Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"

Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"
47


__ADS_3

Merasakan ketegangan di sekitarnya, Cc bergidik ngeri. Terlebih melihat wajah mengerikan pria yang berstatus sebagai suami dari sang Jiějiě saat marah.


"Bin, kemarilah.."


Gadis itu berbisik memanggil Lubin.


"Ada apa Jiě? Mengapa kau berbisik bisik memanggil ku? Mengapa tidak berbicara seperti biasa saja." Ucap Lubin dengan nada mengikuti Cc yang berbisik-bisik memanggil nya.


"Pelankan suaramu sedikit, Tuan Wang akan terganggu dengan suara kita jika tak memelankan suara." Titah Cc masih dengan berbisik.


"O,, begitu.. Baiklah. Aku mengerti." Sahut Bin dengan anggukan kepalanya.


"Cih.! Sial.!!! Si brengsek ini, jangan main-main dengan ku.!! Cepat angkat panggilan ku.!!!"


Lagi, Cc dan Lubin di buat menganga mendengar makian Wang Yue yang entah pada siapa.


"Kau dengar bukan? Suasana hatinya sedang tidak baik, jika kita tidak memelankan suara, bisa saja membuatnya tidak nyaman."


Gadis itu terus membisikkan kalimatnya pada Lubin, tanpa melepas pandangannya dari pria yang tengah emosi itu.


"Jiě, kau tidak tahu saja. Wang Yue Gē akan menjadi menyeramkan seperti ini jika dia marah. Lihat sendiri bukan seperti apa wajahnya sekarang ini? Begitulah dia.


Jika saja dia bukan seseorang yang berarti untuk Xiao Jiějiě, aku saja tidak ingin berurusan dengannya, percayalah.."


Terlalu asik saling berbisik, keduanya tak sadar si empunya yang menjadi bahan obrolan mereka telah berada di samping keduanya.


"Ekhemm.!! Jika kalian pikir aku tak bisa mendengarnya, maka lanjutkan saja. Aku akan benar-benar berpura-pura tidak mendengar apa yang kalian bicarakan tentang diriku.!"


"Walah, walah, gawat. Sepertinya suara kita masih kurang pelan sedikit." Gumam Lubin dengan menepuk bibirnya sendiri setelahnya, serta ringisan miris merasakan ancaman bahaya.


"Tuhan,, selamatkan aku. Aku merasa duniaku akan runtuh saat ini juga. Benar benar gawat. Sepertinya Wang Yue Gē benar-benar mendengar ocehan ku tadi. Bagaimana kalau dia benar-benar mendengarnya? Hahh,,, sial kali hidupku." Lanjutnya dalam hati.


"Ada apa dengan isi otakmu? Apa lagi yang ada di pikiranmu tentang ku? Bisa kau jelaskan padaku maksud ucapan mu tadi?"


Lubin mengeluarkan cengiran konyolnya, atas pertanyaan Wang Yue untuknya.


"Sungguh pertanda yang buruk. Dia benar-benar tersenyum, padahal itu tidak pernah dia lakukan padaku. Kecuali,,, aish, Ayah,, Ibu.. Tolong anakmu ini dari serigala menyeramkan ini.." Batin Lubin menjerit.

__ADS_1


Ceklek.


Seketika perhatian ketiga orang yang di penuhi ketegangan itu teralihkan pada sumber suara.


"Eh,? Ada apa? Mengapa kalian memandang ku seperti itu,, perhatikan tatapan kalian itu, atau kalian akan benar-benar jatuh cinta padaku nanti."


Chen, ialah orangnya. Dia baru saja memasuki ruangan tersebut, dan mengalihkan perhatian mereka padanya.


"Hahh,, aku terselamatkan. Meskipun aku tak suka dengan si arogan ini, tapi ku akui dialah penyelamat ku kali ini."


"Muncul juga kau akhirnya, bocah menyebalkan.!!"


Itulah kira-kira isi hati antara Lubin dan Wang Yue.


"Kau bocah menyebalkan.! Kemana saja kau pergi?! Dimana putraku?!" Tanyanya kesal.


"Eh,,, apa kau merindukanku tuan muda Shen ya,,,,"


"Jangan banyak bicara.!!! Katakan saja dimana putraku.!! Dan jangan pernah sebut nama itu di hadapan ku lagi.!!!


Sekali saja aku mendengarnya, maka bersiaplah untuk kehilangan lidahmu. Karrna aku akan benar-benar memotongnya, agar kau tak lagi bisa mengoceh seperti itu padaku.!!!"


"Lín Xiǎomèi.. Tolong selamatkan aku dari beruang jantan mu ini,, dia benar-benar sangat menyeramkan saat marah."


Chen tersenyum miris meratapi nasibnya, sungguh ia tak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi pada a Yi dan Wang Yue benar-benar memotong lidahnya. Oh, tidak itu adalah akhir dari hidupnya.


Meskipun ia tahu, itu hanyalah emosi sesaat seorang Wang Yue. Namun bagaimanapun itu membuat Chen bergidik ngeri membayangkan nya.


"Te,tenanglah kawan.. Ba_baiklah maafkan aku yang tanpa persetujuan mu membawa a Yi bersama ku, tetapi tenanglah,, a Yi baik-baik saja. Tidak mungkin aku membuatnya celaka, jadi kita bicarakan baik-baik ok,?" Rayu Chen dengan perasaan takut.


Ia tahu, bahkan meski mereka bersahabat. Dan Wang Yue tidak akan benar-benar menyakitinya, namun Wang Yue adalah manusia batu yang tidak akan memikirkan perasaan orang lain.


Akan benar-benar menjadi kejam pada orang lain jika itu mengenai orang ya ia sayangi.


"Cepat. Bawa a Yi padaku sekarang.!! Atau akan ku cari dia dengan caraku sendiri.!!"


"Seperti yang ku duga, si manusia kolot ini tidak akan mempan dengan ucapan ku. Hahh,, sungguh aku merasa lelah pada diriku sendiri.."

__ADS_1


Chen terdiam memikirkan cara untuk menenangkan sahabatnya itu, namun nampaknya sang sahabat tak peduli dengan hal itu. Ia mulai berjalan menuju pintu keluar, jelas mereka tahu pria tampan itu akan pergi dan mencari putranya seperti yang ia katakan sebelumnya.


"Yue'er, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Chen, dengan satu tangan menahan lengan sahabatnya.


"Kau tahu aku akan mencarinya bukan. Jadi singkirkan tanganmu itu. Dan jangan halangi aku." Sahutnya tanpa menolehkan wajahnya.


"Yue'er, kita bisa bicarakan ini baik-baik. Lagi pula apa yang membuatmu begitu khawatir, a Yi aman bersama mereka."


"Aman?" Ulangnya. Ia membalikkan badannya menghadap Chen dengan tatapan berbeda.


"Bagaimana aku tidak khawatir dengan keselamatan putraku, jika orang yang bersamanya adalah orang yang telah membuat keluarga ku hancur.!!!


Bagaimana bisa kau mengatakan itu baik-baik saja? Chenchen,, dialah orang yang telah membiarkan hidup Xiaoxiao menderita sejak kecil. Dialah orang yang membuat ku harus berpisah dengan Xiaoxiao selama ini.


Dan dialah orang yang telah membuat a Yi harus kehilangan sosok seorang Ibu, kehilangan kasih sayang dari seorang Ibu.!!! Hingga a Yi harus hidup menanggung kepedihan di usianya yang masih sangat kecil, yang seharusnya itu tidak ia alami."


Wang Yue mencengkeram kerah kemeja Chen, dapat dengan jelas Chen lihat pandangan matanya. Tatapan mata itu, tatapan yang begitu terluka.


"Bahkan ia hanya seorang anak kecil, yang hanya bisa menangis dalam kesendiriannya. Melihat anak-anak seusianya yang selalu di temani oleh kedua orang tuanya, terutama Ibunya.!! Sedangkan a Yi,, a Yi hanya memiliki ku.


Apa kau tahu bagaimana terlukanya dia saat itu? Apa kau tahu bagaimana a Yi selalu berusaha menyembunyikan kesedihannya dariku? Apa kau tahu betapa hancurnya hatiku saat ku tahu itu ia lakukan semata demi menjaga perasaan ku. Dan apa kau tahu betapa tidak berartinya diriku ini untuknya? Bukankah itu bodoh Chen?"


Seakan sesuatu menusuk jantungnya, dan sesuatu mengikat kuat dadanya, membuat Chen merasakan sesak begitu dalam saat ini.


Melihat betapa terlukanya tatapan Wang Yue saat ini, meski tak ada Isak tangis, namun jelas terlihat,, pria di hadapannya kini menitihkan air matanya.


"Tidak. Kau tidak bodoh. Dan jangan berkata kau tidak berarti, karena kau telah melakukan yang terbaik untuk mereka. Tenanglah, dan percayalah padaku,, a Yi baik-baik saja. Tunggulah sebentar,, a Yi pasti datang."


Chen menepuk-nepuk pundak sang sahabat, mencoba menenangkannya. Setelahnya membawanya menuju tempat duduk di sampingnya.


"Yue'er,, ada banyak hal yang tidak bisa kau ketahui. Dan ada banyak pula hal yang tidak mudah untuk di jelaskan, dan bukan berarti tidak bisa untuk di katakan. Namun,, ada beberapa alasan yang membuatnya lebih baik tidak perlu di ungkapkan."


Tidak ada jawaban dari Wang Yue, ia masih terdiam, namun untuk beberapa saat ia menganggukkan kepalanya pelan.


Tak berselang lama, suara pintu terdengar. Menampilkan tubuh mungil dengan wajah malaikat tersenyum, dengan gerakan kecil ia berlari mencoba menjangkau dengan langkah cepat.


Wang Yue seketika beranjak dari duduknya, berniat mendekati si kecil namun langkahnya urung, kala pandangannya jatuh pada seseorang yang berdiri tegak di belakang putranya.

__ADS_1


"Yi Paa.!!" Seru si kecil melihat sang Ayah, ia berlarian dan memeluk ayahnya yang di sambut kedua tangan untuk menggendongnya.



__ADS_2