
'' Saya menemukan sinyal keberadaan Marco di indonesia, bukan nya apa-apa Alvin, saya rasa dia masih hidup sekarang, mungkin kamu kurang teliti saat membunuh nya waktu itu, hingga ada kemungkinan dia masih selamat dan lari ke indonesia, guna membalaskan dendam pada mu''
^^^''Bukan nya anda melihat sendiri acara pemakaman nya?''^^^
''Yah benar! Tapi tidak apa lah kita berjaga-jaga bukan, sinyal nya sangat kuat dan itu sangat akurat biasa nya''
^^^''Biasa nya bukan? berarti belum pasti seratus persen''^^^
''Pokok nya kamu harus menemukan siapa pemilik titik sinyal itu, baru saya akan tenang, mengerti?''
^^^''Iya''^^^
''Bagus! Selamat malam boy''
^^^''Malam''^^^
Panggilan pun terputus, atau lebih tepat nya di matikan oleh Galih secara sepihak.
''Tidur lagi yuk udah malam banget ini, gue juga udah ngantuk'' Ucap Alvin yang dengan sekejap mata merubah ekpresi nya, menjadi Alvin yang natural.
Alice mengangguk patuh, dan segera naik keatas kasur empuk nya, begitu pun dengan Alvin. Ingin rasa nya Alice bertanya siapa yang tadi menghubungi kekasih tampan nya itu, tetapi dia memilih diam saja sekarang. Mengingat Alvin yang selalu menjelaskan di akhir pada nya.
Mereka saling berbagi kehangatan di balik selimut tebal milik Alice, tak lama dengkuran halus dengan napas teratur terdengar dari mulut Alice. Secepat itukah dia kembali tidur? Alvin saja yang belum istirahat dari sore masih terjaga sampai menit ini, sedangkan Alice? Dia benar-benar kebo pikir Alvin.
...****************...
Singkat waktu, kini mentari telah tiba di permukaan bumi, menandakan jika hari sudah pagi atau bahkan siang.
Kedua pasangan harmonis itu, kini tengah bersiap dan menyiapkan keperluan yang akan di bawa oleh suaminya.
Selesai dengan itu, Naomi segera membersihkan diri nya ke kamar mandi, lalu sedikit berdandan. Agar suami tampan nya makin lengket pada nya, padahal tanpa melakukan itu pun, Nanda sudah sangat lengket terhadap nya.
''Pagi bumil cantik'' Bisik Nanda yang sudah mendekap tubuh Naomi, lalu mencium kening nya sedikit lama.
''Pagi juga Dady'' Balas Naomi dengan sangat manis.
''Cantik banget, mau kemana ini'' Tanya Nanda sembari mencoel hidung kecil Naomi. Yang mana itu mampu membuat Naomi nyengir bahagia.
''Coba deh kakak liat tubuh Naomi sekarang'' Naomi menyuruh suami tampan nya, agar memindai seluruh tubuh nya. Naomi berkacak pinggang sembari memutar tubuhnya kekiri lalu kekanan.
''Kenapa sama tubuh kamu sayang? Gak ada apa-apa kok'' Tanya Nanda bingung dengan apa yang ditunjukan istri cantik nya itu pada nya.
__ADS_1
''Ish kakak, masa gak ngeh sih. Kalo sekarang istrinya itu nambah gendut'' Rengek Naomi manja.
Nanda terkekeh melihat kelakuan istrinya, sangat gemas sekali di mata nya, ingin sekali Nanda menerkam Naomi saat ini juga.
''Tau dari mana kalo kamu sekarang gendut?'' Ujar Nanda yang mulai menggoda istri nya.
''Baju! Sekarang baju aku sempit banget, susah buat masuk ketiak nya, masih muat sih tapi adalah perbedaan nya'' jelas Naomi
''Sexy and beautiful honey, i like it. No gendut tapi sexy sayang. Tapi serius tubuh kamu belum menunjukan perubahan yang signifikat kok, cuma?'' Ungkap Nanda apa adanya, dan sengaja menggantung kalimat nya.
''Cuma? Apa kak!'' Desak Naomi penasaran, Nanda mendekatkan diri nya lagi dengan Naomi, hingga kini tubuh mereka kembali menempel
''Cuma ini sama ini yang makin gede'' Bisik Nanda s*nsu*l tepat di telinga Naomi, dan jangan lupakan dengan kedua tangan nya yang sudah meremas bokong serta squisy istri nya, hingga membuat Naomi sedikit mengeluarkan suara.
''Umm. Sss'' Desis Naomi secara spontan, Nanda tersenyum menggoda melihat nya.
''Nakal banget sih'' Sungut Naomi sembari menggeplak kecil kedua tangan nakal suami nya.
''Ha ha, abis nya gemes banget pengen gigit, kenyal sama empuk pula'' Ungkap Nanda prontal
''Dasar! Saking gemas nya mau bunuh istri sendiri'' Decih Naomi malas, meski begitu bibir nya tidak dapat menyembunyikan rasa geli nya saat ini.
''Rencana nya aku mau beli baju baru ke mall kak, sekalian jalan-jalan juga. Boleh kan?'' Jelas Naomi antusias.
Nanda mengusap lembut puncak kepala istri nya, setelah nya dia tersenyum sangat manis khusus untuk Naomi, istri tercinta nya.
''Boleh sayang, asal jangan terlalu cape dan harus hati-hati setelah di sana, kan kamu pergi sendiri nanti nya, atau enggak ajak teman kamu si Sinta itu buat nemenin kamu belanja'' Nasihat serta saran dari Nanda
''Iya kak pasti Naomi hati-hati kok, dan soal Sinta. Liat nanti aja siapa tahu dia luang hari ini di toko'' Balas naomi
''Atur saja bagai mana baik nya, ya sudah kita sarapan dulu sekarang, setengah jam lagi kakak berangkat sama Marco'' Instruksi Nanda yang di balas anggukan oleh Naomi sebagai jawaban.
Mereka pun bergerak turun guna sarapan, di tengah-tengah tangga Nanda berbalik bingung, seakan ada yang kelupaan sesuatu di dalam kamar nya.
''Ada apa kak?'' Tanya Naomi heran
''Sayang! Kayak nya kakak lupa sesuatu deh di kamar, kamu duluan saja kebawah nya. Kakak mau balik lagi ke kamar, gak lama kok'' Tutur Nanda sembari meraba-raba baju serta celana bahan nya.
''Baik kak'' Balas Naomi lembut, Naomi segera menyelesaikan pijakan di anak tangga guna sampai ke meja makan, meninggalkan Nanda yang sudah kembali kearea kamar nya.
Sesampai nya di depan pintu, Nanda segera menghubungi seseorang guna di mintai tolong
__ADS_1
Tuuut... Tuutt..
''Hallo bos''
...''Hallo Gio, loe ada kuliah pagi gak hari ini?''...
''Ada, kenapa gitu bos''
^^^''Skip aja, gue butuh bantuan loe soal nya''^^^
''Tentang apaan bos, penting nih kayak nya. Apa? Apa?''
...''Loe jagain istri gue di Mall hari ini, tapi jangan sampai dia tau, loe cuma boleh nongol kalo bini gue kena masalah aja. Paham kan''...
''Siap bos, serahkan sama gue kalo itu doang mah''
^^^''Thank's. Om eza juga bantu pantau kok dari jauh, jadi loe bisa komunikasi sama dia nanti''^^^
'' Ok boss''
^^^''Hm. Gue tutup dulu''^^^
Tuut...
Sambungan di putus oleh Nanda, dengan cepat dia berlari kebawah guna menemui istrinya, dan memulai sarapan bersama.
Ternyata Nanda menyuruh Gio untuk menjaga naomi nanti, jadi bodyguard dadakan dong bang Gio hari ini. Apalagi yang dia jaga adalah Nona Bos kesayangan Big Bos, jadi harus maksimal pikir Gio.
''Ada kak barang nya'' Sahut Naomi setelah melihat kehadiran suami nya.
''Ada kok sayang, nih'' Balas Nanda yang menunjukan jam tangan mahal nya kearah Naomi.
''Bagus deh, nih sarapan nya kak. Selamat menikmati suami tampan ku'' Ujar Naomi dengan nada yang mendayu-dayu.
''Dih, manis banget sih istri ku ini, makin sayang aja tau gak'' Balas Nanda dengan senyum bahagia nya. Dia sangat bersyukur selama Naomi hamil tidak begitu rewel dan mual, hanya di minggu pertama saja dia merasa Mual yang berlebihan, namun makin kesini mual tersebut berangsur hilang.
Pola makan nya juga sangat baik sampai saat ini, tidak neko-neko dan ini itu, tidak seperti kebanyakan ibu hamil pada umum nya.
''Hi hi'' Tawa Naomi,
Bi Yuyun tersenyum hangat dan merasa bahagia melihat keharmonisan keluarga kecil majikan nya itu, meski pun dia tahu jika Nanda adalah seorang pembunuh, tetapi dia sama sekali tudak merasa takut, yang ada bi Yuyun makin nyaman saja bekerja di rumah besar itu.
__ADS_1