Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
Iri dan kagum


__ADS_3

Alvin pulang keapartemen nya tepat pada pukul 11.00 Malam. Dia memutuskan untuk tidak menginap dirumah Nanda malam ini, tidak juga menemui kekasihnya secara diam-diam kerumahnya.


Biar besok saja dia melepas rindu pada gadis mungil kesayangan nya itu, sekarang dia harus beristirahat secara damai dan tenang ditempat sunyi dan gelap, dan disini lah tempat terbaik untuknya.


Senyum miring selalu menemani langkahnya, entah apa yang ada dibenak nya kini. Yang jelas itu bukan suatu kebaikan, karna senyum tersebut sangat mematikan bagi calon mangsanya.


Bahkan senyuman itu diselingi dengan siulan khas dari dirinya, dan itu makin menambah kesan holor bagi yang mendengarnya.


''Disekolah, kemarin heboh banget perasaan. Tapi bodo amat lah yang penting calon istri gue baik-baik aja'' Alvin sudah menanggalkan pakaian nya didalam kamar mandi.


Masih dengan bersiul penuh semangat, dia mengguyur seluruh tubuh atletis nya menggunakan air hangat.


Sungguh menyegarkan menurutnya, padahal ini sudah tengah malam bukan.


...****************...


Brumm..


Brumm..


Seperti hari kemarin, pagi ini Aliska kembali lagi membawa motor sport milik kekasihnya itu.


Semua mata tertuju padanya, ada heran dan juga kagum. Mereka tidak menyangka, jika Alice yang kurang dalam pergaulan, bisa dengan mudahnya mengendarai sebuah motor sport. Juga! Pesona nya sangat berkelas bagi mereka yang mengagumi, beda lagi dengan yang julid serta iri.


''Si kutu buku, punya motor mahal dari mana yah? Bukan nya dia hidup serba kekurangan'' salah satu murid mulai menilai dan bergosip tentang hidup Aliska.


''Coba deh lihat secara baik-baik, itu motor mirip banget sama punya Alvin. Iya gak sih? Apa dia dan Alvin beneran pacaran'' tanya nya


''Kayak nya sih iya, soalnya cuma Alvin yang punya motor warna begitu. Eh BTW, Alvin kemana yah? Kok dia gak ada sekolah dua hari ini'' jawabnya.


''Gue bukan emak nya. Ya, mana gue tau lah'' ujarnya terdengar tengil


''Si*lan loe, dasar centong nasi'' makinya kesal


''Elo tuh panci gosong'' balasnya tidak mau kalah. Dan mereka pun berakhir saling kejar saat ini


Alice tidak menghiraukan kegaduhan tersebut, dia berjalan seperti biasanya. Tetap sopan dengan menundukan pandangan nya, karna itulah ciri khas dari seorang Alice, gadis lugu yang hobi membaca buku.


''Aliska!'' sebuah sapaan terdengar dari arah depan, Alice lantas mengangkat kepalanya.


''Kalian, mau kemana?'' tanya Alice merasa lega. Entah kenapa hidupnya selalu dihantui rasa tertekan yang teramat dalam jika didalam lingkungan sekolah.

__ADS_1


Dan dia akan merasa terlindungi, jika tengah bersama keempat pria yang baru saja hadir dikehidupan nya itu.


''Kita mau beli sesuatu dulu ke mini market depan, loe mau pesen sesuatu gak? Biar sekalian'' ujar Aiden


''Susu coklat saja dua'' balas Alice.


''Ok, loe tunggu dikelas aja. Kita gak lama kok'' Abi ikut menyahuti


''Iya. Cepat kembali kalian''


''Siap'' ketiga remaja itu pergi secara beriringan. Dan mulai menghilang dari pandangan nya Alice


Alice pun segera masuk kedalam kelasnya, dengan perasaan lemah yang kembali muncul menghantui dirinya.


Berulang kali Alice memeriksa ponselnya, berharap ada pesan dari kekasihnya. Mungkin hanya dengan itu, Alice akan merasa sedikit tenang. Namun! Harapan nya tidak sesuai dengan keinginan nya


''Hufff'' sedikit kecewa, tentu saja. Kemana kekasihnya itu pergi selama dua ini?


Tapi biarlah, toh itu bukan pertama kalinya bagi Alice. Merasa tidak dianggap dan terabaikan, tapi itu hanya sementara. Karna Alice menyadari kasih sayang yang Alvin berikan untuknya, sangatlah besar selama ini.


''Eh, loe teman sebangku dari bangku yang kosong itu kan?'' seru seorang gadis yang terlihat angkuh dari pertama kali dia berada dikelas tersebut.


''I-iya'' balas Alice terbata dan menatap takut-takut padanya.


''Cowok'' ucap Alice apa adanya


''Oh. Ok'' ujarnya singkat tanpa mau berkepanjangan, namun matanya menatap remeh pada Alice.


Jelas! Alice merasa terganggu akan hal itu. Untung nya para ajudan dadakan nya cepat kembali kedalam kelas.


''Apa loe liat-liat? Naksir loe sama gue'' sentak Atala pada si murid baru tersebut.


''Dih! Najiss'' ucapnya malas


''Nih pesanan nya ibu bos, dua kotak susu coklat kan?'' ucap Aiden yang mengeluarkan minuman tersebut dari dalam kantong plastik.


''Iya, makasih Den. Jadi berapa semuanya?''


''Free'' balas Aiden ringan.


''Mak-

__ADS_1


''Sama-sama'' potongnya cepat. Alice tersenyum kaku saat itu juga, matanya tidak sengaja melihat dua batang coklat berukuran sedang didalam plastik tersebut. Yang makin membuat Alice heran, mengapa kedua coklat itu dipasangkan pita berwarna merah?


''Aiden'' gumam Alice pelan


''Hem'' balas Aiden sedikit acuh, karna pandangan kini sudah tertuju pada layar ponsel miliknya.


''Itu coklat buat siapa? Apa kamu suka coklat''


Mata Aiden seketika tertuju pada plastik yang ada disamping nya.


''Mampus!'' batin Aiden merasa malu.


''Ha ha, mana ada si ikan sarden doyan coklat. Itu buat cemceman nya Lis, biasa gebetan'' sahut Atala dengan gelak tawa yang sedikit nyaring.


''Mulut loe. Ampun dah'' desis Abi


''Ember banget sih tuh bacot. Mau mati loe, hah?'' sentak Aiden merasa geram, tepatnya malu. Yang benar saja seorang Aiden jatuh cinta, lantas siapa gadis yang dapat meruntuhkan hati keras sekeras karang itu?


''Ampun suhu'' ucap Atala sembari mengatupkan kedua telapak tangan nya, dengan kepala yang manggut-manggut.


''Bi. Tolong wakilin gue buat tabok pala tuh bocah, gedek gue sumpah'' pinta Aiden


''Siap Den'' balas Abi dengan senang hati. Mata Atala mendelik tajam pada Abi, tanda penolakan.


''Gue hanya menyampaikan amanah Tala, jadi loe pasrah saja, ok'' ujar Abi yang sudah memegang kedua tangan Atala.


Tuing...


"Asu loe Bi'' dengus Atala kala Abi benar-benar menoyor kepalanya.


''Tugas selesai'' informasi dari Abi


''Nice'' ujar Aiden tersenyum puas. Sedangkan Atala sudah mencebik kan bibirnya karna kesal.


''Awas loe berdua, gue buka aib loe pada baru tau rasa kalian'' ancam Atala


''Ck! Nih ati ampela minta diasingkan kali yah, hari ini ngeselin banget pesaraan'' aiden menatap malas pada sahabatnya itu.


''Bomat! Bodo amat'' tekan Atala tidak perduli


''Siapa gadis itu'' gumam Alice penasaran, namun dia tidak menanyakan hal itu sekarang, mengingat Aiden masih terlihat tertutup dengan kisah asmaranya. Mungkin, karna ini pengalaman yang pertama bagi Aiden, jadi wajar saja dia merasa sangat malu kala orang lain mengetahui isi hatinya.

__ADS_1


Sedangkan dibangku sebrang, ada sebuah tatapan iri dari salah satu murid yang ada disana. Dia merasa tersaingi dengan adanya Alice, bukankah dia yang menjadi murid baru disekolah ini? Lantas kenapa dia berpikiran seperti itu.


''Tuh cewek siapa sih? Kok kayak di istimewakan sama mereka, padahal tampang nya biasa saja menurut gue. Atau karna dia membawa motor besar kesekolah ini? Makanya dia dihormati. Lihat saja, besok gue juga bakal membawa motor sport ke sekolah'' batin nya penuh tanda tanya.


__ADS_2