
°
Di lain tempat di bangunan megah lainnya, kini nampak seorang laki-laki paruh baya dengan wajah mengesalkannya tengah bergegas dengan tergesa di temani beberapa pengawal pribadinya.
Ialah Shen Mo, atau sebut saja Tuan Mo, yang sebenarnya bernama Mo Liu. Namun entah bagaimana kini ia telah menyandang marga Shen.
Dirinya adalah seorang pengusaha kaya raya yang melakukan segala cara untuk menghancurkan orang lain agar tak dapat menyaingi kekayaannya, ia juga tak lain adalah suami dari Jin Lu Jing, wanita yang sangat di benci oleh Xiao Han.
Shen Mo, atau Mo Liu di kenal sebagai orang yang kejam dan licik, itulah caranya mendapatkan kekayaan hingga saat ini.
"Gao Cong, kau ikut denganku kali ini. Yang lain kawal aku dari belakang." Ucapnya seraya menaiki mobil mewah miliknya.
Gao Cong adalah orang kepercayaan Mo Liu yang ia percayai menjadi pengawal pribadi nya dengan segala kemampuannya.
Mendengar perintah dari sang bos, Gao Cong menurutinya. Kendaraan beroda empat yang mereka tumpangi pun melaju dengan kecepatan tinggi, untuk bisa sesegera sampai di tempat di mana istri sang bos berada.
Suasana di kediaman Jing kini masih tampak ramai seperti sebelumnya. Zhao Jing kini beranjak dari tempatnya untuk mendekati Xiao Han.
"Apa tak pernah sedikit pun kau memandang ku Gē? Pengorbanan ku, perjuangan ku, selama ini,, apa kau tidak pernah merasakan sedikit pun perasaan ku selama ini?"
Han tak merespon, ia sama sekali tak sedikitpun memiliki perasaan terhadap Zhao Jing. Bukan dirinya tak tahu jika Zhao Jing memiliki perasaan terhadapnya selama ini, hanya saja, Xiao Han terus mengabaikannya dan menganggap sebagai hal yang tak penting.
"Pfftt.." Si kecil Guo menahan tawanya mendengar kalimat Zhao Jing yang membuatnya merinding.
"Xing_xing ah,, aku kira ini akan menjadi tempat pernyataan cinta seseorang yang akan menjadi cinta sepihak."
Yang di ajak bicara hanya melirik tajam pada Guo kecil, alhasil membuatnya merasa kesal.
"Anak bodoh.! Berhenti mengatakan hal menjijikan itu di depan ku.! Dan berhentilah menjadi bodoh.!"
Lu Jing kembali mengoceh, namun akhirnya terdiam saat si kecil Guo kembali menodongkan sebilah pisau di depan wajahnya.
"Zhao Jing, aku tak mengerti apa yang kau katakan. Tetapi jika yang kau maksud bagaimana perasaanku terhadapmu selama ini,, maaf. Sedikitpun aku tak pernah menyukaimu."
__ADS_1
Xiao Han tak berniat memandang Zhao Jing, ia memalingkan wajahnya dari pemuda itu yang masih setia berada di hadapannya.
"Seperti yang kau tahu, selama ini bagaimana sikapku terhadapmu itu adalah perasaanku yang sesungguhnya. Aku bahkan sama sekali tak menginginkan berada di sampingmu."
Zhao Jing tak terima dengan apa yang ia dengar saat ini, ia menolak sepemikiran dengan pikirannya sendiri yang telah menyadari perasaan Xiao Han padanya.
"Han Gē, katakan padaku. Apa kurangnya aku bagimu? Katakan, agar aku bisa memperbaikinya untukmu. Sehingga kau bisa memandangku sepenuhnya, bisakah hanya aku yang bersamamu Gē?"
Zhao Jing memohon, namun sebesar apapun usahanya untuk mengambil hati Xiao Han, ia takkan pernah bisa mendapatkannya.
"Cih.! Kau benar-benar memalukan Gē.! Sadarlah, dia tak pantas untukmu Gē.!! Dia adalah penipu yang hanya memanfaatkan mu selama ini.!
Gēgē, apa kau tahu, Han Gu hanyalah orang yang sengaja datang padamu untuk menyerangmu demi membalas dendam keluarganya.! Apa,,"
"Oy, Nona muda. Sebaiknya kau juga diam, atau akan ku buat suaramu hilang untuk selamanya."
Kini ah Xing lah yang membuka suaranya, memotong ucapan saudari Zhao Jing itu. Untuk sejenak Guo kecil menganga di buatnya.
Selama ini yang ia kenal pemuda bernama ah Xing adalah tipe yang pendiam. Dan kali ini sangat berbeda melihat ah Xing berani mengancam seorang gadis di hadapannya.
"Diamlah.!"
Dan terciptalah kembali wajah masam si kecil Guo, ia kesal karena ah Xing membentaknya.
"Aku tak peduli dengan apapun, bahkan jika kalian mengatakan keburukan tentang Han Gē, perasaan ku tak pernah berubah. Tolong jawab aku Gē, bisakah hanya aku saja?"
Zhao Jing tidak mempedulikan ocehan kedua wanita itu, dan justru kembali mengulang pertanyaannya, namun lagi-lagi Xiao Han menolaknya.
"Hmmphh.!" Nafasnya terbuang kasar, dan terciptalah senyum jahat dari Han.
"Bagaimana mungkin? Apa kau bercanda?" Ucapnya kemudian.
"Zhao jing, jika ku katakan aku hanya bisa menerima, jika kau bersedia mati di tanganku. Maka,, apa kau bersedia?"
__ADS_1
Zhao Jing melebarkan matanya, perasaannya terhadap Xiao Han begitu nyata, tetapi pantaskah ia melakukannya? Itulah pertanyaan di hati Zhao Jing.
"Kau gila.! Gēgē kau tak pantas mati untuknya.! Psikopat seperti dia tak pantas menerima hatimu. Jangan buang-buang waktumu dengan laki-laki sepertinya.! Cepat habisi dia sekarang.! Sadarlah.! Dia telah melukaiku, dia berniat membunuh,humph.!! Emphh.!!"
Tak tahan dengan ocehan gadis menyebalkan di hadapannya, si kecil Guo lekas menyumpat mulutnya dengan kain yang ia sobek dari pakaian gadis itu.
"Xiao Guo memang sangat mengertiku. Terima kasih."
Tawa tak bersalah dari Guo kecil terdengar nyaring mendengar ucapan terima kasih Han padanya.
"Zhao Jing, kau dengar. Selama ini aku tak pernah menggunakan hatiku padamu meski itu hanya satu detik. Kau pikir sebegitu pentingkah dirimu bagiku?
Jika kau menganggap apa yang ku lakukan selama ini adalah sesuatu yang membuatmu berpikir kau bisa bersamaku, maka kau salah.
Karena yang ku harapkan adalah kematian mu di tanganku, dan sedikitpun aku tak pernah menginginkan kehadiranmu di sisiku." Ucapnya dengan serius.
"Dan jangan kau pikir aku akan sama seperti saat kau memandangku dengan pandangan menjijikkan itu. Kau tahu mengapa?"
Kini Han berbalik untuk melihat wajah Zhao Jing meski hanya sebentar, hanya sekedar memastikan bagaimana raut wajahnya saat ini.
"Kau adalah manusia yang sangat menjijikan.! Seorang pembunuh sepertimu hanya pantas menerima kematian dariku. Dan lagi,, kau harus tahu bahwa ada seseorang yang pantas, yang namanya selalu tersimpan di hatiku. Jelas itu bukan dirimu."
Bak tersambar petir, kini tubuh Zhao Jing menjadi kaku. Teka teki sangat membuatnya begitu penasaran dengan seseorang di hadapannya saat ini.
"Apa kau terkejut,, hm? Ah,, wajar saja jika kau menampilkan wajah itu.. Kau tak pernah menyangka sebelumnya bukan, bahwa aku akan mengatakan hal seperti ini."
Xiao Han mengoceh sesukanya, mengabaikan wajah terluka yang Zhao Jing tampilkan.
"Zhao Jing,, dengar. Bahkan meski kau mati pun, aku takkan sudi menerima cintamu itu. Aku bahkan akan dengan bahagia jika kau benar-benar mati.
Dan itu adalah kebahagian yang selama ini aku nantikan, adalah saat dimana aku bisa membunuh gadis kecilmu serta Ibumu yang busuk itu bersama denganmu. Bagaimana? Bukankah itu jauh lebih baik jika kau mati bersama keluargamu?"
Lagi dan lagi Zhao Jing di buat terkejut olehnya, bahkan Xu Ying pun ikut serta merasa terkejut di buatnya.
__ADS_1
"Cukup Gē.! Jika kau memang membenciku, maka bencilah aku.! Jangan menyinggung tentang Ibuku yang tak ada hubungannya denganmu. Bahkan beliau telah tiada, pantaskah kau menyinggung seseorang yang telah tenang di surga?!"