
naomi begitu sangat cantik hari ini,bagai mana tidak cantik coba,tubuhnya di balut dengan gaun indah dan mahal tentu nya.
wajah nya di rias sedemikian rupa,namun tidak menor,sangat minimalis dan elegan,rambut nya di tata begitu indah dengan mahkota kecil di kepala nya,,benar-benar naomi patut menyandang istilah 'ratu sehari'.
di depan cermin yang sangat besar dirinya duduk dengan di temani dua orang pelayan,yang siap membantu kapan dan apapun kebutuhan naomi,sungguh naomi menjadi ratu hari ini.
naomi termenung memikirkan tentang hari ini,benarkah dia akan menjadi seorang istri dari nanda?sungguh di luar dugaan nya,bahkan naomi masih tak percaya namun mau bagai mana ini kenyataan nya.
''sangat cantik nona,anda benar-benar cantik alami,meski tanpa memakai make-up sekali pun'' puji salah satu pelayan yang membantu merapikan riasan naomi.
naomi tersenyum..''makasih mbak'' tutur naomi sopan.
''ya tuhan,aku masih tidak percaya ini nyata,bahkan aku belum mengenal jauh tentang status suami ku,namun begitu aku akan selalu ada untuk nya,selagi dia tidak mengkhianati ku'' suara hati naomi bertekad.
''mari nona,anda sudah di tunggu'' sahut pelayan yang baru datang
''i-ya'' balas naomi gugup secara mendadak,.
''santai saja nona,tetap tersenyum meski grogi yah''intrupsi pelayan yang menggandeng tangan naomi.
naomi menggangguk patuh,di tarik nya napas yang begitu panjang,guna mengatur laju jantung nya yang mendadak tidak stabil.
langkah kaki nya yang anggun membawa nya menyusuri pijakan anak tangga,pelan,santai,tanpa tergesa,karna tidak akan seru jika seorang ratu harus terjatuh dari atas tangga,bukan?
seorang pangeran tampan yang sedang asyik menyapa para tamu,seketika berbalik melihat seorang gadis,ah ralat wanita tepat nya,yang sudah bak ratu itu.
mata nya tak berkedip dengan mulut sedikit menganga,seakan habis melihat harta karun yang amat langka,,bahkan mungkin lebih dari itu,menurut nya.
''ekhem,,biasa aja kali boss liat nya,jangan sampe mimisan juga,apalagi ileran,,malu dong,masa iya seorang psiko' mimisan hanya karna liat cewek cakep,iye kan'' sikut seorang pria yang berada di sampingnya,yang tak lain adalah agatha.
seketika nanda menoleh dengan tatapan tajam nya,agatha hanya nyengir sembari mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya.
''ekhem'' deheman nanda yang ingin menenangkan jantung nya,dengan mata tak lepas dari naomi.
__ADS_1
''tarik napas dari hidung,keluarkan dari mulut,huuuh,sok atuh boss ikuti'' agatha kembali berucap seolah tengah membimbing nanda guna tidak grogi.
''berisik,,sialan!''desis nanda begitu malu dengan sikap agatha yang petakilan menurut nya.
''elah boss,orang niat bantu juga,malah kena omel''
''bisa diem gak sih lo tha,malu-malu'in aja,gue tendang juga lo lama-lama''
''iya diem boss,ampun'' final agatha yang tau jika nanda marah akan seperti apa,dia tidak akan segan melakukan apa yang di katakan nya,dari pada malu lebih baik agatha diem,cari aman. pikirnya.!
agatha di sini akan menjadi saksi dan pendamping untuk sang tuan nya,yaitu nanda.
agatha terlihat sangat menawan dengan pakaian nya kini,begitu bersaing dengan nanda sang pengantin pria,walau masih berada satu level di bawah nanda,tetap saja agatha menjadi bahan bisikan para tamu wanita,karna ketampanan nya.
hingga mampu membuat sang kekasih kesal,hingga ingin sekali anaya mengurung agatha saat ini,agar hanya dirinya yang bisa dengan leluasa melihat bahkan menyentuh agatha,namun itu hanya angan nya saja.
tibalah naomi di hadapan nanda,dengan pasti tangan nanda terulur pada naomi,minta di sambut.
naomi pun membalas nya tanpa beban dengan senyum manis nya,mereka berjalan beriringan di atas karpet putih menuju sang pendeta yang akan menikahkan mereka.
naomi tiba-tiba menjadi bllushing,pipi nya kian memerah di sebut demikian oleh nanda,..''thank's,kak'' naomi tertunduk malu.
''jangan nunduk sayang,nanti cantik nya gak kelihatan'' titah nanda menggoda naomi yang sudah sangat malu itu.
''kak,IH'' desis naomi meminta nanda berhenti menggoda nya,karna mereka sudah sangat dekat dengan pria paruh baya yang berpakaian serba putih dengan kalung tasbih besar di leher nya.
''mari '' serunya sopan mempersilahkan pasangan yang akan dia resmikan oleh nya,,acara berlangsung hikmat dan lancar tanpa kendala apapun,,.
hingga sampai di mana naomi akan melempar buket bunga,semua orang bersorak bahagia dan berdesakan,karna ingin memiliki buket bunga tersebut yang mereka yakini,jika orang yang mendapat kan nya akan segera menyusul juga.
''ok,aku mulai yah,,1 2 3'' naomi melempar buket bunga di tangan nya dengan posisi membelakangi semua orang.
entah kebetulan atau tidak,yang mendapatkan buket bunga itu ialah agatha...''YESSS,,akhirnya gue dapet,Yuhuuui,bunda anak mu bakal segera nikah bun''teriak nya heboh begitu senang telah mendapatkan barang tersebut,padahal itu hanya buket bunga biasa,tetapi bukan itu yang di lihat nya melainkan 'makna' dari benda tersebut.
__ADS_1
''by'' jerit nya pada anaya mengacungkan buket tersebut,anaya hanya tertawa kecil menanggapi nya,...''liat tuh calon suami kamu sayang,bikin malu aja'' tutur sang bunda dari agatha 'merina' pada anaya yang ada di samping nya,tepat nya sedang di rangkul oleh merina.
''boss gue segera nyusul,asikkk'' adu ya pada nanda,,nanda tertawa begitu lepas melihat aksi dari sahabat nya itu.
''iya agatha,cepet nyusul loe biar agak warasan dikit kalo udah nikah'' sindir nanda begitu santai namun terdengar sangat sinis bagi agatha..
''si anying.!dia kira gue gila selama ini,gitu..''marah agatha hanya sebatas gurauan saja,karna mana berani dia marah beneran sama nanda,yang ada dia kena imbasnya.
''eits,bukan gue loh yang ngomong tha,,..'' nanda membela diri
''anj,,,.''umpat agatha sedikit kesal di buat nya..
''HAHAHAHAHA''lagi tawa mereka pecah dengan nyaring nya,sedangkan agatha sudah cemberut di buat nya.
.
.
.
.
''ternyata dia udah dewasa,huuuh kita lihat bagai mana reaksi nya,saat melihat permainan baru yang akan di ciptakan,hahahaha''
''akankah sikap angkuh nya bertahan?''
''nanda.''
''nanda''
''nanda cakra samudra''
ucapan dari pria yang tengah memantau acara yang di gelar oleh nanda malam ini,terlihat santai dengan sebuah gelas di tangan nya,namun kilatan mata nya menunjukan rasa penasaran dan keangkuhan,meski usia nya tidak muda lagi,dia masih setia menegak minuman beralkohol kadar tinggi..
__ADS_1
senyuman remeh itu sangar kentara saat melihat nanda tertawa lepas di dalam monitor tersebut..
''kita lihat apakah tawa itu masih bisa terdengar nanti,saat pendamping nya tiada'' ucap sinis nya..