
Wen kemudian menahan tubuh Kuan yang berniat untuk bangun.
"Tetaplah berbaring dan jangan banyak bergerak, lukamu akan terbuka jika kau tak bisa diam."
"Tapi Yuan'er, dia,,"
"Yue'er baik baik saja. Tetaplah diam, pikirkan kondisimu sendiri." Titah Wen yang seolah tak menerima bantahan.
Tuan Ji sedikit tersenyum di buatnya. Meski Wen telah melarang bahkan menahan tubuh Kuan, namun ia tetap membantunya untuk duduk.
"Anak muda,, dengarkan saja apa katanya. Pikirkan kondisimu sendiri sebelum memikirkan orang lain. Dìdì mu baik baik saja, hanya butuh waktu untuk menunggunya bangun dan pemulihan saja.."
"Tapi,,"
"Tidak ada tapi. Turuti saja,,"
"K,kuan_er.."
Ketiga pria berbeda usia itu menoleh bersamaan saat suara lembut menyambangi pendengaran mereka, membuat Kuan dan Wen yang sebelumnya bersuara, menjadi terdiam.
"Kuan'er,, hiks,, ini Jiějiě. Hiks,, aku adalah saudarimu.. Hiks,,"
Tanpa perlu meminta ijin si empunya, Yifei memeluknya erat seraya kalimatnya terucap.
"T,tunggu. Nona,, maaf,, aku tidak mengenalmu. Tolong lepaskan aku, ini tidak pantas."
Kuan mencoba menarik kedua sisi lengan Yifei agar melonggarkan pelukannya, namun Yifei semakin mengeratkan pelukannya.
"Tidak. Hiks,, biarkan Jiějiě memelukmu sebentar. Hiks,, tak apa jika kau tak mengenaliku. Hanya perlu kau tahu, bahwa aku adalah keluargamu. Hiks,, kumohon,,"
"Eu,, Nona, maaf.. Tolong,,"
"Biarkan seperti itu sebentar saja. Feifei sangat mengkhawatirkan mu selama ini, dia selalu berusaha mencarimu setelah tahu Mo Liu mencelakai mu."
Wen menepuk pundak Kuan yang terlihat masih kebingungan.
"Bisakah jelaskan padaku terlebih dulu tentang siapa kalian sebenarnya, dan mengapa dengan tiba tiba kalian mengaku sebagai keluargaku? Yang bahkan aku tak mengenal kalian."
__ADS_1
Yang lebih tua sedikit mengangkat sudut bibirnya sebelum membuka suara.
"Paman rasa kalian butuh waktu untuk berbicara,, baiklah, Paman akan menemui yang lain terlebih dulu. Panggil Paman jika ada sesuatu yang kalian butuhkan."
Tanpa menunggu jawaban dari ketiganya, pria tua itu pergi begitu saja selepas mengatakannya.
"Jadi,, bisa tolong jelaskan padaku sekarang?"
Yifei melepaskan pelukannya. "Baiklah, akan Jiějiě jelaskan." Ucapnya kemudian.
"Namaku Wang Yifei. Aku adalah putri tunggal di keluarga Wang. Ayahku adalah pria tua menyebalkan bernama Wang Huan yang sangat ku sayangi, dan Ibuku Wang Zhong Yu yang sangat berarti bagiku."
Kuan sedikit menganga di buatnya, bukankah itu terdengar seperti seorang anak yang tengah memperkenalkan diri pada teman barunya?
"Wang??? Mengapa terdengar seperti nama baru Yuan'er,," Gumamnya kemudian.
"Nona,, saya,,"
"Feifei,, berhenti menggodanya. Kurasa sudah waktunya untuk memberitahu padanya."
"Dìdì,, Ibumu adalah saudari kecil Ibuku, Wang Zhong Yu."
"Sau,dari? Nona,, ku rasa mungkin anda salah orang. Ibuku hanya sebatang kara, ia tidak memiliki sanak saudara selama ini. Sejak kecil aku hanya hidup berdua dengannya."
"Tidak, kau salah. Ibumu masih memiliki keluarga yang lain yang tidak pernah kau kenali. Mungkin kau takkan mengenali siapa aku dan keluargaku, tetapi tentu aku sangat mengenalmu dengan baik.
Bibi Rong adalah putri yang paling di sayangi oleh kakek Yu, tetapi jalan yang ia pilih menjadi perselisihan, membuatnya harus terpisah dari kami atas pilihannya."
Yifei mengambil nafasnya dalam sebelum kembali bercerita.
"Kakek dan nenek Yu sangat menyesali atas keputusan Bibi Rong yang memilih pergi meninggalkan rumah, dan hidup dengan paman Shen Hai meski mereka tahu Paman dan Bibi keduanya saling mencintai.
Setelah mereka menikah, dan memiliki kalian,, banyak hal tak terduga yang terjadi. Dan berakhir perpisahan yang membuat kehancuran keluarga kecil kalian."
Kuan mengerutkan keningnya mendengar kalimat Yifei, yang masih menjadi pertanyaan besar dalam hatinya.
"Tunggu. Nona,, apa maksud anda dengan kalian? Maaf,, aku tidak mengerti tentang apa yang kau katakan."
__ADS_1
"Ayahmu menikahi Ibumu tanpa restu dari orang tuanya. Karena perbedaan yang menjadi alasan, banyak pihak yang menentang hubungan mereka, hingga membuat Paman pergi memilih menjalani hidupnya dengan Ibumu yang ia cintai.
Bahkan meski hidup mereka selalu tak aman, mereka selalu di limpahi dengan kebahagiaan. Hingga tiba saat Bibi melahirkan mu, kebahagiaan itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan.
Namun mereka tetap memilih bertahan. Dan tepat saat Yuan'er hadir, beberapa kerabat dari keluarga Paman Shen mulai melakukan hal buruk untuk memisahkan kalian.
Mereka membawa Paman Shen kembali, bahkan menyiksanya hingga membuatnya tak bisa berjalan. Mereka mengurungnya, bahkan menyebarkan rumor tentang kematiannya.
Tak sampai di situ,, hal sama terjadi pada Bibi Rong tepat setelah melahirkan Yuan'er. Mereka menyiksanya dan membawa Yuan'er pergi untuk mereka jadikan seorang anak yang kelak akan menghancurkan semua keluarganya.
Paman hilang,, dan Bibi menjadi seorang wanita pesakitan yang tak berdaya setelah kebahagiaannya di hancur oleh orang yang tak berhati manusia itu.
Hidupnya bertumpu pada keputus asaan, melupakan fakta bahwa masih ada seorang malaikat kecil yang hidup bersamanya dan membutuhkan kasih sayangnya."
Entah bagaimana Kuan menanggapinya, wajahnya terlihat menahan sesuatu dalam hatinya.
"Maaf,, aku tidak tahu bagaimana harus bersikap. Banyak hal yang tak ku ketahui tentang cerita itu, meski saat itu usiaku masih kecil, tetapi aku masih ingat tentang siapa orang tuaku. Dan,, banyak perbedaan dari yang ku lihat dengan cerita anda."
"Apapun perbedaan itu bagimu, tidak melupakan fakta bahwa kau, Yuan'er, dan kami adalah keluarga.
Kuan,, Jiějiě tahu kau mungkin sulit untuk mempercayai hal ini,, tetapi hanya ini yang mampu Jiějiě katakan untuk membuatmu tahu bahwa masih ada keluargamu yang selama ini bersama kalian."
Yifei menepuk punggung tangan Kuan dengan tatapan meyakinkan.
"Jiějiě rasa mungkin cukup untuk penjelasannya, dan Jiějiě harap kau dapat segera pulih, agar Jiějiě bisa segera membawa mu, juga Yuan'er bertemu dengan Ayahmu."
"Ayah??" Gumam Kuan pelan. "Aku tidak pernah ingin memiliki seorang Ayah seperti pria tua si brengsek Shen Mo itu.! Jadi untuk apa aku menemuinya.!" Sambungnya dengan lantang.
"Shen Mo?? Maksudmu Mo Liu itu?"
Kuan mengangguk sebagai jawaban.
"Dìdì, bagaimana bisa kau menganggap dia sebagai Ayahmu? Kau bukanlah darah dagingnya. Dia hanyalah sampah yang menganggap dirinya berharga dan memanipulasi keadaan yang saat itu menguntungkannya, dia adalah si brengsek yang menyiksa Ayah dan Ibumu.
Dialah orang yang membawa Yuan'er, memisahkan mu dengannya, mendidiknya menjadi anak yang kelak akan membencimu dan menghancurkan mu juga. Selama ini mereka menyusun rencana dengan menggunakan Yuan'er sebagai umpan untuk mendapatkan semua keuntungan dari keluargamu."
Yifei menghentikan kalimatnya, nafasnya kini tak beraturan. Terdengar dari semua kalimatnya itu di penuhi emosi, meski nadanya tak tinggi.
__ADS_1