
°
~
°
Ting.!
Sebuah pesan masuk dari nomor tak di kenal.
"Tolong temui aku di kantin rumah sakit saat jam makan siang.
Wang Hao"
"W_w,wang Hao??! D,dari mana dia tahu nomor ku?"
Terdengar lucu bukan? Bahkan hanya dengan pesan singkat seperti itu saja membuat Cc gugup saat mengetahui siapa sang pengirim pesan.
Tak berselang lama kemudian, Cc menepuk keningnya. "Aish,, bagaimana bisa aku melupakannya. Bukankah dia paman a Yi? saudara dari Tuan Wang.."
Pandangannya teralih pada benda melingkar di pergelangan tangannya yang menandakan sudah waktunya makan siang.
"Hahh,, bagaimana bisa dia mengatakannya? Apakah dia tak memiliki jam? Seenak kepalanya saja memintaku menemuinya di jam makan siang. Hahh..!!! Ini bahkan sudah waktunya makan siang.!
Bagaimana, jika saat ini aku masih di luar,,? Apa dia masih bisa menungguku datang?! Untung saja aku berada di lobby rumah sakit ini saat dia mengirim pesan, jadi dia tak perlu menunggu lama untuk menunggu ku.!"
Cc terus menggerutu sejak saat ia menerima pesan tersebut.
"Eh, mengapa aku terlalu peduli?!! Biarkan saja jika dia menunggu lama.!! Siapa suruh meminta ku bertemu.!!"
Terlalu sibuk dengan ocehan nya, Cc tak menyadari seseorang telah mengikutinya sedari ia berada di lobby.
°
~
Di sebuah ruangan, seorang gadis cantik yang tak lain dan tak bukan ialah Lulu, ia tidak tahu dengan cara apa lagi untuk membujuk sang Dìdì agar mau makan dan meminum obatnya.
Tok
Tokk
Tokkk..!
"Jiě, Cc masuk ya,,"
Tanpa menunggu si empunya menyahut, gadis cantik itu melangkahkan kakinya memasuki ruangan setelah mengetuk pintu.
"Jiějiě,, ada apa??"
Lulu sedikit terkejut saat Cc tiba tiba muncul di hadapannya. Nampaknya ia tak menyadari kedatangan Cc, hingga membuat nya merasa kaget.
"Ah,, Cc,, Kapan kau datang? Mengapa Jiějiě tak tahu,,?"
Cc tersenyum, kedua tangannya memegang lengan sang Jiějiě, kemudian memutar tubuh dokter cantik tersebut agar menghadap padanya.
"Cc baru saja tiba Jiě,, kau terlalu banyak berpikir, mungkin itu sebabnya, membuat Jiějiě tak menyadari kedatangan ku kesini.. Apa yang menggangu mu Jiě? Ceritakan padaku segera, agar itu tak menjadi beban untuk mu lagi.."
Cc memegang kedua tangan gadis yang lebih dewasa darinya, berbicara dengan begitu lembut padanya.
"Jiějiě,,, ah,, tidak. A Lin,, dia belum makan dan minum obat sedari pagi ini.. Jiějiě,,,"
Sejujurnya dalam hati Cc terkejut mendengarnya, itu tandanya sang Jiějiě tak mengisi perutnya sejak sore kemarin setelah ia tak sadarkan diri.
Tapi tidak mungkin Cc mengatakannya, karena jika sampai Lulu mengetahui hal tersebut, itu pasti akan semakin membuat nya khawatir dan tentunya akan menjadi beban pikirannya.
"Lu Jiějiě,, jangan khawatir, Cc disini,, Cc akan coba membujuk a Lin Jiějiě untuk makan dan minum obatnya nanti. Sekarang Jiějiě duduklah, tenangkan pikiran Jiějiě dulu.."
"Terima kasih, Cc,,"
"Tidak,, jangan mengatakan itu padaku, Jiě,, kita adalah keluarga, sudah sewajibnya ini menjadi tanggung jawab Cc juga sebagai keluarga.."
Tiba tiba saja Lulu memeluk Cc dengan begitu erat.
__ADS_1
"Hiks,, meskipun begitu, Jiějiě tetap berterima kasih,, karna kau selalu setia bersamanya, menemani dan menjaganya, jika tidak ada kau,, hiks,,hiks,, Jiějiě tidak bisa membayangkan penderitaan apa lagi yang akan a Lin alami.. Hiks,, terima kasih Cc.."
Lulu terisak dalam pelukan, Cc sendiri tak berniat menenangkannya.
"Menangis lah Jiě,, menangis lah,, luapkan semua keluh kesah mu. Jangan terus menyimpannya sendiri,, kau masih memiliki aku disini Jiě, aku akan selalu bersama mu juga Lin Jiějiě."
Cc mengusap surai hitam milik sang Jiějiě, ia merasa kasihan pada gadis dewasa itu.
"Sudah cukup Jiějiě menyimpan ini sendirian. Meski tak pernah mengatakannya, tetapi bukan berarti aku tak mengetahui apa yang Jiějiě rasakan,, Jiějiě ingat siapa aku,? Aku adalah Chen Xiao, dan nama itu adalah nama yang a Lin Jiějiě berikan padaku.
Dan karena aku adalah saudari kecilmu, aku bisa mengetahui semua tentang perasaanmu hingga saat ini. Lepaskanlah semua beban dalam hatimu, jangan menambah beban lagi pada hatimu dengan terus menyembunyikan kesedihanmu.."
Ada senyum di sela tangis Lulu yang tanpa Cc sadari.
"Terima kasih Xiao Mèimei,, kau adalah malaikat penolong ku. Terima kasih telah menyelamatkan a Lin, terima kasih selama ini melindungi a Lin dari orang orang biadab itu.
Terima kasih kau selalu berada disisi a Lin, dan terima kasih telah merawat a Lin selama ini,, terima kasih banyak Cc,, sampai kapanpun Jiějiě tidak akan pernah bisa membalas kebaikanmu sekalipun dengan nyawa Jiějiě.. hiks, terima kasih.."
"Jiě,, tubuh mu lemah. Sebaiknya Jiějiě istirahat dulu,, nanti cc hubungi Binbin untuk menjemput,"
Cc memegang erat pundak wanita di hadapannya yang di rasanya semakin melemah.
"Hahh,, kau bahkan memaksa tetap bekerja meski hari ini adalah hari libur mu Jiě,, kau semalam pulang begitu larut dan sekarang kau memaksa bekerja,, aku sungguh merasa bersalah karena tak bisa menjaga Jiějiě.." Imbuhnya dengan penyesalan.
Meski bibirnya tersenyum dan tanpa ada kata yang ia ucapkan,, tetapi sebenarnya hatinya mengatakan jika ia begitu bersyukur memiliki seseorang (adik) seperti Cc.
"Eh,,, t_tuan Wang Hao,, sejak kapan anda datang? Maaf saya tidak mengetahui anda datang.."
Lulu terkejut saat dirinya membalikkan badannya dan berhadapan dengan seseorang yang entah sejak kapan berada di belakangnya. Ia merasa tidak enak hati.
"Ah,, selamat siang Dokter Lu. Maaf saya mengejutkan anda,, anda terlalu fokus hingga tidak menyadarinya." Sahut Wang Hao sopan, ia juga merasa tak enak membuat dokter cantik itu kaget.
"Jiě,, eum,, kami datang berdua tadi,, maaf_ Cc lupa memberi tahu Jiějiě. Euu,, maaf karna saya mengabaikan anda tuan.."
Cc ikut menjelaskan pada Lulu, namun ada sesuatu yang membuat Lulu curiga dengan gadis kecil di hadapannya itu yang terlihat gugup.
"Eh,,,? Rupanya begitu,, eum,, jadi, gadis kecil Jiějiě sudah dewasa sekarang.."
Bisik Lulu tepat di telinga Cc, melupakan tubuhnya yang lemas, Lulu justru menggoda Cc yang menjadi salah tingkah.
°
~Kediaman Wang
°
"Yi Paa,, apa Yi Paa sangat mencintai Yi Maa??"
Wang Yue tak melanjutkan ceritanya mendengar pertanyaan sang putra.
"Sangat. Papa saaaangat mencintai Ibu mu,, seperti Papa mencintai putra kecil Papa.." Jawabnya dengan mencubit hidung putra kecilnya.
"Lalu,, apa Yi Maa juga mencintai Yi Paa???" Tanyanya lagi antusias.
"Mn. Yi Maa sangat mencintai Papa,, kami saling mencintai nak.."
"Apa Yi Maa juga mencintai a Yi, sama seperti Yi Paa mencintai a Yi??"
"Tentu. Yi Maa dan Yi Paa sangat mencintai a Yi, melebihi apapun di dunia ini.."
"Lalu,, mengapa Yi Maa pergi ke surga? Mengapa Yi Maa meninggalkan a Yi dan Yi Paa? Bukankah kami saling mencintai? A Yi mencintai Yi Paa dan Yi Maa, tetapi Yi Maa pergi untuk selamanya.. Hiks,, mengapa Yi Maa melakukan itu,, hiks,, a Yi ingin bertemu Yi Maa,, hiks,, a Yi ingin memeluk Yi Maa, hiks,,hiks,,
Seperti a Yi memeluk Yi Paa,,hiks,,a Yi ingin bersama Yi Maa,,hiks,,seperti a Yi yang selalu bersama Yi Paa,,hiks,,apa salah a Yi? Hiks,,se_sehingga Yi Maa pergi meninggalkan a Yi hiks, meninggalkan a Yi tanpa membiarkan a Yi melihatnya dulu..hiks,,"
Senyum di bibir bocah mungil itu hilang,, terganti dengan air mata yang kini telah mengalir membasahi pipinya,, hatinya serasa tercabik mendengar tangis pilu putra kecilnya.
"Maafkan Papa,, maafkan Papa yang tak bisa menyelamatkan ibumu,, hiks, maafkan Papa yang tak berguna ini.."
Tak ada lagi yang bisa Wang Yue jelaskan pada putranya, ia hanya mampu berkata maaf dan maaf,, ia tak mungkin menjelaskan apa yang terjadi, karena putranya masihlah kecil dan tidak akan mengerti jika ia menceritakan semua padanya.
Ingatan Wang Yue kembali pada saat itu,, saat dimana ia tengah gelisah juga bahagia di waktu bersamaan.
~4,T̸a̸h̸u̸n̸ l̸a̸l̸u̸.
__ADS_1
"Yu_yue Gē,, to_tolong aku,, to_long bayi kita,,hiks,, to_tolong,, ja,jangan la,kukan i_tu,,hiks,,biar,kan ba_yi ku,, hi_dup.."
Xiao Lin menangis dalam tidurnya, merasakan bahaya tengah mengancam dirinya dan calon buah hati nya.
"Xiaoxiao.. Xiaoxiao..!! Bangunlah..! Xiaoxiao..!! Sadarlah..!!!"
Wang Yue berlari mendekati sang istri, saat mendengar Isak tangisnya.
"Hahh,,hahh,,hahh,, hiks,, Yue Gē,, hiks,, di_dia datang lagi,,hiks,, di_dia menginginkan bayi kita,,hiks,, di_dia ingin membuat bayi kita pergi,, hiks,, aku tidak ingin kehilangan bayi kita,,hiks,, Yu_yue Gē,, tolong jangan biarkan dia melakukan nya,, hiks,,"
Xiao Lin terus mengadu pada sang suami, namun tak di hiraukannya dan hanya di anggap sebuah mimpi tidur saja.
"Sayang,, tenangkan dirimu,, kau hanya mengalami mimpi buruk,, tidak ada siapa siapa disini selain kita,, maafkan Gēgē telah meninggalkan mu tadi,, sekarang minumlah, dan kembalilah beristirahat. Gēgē akan menemani mu disini,,"
Sebisa mungkin Wang Yue menenangkan sang istri agar tak terus merasa takut, meski dirinya juga merasakan ketakutan di hatinya.
Bukan, bukan Wang Yue tak mempercayai sang istri,, namun ia tak ingin semakin menambah ketakutan istrinya.
Tentu akan sangat berpengaruh pada kehamilan sang istri jika Wang Yue membenarkan apa yang istrinya katakan, dan Wang Yue tidak ingin terjadi hal buruk pada istri juga buah hatinya.
"Hiks,, mengapa kau selalu saja tak mempercayai ku Gē,,hiks,, sungguh,, dia benar benar, hiks,, datang dan meminta ku untuk meninggalkan mu seperti saat sebelumnya.. Hiks,,,"
Kekeh Xiao Lin mencoba menjelaskan pada sang suami agar mempercayai apa yang dia ucapkan.
"Sayang,, dengarkan Gēgē,, itu tidak akan terjadi,, hey,, bukankah hingga saat ini kita masih bersama, hm,,? Itu tandanya, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita,, percayalah,, apapun yang terjadi, kita akan selalu bersama.." Rayunya mencoba menenangkan sang istri..
"Te_tetapi, Gē,, akhhh..!! Sstt,, da_darah? Gē, da_darah..! Pe_perut ku, Gē,, a_da da_rah."
Mata Xiao Lin terbelalak saat tangannya di penuhi noda merah yang berasal dari perutnya.
"Da,darah?? Ka,kau berdarah.!! Xiaoxiao,, Xiaoxiao,, buka mata mu Xiaoxiao,, bertahan lah,, kita segera ke rumah sakit,, bertahanlah..!!"
Tak berbeda dengan sang istri, Wang Yue pun membolakan matanya sempurna saat tangannya meraba perut buncit sang istri yang telah berlumuran darah. Tak hanya itu,, ia bertambah panik karena Xiao Lin tak sadarkan diri.
~
"To_tolong... Dokter,,!! dokter,,!! Cepatlah..!! To,tolong istri saya...!!!"
Bak orang kesetanan, Wang Yue berlari dan berteriak memanggil dokter dengan menggendong tubuh mungil istrinya yang tak sadarkan diri.
"Hiks,, maafkan Gēgē, Xiaoxiao,, Gēgē teledor, Gēgē meninggalkan mu sendirian demi menangkapnya, hiks,, harusnya Gēgē menyadarinya,, dia tidak akan bertindak sendiri. Hiks,, maafkan Gēgē,, bertahanlah Xiaoxiao,, bangunlah bersama buah hati kita,, agar kita bisa merawatnya bersama sama.. hiks,, tuhan,, selamatkan lah istri juga bayi kami.."
°
"Xiaoxiao,, kau sudah sadar?? Syukurlah,, terima kasih, kau mau membuka mata mu kembali.. hiks"
Lagi dan lagi Wang Yue menangis,, namun kali ini bukan tangis ketakutan,, melainkan tangis bahagia atas kelahiran putranya juga istrinya yang berhasil melewati masa kritisnya.
"Gē,, di,dimana bayi kita?? Aku ingin melihatnya.." Tanyanya lemah.
"Tenanglah sayang,, bayi kita selamat,, dan masih dalam perawatan dokter,, bayi kita sangat tampan,," Dengan antusiasnya Wang Yue menceritakan tentang putra kecil mereka.
"Aku ingin melihatnya,, Gēgē, izinkan aku menemui putra kita.. Akhh..!!"
Xiao Lin memaksa untuk menemui bayinya, tetapi luka di perutnya tak bisa ia ajak bernegosiasi.
"Xiaoxiao..! Tenanglah,, bayi kita aman,, kau harus banyak beristirahat,, kau memiliki luka di perutmu, juga,, kondisimu masih lemah, kau kehilangan darah cukup banyak, itu membuatmu mengalami kritis dan tak sadarkan diri sejak semalam.."
"Se,semalam?! Ini bahkan sudah sore hari,, hahh,, bagaimana bisa aku seperti itu,, bahkan di saat kelahiran putraku sendiri,, seharusnya aku yang pertama kali melihatnya, dan memeluknya,,heumm,,"
"Gēgē janji,, setelah dokter mengizinkan Gēgē membawa putra kita, Gēgē akan membawanya padamu hm,, kita akan merawatnya bersama sama,,"
Keduanya tersenyum bahagia, terus bercengkrama tanpa menyadari seseorang mengawasi keduanya.
~
"Xiaoxiao..!!! Xiaoxiao..!! Biarkan aku masuk.!! Xiaoxiao..!!! Tunggulah,, Gēgē akan menyelamatkan mu.. Xiaoxiao bertahan lah..!!! Jangan halangi aku..!! Kumohon,, hiks,, istriku ada di dalam,, dia masih terbaring di dalam sana,, hiks,, ku mohon,, jangan halangi aku untuk menyelamatkan nya,, hiks,, tolong selamatkan istriku... Hiks,, Xiaoxiao,, bertahanlah...hiks,,"
•
•
•
__ADS_1
•
•