil mu ini telah berani mencoba membunuhku, kau tak tahu hal itu? Atau,,, kau sengaja berpura-pura tidak tahu?"


Namun reaksi Zhao Jing saat mendengar pengakuannya kali ini sedikit berbeda, ia nampak begitu terkejut, akan tetapi berusaha menutupinya.


"Han Gē,, aku tahu sejak dulu Yingying memang tidak terlalu menyukaimu. Ia juga sering berselisih dengan mu, tetapi untuk hal itu aku sulit untuk mempercayai nya. Selain itu, juga tidak ada bukti yang membuktikan jika a Ying memang bersalah."


"Gē, jangan dengarkan dia.!! Dia telah menipumu selama ini, dan sekarang dia juga menuduhku tanpa bukti.!!"


Jing Xu Ying bersikeras membela diri di hadapan sang Gēgē, seolah dia tak bersalah.


"Baiklah. Jika kau tak mempercayaiku, itu juga bukan hal yang merugikan bagiku. Namun jika kau ingin tahu segala upaya gadis bodoh mu ini untuk membunuhku, kau bisa menanyakan padanya sekarang. Selagi kau masih memiliki kesempatan untuk terakhir kalinya berbicara dengan iblis kecil mu."


Xiao Han mendekatkan wajahnya pada telinga Xu Ying untuk membisikinya sesuatu.


"Gadis bodoh,, sebaiknya gunakan waktu mu sebaik mungkin untuk mengakui kejahatan mu sebelum aku benar-benar membunuh mu. Aku tahu kau sangat mencintai a Yuan, akuilah semua kejahatan yang kau tutupi selama ini. Maka aku akan membiarkan pujaan hatimu itu hidup dengan tenang.


Dan ingat. Jika kau terus mencoba membela dirimu sendiri, aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawa pujaan hatimu itu juga, sama seperti aku menghabisi mu dan Gēgē bodoh mu itu."

__ADS_1


Usai membisikkan kalimat panjang itu pada Xu Ying, Xiao Han mendorong tubuh gadis kecil itu pada Zhao Jing.


"Yingying ah, bagaimana keadaan mu? Apa itu sangat menyakitkan?"


Zhao Jing langsung memeriksa seluruh tubuh gadis kecilnya, namun ia bersyukur tidak mendapati luka lain selain wajahnya yang tersayat.


"Hiks,, hiks,, Gēgē. Bagaimana bisa kau masih bertanya? Bukankah kau tahu sendiri bagaimana dia melukai wajahku. Mengapa kau terlambat datang? Jika kau lebih awal datang dan mencegah nya, si brengsek itu tidak akan mengancam ku hingga melukaiku seperti ini.!"


Dengan tampang tak bersalahnya, Xu Ying melebih-lebihkan rasa sakitnya di hadapan sang Gēgē, guna membuatnya simpati pada dirinya.


"Yingying,, maaf. Ini semua salah Gēgē, tetapi Gēgē ingin tahu kebenarannya, apa kau sungguh melakukannya?


Jawab Gēgē dengan jujur. Jika tidak mengatakan yang sebenarnya, Gēgē akan membiarkanmu berakhir di tangannya."


Jing Xu Ying mendesis kesal mendengar ucapan Zhao Jing padanya, ia benar-benar kesal.


"Apa Gēgē akan menghukum ku jika aku berkata aku benar dengan sengaja ingin membunuhnya. Apa Gēgē lebih membelanya di banding aku?"


Zhao Jing berbalik menghadap Xiao Han yang kini dengan santainya duduk di sofa ruangan tersebut.


"Han Gē, mewakili gadis kecilku, aku meminta maaf yang sebesar-besarnya. Aku sangat menyesali atas apa yang telah ia lakukan padamu.


Jika ada yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahannya padamu, akan ku lakukan asal kau bisa melepaskan nya."


Gadis bernama Jing Xu Ying membolakan matanya tak percaya melihat Zhao Jing yang kini justru meminta maaf pada lawannya.


Xiao Han beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan mendekati Zhao Jing.


"Jika ada hal yang bisa menebus kesalahan, maka itu hanya dengan nyawa kalian. Apa kau bersedia?"

__ADS_1


Ia tersenyum mengerikan memandang pemuda di hadapannya yang nampak terkejut karenanya.


"Jika itu bisa membuat hidup mu bahagia, maka aku merelakan nyawaku di tanganmu. Tetapi ku mohon, hanya aku saja. Biarkan Yingying hidup dengan tenang."


Jelas sekali, Zhao Jing nampak ragu dengan ucapannya, namun Han enggan untuk berdebat. Ia justru melirik ke arah Xu Ying yang kini tak terima entah karena ucapannya, atau karena Zhao Jing yang kini mengecewakannya.


"Ckckck,, benar-benar lemah.!! Apa kau sadar apa yang kau lakukan saat ini adalah menjatuhkan harga diri mu sendiri?


Untuk apa memohon pada si bodoh ini.! Dia hanyalah bawahan bodoh mu yang tidak tahu diri.! Seperti sampah yang tidak sepantasnya menerima perlakuan baikmu."


Ketiga orang tersebut mengalihkan pandangannya secara bersamaan, saat suara lantang seorang wanita menyambangi pendengaran ketiganya.


"Cih.! Lihatlah siapa yang berbicara padamu Zhao Jing. Eh,,? Dari mana datangnya iblis tua penjilat ini? Hmphh.! Ah,, Ya. Aku ingat, siapa yang tidak mengenalnya.


Seorang wanita rendahan yang membuka tubuhnya untuk para lelaki hanya demi kemewahan. Bukankah kau jauh lebih tidak tahu diri dariku Jin, Lu,_ Jing? Kau bahkan jauh lebih kotor dari sampah. Ups."


Xiao Han menutup mulutnya sendiri dengan satu tangannya, usai dengan santai membalas hinaan yang di ucapkan oleh wanita itu padanya.


"Kau.!! Lancang.!!! Apa kau sungguh bosan untuk hidup?!! Jika ya, maka aku akan segera mengabulkan nya.!"


Pandangan Xiao Han benar-benar terlihat jijik pada wanita itu yang kini hanya berjarak beberapa meter saja darinya, begitu banyak dendam tersimpan dari sorot matanya saat ini.


Tak jauh berbeda dengan saat dirinya memandang kedua orang si pemilik bangunan megah itu.


"Apa gunanya hanya mengoceh? Kau pikir kau bisa dengan begitu mudahnya mengambil nyawaku? Hmphh.! Jika memang kalian bisa, maka selama ini bukankah seharusnya aku sudah mati di tangan kalian?


Lu Jing ah, asal kau tahu, nyawaku terlalu berharga untuk mati di tangan iblis tua sepertimu. Meski kau membayar dengan harga tinggi atau bahkan dengan dirimu yang murahan, itu juga masih tak layak bagimu untuk membiarkanku mati di tanganmu."


Xiao Han merasa puas melihat raut wajah sang lawan bicaranya kini di kuasai oleh emosi.

__ADS_1


"Kau tahu kenapa? Sebagai seorang wanita sepertimu, yang ku tahu kau tidak pernah memiliki harga diri. Kau bahkan tidak pantas di sebut sebagai manusia, kau tahu mengapa?


Karena sebagai seorang wanita, kau telah mengorbankan tubuhmu sendiri hanya demi uang. Kau menghasut para lelaki hidung belang demi harta, kau juga menghancurkan keluarga orang lain atas dasar dendam cinta yang tak terbalas. Bahkan meninggalkan keluargamu sendiri, menganggap mereka sebagai beban dalam hidupmu."


__ADS_2