Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"

Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"
68


__ADS_3

Xiao Han mengikuti arah tunjuk Kuan yang sedikit menganga tak percaya melihat perubahan sikap kedua anak muda kepercayaan Xiao Han itu.


"S,shen Kuan?! T_tidak. Tidak mungkin kau masih hidup. Kau bahkan telah mati sejak 5 tahun yang lalu. Ba,bagaimana mungkin kau ada disini sekarang."


Kuan dengan santai membalikkan badannya menghadap Lu Jing setelah mendorong tubuh Xu Ying pada Zhao Jing, ada senyum mengejek tercipta di wajahnya kini.


"Apa kalian saling mengenal?"


Zhao Jing lebih dulu membuka suaranya sebelum Kuan membalas ucapan Jin Lu Jing.


"Katakanlah demikian. Heum,, tetapi juga tidak seperti yang kau bayangkan. Zhao Jing, apa kau tahu seberapa jauh kami saling mengenal?"


Xiao Han sedikit menganga, untuk pertama kalinya ia mendengar kalimat-kalimat yang cukup panjang dari seorang Kuan, yang termasuk orang yang jarang bersuara.


"Tentu saja kami tidak saling mengenal secara langsung. Atau,, bagaimana jika ku katakan aku bahkan tak mengenalnya."


"Apa maksud mu?" Raut kebingungan semakin jelas di wajah Zhao Jing.


"Ah,, begini saja, ku akui jika awalnya aku menganggap Xiao Han adalah orang yang sama dari kelompok kalian. Tetapi saat aku menyadari jika Xiao Han cukup aneh, jadi aku mencari tahu semua tentang dirinya.


Dan aku tidak menyangka saat tahu bahwa Xiao Han berbeda dengan kalian. Jadi ku putuskan untuk terus mengawasinya, dan betapa terkejutnya aku saat tahu jika Xiao Han adalah bagian dari kami. Apa kau tahu itu Zhao Jing?"


"Tunggu. Mengapa kau terus memanggilnya Xiao Han? Dan,, apa maksudmu dengan bagian dari kalian?"


Zhao Jing kembali bertanya dengan rasa penasaran yang semakin besar.


"E,,h,? Jadi apa selama ini kau benar-benar tidak mengenal siapa orang kepercayaan mu ini?"


Kuan sedikit menoleh pada Zhao Jing untuk melihat ekspresi wajah nya.


"Kuan Gē, bagaimana kau mengenali ku?" Kini Xiao Han yang bertanya, ia pun merasa penasaran.


"Xiao Han Dìdì, kau adalah anak yang memiliki sejuta cara untuk melakukan apapun untuk melindungi keluargamu, saudari mu, dan orang yang kau cintai. Kau selalu tahu apa yang akan kau lakukan agar seseorang tak menyakiti mereka.


Namun selama ini hal yang tak kau ketahui adalah aku lebih dulu mengetahui tentang 'seseorang yang selama ini diam-diam mengintai ku dari jauh'. Benar begitu Xiao Han Dìdì?"

__ADS_1


Xiao Han tersentak mendengar ucapan Kuan, ia tak menyangka jika selama ini dirinya yang terus memantau Kuan telah di ketahui si empunya sendiri.


"Sebenarnya siapa dirimu? Bisakah jelaskan padaku?" Zhao Jing kembali bertanya namun kali ini pada Xiao Han.


"Cih.!! Untuk apa masih bertanya.! Cepat singkirkan mereka.! Aku tak menyangka kau benar-benar anak bodoh yang tidak berguna.!!"


"Wue, nyonya tua.! Lebih baik simpan saja suaramu itu untuk hal yang jauh lebih berguna. Atau,, dengan senang hati aku yang harus menutup rapat mulut tajam mu itu, agar kau tidak dapat bersuara lagi selamanya.!! Bukankah menarik nyonya tua??"


Ah Guo, atau sebut saja si kecil Guo. Pemuda kecil kepercayaan Xiao Han itu, kini bersuara. Ia yang kesal dengan ucapan Lu Jing, lantas mendekati si empunya setelah berhasil mengalahkan para pengawal yang barbar itu.


"Dasar brengsek.!! Berani-beraninya kau mengancam ku.! Apa kau ingin mati hah?!"


Satu langkah si kecil Guo mendekat. Dengan sebilah pisau di tangannya, Lu Jing membolakan matanya tanpa bersuara.


"Nyonya tua,, aku rasa sangat baik jika benda ini bisa menyembunyikan suaramu untuk selamanya. Bagaimana menurutmu nyonya tua? Apa kau setuju?"


Lu Jing berniat kembali membuka suaranya, namun si kecil Guo itu tak memberinya kesempatan untuk melakukannya.


"E,,h diam saja. Jangan terus mengoceh, hematkan energimu untuk hal yang lebih berguna. Xingxing, mari main dengan ku.."


Sementara si empunya justru mengabaikan ajakan rekannya itu. Ia justru berlari mendekati Xiao Han bersama Kuan.


"Bodoh.! Tentu saja aku baik-baik saja. Bagaimana pun, mereka tidak akan bisa melukaiku kau tahu."


"Mn. Tentu. Mereka bukan apa-apanya bagimu jika mereka hanya beberapa orang saja. Tetapi bagaimana jika mereka mengeroyokmu?


Bukankah kau akan mati konyol.! Kau bahkan menolak seseorang yang berniat membantumu. Kau pikir kau seorang Dewa hah? Kau bahkan tidak bisa menghindari kematianmu jika itu datang padamu.!"


Xiao Han melongo bodoh di buatnya. Ia lupa jika pemuda bernama ah Xing di hadapannya saat ini adalah salinan kedua Xiao Lin, gadis kecilnya yang sangat cerewet dan akan sangat selalu menghawatirkannya.


"Heumm.. Itu karena ku tahu kau tidak akan membiarkan ku terluka." Sahutnya dengan cengiran tak bersalahnya.


Namun sepersekian detik kemudian raut wajahnya berubah serius pada pemuda polos di hadapannya.


"Dan kau. Bocah nakal.! Jelaskan padaku sekarang mengapa kau ada disini. Bukankah aku menyuruhmu untuh menahan Kuan Gē untuk datang kesini.!" Ucapnya dengan tegas.

__ADS_1


"Eum?"


Kini ah Xing lah yang di buat salah tingkah dengan pertanyaaan Xiao Han yang seolah menyalahkannya.


"Haishh. Oyy, Paman tua.! Berhenti berdebat dan lakukan sesuatu.! Aku muak dengan wanita tua ini, dia sangat berisik.!"


Tak sempat menjawab, kini suara nyaring si kecil Guo menyadarkan ah Xing serta Xiao Han dari acara 'mari beradu argumen' nya.


"Mn. Benar. Aku juga lelah terus memegangi gadis kecil nakal ini." Kuan ikut menimpali.


"Ah,, baiklah, baiklah. Ikat saja mereka bersama sebelum menyerahkannya ke polisi."


Ah Xing mendekati Kuan yang berjalan kearah si kecil Guo, guna membantu memasangkan tali sesuai perintah Xiao Han.


"Ah,, lalu,,"


Ah Xing tak lagi melanjutkan kalimatnya, ia hanya memandang Zhao Jing yang terdiam tak bersuara di belakang Xiao Han.


"Biarkan saja. Aku akan mengurusnya."


Ah Xing hanya mengangguki saja tanpa menolak. Ia tahu, meski Zhao Jing adalah orang jahat, namun pemuda itu tidak akan sampai melukai Xiao Han.


"Mengapa? Mengapa kau melakukan ini padaku Gē? Apa ini balasanmu untukku?"


Langkah Xiao Han terhenti saat Zhao Jing membuka suaranya.


"Kau tahu bukan, selama ini aku menganggapmu sebagai keluarga. Dan aku menerimamu karena rasa simpati ku padamu, tapi apa yang kau lakukan saat ini benar-benar membuatku kecewa."


Bukan hanya Xiao Han, akan tetapi semua orang yang masih membuka matanya kini memandang Zhao Jing dengan pandangan yang sulit di jelaskan.


"Aku bahkan menutup mata dan telingaku, dari semua kesalahan yang kau lakukan. Mengabaikan anggapan orang lain terhadapmu, karena rasa percayaku yang begitu besar padamu."


Zhao Jing mulai mengoceh dengan pandangan kecewa menatap punggung pria yang membelakanginya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2