Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"

Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"
40


__ADS_3

°


Puas dengan apa yang ia perbuat, Xiao Lin tak hentinya tersenyum menatap wajah sang suami yang masih terlihat lucu baginya.


"Aku tahu apa yang ada di pikiranmu saat ini Gē. Jangan lagi berpikir berlebihan, kau tahu Gē? Aku sangat bahagia menjalani hidup bersama mu sejak dulu, sejak pertama kali kita bertemu.


Aku sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan dalam hidupku memiliki seorang yang begitu berharga seperti mu.>Dan aku beruntung dapat memiliki kesempatan kedua untuk kembali menikmati masa indah yang pernah terkisahkan dalam kehidupan ku.


Kau adalah detak jantungku, nyawaku, dan aku hidup karena mu, karena Tuhan menciptakan mu untuk memberiku kehidupan, kehidupan yang bahagia di setiap hembusan nafasku." Tutur nya pada sang suami.


Meski tak terucap, Xiao Lin dapat memahami apa yang ada di dalam hati sang suami.


"Karena aku mencintaimu, sangaaatt mencintaimu Suamiku. Jadi tetaplah bersamaku, tetaplah di sisiku, tetaplah menjadi pelindung ku, tetaplah menjadi sandaran ku, dan terus tetaplah menjadi seseorang yang sangat mencintai ku."


Jika sebelumnya Xiao Lin yang memulai, kini berganti Wang Yue yang lebih dulu mengecup bibir sang istri. Namun nampaknya tidak sampai disitu, karena keduanya kini mulai terbawa suasana.


******* demi ******* tercipta, hingga terdengar lenguhan dari satu di antaranya. Namun itu tak berlangsung lama, karena salah satu diantaranya harus rela melepaskan ******* tersebut. Membuat satu lainnya kecewa karena rasa rindu yang ia rasakan lewat ciuman itu harus terputus.


"Ada apa?" Tanya Xiao Lin dengan wajah kecewa.


"Kau harus makan, buka." Sahut sang suami mencoba menutupi rasa gugupnya.


Xiao Lin mendesah pasrah melihat makanan di tangan sang suami yang sejak sebelumnya tak melepaskan genggaman mangkuk di sertai sesendok suapan yang siap ia lahap saat itu juga.


Xiao Lin lupa, jika sebelumnya sang suami masih memegang makanan tersebut di tangannya. Dan kini kembali menyodorkan suapan tersebut ke hadapannya.


"Apa Gēgē tampan ini tak merindukan Xiaoxiao yang malang ini hm?" Tanyanya dengan mencebilkan bibirnya.


"Hahh,,"


Sebelum menjawab Wang Yue menghela nafas pasrah, ia tahu tidak akan mudah membujuk sang istri.

__ADS_1


"Tidak untuk sekarang Xiao_xiao manis ku yang sangat malang ini.. Saat ini waktunya kau untuk mengisi perutmu, jadi jadilah anak yang baik. Mengerti?"


Kini giliran Xiao Lin mendesah pasrah, merasa akan sia-sia jika tidak menuruti ucapan sang suami yang akan tetap memaksanya.


Jadi mau tak mau ia membuka mulutnya dan memakannya, membuat sang suami menciptakan senyuman seindah rembulan di sore hari.


"Yue Gē,, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu."


"Makan. Tidak di ijinkan membuka suara atau bertanya."


"Hmphh.!! Benar-benar menyebalkan.! Kau masih sama seperti yang dulu. Tidak pernah berubah.!!" Kesalnya yang tanpa mendapatkan balasan jawaban dari sang suami.


Xiao Lin yang kesal pun mengikuti apa yang suaminya katakan dengan paksaan. Namun, bukan Xiao Lin namanya jika ia benar-benar patuh pada perintah sang suami.


"Euum,, Yu_ ,,"


"Diam dan makanlah. Jangan katakan apapun saat kau makan."


Wang Yue kembali memberi peringatan tegas pada sang istri, saat si empunya kembali akan mengatakan sesuatu padanya.


Wang Yue menghentikan aktivitasnya menyuapi sang istri, saat wanita cantik di hadapannya itu menyinggung tentang putra kecil kesayangan nya.


"Ada apa dengan putra kita?" Tanyanya dengan wajah yang sulit di artikan.


Masih dengan wajah kesalnya, Xiao Lin menolehkan wajahnya kearah sang suami.


"Aku sama sekali tidak ingat kejadian setelah aku melahirkan nya, yang ku ingat setelah,,," Ucapannya terhenti, menggantung begitu saja.


Mata Xiao Lin menyipit, dengan bola mata memerah.


"Lupakan. Bukan saatnya membahas hal itu. Kau harus meminum obatmu dan istirahat. Akan ku ambilkan obatmu, kau tunggulah sebentar."

__ADS_1


Wang Yue yang tak ingin sang istri kembali mengingat masa lalunya, mencoba mengalihkan pembicaraan. Ia khawatir jika itu akan mempengaruhi daya ingat sang istri dan kembali bereaksi berlebih seperti sebelumnya saat melihat dirinya.


"Yue_Gē,, apa benar a Yi putra kita? Benarkah aku yang melahirkannya? Aku sangat yakin a Yi adalah darah daging ku. Tapi,,, tapi bukankah dulu saat kejadian itu putra kita,," Seperti sebelumnya, ucapan Xiao Lin kembali menggantung.


"Hiks,, putra kita,,, hiks,, dia. Dia melakukannya.! Hiks,, dia menghilangkan nyawanya. Hiks,, dia merenggut nya dariku.! Hiks,, dia membuatku terpisah darinya.! Hiks,, dia melakukannya Gē. Hiks,,hiks,, dia benar-benar melakukan nya Gē.. Hiks,,hiks,, dia jahat. Dia benar-benar jahat,, hiks,,"


Dan ketakutan yang Wang Yue takutkan sebelumnya terjadi. Xiao Lin kini kembali histeris. Hingga ia tak kuasa menahan air matanya, hatinya sakit melihat sang istri begitu terluka.


Ia terus mencoba menenangkan sang istri namun tak cukup berhasil, jadi dengan terpaksa ia harus meminta bantuan Lulu untuk memberikan obat penenang pada istrinya.


Dan berakhirlah Xiao Lin kini harus tertidur kembali akibat obat penenang yang dokter cantik itu berikan.


Kini ruangan tersebut kembali di penuhi beberapa orang di dalam nya. Di antaranya adalah kedua bersaudara 'Lu' dan Cc tak lupa ikut serta memenuhi kamar tersebut.


Hingga si kecil a Yi begitu setia berada dalam gendongan sang ayah menemani sang ibu yang kini kembali tenang dalam tidurnya.


Berawal dari Lubin yang mendapat panggilan suara dari Wang Yue. Kemudian ia bergegas mendatanginya dan menemukan jika Xiao Lin sudah dalam keadaan histeris.


Tanpa bertanya atau pun meminta ijin pada Lulu, Lubin menyiapkan beberapa benda yang ia perlukan. Berniat memberikan obat penenang pada Xiao Lin tanpa harus melalui sang Jiějiě, karena tak ingin mengganggu waktu istirahat nya.


Namun agaknya situasi tak memihak padanya. Karena setelah dirinya memasuki ruangan tersebut,, dokter cantik itu telah mengikutinya dari belakang dan ikut serta memasuki ruangan tersebut.


Dengan bantuan Chen yang memapahnya, yang kemudian di lanjutkan dengan Cc yang menggantikannya sampai masuk kedalam.


Meski Chen merasa penasaran dengan keadaan di dalam ruangan tersebut, namun ia memilih tak terlibat.


Terlebih ruangan itu sudah menampung cukup banyak orang, menurutnya dirinya hanya akan menjadi pengganggu saja jika terus berada di dalam sana.


Mengingat ia tak berkepentingan, jadi ia berlalu begitu saja meninggalkan Lulu yang telah berpindah ke sisi Cc.


Sementara pasangan Kuan dan Zi Cheng, kini memandang dengan tatapan serupa, aitu penasaran.

__ADS_1


Memandangnya seolah meminta penjelasan tentang Lubin yang tiba tiba pergi dengan terburu buru, dan Lulu juga Cc yang menyusul nya dari belakang.



__ADS_2