
''Dasar b*d*h,kenapa bisa kamu lengah seperti ini,hah?''maki seorang wanita yang tidak lagi muda itu pada sang adik.entah hal apa yang membuat dia begitu marah besar saat ini.
''gue juga gak tau kalo tuh orang punya semua berkas resmi nya kak,identitas asli nya juga gak bisa di terobos,jadi gue gak bisa tau siapa dia sebenar nya''balas robert membela diri,pasalnya dia sendiri tidak tahu akan terjadi seperti ini.
Yah!orang yang tengah kena marah tersebut adalah robert,adik kandung dari seorang rosa.
''apa jangan-jangan dia anak nya viktor''tebak rosa
''Nanda cakra samudra?''ucap robert memastikan,rosa lantas mengangguk cepat.
''gak mungkin kak,jelas-jelas nama nya bukan nanda,melainkan agatha,dan juga biodata nya resmi atas nama agatha.''terang robert menyanggah pikiran sang kakak.
''apa mungkin dia orang terdekat nya nanda?''rosa kembali menebak.
''Nah!kalo itu masuk akal kak,lagian dia gak punya tahi lalat di bawah mata nya,sedangkan nanda bukan nya punya tanda itu meski kecil''imbuh robert kembali.
''Sial!.kenapa akhir-akhir ini begitu banyak masalah datang pada kita,mulai dari viktor yang hilang dan sekarang perusahaan milik nya diambil alih oleh orang punya bukti resmi.semua ini seperti sudah di rencana kan,iya gak sih bet?''
''mungkin hanya kebetulan saja kak,jika ini ada hubungan nya dengan viktor,dari mana dia mendapatkan semua bukti resmi itu,kita tahu sendiri dia lumpuh selama ini''
''iya kamu benar,kita juga selalu memeriksa tempat tidur dia selama ini,tidak ada hal yang mencurigakan disana''timpal rosa kembali,dia sepakat dengan apa yang di katakan oleh adik nya.
Padahal dugaan nya sudah tepat seratus persen,bahwa viktor lah yang memberi tahu di mana surat resmi itu berada,dan juga semua ini memang sudah di rencanakan,yakni oleh nanda sendiri.
''sekarang kita harus bagai mana bet?pemasukan kita sudah menipis apalagi perusahaan di surabaya sudah bukan milik kita lagi''tanya rosa resah,dia tidak ingin hidup pas-pasan,dia sudah terbiasa dengan kehidupan serba mewah selama ini,meski itu bukan harta resmi milik nya.
''tenang kak,kita masih punya orang yang sangat berpengaruh,apa kakak lupa''ujar robert santai
''iya juga sih''ucap rosa mengiyakan.tanpa tahu bahaya mulai mengintai mereka.
...****************...
meninggalkan keresahan kakak dan adik licik itu.kini dua orang pria tampan tengah tersenyum lebar di suatu ruangan khusus.
Dengan satu alat yang terselip di telinga mereka masing-masing,mereka begitu menikmati keluhan orang di sebrang sana dengan alat tersebut.
''mereka belum juga sadar dengan kejanggalan ini,apa otak nya gak sempat mikir ''ocehan pria tampan beralis sobek itu.dia geram sendiri dengan tingkat peka rendah kakak adik itu.
''bukan gak sempat,lebih tepat nya tuh otak gak mampu, mentok sampe situ,gatha''balas lawan bicara agatha ringan.
__ADS_1
''Bukan gak mampu bos,lebih tepat nya kapasitas otak nya kecil''ucap agatha lagi
''Bukan kapasitas otak nya yang kecil tha,tepat nya mereka lebih ke b*go''ucap sinis nanda,jika saja rosa dan robert mendengar ledekan tersebut,sudah pasti mereka ngamuk.
''Ha ha ha,bener tuh bos''tawa agatha pecah seketika.
Agatha dan nanda tertawa lepas dengan bahan obrolan mereka sendiri.
......................
Rumah sempit dengan kapasitas terbatas itu,kini terdapat dua insan muda mudi tengah mengobrol ringan.
''loe tinggal sendiri?''tanya remaja yang memiliki bibir merah itu,pada gadis pemilik rumah sempit tersebut.
''iya''balas nya singkat
''loe betah tinggal di sini?''
''betah kok,kamu risih yah dengan keadaan aku yang kayak gini,tapi inilah kenyataan nya alvin,eh sayang maksud nya''balas aliska,dia balik bertanya pada alvin dengan membenarkan kalimat nya.
''no! sayang''balas alvin ringan,dengan kata-kata manis nya.Aliska tersenyum hangat kala mendengar nya.
meski begitu aliska duduk dengan keadaan gusar,pasalnya waktu di jam dingding nya sudah menunjukan waktu tengah malam,jujur mata aliska sudah perih dan memerah karna mengantuk,bahkan dia berusaha sekuat tenaga menahan untuk tidak menguap sembarangan di hadapan alvin.
''gue gak mau balik''balas alvin dingin,aliska tersentak seketika.
''apa maksud nya gak mau pulang.jangan bilang dia mau menginap di sini,tuhan yang benar saja''monolog hati aliska.
''mak ....''
''kamar mandi di mana?'' belum selesai aliska bicara,alvin sudah memotong kalimat nya.
''di sana''tunjuk aliska pada ruangan bagian belakang.
tanpa menyahut alvin melenggang pergi ke arah yang di tunjuk aliska,yaitu kamar mandi.
''ya ampun gimana sekarang''gumam aliska saat alvin sudah pergi menjauh.
''pokok nya aku harus bujuk dia,supaya gak nginep di sini,aku gak mau tante nana sampai tau semua ini,bisa di marahi habis-habisan aku nanti''aliska bertekad akan menyuruh alvin pulang dengan cara nya sendiri,jika benar alvin sayang terhadap dirinya,pasti alvin akan menuruti apa yang aliska ucapkan,begitu pikir nya.
__ADS_1
Alvin sudah kembali dari kamar mandi milik aliska,seperti nya lelaki itu sudah membasuh seluruh wajah nya dengan air dingin,terlihat dari buliran air yang masih banyak menempel di area wajah nya.
''s-sayang kamu sudah selesai?''seru aliska gelagapan,tidak tahu kenapa aliska mendadak gugup sekarang.
''hm''balas alvin datar,namun mata tajam nya menelisik raut wajah sang kekasih,nampak gusar dan gelisah ada apa dengan nya?
''sayang,kamu pulang yah''aliska mulai membujuk alvin dengan kata lembut nya.
''emang ini mau pulang''balas alvin tersenyum miring,dia tahu kenapa gadis nya gundah sedari tadi,dia takut alvin menginap di rumah sempit nya.
''loh,bukan nya tadi kamu bilang mau nginap''aliska senang dengan kalimat alvin,tanpa dia tahu jika ucapan nya mengundang jiwa julid alvin muncul.
''jadi,loe mau gue nginep di sini,iyah.ok kalo itu mau loe sayang,gue dengan senang hati menuruti,hm''goda alvin.yang akan membuka pintu kamar aliska.
Aliska ketar-ketir sekarang,salah bicara lagi dia,niat hati ingin membujuk alvin supaya pulang dan tidak menginap di rumah nya,ini malah sebalik nya.
''aduh sayang,bukan begitu maksud aku''cegah aliska,dia bingung harus bagai mana bicara sekarang,tanpa menyinggung kekasih nya.
''terus gimana maksud nya''pancing alvin kembali.
''kamu jangan nginap dulu sekarang,takut tante aku tau,kamu pulang yah sayang,aku mohon''aliska mengatupkan kedua telapak tangan nya kehadapan alvin.
''berarti nanti nya gue boleh nginep nih?''tanya alvin dengan alis terangkat
''iya''balas aliska tanpa pikir panjang.yang penting malam ini alvin pulang.
''ok,gue balik,CUP'' alvin mengecup bibir ranum aliska,lalu menyampirkan tas nya di pundak.
''AL''
Aliska tersentak dengan serangan kilat alvin,meski begitu dia tidak merasa marah dengan aksi alvin.
''kenapa?orang gak ada siapa-siapa juga kok,kalo mau gue bisa terkam loe malam ini sayang,tapi ini bukan waktu yang tepat''ucap alving tanpa beban,bahkan dengan genit dia mengedipkan satu mata nya pada aliska.
''HAH''mulut aliska sudah menganga lebar,mendengar penuturan alvin.
''gue cabut dulu,good night sayang,bobo gih''pamit alvin yang kembali menyerang mulut aliska,kali ini bukan singkat seperti di awal melainkan ada sedikit lum*tan disana.
''i-ya sayang''balas aliska spontan,matanya mengerjap cepat dengan tatapan lurus kedepan,melihat kekasih nya pergi meninggalkan pekarangan rumah dengan motor besar nya.
__ADS_1
''ya tuhan,apa yang dia bilang?terkam aku,apa hidupku akan bertahan sampai umur 17 tahun saja,huaa'' teriak aliska dalam hati,dia takut dengan apa yang di ucapkan alvin akan terjadi pada nya,yang diartikan oleh aliska ialah kematian,sedangkan bagi alvin adalah kenikmatan.
Tanpa di sadari tangan nya sedari tadi menyentuh lembut bibir nya,yang telah di nikmati oleh alvin tadi,meski dengan kurun waktu singkat,tetapi begitu terasa lama.menit selanjutnya aliska menutup seluruh wajah nya dengan kedua telapak tangan nya,karna hawa di area wajah nya sudah memanas,bahkan hampir meledak.