
Alvin sudah tiba di area kamar mandi perempuan, disalah satu bilik kamar mandi ada dua orang siswi, yang terlihat tengah berjaga di depan nya.
Alvin melihat curiga kearah mereka, hingga gadis yang memberitahu Alvin, datang menyusul bersama ketiga sahabat Alvin.
''Dimana?'' Tanya Alvin dengan aura dingin nya
''Di situ kak, yang ada Monic sama Paula di depan nya'' Terang Gadis tersebut. Alvin segera melangkah kearah pintu yang tengah di jaga tersebut.
Sedangkan Monic dan Paula sudah sangat ketakutan dan panik, kala melihat sosok Alvin datang menghampiri mereka berdua.
*Tok..
Tok*..
''Lucy buruan keluar, ada Alvin datang'' Bisik Monic dengan wajah yang mulai pucat pasi. Tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar mandi, dimana ada Lucy dan Sonya di dalam nya.
''Minggir'' Titah Alvin tegas dengan tatapan yang tajam. Kedua gadis itu dengan cepat menghindar dari balik pintu, Aiden dan Atala dengan sigap mencekal tangan Monic dan Paula, agar mereka tidak kabur dari sana.
''Lepas Aiden'' Pinta Monic yang berontak minta dilepaskan, begitupun dengan Paula.
''Diam!'' Bentak Aiden sangar. Hingga Monic tidak melakukan perlawanan lagi, karna takut dengan tatapan dingin milik Aiden.
Brak...
Alvin menendang keras pintu kamar mandi, yang tengah terkunci dari dalam tersebut.
Dug..
Pintu itupun terbuka lebar, dan menampilkan pemandangan yang mampu membuat darah Alvin mendidih. Rahang Alvin mengeras sempurna saat melihat keadaan gadis nya.
''Alvin!'' Pekik Sonya dan Lucy, mereka terkejut setengah mati saat ini, kenapa bisa Alvin dengan cepat mengetahui perbuatan nya.
''Loe! Cari mati sama gue'' Desis Alvin geram, Sonya dan Lucy saling berdempetan di pojokan kamar mandi, dan melepaskan gayung yang tengah Sonya pegang. Alvin menghampiri mereka dengan langkah santai namun mengintimidasi.
Alice yang menyadari kemarahan Alvin, segera bergerak bangkit dalam keadaan basah kuyup.
''Al, aku butuh kamu sekarang'' Gumam Alice, yang mencoba berdiri dengan tubuh lemasnya, akibat terus menerus disiram dengan air dingin.
Alvin yang mendengar suara dari Alice, dengan cepat berbalik guna melihat kondisi gadisnya itu.
__ADS_1
''Alice! Sayang'' Seru Alvin yang sudah menangkap tubuh lemah Alice. Alvin membuka seragam sekolah nya guna di pakaikan pada tubuh Alice yang basah kuyup itu.
''Dingin Vin'' Desis Alice gemetaran, dan itu hanya sebagai alasan Alice saja untuk mengambil perhatian Alvin. Agar tertuju padanya dan melupakan amarah yang sedang menguasai diri Alvin. Atau sesuatu yang buruk akan terjadi di sana
''Pake ini dulu'' Bisik Alvin cemas, setelah tubuh Alice di balut seragam sekolah nya, Alvin lantas membopong tubuh Alice, guna di bawa ke UKS.
Sebelum pergi, Alvin melihat kearah dua gadis yang sudah berani membully kekasih nya.
''Selamat bertemu nanti malam'' Bisik Alvin, dengan senyum miring nya. Sonya dan Lucy menyergit bingung dengan apa yang diucapkan oleh Alvin. Apa maksudnya itu, 'selamat bertemu nanti malam'. Jangan bilang Alvin mau mengencani salah satu dari mereka.
''Ck, kasihan. Padahal masih muda yah gaes ya'' Gumam Abi prihatin, namun lebih terkesan mengolok.
''Jangan keluar rumah untuk malam ini, atau sesuatu yang buruk akan lebih cepat menghampiri kalian'' Pesan dari Aiden, yang berlaku untuk keempat gadis yang sudah membully Aliska.
Sonya, Lucy, Paula, dan Monic. Mereka saling pandang tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Alvin maupun Aiden.
Atala tersenyum mengejek kearah mereka, dan bergerak pergi dari area tersebut. Diikuti oleh Aiden dan juga Abi.
''Dek, ayok pergi bareng kita. Ntar keempat calon penghuni kuburan baru itu, mengintrogasi kamu lagi disini'' Seru Abi pada gadis yang sudah memberi informasi kepada Alvin.
Gadis itu mengangguk setuju, dan berlari kecil untuk bergabung dengan Abi.
''BTW, thank's yah buat info nya. Kalo gak ada loe, mungkin kita gak bakalan tau Alice dalam bahaya tadi'' Ungkap Aiden ramah dengan senyum manis nya, gadis itu sempat terpana melihat senyuman yang terbit dari bibir Aiden.
''Dea? Nama loe Dea kan'' Ujar Aiden lagi
''Iya kak, kok kakak bisa tau nama aku'' Sahut Dea heran
''Tuh'' Tunjuk Aiden pada papan nama yang tertera di seragam gadis itu, Dea melihat arah telunjuk Aiden. Sekilas dia tersenyum malu di buat nya.
Abi dan Atala menyadari jika Aiden tengah berusaha mendekati Dea, adik kelas mereka yang mungil dan imut itu, sangat jauh berbeda dengan Aiden yang memiliki tubuh tinggi dan tegap.
''Eh Den, gue sama Atala duluan yah. Mau ngambil mobil buat Alvin balik nanti'' Seru Abi beralasan, dengan senyum lebar nya dia memberi kode pada Aiden.
''Ok'' Sahut Aiden singkat.
''Kekantin dulu mau gak? Gue laper nih'' Tawar Aiden berbasa-basi, padahal dia sama sekali tidak merasa lapar saat ini, hanya saja dia harus melakukan nya demi bisa lebih lama berduaan dengan Dea.
''Em, boleh deh'' Balas Dea menyetujui permintaan Aiden, itu Dea lakukan guna menghargai tawaran kakak kelas tampan nya itu.
__ADS_1
''Yes! '' Sorak Aiden dalam hati. Mereka pun pergi menuju kantin dengan berjalan beriringan. Mata Aiden terus saja mencuri pandang pada Dea, dari arah samping. Dan mungkin Dea pun menyadari hal tersebut.
''Kok gue gak tau yah, kalo di sekolah ini ada gadis mungil tapi cantik'' Batin Aiden bertanya-tanya.
Sedangkan Alvin sudah merawat Alice di UKS, dia juga sudah mengganti pakaian aliska dengan switer milik nya.
''Loe kenapa gak ngelawan sih'' Ucap Alvin geram, sembari terus mendekap tubuh dingin alice, agar aliran darah nya menjadi hangat kembali.
''Udah Al, tadi aku udah melakukan perlawanan. Hanya saja mereka rame-rame, jelas lah aku kalah tenaga'' Terang Alice apa adanya.
''Sorry! Gue udah lengah jaga loe Lis'' Ucap Alvin penuh penyesalan, dia semakin mengeratkan dekapan nya pada tubuh Alice.
''Iya Al, gak papa kok. Kan sekarang aku udah sama kamu lagi, aku masih beruntung karna ada orang yang melihat kejadian tadi'' Sahut alice dan membalas pelukan hangat Alvin.
''Cup'' Alvin mengecup sekilas bibir plumpy kekasihnya itu.
''Mau pulang sekarang? Kan udah di izinin pulang sama guru nya juga'' Tanya Alvin lembut.
''Boleh! Aku mau ganti pakaian dalam, udah gak nyaman juga ini'' Balas Alice tanpa merasa malu dengan Alvin.
...****************...
''Kakak kapan pulangnya? Naomi kangen tau'' Ucap Naomi manja pada suaminya, lewat panggilan vidio.
^^^'' Malam ini kakak pulang kok sayang, kamu tunggu aja''^^^
''Beneran? Iya Naomi bakal tungguin kakak''
^^^''Iya sayang, kamu dapat masalah yah waktu di mall''^^^
''Kok, kakak tau? Pasti dari Gio kan''
^^^''Mata sama telinga kakak banyak sayang, jadi masalah apapun pasti kakak bakalan tahu, apalagi menyangkut kamu''^^^
''Iya-iya, yasudah Naomi mau mandi dulu yah kak, kakak pulang nya jangan malam-malam banget, ok''
^^^''Iya sayang! See you''^^^
''Iya kak, bye''
__ADS_1
Tut....
Panggilan vidio itupun terputus, Naomi segera melangkah menuju ke kamar mandi, guna membersihkan dirinya. Dan bersiap untuk makan siang bersama bi Yuyun nantinya.