
Ada Guratan ke tidak sukaan di wajah Mo Liu saat ini. Ia sedikit mencodongkan kepalanya dengan posisi sedikit miring serta tangan yang ia tumpu di kedua sisi pinggangnya.
"Jaga ucapanmu.! Siapa yang kau sebut anakku? Aku tak pernah memiliki anak disini.!"
Merasa senang dengan ekspresi lawan bicaranya, Xiao Han merasa bersemangat untuk beradu argumen dengan laki-laki itu. Sedangkan Lu Jing, entah mengoceh tentang apa, tak ada yang mempedulikannya.
"Jadi apa kau tidak tahu pak tua? Wuah,, rupanya Nyonya Xin ini pandai sekali menyimpan rahasia darimu selama ini.."
"Hey.! Perhatikan ucapan mu. Siapa yang kau sebut Nyonya Xin?! Katakan padaku dan jangan berbelit, atau aku akan menghabisi mu saat ini juga.!!"
"Ckckck,, aku sungguh merasa takut dengan ancaman mu pak tua" Han tersenyum miring menanggapi ancaman sang lawan bicara.
"Sayangnya,, sekuat apapun usahamu untuk membunuhku, kau tidak akan bisa mengambil nyawaku begitu saja. Kau tahu alasannya pak tua?
Tuhan tidak merelakanku mati di tangan orang-orang busuk seperti kalian. Dan untuk mereka,,"
Han menunjuk kedua bersaudara Jing itu sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Mereka adalah anak dari perselingkuhan Istrimu dengan seorang laki-laki bernama Zhen Xin Jing lebih dari 20 tahun yang lalu, sebelum kau menikahinya."
"Tidak.! Jangan dengarkan sampah itu.! Dia mencoba memfitnahku."
Xiao Han kini berhasil membuat Mo Liu di kuasai dengan amarah, tawa puas darinya pun terdengar menyebalkan bagi sang lawan.
"Tidak sayang, itu tidak benar. Semua sudah berlalu, dan aku hanya milikmu saja. Percayalah,, aku hanya mencintaimu Suamiku.."
"Diam.! Kau wanita murahan.! Apa maksud dari ucapan si busuk ini, apa yang di katanya benar? Jadi kau telah menghianati ku selama ini hah?"
"Tidak, tidak. Percayalah padaku, aku hanya mencintaimu saja Suamiku.. Jangan dengarkan dia, semua hanya upaya mereka saja untuk membuatmu membenciku."
"Tidak perlu mengelak lagi Nyonya tua, kau dan Zhen Xin Jing memang memiliki hubungan, kau bahkan telah memiliki tiga orang anak bersamanya. Apa kau masih tak mengakuinya?"
Xiao Han menyela Mo Liu yang berniat membalas kalimat istrinya.
"Pak tua, Istrimu itu masih terus berhubungan dengan kekasihnya. Istrimu bahkan melahirkan putra ke tiganya dengan Zhen Xin Jing saat kau telah menikahinya.
__ADS_1
Anak yang di buangnya saat itu dengan alasan tak menginginkan putra ketiganya, itu adalah anak yang telah di kutuk dengan segala kesialan olehnya. Anak itu adalah anak dari hasil hubungannya dengan pria bernama Zhen Xin Jing. Dan aku yakin kau pasti tak mengetahuinya selama ini pak tua."
"Kau,, sebaiknya diam.!! Jika memang kau ingin menghancurkan hubungan kami, maka kau salah. Karena aku takkan semudah itu untuk percaya omong kosongmu."
Mo Liu menarik kerah baju istrinya dengan penuh amarah.
"Jadi selama ini kau menghianatiku, dan kau membohongiku?! Apa anak itu bukan anakku? Kau benar-benar murahan.!!"
Kuan menoleh pada Mo Liu.
"Tuan Mo, jika anda hanya menganggap itu sebuah omong kosong, maka tanyakan saja pada orang di sebelahmu. Saya rasa ada banyak hal yang ia tutupi selama ini darimu."
Merasa tersinggung dan tak terima karena Kuan menunjuknya, pria bernama Gao Cong itu pun membuka suara.
"Tutup mulutmu.! Aku tak ada sangkut pautnya dengan ini.! Jangan menuduhku tanpa bukti, atau aku akan membunuhmu.!!"
"Gao Cong.! Katakan padaku sekarang, atau jangan harap kau bisa bernafas lagi besok.!"
"T_tidak. T,tidak ada yang ku miliki untuk ku jelaskan padamu Tuan. Sungguh, aku tak tahu apa yang dia katakan. Percayalah Tuan, mereka hanya menjebak ku."
"Sudahlah,, kau tak bisa berkelit lagi Gao Cong,, apa kau lupa bagaimana caramu menyiksa saudaramu hingga membunuhnya?"
Xiao Han sedikit mendekat pada Kuan yang sedikit lebih dekat dengan Mo Liu.
"Kau mencoba membunuh Zhen Xin Jing yang mengetahui semua kebenaran tentang kebusukan kalian berdua. Demi menutupi semua kejahatan dan perselingkuhan kalian berdua dari pak tua itu, kau memilih menjadi orang yang di kendalikan oleh wanita selingkuhan mu.
Agar kau mendapatkan hasil dari upaya wanita busuk itu yang ingin menguasai semua kekayaan yang saat ini menjadi milik pak tua itu.
Kau terlalu sibuk memikirkan cara untuk merebut semua hartanya, hingga kau melupakan bagaimana caranya menghapus bukti perselingkuhan kalian yang bahkan tak bisa lagi membuatmu mengelak."
Xiao Han melirik kearah ah Xing, membuatnya memberikan sebuah anggukan sebagai respon untuknya.
Ah Xing mengeluarkan lembaran lembaran gambar dan sebuah flashdisk dari tas yang melingkari punggungnya yang telah ia siapkan sebelumnya, sebelum memberikannya pada Mo Liu.
"Lihatlah,, dan kau akan tahu bagaimana busuknya orang-orang yang kau percayai selama ini."
__ADS_1
Mo Liu menggeram marah karena ah Xing tak lantas memberikan benda kecil itu padanya, justru memberikannya pada Han.
Namun terlihat hal itu justru membuat Gao Cong gusar, ia menahan Mo Liu untuk tidak mendekati Han. Hal tersebut membuat Mo Liu semakin geram dan memukul Gao Cong.
"Sungguh sangat di sayangkan,, nasibmu akan berakhir disini, Gao Cong. Tidak akan ada lagi tempat untuk menampungmu."
"Cih.!! Sampah sepertimu tak pantas berbicara denganku.! Kau hanyalah seorang anak malang yang haus akan kasih sayang dari kedua orang tuamu.!! Sungguh kasihan, kedua orang tuamu mungkin menyesal karena memiliki anak tak berguna sepertimu.!!"
"Kau.!! Beraninya kau menyebut orang tuaku.!!"
Han melangkah cepat seraya kalimatnya terucap, ia membabi buta menghantam Gao Cong sekuat tenaganya. Hingga terjadilah baku hantam antar Xiao Han dan Gao Cong, serta para pengawal Mo Liu lainnya.
Sementara mereka sibuk beradu tenaga, Zhao Jing memanfaatkan kesempatan untuk melepaskan ikatan pada saudarinya. Di ikuti dengan beberapa orang milik Mo Liu yang lain membebaskan istri sang bos dari tali yang melingkari tubuhnya.
"Berengsek.!!! Tangkap dia dan habisi sekarang.!!"
Mo Liu memerintah semua pengawalnya untuk menangkap Gao Cong yang notabene nya adalah orang kepercayaannya, namun telah berselingkuh dengan istrinya.
"Dan kau.! Jangan kalian pikir dengan cara ini, aku takkan menghabisi kalian disini.! Sama seperti aku membinasakan keluarga kalian.!!!" Lanjut Mo Liu dengan wajah yang di kuasai amarah.
Usai kalimatnya terucap, beberapa gerombol orang lain datang memasuki ruangan tersebut, mengelilingi Han serta Kuan dan kedua pemuda kepercayaan Xiao Han.
"Aiyo,,, kami terkepung sekarang.. Bukan main, Tuan Mo Liu ini memang terkenal licik, ternyata memang sangat pandai menangkap mangsanya."
Dengan lantang di sertai tepukan tangannya, Xiao Han nampak tak memiliki rasa takut memperkeruh suasana.
Siapa sangka, saat akan kembali terjadi baku hantam di ruangan tersebut, Wang Hao datang mengejutkan semua yang ada di ruangan tersebut, terlebih Xiao Han dan Kuan.
Tanpa basa basi ia memukul setiap orang yang ada di hadapannya. Dan perkelahianpun tak terhindarkan..
Namun dalam sekejap Kuan dan Han, serta kedua orang kepercayaannya itu mampu menumbangkan pasukan Mo Liu, tentunya dengan bantuan tenaga Wang Hao.
"Dasar bodoh.! Tidak berguna.! Begitu saja sudah kalah.!! Percuma saja aku membayar kalian selama ini, jika menghajar anak ingusan saja tidak bisa.!!"
Mo Liu terus mengoceh, namun ia tak sedikitpun berniat menyerang.
__ADS_1
"Xiao'er,, apa yang kau lakukan disini.! Mengapa kau datang? Dan,, dari mana kau tahu tempat ini?"