Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"

Kehidupan Selanjutnya."Pertemuan Kembali"
41


__ADS_3

Wang Yue tak sedikitpun melepaskan pandangannya dari sang istri.


"Bagaimana keadaannya? Apa tak apa jika menggunakannya untuk menenangkannya?" Tanya pria tampan itu dengan wajah syok nya.


Pandangan Lubin fokus pada dokter cantik yang tak lain adalah saudari perempuannya.


"Jiě, ini bisa ku tangani sendiri,, mengapa Jiějiě menyusahkan diri melakukannya? Mari kembali ke tempat istirahat mu, dan jangan ulangi lagi.! Maaf Gē, kami tinggal dulu."


Lubin yang kesal pada sang Jiějiě, tak tahan untuk tak menegurnya. Kemudian merangkul kedua sisi pundak sang Jiějiě berniat untuk membawanya untuk beristirahat seraya berpamitan pada Wang Yue dengan tak lupa meminta maaf.


Namun nampaknya tak ada respon dari tubuh sang Jiějiě, yang memilih tak bergerak dari tempatnya berdiri saat ini.


"Bodoh.! Bagaimana Jiějiě bisa melakukan itu, sementara a Lin disini membutuhkan Jiějiě." Protes dokter cantik itu dengan tepukan kecil di kepala pemuda yang merangkulnya.


"Sudah,, tenang saja, Jiějiě baik-baik saja. Sekarang keluarlah, ada yang ingin Jiějiě bicarakan dengan Tuan Wang." Sambungnya kemudian.


"Baiklah, beri tahu aku jika terjadi sesuatu."


Dengan wajah pasrah, Lubin pun meninggalkan sang Jiějiě usai mengatakan hal tersebut.


Di susul dengan Cc dan si kecil a Yi mengikuti Lubin meninggalkan keduanya.


"Bibi,, apa Yi Maa akan baik-baik saja? Mengapa Yi Maa tertidur setelah bangun? Bukankah Yi Maa baru saja terbangun? Mengapa Yi Maa harus tertidur lagi?" Tanya si kecil penasaran saat mereka berada di luar kamar tersebut.


"Anak pintar,, Yi Maa masih harus banyak beristirahat, jadi setelah Yi Maa makan dan meminum obatnya, Yi Maa harus kembali tidur, agar Yi Maa cepat pulih dan bisa segera kembali ke rumah.. Bukankah itu bagus? Jadi,, sebaiknya kita biarkan Yi Maa beristirahat lagi, agar Yi Maa bisa cepat sembuh. Mengerti??"


Sebisa mungkin Cc memberi penjelasan yang mudah untuk di pahami di kecil, agar tak membuatnya sedih dan khawatir pada sang ibu.


"Mn. A Yi Mengerti." Sahut si kecil, tanda ia mengerti apa yang di ucapkan oleh sang Bibi.


~


"Maaf Tuan Wang sebelumya, mengganggu waktu anda." Ucap Lulu sedikit merasa tak enak.


"Ah, mengenai Lín Xiǎomèi,, keadaannya cukup baik. Hanya saja,, dalam keadaan seperti ini hanya ini cara untuk membuatnya tenang." Terang dokter cantik itu.


"Tetapi bukankah,,"


"Ya. Meski saya tahu cara untuk menenangkannya, tetapi saya harus tetap melakukan ini. Tuan Wang, sebelumnya apa anda tahu? Jika Xiǎomèi mengalami gangguan psikologis?"

__ADS_1


Wang Yue tak bergeming di tempatnya, hanya diam memandang sang istri yang tak sadarkan diri.


"Sejak peristiwa pembunuhan saat itu, Xiǎomèi,, mengalami koma selama beberapa bulan. Dan saat ia terbangun kemudian, ia mengalami trauma yang dalam. Ketakutan yang membuat guncangan pada mentalnya, hingga mengancam kejiwaannya dan hampir saja membuatnya gila."


"Pembunuhan??"


Pandangan Wang Yue teralih pada Lulu, matanya telah memerah, dapat dengan jelas Lulu ketahui jika Wang Yue begitu tertekan saat itu. Tekanan yang menyimpan begitu banyak arti di dalam nya.


"Sebelum aku memutuskan kembali ke kota ini, aku terus mencari tahu keberadaan Xiǎomèi melalui kerabat atau orang yang mengenalnya. Namun aku tak berhasil mendapatkan sedikit pun informasi tentang keberadaan nya, hingga hampir membuat ku putus asa.


Terlebih,, Ayah dan Ibu bahkan tidak mengetahui keberadaannya sama sekali. Bak tertelan bumi, Xiǎomèi menghilang begitu saja." Ujarnya mulai bercerita.


"Namun berkat seorang kawan lama, entah bagaimana ia melakukannya, ia tiba-tiba menghubungi ku dan mengatakan jika Xiǎomèi telah menikah dan akan segera di karuniai seorang anak.


Saat itu aku benar-benar bahagia, sangaaatt,, bahagia. Dan memutuskan untuk segera kembali untuk menemuinya, meski aku masih belum mengetahui keberadaannya.


Tetapi keberuntungan tidak memihak ku saat itu. Karena tepat saat aku kembali, saat itu bertepatan saat Xiǎomèi melahirkan. Dan saat aku mendapatkan alamat rumah sakit tempat dimana Xiǎomèi melahirkan, aku terlambat untuk menemui kalian."


Ada setitik air mata yang siap terjatuh membasahi pipinya, kala Lulu mengingat kembali peristiwa yang membuat nya di liputi kesedihan teramat dalam.


Dokter cantik itu terdiam sejenak mengingat peristiwa di masa lalu.


"Lulu,, apa kau yakin gadis kecil Ibu ada disini?"


"Mereka?? Siapa yang kau maksud nak??"


"Kita bahas itu nanti saja Bu, mereka bilang kamar Xiǎomèi ada di koridor ke dua, aku tak sabar ingin segera bertemu dengannya dan melihat bayinya Ibu.."


"Tunggu, apa yang terjadi? Mengapa begitu ramai? Nak,, apa terjadi sesuatu?"


"Ibu,, tunggu disini. Aku akan mencari tahu."


"Maaf Nona,/Nyonya. Anda tidak di izinkan mendekat, saat ini terjadi kebakaran di ruang persalinan. Tolong kerjasamanya, agar tidak menggangu para petugas memadamkan api."


"Xiaoxiao..!!! Xiaoxiao..!! Biarkan aku masuk.!! Xiaoxiao..!!! Tunggulah,, Gēgē akan menyelamatkan mu.. Xiaoxiao bertahan lah..!!! Jangan halangi aku..!! Kumohon,, hiks,, istriku ada di dalam,, dia masih terbaring di dalam sana,, hiks,, ku mohon,, jangan halangi aku untuk menyelamatkan nya,, hiks,, tolong selamatkan istriku... Hiks,, Xiaoxiao,, bertahanlah...hiks,,"


"Tuan,, tolong tenanglah. Kami masih berupaya untuk menyelamatkan istri anda, tolong menjauh dari sini, jangan menghalangi kami. Jangan buat diri anda terjebak dalam bahaya, tolong kerjasamanya."


"Minggir dari hadapan ku. Atau ku bunuh kau saat ini juga.!!! Xiaoxiao,, tunggulah sebentar sayang, Gēgē akan menyelamatkan mu. Gēgē mohon bertahanlah..!!"

__ADS_1


"Tuan, jika anda tidak bisa bekerja sama, dan terus membuat kegaduhan, dengan berat hati kami harus melakukan secara paksa."


"A,apa yang kau la,ku_kan.."


"Permisi, ijinkan saya untuk mencari keluarga saya."


"Tidak. Biarkan aku masuk.!!"


"Maaf Nona, tolong kerjasamanya, kami masih dalam upaya penyelamatan pasien, tolong jangan membuat kegaduhan."


"*Pa,pasien? Hiks,, pasien anda bilang? Hiks,, tolong jangan halangi jalan saya.! Biarkan saya masuk.!! Hiks,, biarkan saya mencarinya.! Hiks,, jangan halangi saya.!!


Hiks,, Xiǎo Mèimèi.!! Lín Xiǎomèi,,!! Hiks,, Jiějiě disini,! Hiks,, kalian minggir.!! Jangan menghalangi ku.!! Hiks,, biarkan saya mencari Xiǎomèi di dalam.!! Hiks,, Xiao Mèimèi*.!!.."


"Lulu,, sebaiknya kita ikuti saja apa yang mereka katakan. Bersabarlah nak, Ibu tahu kau khawatir, tetapi tidak ada yang bisa kita lakukan saat ini, atau kau bisa mendapatkan seperti yang mereka lakukan pada lelaki itu."


~


Lulu menghapus setiap bulir embun yang membasahi pipinya. Sesak di hatinya tak bisa hilang begitu saja, kala teringat saat dimana ia kehilangan sosok keluarga yang di cintainya.


"Jika saja saat itu ku tahu lelaki itu adalah anda, mungkin masih ada kesempatan untukku bertemu lebih dulu dengan suami juga bayi milik Xiǎomèi. Sayangnya, aku terlambat menyadari tentang hal itu.


Pada saat itu yang ku pikirkan hanyalah bagaimana keadaan Xiǎomèi, seolah akal pikir ku hilang tak dapat memikirkan hal lain selain dirinya.


Itu juga yang Ibu rasakan sama seperti diriku, hingga kesadarannya melemah dan membuatnya kehilangan kesadaran.


Dan setelah itu, aku kehilangan semuanya. Tidak ada Xiǎomèi, tidak juga keluarga kecilnya." Ucapnya seraya menghapus air matanya.


"Jadi,, wanita yang saat dulu memaksa.."


"Ya. Itulah aku. Tepat di belakang anda. Hanya beberapa meter jarak di antara kita. Saat itu Ibu memaksaku untuk menuruti apa yang para petugas itu katakan.


Karena Ibu tak ingin mereka memberikan obat bius secara paksa seperti yang mereka lakukan terhadap anda pada saat itu." Papar Lulu, dengan sedikit senyuman di akhir kalimatnya.


"Beberapa hari setelah kejadian itu, aku masih terus mencari keberadaan Xiǎomèi. Karena ku yakin Xiǎomèi masih hidup, meski pihak rumah sakit sendiri mengklaim bahwa Xiǎomèi telah meninggal.


Dan menutup rapat berita terkait kejadian tersebut. Dengan alasan jika anda sebagai Suami/pihak keluarga meminta menyembunyikan kabar tersebut dari siapapun."


Ada kerutan di perempatan kening Wang Yue mendengar kalimat dokter cantik itu. Ada guratan ketidak setujuan di wajah pria itu dengan ucapan sang dokter.

__ADS_1


"Itu tidak benar." Ucap Wang Yue dengan tegas.


Kini berganti dengan Lulu yang memamerkan kerutan di keningnya dengan kepala sedikit ia miringkan.


__ADS_2