Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
kehadiran Ares


__ADS_3

Pada malam hari di jalan yang sepi, Seorang remaja tampan tengah di hadang oleh tiga orang pria asing.


Entah mengapa remaja tersebut mendapat perlakuan yang tidak baik dari ketiga orang itu, Intinya saat ini dia tengah adu fisik dengan salah satu dari ketiga orang tersebut.


Buk......


''Bangs*t, ada masalah hidup apa sih loe,Set*n?'' Pekik nya marah, saat sebuah pukulan dari lawan nya itu mengenai rahang tegas nya, Hingga menyebabkan rasa ngilu yang teramat sangat.


''Cih, gak nyadar loe, gue kagak mungkin mukul orang secara tiba-tiba, loe masih tanya apa kesalahan loe itu'' Balas nya sinis tanpa mau menjelaskan apa kesalahan dari lawan nya itu


''Saraf nih orang, gue kenal loe aja kagak, mana ada gue buat masalah sama loe'' Bela nya lagi.


''Banyak omong loe baj*ng*n'' Desis nya dengan kepalan tangan yang siap dia layangkan kembali pada lawan nya itu.


''Woyyyy'' Seru seseorang secara tiba-tiba, dan berhasil mengurungkan tinjuan yang akan segera mendarat pada lawan nya tersebut.


Keempat orang itu spontan melihat kearah sumber suara, Di lihat nya bukan hanya satu orang yang ada di sana, Melainkan ada lima orang. Mereka terlihat kompak dalam berpakaian, Sudah seperti grup boyband saja.


''Juna?'' Gumam pria tampan itu, mengenali salah satu dari kelima nya


''Siapa loe?'' Sentak orang yang sempat beradu fisik itu, Dia sangat tidak suka jika kegiatan nya diganggu atau terganggu seperti saat ini.


''Musti nya gue yang tanya itu ke kalian?'' Balas Juna enteng.


''Dan kalian berani-berani nya buat rusuh di sini, perlu kalian tau. Ini itu daerah kekuasan gue'' Sambung nya sedikit galak.


''Bocah ingusan mau sok-so'an berkuasa, Cih'' Ucap nya tersenyum remeh.


''Apa loe bilang?'' Bentak Juna marah, Dengan cepat remaja yang di hadang itu mendekati Juna


''Udah lah Jun, loe gak usah ladeni orang stress itu, Mungkin tuh orang punya gangguan jiwa'' Sahut nya. Dan jelas itu terdengar oleh semua orang yang ada di sana, otomatis orang tersebut makin naik pitam di buat nya.


Bukan nya melerai peperangan dia malah mengibarkan bendera perang, lewat ucapan nya itu.


''Bed*b*h, ke neraka saja loe *njing'' Teriak nya begitu menggema, dan adu tinju pun tidak dapat terelakan lagi. Mereka semua saling menyerang dengan keahlian nya masing-masing.


Bug .... Dug ...


Suara tinjuan dan tendangan dari mereka semua, menerjang secara leluasa bahkan melemparkan secara ringan, meski napas mereka begitu memburu, tapi itu tidak membuat mereka berhenti untuk saling menyerang.


''Enyah kau s*tan'' Maki salah satu dari ke sepuluh orang tersebut.


Brummmmm.....


Suara deruman sebuah motor sport menjadi pelerai untuk mereka, Semua pasang mata melihat tajam kearah pengendara motor tersebut.


Bak seperti slowmotion kala si pengemudi tersebut membuka helm full face nya.


''Alvin!'' Seru mereka semua kala melihat siapa yang melerai mereka itu. Setelah nya mereka saling pandang dengan tatapan heran


''Kok dia kenal sama Alvin'' seruan batin dari ketiga orang itu


Tanpa menyahut apapun, Alvin segera turun dari motor sport nya, melangkahkan kaki nya secara tegas kearah segerombolan orang-orang tersebut.


Alvin menajamkan pandangan nya kearah orang yang tidak asing bagi nya, tetapi itu bukan juna atau pria yang dihadang tadi.


''Ares? Loe kok bisa ada di indo'' Tanya Alvin pada orang yang bernama Ares, orang yang sangat Alvin kenal sewaktu di luar negri.


''Alvin. Bagaimana kabar loe brother'' sapa nya ramah tanpa membalas pertanyaan awal dari Alvin, Dia justru balik bertanya pada Alvin, sembari berjabat tangan lalu melakukan tos ala laki-laki.


Heran!


Jelas itu mengheran kan bagi semua orang yang ada di sana, terutama Juna dan pria yang sempat di hadang Ares.


''Loe kenal sama nih orang Al?'' Tanya pria yang belum di sebutkan nama nya itu, dengan raut wajah penasaran alias tanda tanya

__ADS_1


Alvin mengangguk dengan senyum miring nya..''Dia Ares, ketua geng ster di Amerika'' Terang Alvin


''Juga sodara nya Alvin'' Sela Ares cepat, mengakui jika dirinya dan Alvin merupakan sodara.


Masih ingatkan sama Ares. Yah dia merupakan anak tunggal dari Galih, Orang yang mengaku sebagai ayah bagi Alvin dengan tujuan yang buruk.


''What? Brother. Kok bisa Al'' Pekik pria itu tidak habis pikir.


''Kenapa loe, kaget?'' Sahut Ares garang pada pria yang mampu membuat dia kesal itu.


''Gue gak lagi ngomong sama loe'' Balas nya berani


''Mending kita duduk dulu dah, pegal nih kaki gue'' Ucap Juna memberi saran, Dan jelas itu langsung di setujui oleh semua nya.


''Ah benar'' Sahut Alvin setuju


Tanpa pikir panjang mereka duduk lesehan di lantai yang kotor dan berdebu tanpa memakai alas apapun.


''Gue tanya sekali lagi Res, loe kok bisa ada di indonesia'' Alvin kembali memberi pertanyaan yang sama seperti di awal pada Ares


''Oh pendatang baru toh, tapi kok belagu yah'' Sela pria yang masih menyimpan rasa kesal nya terhadap Ares.


''Loe-''


''Gue minta diem dulu Atala'' Alvin dengan cepat memotong kalimat balasan dari Ares untuk Atala.


Yah! Orang yang di hadang oleh Ares itu adalah Atala.


''Ok, sok monggo di lanjut lagi topik nya'' Balas Atala jengah, dan mengalah pada Alvin


''Ngomong Res'' Pinta Alvin dingin


''Alasan gue datang ke indo, itu cuma loe yang boleh tau Al, jadi untuk sekarang gue gak bisa kasih tau ke elo'' Terang Ares yang mampu membuat Alvin curiga dan sedikit was-was.


''Datang secara tiba-tiba, pasti dia di utus sama bokap nya buat datang kesini, apa yang dia cari? Marco kah?'' batin Alvin penuh pertanyaan dan rasa curiga terhadap Ares.


''Jadi nih orang temen loe Al?'' jawab Ares, bukan jawaban sih tapi lebih ke pertanyaan.


''Iya, gue temen nya Alvin, mau apa loe? Mau minta maaf, iyah?'' Sahut Atala ketus.


''Kalem bro'' Sela Juna sedikit menenangkan Atala.


''Ck'' Decak Atala jengah


''Dih najis. Kok loe bisa sih punya temen kayak dia Al? Dia gue hajar karna udah berani ganggu kesenangan gue'' Ucap Ares menjelaskan akar permasalahan nya dengan Atala tadi.


''Jangan asal bacot loe, kesenangan yang mana maksud loe m*nyet'' Sentak Atala tidak terima


''Cih, Tadi loe udah bawa kabur cewek incaran gue s*tan, gara-gara loe bawa tuh cewek pergi, kepala gue pusing sampe saat ini, akibat nahan na*su'' jelas Ares menggebu-gebu serta blak-blakan dalam berucap


''*Cewek''


''Bawa kabur?''


''Jangan bilang, cewek yang tadi*''


''Maksud loe cewek yang pake baju biru?'' selidik Atala


''Iya'' balas Ares singkat


''Si Chika maksud loe. Lah gue mana tau tuh cewek incaran loe, yang gue tahu dia minta diantar pulang kerumah nya tadi, yah! Berhubung gue kenal dan tahu dimana rumah nya, ya gue anterin dong. Terus salah gue di mana *njir'' Jelas Atala apa ada nya, karna memang dirinya tidak mengetahui apa-apa di balik kronologi beberapa jam yang lalu, Antara Chika dan Ares


''Lagian loe aneh banget, mau main kok sama cewek baik-baik kayak dia, parah nya dia temen sekelas kita Al, kalo mau ML sono noh sama cewek di bar banyak yang mau'' Lanjut Atala yang sudah mulai tenang dalam berucap


''Ck, Bocah kayak loe mana paham rasanya ML sama anak gadis tuh kayak gimana'' Balas Ares dengan ringan

__ADS_1


''Predator, Maniak loe'' Maki Atala sinis


Sedangkan Alvin, Juna dan para teman nya hanya menjadi pendengar setia yang makin lama makin jengah dengan cerita Atala dan Ares.


''Jadi cuma salah paham doang kan, kalo gitu gue cabut lah, Vin. Tala, gue cabut dulu, And buat loe sorry gue udah ikut campur tadi'' Seru Juna pada ketiga pria tampan itu.


''Ok'' balas Ares


''Sip, thank's buat bantuan nya'' Ujar Atala


''Hm'' Sahut Alvin.


Juna pun pergi dengan keempat teman nya, meninggalkan Alvin dan Kelima orang yang ada disana.


''Ok, malam ini loe balik ke apartemen gue, Kita bicara di sana'' Pinta Alvin yang sudah berdiri dari duduk nya, dan segera menunggangi sepeda motor nya kembali.


''Ok''balas Ares


''Eh elo!'' seru Ares pada Atala


''Apaan?'' tanya Atala


''Kita lupain masalah ini, gue mau kita jadi teman, gimana?'' Ucap Ares


''Its okay'' Balas Atala tersenyum, lalu dia mengikuti apa yang dilakukan Alvin. Pergi dengan motor sport nya


Sedangkan Ares, dia mengikuti Alvin dengan mengguna kan mobil nya, Alvin sengaja berhenti di minimarket guna membeli minuman dan beberapa cemilan.


Begitu pun dengan Atala yang mendapat kode dari Alvin untuk berhenti.


''Loe mau ikut'' Tawar Alvin pada Ares


''Kagak'' Tolak Ares


Setelah mendengar jawaban dari Ares, lantas Alvin dan Atala segera masuk ke dalam mini market tersebut.


Sesampainya di dalam mini market Alvin segera menghubungi Abi yang berada di apartemen nya saat ini.


^^^''Hallo''^^^


''Bi, loe masih di apartemen gue''


^^^''Iya, kenapa memang nya?''^^^


''Sekarang juga loe pergi dari sana, loe diem dulu di rumah Atala atau Aiden''


^^^''Loh ada apa Vin? Kok tiba-tiba loe ngusir gue''^^^


''Bisa gak loe nurut tanpa ngoceh''


^^^''Bisa!''^^^


''Bagus''


Tut .....


''Loe nanti gabung sama Aiden dan Abi, dan lakukan tugas loe dengan baik'' Perintah Alvin untuk Atala


''Beres Al'' Balas Atala yang mencoba mengerti dengan situasi saat ini. Padahal dia juga bingung ada apa sebenar nya ini, kenapa Alvin terlihat resah dan tegang sekarang.


Berbeda saat mereka berada di luar bersama Ares, Atala yakini bahwa Alvin tengah dalam masalah saat ini, sehingga menyuruh Abi untuk meninggalkan apartemen nya. Tapi apa masalah nya?


'' Gue musti cari tau tentang Ares lewat Abi nanti'' suara hati dari Atala.


Setelah mengambil beberapa merk minuman serta cemilan, Alvin dan Atala gegas membayar nya, Dan segera keluar dari sana.

__ADS_1


Dengan gerakan tangan, Alvin menyuruh Ares untuk melajukan mobil nya terlebih dahulu, Dan akan segera di susul dari belakang oleh Alvin.


''Lindungi juga data tentang Alice'' Ucap nya sebelum mereka benar-benar pergi, Atala mengacungkan jempol nya ke udara tanda jawaban.


__ADS_2