Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"

Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"
42


__ADS_3

Lulu membalikkan badannya, sejenak ia memandang pria yang kini masih setia memandangi istrinya.


"Saya tidak akan melakukan hal itu, meskipun saya tidak menginginkan orang lain mengetahui tentang keberadaan kami." Sambungnya kembali, mendahului Luli yang hendak membuka suaranya.


"Meskipun aku tahu seseorang dengan sengaja melakukan nya.." Lanjutnya dalam hati.


"Ah, maaf Nona Lu,, apa yang sebenarnya terjadi pada Xiaoxiao? Mengapa sebelumnya saat melihat ku Xiaoxiao begitu takut hingga histeris?


Akan tetapi setelah Xiaoxiao terbangun dari tidurnya Xiaoxiao kembali menjadi seperti dulu saat kami masih bersama, seolah tidak ada yang terjadi di antara kami sebelumnya..


Namun masih banyak hal yang tidak ia ingat, ia terus bertanya tentang putra kami dan berakhir histeris setelah membahasnya."


Wang Yue yang tak ingin membahas tentang seorang yang ia maksud sebelumnya, kini mencoba mengalihkan pembicaraan dengan pertanyaan mengenai sang istri yang serasa aneh baginya.


Dokter cantik itu tersenyum memandang pria di hadapannya, sebelum menjawab pertanyaannya.


"Tidak ada yang salah dengan hal itu, terutama bagi seseorang yang,,,"


Namun ucapannya menggantung begitu saja, seakan sesuatu tengah menahan suaranya.


"Yang,, mengalami gangguan pada mentalnya."


Sejenak kalimatnya ia jeda, hanya untuk menarik nafasnya panjang.


"Saat itu terjadi, mungkin si penderita akan merasakan tekanan hebat dalam dirinya atau stres berlebih. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, itu akan melemah dan bahkan hampir hilang tidak menyisakan ingatan pahit itu.


Seperti halnya yang terjadi pada Xiǎomèi saat ini. Jika sebelumnya Xiǎomèi begitu ketakutan saat melihat anda, itu faktor adanya tekanan dalam ingatannya yang mengarah pada titik menyakitkan. Terlebih jika itu menyangkut seseorang yang sangat berpengaruh di masa lalunya, dan itu biasa terjadi." Terangnya.


"Terkadang itu juga hanya bersifat sementara, dan setelahnya akan muncul kepingan-kepingan lain dalam ingatannya. Dan bukan tidak mungkin, Xiǎomèi dapat kembali mengingat semua kenangan indah kehidupannya di masa lalu. " Lanjutnya kemudian.


"Jadi maksud anda adalah, ingatan Xiaoxiao saat ini masih akan terus berganti? Yang berarti ada saat Xiaoxiao mengingat kehidupan kami bersama, dan ada saatnya itu akan ia lupakan begitu saja.." Ucap Wang Yue dengan berbagai dugaan muncul di kepalanya.


"Benar." Sahut Lulu cepat.

__ADS_1


"Mengapa??" Gumam Wang Yue pelan, seraya bertanya.


"Xiaoxiao tidak mengalami hilang ingatan, dan itu hanya,," Lanjutnya dengan kalimat tak berlanjut.


"Bukankah seharusnya itu tidak mempengaruhi daya ingatnya??" Sambungnya kemudian dengan suara bergetar.


"Ketahuilah Tuan Wang,, itu tidak semudah yang anda pikirkan. Orang yang dalam keadaan mentalnya terganggu, itu membutuhkan waktu, dan berbagai cara untuk menyembuhkan nya.."


"Aku tahu, dan aku paham betul keadaan nya. Hingga membuat ku tidak dapat membayangkan betapa menderitanya Xiaoxiao karena diriku. Dan betapa bodohnya aku, yang tidak mengetahui apapun tentang penderitaan yang selama ini Xiaoxiao alami."


Batin Wang Yue menangis sedih mencoba membayangkan betapa sakitnya kehidupan sang istri setelah peristiwa yang menimpa mereka 4 tahun lalu.


"Lín Xiǎomèi memiliki masa lalu yang begitu sulit, memaksanya hidup dalam penderitaan yang membuatnya berada pada titik terendah di mana akal sehatnya tak lagi mampu ia kendalikan.


Suasana hatinya selalu di kuasai ketidak tenangan, terlalu stres, hingga mengakibatkan terjadinya gangguan pada mentalnya."


Lulu menyadari lawan bicaranya tengah asik dalam lamunannya, ia kembali melanjutkan ucapannya guna mengalihkan perhatian si empunya agar kembali fokus pada percakapan di antara mereka.


"Xiǎomèi hampir saja menjadi gila dan kehilangan kesadaran tentang siapa dirinya sendiri, ia bahkan tidak mengenali ku sama sekali saat melihat ku. Tidak hanya itu,, bahkan setelah terbangun dari tidur panjangnya pun, Xiǎomèi masih tidak mengingatku."


Lagi dan lagi, ingatan Lulu kembali mengulang kejadian 4 tahun silam, kala ia mendapati Xiao Lin dalam keadaan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan dalam hidupnya, melihat Xiao Lin begitu kacau dan hancur.


"Xiǎomèi, Xiǎo Mèimèi.!! Kau bangun,, hiks,, kau bangun.."


"Pergi.!! Jangan dekati aku.!! Hiks,, pergi.!! Menjauh dariku.!! Hiks,, ku mohon, jangan sentuh aku.!! Hiks,hiks,hiks,, tolong jangan mendekat.!!


Hiks,hiks,, Yue Gē,, hiks,, tolong aku,, hiks,, mereka benar-benar melakukannya padaku.. Hiks,, maafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku padamu, hiks,,hiks,,hiks,, kumohon maafkan aku.. Hiks,,"


Lulu menggenggam erat tangan Xiao Lin, dan akan semakin erat kala merasakan sesak di dadanya saat bayangan menyakitkan itu terus muncul dalam ingatannya.


"Xiǎomèi, syukurlah kau kembali sadar.. Bagaimana perasaan mu saat ini hm,? Apa ada bagian tubuhmu yang sakit? Sebentar, Jiějiě akan memeriksa mu ok?"


"Kau.!! Siapa kau?!! Pergi.!! Jangan menyentuh ku.!! Pergi.!! Menjauh lah dariku.!!"

__ADS_1


"Hiks,, ini Jiějiě. Hiks,, jangan takut pada Jiějiě ok? Jiejie tidak akan menyakiti mu. Hiks,, Xiǎomèi,, tidakkah kau ingat dengan ku? Hiks,, aku bukan orang jahat. Hiks,, Jiějiě mohon tenanglah.."


"Pergi.!! Hiks,, ku mohon pergilah.. Jangan lakukan hal itu padaku. Hiks,,hiks,, jangan sakiti aku dengan hal itu. Hiks,, biarkan saja aku mati, hiks,,hiks,, aku tidak sudi bersamamu.!! Pergi.!!"


Lulu menggeleng-gelengkan kepalanya di sertai ringisan, air matanya pun terus bercucuran membasahi pipinya.


"Hiks,, bahkan rasanya aku masih tidak sanggup meski hanya mengingatnya. Hiks,, begitu sakit melihat mu begitu hancur dan terluka. Hiks,,hiks,, cukup satu kali aku kehilanganmu, hiks,," Gumam hatinya menangis.


"Jiějiě mohon,, jangan pernah lagi tinggalkan Jiějiě,, hiks,, karena akan semakin tak sanggup jika Jiějiě harus kehilangan mu lagi. Hiks,, cukup,, cukup satu kali Jiějiě merasakan kehilangan orang-orang yang Jiějiě sayangi. Hiks,, tetaplah tinggal, hingga waktu tak dapat lagi mempersatukan kebersamaan ini.."


Kedua tangannya masih tak melepaskan genggaman tangannya pada telapak tangan Xiao Lin, emosi dalam dirinya benar-benar meluap setiap saat terbayang peristiwa silam.


"Maaf.." Satu kalimat yang Wang Yue ucapkan, lolos begitu saja membuyarkan lamunannya.


"Maaf, karena ini semua terjadi atas kesalahan ku. Maaf.." Lanjutnya penuh penyesalan.


"Tapi tolong beri tahu bagaimana peristiwa itu terjadi, dan siapa orang yang telah menyelamatkannya.." Pungkasnya kemudian.


"Tidak ada yang harus di maafkan, ataupun di salahkan. Tidak ada yang memiliki hak untuk melakukan hal itu pada kalian." Sahut Lulu tanpa mengalihkan pandangannya.


"Karena pada dasarnya kalian hanyalah sepasang kekasih yang saling mencintai, dan menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang membuat kalian merasa bahagia.


Meski kehidupan yang sebenarnya tidak sesuai dengan keinginan kalian, namun tidak ada sedikitpun penyesalan dari hati. Menciptakan kebahagiaan kalian sendiri, meski dunia menentang. Tanpa peduli akan bahaya yang mengelilingi, dan siap menghancurkan kapan saja.


Cinta di antara kalian begitu kuat, dan tak terpisahkan. Cinta yang begitu tulus, yang rela mengorbankan diri masing-masing tanpa mengharap imbalan. Bukan begitu Yue Dìdì??"


Wang Yue tersentak mendengar penuturan Lulu.


Ia tahu pada dasarnya gadis itu memanglah baik. Namun ia tidak menyangka jika dirinya akan dengan mudah di terima, meski Lulu tahu bahwa kehidupan yang Xiao Lin jalani bersamanya hanyalah penderitaan.


"Aku memang tidak begitu mengenal mu, tetapi sedikit banyaknya aku tahu seperti apa dirimu. Jadi ku minta, jangan menyiksa diri dengan kesalahan yang tidak kau lakukan.


Hiduplah dengan bahagia mulai saat ini. Bangunlah kembali kebahagiaan yang pernah pudar dari hidup mu sebelumnya. Bersama dengan Xiǎomèi, dan juga keluarga kecil kalian. Karena kalian pantas bahagia, dan ingatlah,, ada kami, kami disini, bersama kalian."

__ADS_1


Namun tanpa di duga, satu orang lainnya datang dan memotong perbincangan di antara mereka.


"Itu benar. Kalian pantas bahagia, dan kami akan selalu bersama kalian. Karena kami semua adalah keluarga, keluarga penuh kasih dan akan saling menyayangi. Menjaga serta melindungi satu sama lain, benar kan Jie?"


__ADS_2