
Aliska merenungi apa yang di lontarkan oleh kedua orang yang ada di hadapan nya kini,seakan ini semua mimpi yang tak akan pernah di lewati oleh nya.
Aliska jelas tahu bagai mana watak dan komitmen orang tersebut.
Saat aliska bertanya pada mereka,jawaban nya sungguh di luar perkiraan gadis mungil itu.
''Om sama kak hendrik gak bercanda kan?''aliska masih ragu dengan apa yang di lontarkan om serta kakak sepupu nya itu.yang mana hendrik mengatakan akan mengembalikkan semua hak milik aliska.
''Sungguh! alice ini kebenaran,kakak sama om benar-benar ingin kamu kembali kesana,dan kami yang akan meninggalkan rumah itu alice''tutur hendrik dengan binar mata penuh kepastian,sedangkan beno om nya sendiri,dia hanya menunduk dalam seperti ketakutan.
''Tapi kenapa?''tanya alice lagi,dia heran dengan perubahan serta berita yang di dapatnya siang ini.
''karna itu semua hak kamu alice,kita gak ada hak buat menguasai itu,bahkan sampai mengucilkan diri mu seperti saat ini,maafkan kakak yang tidak bisa melindungi kamu alice''terang hendrik kembali,sembari tersenyum miris.
Aliska menggeleng pelan,dengan senyuman hangat nya,dia sungguh tidak masalah dengan kehidupan nya kini,akan tetapi dia ingin merasakan kasih sayang yang tulus dari keluarga satu-satu nya itu.
''Om beno kenapa?''ujar alice saat melihat om nya hanya tertunduk takut-takut,tanpa mau mengeluarkan suara nya.sedangkan alvin sendiri sudah tersenyum miring melihat reaksi tubuh beno.
Beno tersentak saat mendengar pertanyaan dari keponakan nya,dengan ragu-ragu dia melihat kearah alice yang duduk rapat di samping alvin.
''Em,aliska om minta maaf yang sebesar-besar nya,kamu tolong jangan dendam sama om maupun tante yah''ucap beno yang mencuri-curi pandang pada alvin,bukan terpesona tetapi takut itu yang terlihat.
''Aku gak marah atau pun dendam kok sama kalian semua,kan kalian keluarga aku satu-satu nya,meski selama ini aku tidak di anggap oleh kalian,tetapi sumpah aku gak dendam''balas alice dengan kejujuran nya,hendrik terlihat meringis mendengar kata-kata aliska.
''kamu anak baik alice'' batin hendrik.
''Terima kasih banyak alice,kamu tenang saja,keluarga kakak akan segera pergi dari rumah kamu''
''Loh pergi kemana kak?''
''kemana saja alice,yang pasti kakak jamin keluarga kakak tidak akan mengusik kehidupan kamu lagi''ujar hendrik dengan sungguh-sungguh.
''kenapa harus pergi kak,aku butuh kalian di hidup ku,kita sama-sama tinggal disana seperti dulu yah''pinta alice memelas dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
''itu semua untuk menebus semua kesalahan kita sama kamu alice,kita gak pantes jika harus tinggal di sana sama kamu''jelas hendrik,beno hanya mengangguk membenarkan tanpa berani menyela,karna ada pandangan tajam yang tengah mengawasi nya.
__ADS_1
''Sadar diri itu perlu'' batin alvin berucap sinis.
''Lalu tante nana sama helena kemana kak?mereka pasti gak bisa hidup tanpa uang,aku gak keberatan kok kalo kalian selamanya tinggal di rumah ayah,jadi gak perlu malu kak,kita kan sodara''alice masih berusaha membujuk hendrik,serta menanyakan keberadaan tante dan juga helena.
''Helena?''hendrik terlihat ragu-ragu mengutarakan kebenaran tentang helena,mengingat orang yang berada di samping aliska,yang membuat helena harus di larikan ke rumah sakit,dan belum sadar sampai sekarang.
Alvin mengerti dengan keraguan hendrik,saat hendrik bertemu pandang dengan nya,segera alvin mengangguk.memberi kode supaya hendrik bicara saja tanpa harus berbohong pada aliska.
''Iya dia kemana kak''desak alice tak sabaran.
''Dia di rumah sakit alice,tante nana yang menjaga nya di sana''terang hendrik apa ada nya,beno sampai menyikut pelan tangan anak sulung nya karna tidak percaya,bahwa hendrik akan berkata jujur.
''Kenapa kamu berkata jujur hen?dia sedang ada di sini,bagai mana jika dia tersinggung nanti,nyawa kita akan bahaya''bisik beno pada sang anak sulung.
''Dia yang suruh ayah,jadi gak usah takut''balas hendrik kembali.
''Ya tuhan!apa yang terjadi sama helena kak,kenapa bisa dia di bawa kerumah sakit?''pekik aliska sedikit syok dengan kabar sodara nya itu,pantas saja hari ini dia tidak masuk kesekolah pikir nya.
''Dia.Dia kena tusuk di bahu nya alice''terang hendrik sedikit ragu,aliska membulatkan bibir serta mata nya saat mendengar penjelasan dari hendrik.
Aliska melihat sekilas kearah alvin,lalu kembali lagi pada hendrik dan om nya beno.
''Siapa yang melakukan nya kak?kita harus melapor pada polisi agar orang itu jera''tanya aliska panik,sampai dia tidak menyadari apa yang di ucapkan oleh kekasih tampan nya itu tadi.
Hendrik bungkam untuk pertanyaan satu ini,dia tidak mungkin menyebutkan siapa orang yang telah melukai adik nya itu,serta orang yang mampu membuat ayah nya tertunduk seperti saat ini.
''Loe mau lapor polisi?''tanya alvin datar.
''Iya al,orang itu sudah buat kriminal biar polisi yang menghadapi dia''balas aliska semangat dengan rasa kesal yang tinggi.
Hendrik dan beno sudah saling pandang,takut jika aliska kenapa-napa nanti nya.
''Yakin berani?''alvin kembali bertanya.
Aliska seketika menjadi kesal terhadap alvin,kenapa dia seolah tengah bermain-main,padahal ini kasus penting menurut aliska sendiri.sedangkan bagi alvin membuat aliska marah itu sangat menyenangkan.
__ADS_1
''Ih makanya bantu aku al''ucap aliska ketus
''Untuk?''alvin mengangkat satu alisnya.
''laporin orang itu''ujar aliska dengan bibir manyun.
''Mana bisa,kita gak akan rela kalo sampe itu terjadi''sela aiden ikut membuka suara,yang mana itu membuat aliska mengerutkan dahi.
''Benar tuh''sahut atala ikut mendukung perkataan aiden.sedangkan hendrik dan beno sudah sangat tahu mengapa kedua remaja tampan itu berucap demikian.
''Kenapa?''tanya aliska penasaran.
''Karna gue orang nya alice''sahut alvin dengan begitu santai,tanpa takut jika aliska akan marah atau pun kecewa terhadap dirinya,karna prinsip alvin yang berbeda.
Aliska termenung dengan pandangan lurus ke depan,tepat nya melihat objek kosong.apa yang dia dengar itu tidak salah bukan,kenapa alvin yang menusuk sodara nya?sungguh aliska ingin menyangkal nya,tetapi itu mungkin saja mengingat bagai mana cara alvin memberi pelajaran pada orang yang berniat jahat pada aliska waktu di bar.
Perlahan pandangan aliska menuju pada wajah tampan kekasih nya,yang di sambut datar serta dingin oleh alvin sendiri.
''Kenapa?''tanya alvin sinis.kala kekasih nya melihat dengan cara tidak biasa.
cepat aliska menggeleng,sembari menunduk..''Loe tau apa yang gue lakukan,terhadap orang yang gue gak suka.bukan?''bisik alvin tepat di daun telinga aliska,seketika bulu roma aliska berdiri.kala kulit leher nya terkena hembusan hangat dari napas alvin.
Lagi-lagi aliska mengangguk pelan,sembari memilin rok sekolah nya,hendrik yang tahu adik sepupu nya tertekan,dia pun segera bersuara.
''Ya sudah alice,karna semua nya sudah jelas,serta kamu bisa kembali lagi ke rumah mulai saat ini,kakak sama om mau pamit dulu,kita mau kerumah sakit liat helena''ujar hendrik sembari bergerak,dia mengulurkan tangan pada aliska,dan hal itu di ikuti oleh beno.
''Aku juga mau ikut kesana kak''sela aliska cepat.hendrik melihat kembali pada adik sepupu nya itu
''Gak''sentak alvin mutlak.
''Eh,gak jadi deh kak,aku titip salam aja buat tante sama helena,semoga helen cepet sembuh kak''putus aliska saat melihat raut wajah alvin yang tidak bersahabat.dalam hati, alvin bersorak senang karna gadis nya menurut tanpa di ancam oleh nya.
''Iya alice,gak papa.kamu kan harus beres-beres buat pindah lagi,kakak pergi yah''hendrik melenggang keluar dari bangunan tersebut,meninggalkan aliska bersama ketiga remaja tampan di sana,beno sendiri sudah lebih dulu pergi untuk menstabilkan detak jantung nya.
Karna selama berada di dalam ruangan tersebut,dia tidak leluasa menghirup udara untuk pasokan ke jantung nya,seolah tercekat karna ada banyak mata tajam mengelilingi nya.
__ADS_1