Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
Gaun marron


__ADS_3

Kini Naomi sudah sampai di sebuah mall besar yang berada di kota nya, dia tidak sendiri ada Sinta yang menemaninya sekarang ini.


Kenapa Naomi tidak pergi bersama Merina atau pun Anaya? Mereka berdua tengah sibuk saat ini, karna hari ini Anaya mulai memindahkan barang-barang nya keapartemen milik Agatha, meski tanpa kehadiran suaminya hari ini.


''Mi, kamu mau pakai baju kayak gimana? Biar aku bantu pilihkan'' Tanya Sinta antusias.


''Em, bagus nya aku pake apa Sin?'' Naomi balik bertanya


''Kamu mah pake apa aja bagus Mi, pake daster emak-emak juga bagus'' Celetuk Sinta dengan kekehan kecil di akhir kalimat nya.


''Lah aku kan bentar lagi bakal jadi emak-emak Sinta. Kamu lupa?'' Ucap Naomi


''Eh iya yah, emak-emak cantik dong'' Seru Sinta sembari mulai memilih baju disana.


''Bisa aja nih tante Sinta, tante imut dan manis'' Balas Naomi dengan balik memuji Sinta.


''Eh Mil, ini bagus deh buat kamu'' Tunjuk Sinta pada satu set baju yang ada di tangan kanan nya.


''Mil?'' Gumam Naomi heran. Sinta menghembuskan napas nya secara kasar


''Iya Mil, kan Bumil. Aku panggil ujung nya doang, gitu aja bingung ah'' Terang Sinta malas. Naomi manggut-manggut tanda mengerti.


''Mana sini coba aku liat baju nya'' Pinta Naomi, dan Sinta pun menyerahkan baju pilihan nya itu.


Naomi merentangkan baju tersebut, dan dipadukan pada tubuhnya.


''Bagus. Ambil yang ini aja Sin'' Ucap Naomi.


Drettt.. Drett ...


Tiba-tiba ponsel milik Naomi berdering di dalam tas mahal nya, segera Naomi melihat siapa yang menghubungi nya.


Sudut bibir nya terangkat kala melihat siapa yang menghubungi nya saat ini, di geser nya icon hijau di layar ponsel nya, secara cepat.


''Hallo kak'' Sapa Naomi.


^^^'' Hallo sayang, kamu udah di mall? Bareng siapa?''^^^


''Udah kok kak, ini Naomi bareng Sinta. Kebetulan dia senggang hari ini''


^^^''Bagus deh kalo kamu ada temen''^^^


'' Kakak kenapa nelpon?''


^^^'' Cuma mau mastiin keadaan kamu aja kok sayang, sama mau kasih tau sesuatu sama kamu''^^^


''Oh. Apa itu sayang?''


^^^''Kalo mau belanja jangan ragu-ragu, beli apa aja yang kamu mau. Ingat! Jangan lihat label harga nya, gunakan kartu yang berwarna hitam, ok. Belikan juga buat teman kamu beberapa''^^^


''B-baik kak, memang nya kalo Naomi belanja nya banyak bisa dapat diskon yah? Terus kalo uang yang ada dikartu itu habis gimana kak''


^^^''Ck, ngapain mikirin diskon sih sayang, dan asal kamu tau. Mau kamu borong semua barang yang ada di sana juga gak akan bikin kartu itu gosong, orang itu mall punya kita kok''^^^

__ADS_1


''Apa? Beneran!''


^^^''Gak percaya?''^^^


''P-p-percaya''


^^^''Bagus, happy shoping sayang, kakak tutup yah''^^^


''Iya kak''


Panggilan pun terputus, dan menyisakan Naomi dengan mimik wajah syok sampai bengong. Sinta segera merangkul bahu Naomi karna cemas


''Bumil kamu kenapa? Kok habis terima telpon langsung syok gini sih'' Seru Sinta khawatir. Naomi melihat kaku kearah samping di mana sahabat nya itu berada.


''Sinta'' Gumam Naomi tidak jelas.


''Iya Naomi kenapa? Yang telpon siapa sih'' Balas Sinta dengan raut wajah cemas.


''Kakak yang telpon Sin'' Celetuk Naomi, Sinta mengerutkan kening nya heran, saking heran nya kedua alis Sinta sampai beradu


''Loh kak Nanda maksud kamu? Terus kenapa muka nya panik gitu?'' Desak Sinta


''Kata kakak, Mall ini milik dia Sin'' Jelas Naomi pelan.


''Oh gitu, terus kenapa Mi? Salah nya dimana coba?'' Sahut Sinta santai, Naomi melihat dalam kearah Sinta.


''APA? SERIUSAN MI? Mall ini milik suami kamu'' Pekik Sinta kaget dan sedikit heboh, setelah merenungkan apa yang di katakan Naomi tadi.


''He he, maaf Naomi. Kaget aku sumpah'' Cengir Sinta.


''Wah! Kalo begitu kamu bebas dong mau beli apa aja di sini''


''Kak Nanda juga bilang nya gitu Sin, tapi aku tau diri lah. Oyah! Kamu juga di suruh beli loh sama kakak, mau apa aja katanya'' Beritahu Naomi


''Beneran? Wah makasih banyak loh Mil'' Seru Sinta senang.


''Iya. Yuk kita cari di tempat lain baju nya'' Ajak Naomi, dan langsung di setujui oleh Sinta.


Mereka berdua pun lantas berkeliling mencari barang yang di kira cocok, dari mulai atasan dan bawahan, sepatu serta sandal biasa.


Dan sekarang mereka berada di bilik gaun limited edision, dari nama nya saja sudah bisa di tebak bukan, jika harga serta kualitas nya di atas yang lain. Ada harga ada kualitas, begitulah istilah nya.


''Wah! Gaun yang berwarna marron itu bagus banget Sin. Coba liat deh'' Tunjuk Naomi, pada gaun berwarna marron yang terbingkai rapi di sebuah manekin.


''Iya, kayak nya cocok deh buat kamu Naomi'' Ungkap Sinta.


''Mbak saya mau gaun yang berwarna marron itu yah'' Ucap Naomi pada karyawan khusus disana.


''Saya juga mau yang itu mbak'' Timpal seseorang menunjuk kearah gaun yang sama.


'' Maaf kak. gaun yang berwarna merah marron stok ya tinggal satu'' Terang karyawan tersebut dengan ramah.


''Kita duluan kan yang pilih mbak, jadi gaun nya buat temen saya aja'' Sela Sinta cepat

__ADS_1


''Enak aja, gak bisa. gue juga mau gaun itu, buat saya aja mbak'' Protes nya tidak terima.


''Loh kok gitu sih'' Omel Sinta


''Sin, udah gak papa. kita pilih yang lain aja'' Lerai Naomi buru-buru, karna dia sangat tahu watak sahabatnya itu jika tengah marah.


''Udah Sono, lagian kalian mana sanggup bayar gaun mahal kayak gitu, keliatan dari tampang nya cuma pengen liat-liat doang'' Ucap wanita itu sinis.


''Eh, mulut loe minta di gampar hah? Loe gak liat belanjaan kita udah sebanyak ini'' Sentak Sinta menggema. Sinta mulai tersulut emosi dengan ucapan wanita tersebut


''Loe berani sama gue'' Pekik wanita itu


''Jelas, siapa loe? Kenapa gue harus takut sama manusia kayak loe, sini loe kalo berani. Perlu loe tau yah, mall ini milik suaminya dia'' Tantang Sinta berani. Wanita itu mengepalkan kedua tangan nya, dia juga mulai tersulut emosi saat ini .


Sedangkan Naomi sudah sangat khawatir, takut jika Sinta baku hantam dengan wanita itu.


''Gak usah mimpi masih siang tau gak, pake segala ngaku-ngaku lagi. Dunia juga bisa liat kali, mana orang berada sama orang yang pura-pura berada'' Ucap wanita itu sinis.


''Apa maksud loe?'' Bentak Sinta sembari mengangkat dagunya agar terlihat angkuh


''Harus yah gue perjelas lagi'' Balas Wanita itu enteng, Serta tersenyum mengejek kearah Sinta dan Naomi.


Mata wanita itu menatap intens kearah perut Naomi, Sinta maupun Naomi menyadari pandangan itu, segera Naomi menutupi perutnya dengan kantong belanjaan.


''Apa loe liat-liat? Mau gue colok tuh mata belekan loe'' Sentak Sinta judes.


''Bunting? Pasti bapa nya gak jelas siapa deh, gue tebak kalian berdua simpanan om-om yah. makanya bisa belanja banyak kayak begitu?'' Tuduh wanita itu tanpa perasaan. Jantung Naomi seakan berhenti sejenak, kala mendengar kalimat menyakitkan tersebut. bahkan matanya sudah mulai memerah menahan tangis.


Sinta marah sampai keubun-ubun saat ini, apalagi melihat wajah tertekan sahabatnya. Dia tidak bisa terima di bilang seperti itu oleh wanita yang tidak dikenal nya itu, apalagi Naomi bukan. Perasaan nya lebih sensitif sekarang, mungkin epek dari kehamilan nya.


''Aaaaaa'' Jerit wanita itu penuh kesakitan, kala rambut panjang nya di jambak kuat-kuat oleh Sinta. Naomi sampai menutup mulut nya karna kaget, inilah yang dia takutkan sedari tadi.


Wanita itu balik menarik rambut sebahu Sinta.. '' Aaaaasshh, sakit si*lan'' Sentak nya marah.


''Sinta ya ampun. Mbak tolong pisahkan mereka mbak'' Ujar Naomi panik dan meminta bantuan pegawai tersebut dan melupakan dahulu rasa sakit dihatinya.


''Mbak tolong jangan buat keributan disini, atau saya akan memanggil satpam'' Tegur karyawan itu menuruti permintaan Naomi.


''DIAM'' Bentak kedua nya kompak, dengan mata yang melolot holor serta kilatan tajam. Karyawan tersebut tidak bisa berkata-kata lagi, merasa takut dengan kilatan mata dari mereka berdua.


Naomi melindungi tubuh nya, agar tidak tersenggol apalagi terkena pukulan. Atau suami iblisnya akan marah besar nanti nya.


Sinta masih berkutat pada rambut wanita itu, juga sebaliknya. Aksi mereka tidak ada yang melerai, para pengunjung yang ada disana malah merekam serta menonton nya secara santai.


...****************...


"Sial! Gue kesana sekarang yah om, kasian Nona Bos pasti tertekan banget saat ini, akibat ucapan dari wanita gila itu tadi'' Desis seorang pria yang berada tidak jauh dari area tersebut. Area dimana Sinta dan seorang wanita itu tengah adu Jambak rambut saat ini.


''Iya, kamu kesana sekarang saja Gio, takut Naomi terluka juga'' Balas Reza di balik alat komunikasi.


''Ok Om'' Sahut Gio, dia segera berlari kecil menuju area gaun limited edision tersebut, sesampai nya di sana, Gio langsung melerai paksa kedua gadis itu, Serta melindungi tubuh Naomi dengan menjadikan tubuhnya sebagai tameng atau benteng.


Keributan tersebut berlangsung sedikit lama, hingga sampai di telinga menejer mall, mereka yang terlibat di bawa keruangan sang menejer mall tersebut, guna dimintai keterangan.

__ADS_1


__ADS_2