
Di tatapnya pria yang lebih muda darinya itu dengan dalam.
"Kuan,, Ayah kandungmu adalah Shen Hai, bukan Mo Liu. Mo Liu hanyalah orang kepercayaan Ayahmu yang kemudian mengkhianatinya.
Mo Liu menghasut tetua Shen agar mengangkatnya sebagai anak sebelum membunuhnya, kemudian mengambil alih seluruh harta milik tetua Shen yang di tinggalkan untuk Ayahmu. Itu sebabnya dia melakukan semua cara untuk menghabisi semua keluargamu hingga tak tersisa. Termasuk dengan kalian."
Ada sengatan di hati Kuan saat mendengar kalimat wanita cantik itu.
"Mengapa anda baru datang dan memberi tahuku sekarang?"
"Maaf,," Hanya satu kalimat yang mampu Yifei ucapkan.
"Lupakan. bisakah tolong ceritakan padaku selebihnya? Banyak hal yang ingin lebih ku ketahui."
Yifei kini dapat tersenyum dan bersemangat untuk bercerita.
"Seperti yang kau ketahui,, Ibumu adalah wanita yang sangat cantik dan berhati lembut. Ia sangat menyayangi keluarganya, bahkan tak pernah mengeluh meski hidupnya begitu sederhana. Tapi apa kau tahu,,? Di banding dengan Yuan'er,, kaulah yang paling mirip dengannya.
Yuan'er justru lebih mirip, bahkan sangat mirip dengan Ayahmu. Jika saja mereka berada di sini bersama kami, pasti akan terlihat serupa wajahnya."
"Mengapa terasa tak asing? Seperti,,, kisah Yuan'er dengan Lín Xiǎomèi.." Gumam hati Kuan dengan alis yang saling bertaut.
Kuan sedikit menggigit bibir dalamnya sebelum kembali bersuara.
"Apa benar, Yuan'er dan aku adalah saudara kandung? Selama ini meski ku tahu dia adalah saudaraku, tetapi yang aku tahu kami adalah saudara dari Ibu yang berbeda.
Mengetahui bahwa ia adalah saudara kandungku, membuat hatiku merasa sakit. Selama ini banyak hal yang tak dapat ku lakukan untuk membuatnya bahagia, bahkan aku gagal menjadi seorang Gēgē yang mampu melindunginya."
Ada gurat kesedihan dalam tatapan Kuan saat mengatakannya.
"Selama ini,, meski hal kecil ku lakukan untuk bisa dekat dengannya, nyatanya hanya membuatnya semakin membenciku saja. Atau,, aku tak cukup pantas untuk menjadi saudara untuknya?
__ADS_1
Bahkan meski tidak satupun dari kami yang tahu kebenaran ini, bukankah aku menjadi orang yang tak berguna untuknya?"
"Tidak. Itu tidak benar. Kau telah melakukan yang terbaik untuknya selama ini. Bahkan meski saat itu kau tak mengetahui Yue'er adalah saudara sedarah mu, tatapi kau selalu menyayanginya sepenuh hatimu.
Bahkan meski kau tahu ia sangat membencimu, tetapi kau selalu berada di hadapannya ketika sesuatu mengancam nyawanya. Meski Yue'er sendiri tak menyadarinya, tetapi kau tak pernah mengeluh untuknya."
Kuan memandang tak heran saat Wen berbicara.
"Jangan menatapku seperti itu,, aku tahu semua tentang kalian."
"Wen Gē,,"
Kuan menatap Wen dengan pandangan memicing seakan menuntut penjelasan, namun kalimatnya terhenti saat orang yang lebih tua membuka suara.
"Anak muda,, pria dan wanita di hadapanmu adalah pasangan Suami Istri. Mereka adalah anak dari Wang Huan dan Wang Zhong Yu, Paman dan Bibi tertua mu yang selama ini selalu mengawasi setiap pergerakan kalian.
Apa kau ingat saat aku datang menemui mu dulu? Itu adalah permintaan dari mereka yang memintaku untuk membantu kalian saat itu. Mereka terlalu takut kedua orang tuamu akan menolak jika tahu semua yang mereka lakukan, jadi memintaku untuk datang sebagai orang lain yang tanpa pamrih membantu kesusahan kalian."
"P,paman Ji,, jadi anda tahu?" Tanya Kuan bingung saat pria tua itu dengan tiba tiba datang dan berbicara.
"Tetapi mengapa anda tak berterus terang padaku?"
"Haaihh,, bahkan meski aku mengatakan yang sejujurnya, orang tuamu pasti akan memilih pergi dan menghilang dari pandangan kami.
Jadi hanya di batas itu aku membantu saudara Wang.
Setidaknya, hal itu tidak semakin mempersulit keadaan kalian dan menjaga kalian tetap aman. Meski akhirnya kekuasaan mengalahkan segalanya." Jelas tuan Ji dengan suara lirih di akhir kalimat.
"Kami sempat kehilangan kalian saat Mo Liu membawa saudara Shen, dan setelahnya dia membawamu kau pergi. Hingga beberapa tahun berlalu, berbagai cara masih kami lakukan untuk menemukan keberadaan kalian.
Sampai pada saat kami menemukan cara untuk membuat Wen masuk ke dalam lingkaran kehidupan orang itu, setelahnya kami memikirkan cara agar Wen bisa menjadi orang kepercayaan Yuan'er. Dan, ya. Wen berhasil, dan kami dapat perlahan mengubah semuanya.
__ADS_1
Tetapi Mo Liu itu memang sangat licik, entah bagaimana dia mengetahui semuanya,, dia membuat kecelakaan itu yang menghilangkan nyawa saudara Xiao dan putranya, dan bahkan dengan kejam melakukan pembunuhan pada kalian hingga berakhir kami harus kehilangan kalian untuk yang kedua kalinya."
Ketiga orang berbeda gender itu terdiam mendengarkan pria tua itu bercerita.
"Bahkan orang baik seperti saudara Xiao dan putranya saja dapat dengan mudah mereka singkirkan,, lalu bagaimana dengan kalian? Bukankah aku harus lebih hati hati lagi? Mengetahui kalian baik baik saja, sudah sangat bagus.
Jadi meski ingin mengungkap kebenaran, juga harus dengan persiapan. Lalu aku dan saudara Wang memutuskan untuk mengambil langkah perlahan untuk membalasnya, dengan tetap tidak melepas kalian dari pandangan kami."
"Jadi selama ini alasan mengapa kami selalu baik baik saja karena Ayah dan Paman melakukan sesuatu secara diam diam tanpa kami ketahui?"
Yifei yang tak menyangka mendengar pengakuan pria tua itu, tak tahan untuk tidak bertanya.
"Kami lakukan." Sahut tuan Ji pasti.
"Semua karena kami tak ingin terjadi hal yang tak di inginkan pada kalian. Fei'er,, bahkan meski harus mengorbankan nyawa pun tak akan sia sia, asalkan kalian terlepas dari bahaya." Sambungnya.
"Tapi,,"
"Nak,, dengarkan aku. Mo Liu bukan orang yang sederhana. Meski dia orang yang lemah, tetapi dengan kekuasaan yang ia miliki, tidak akan mudah untuk menjatuhkannya.
Jika kami hanya diam membiarkan kalian melakukan semuanya sendiri, maka kami harus siap untuk kehilangan kalian. Dan itu tidak mungkin kami biarkan, cukup untuk kesekian kalinya kami kehilangan orang orang yang kami sayangi."
Tuan Ji berjalan mendekati Wang Yue di tempatnya.
"Untuk saat ini sebaiknya kita fokuskan saja untuk merawat mereka yang terluka. Dan untuk sisanya, kita pikirkan lagi nanti. Saat ini Wen berhasil menahan Mo Liu, takutnya akan ada hal yang tak terduga setelahnya." Pungkasnya dengan pandangan teduh.
"Paman,, bukankah lepas dari pria bodoh itu adalah hal yang baik? Mengapa Paman membuat wajah seperti itu?"
Wen mencoba menghibur yang lebih tua, meski tak ia pungkiri, ada bagian dalam hatinya yang merasa khawatir kalau kalau ada pihak dari musuhnya yang kembali berulah.
"Mn. Syukurlah kalian semua selamat. Meski keadaan sekarang tidak baik baik saja, tetapi setidaknya masih bisa terlepas dari si brengsek itu adalah keberuntungan." Tutur pria tua itu.
__ADS_1
"Sudah,, sudah.. Sekarang sebaiknya isi perut kalian dengan makanan terlebih dulu,, baru pikirkan hal lainnya nanti."
A Xiang yang mendorong benda yang penuh dengan makanan di atasnya dengan kalimat yang ia ucapkan, membuat fokus semua orang di dalam ruangan tersebut berpaling padanya.