
kala hati tengah berbahagia,pahit nya hidup pun bisa terkalah kan.sama seperti yang tengah di rasa kan alvin saat ini.
remaja pemilik bibir merah itu selalu memancarkan senyuman nya,meski itu samar tetapi tetap saja terlihat,lantas apa yang membuat alvin bahagia?
mendapat teman baru?
jelas itu bukan hal menarik baginya.
para gadis cantik yang terang-terangan mengagumi nya?
dia bukan orang yang perduli akan hal seperti itu,karna itu merupakan hal biasa.
jika kedua hal itu bukan penyebab nya,lalu karna apa alvin selalu tersenyum?
sembari bersiul juga satu tangan nya di selipkan pada saku celana,kini alvin tengah menunggu mobil yang akan menjemput nya.
tin,...tin...
''loe mau balik al?''tanya aiden yang menghampiri alvin dengan menumpangi motor besar nya,di sana juga ada atala yang sama seperti aiden.
''hm''jawab alvin dengan hanya berdehem,dan mungkin itu jawaban 'iya'
''mau join gak?biar loe pake motor gue aja,gimana?''tawar atala yang menepuk tangki motor nya.
''loe gue bonceng''balik tanya alvin pada atala,dengan alis yang terangkat satu.
''kalo loe mau,ya ayok''balas atala,sembari memberikan helm cadangan pada alvin.
''ok''alvin beranjak untuk menunggangi motor besar milik atala,sebelum nya alvin telah mengirim pesan pada agatha agar batal menjemput nya.
''kapan lagi kan gue di bonceng sama manusia tampan sekaligus cool,deg-deg seer hati gue den''seru atala dengan lawakan nya,namun itu merupakan pengakuan atala yang apa ada nya.
''yeh,dasar si ati ampela lebay banget dah''sahut aiden malas,meski dia pun mengakui jika teman baru nya ini sangat lah tampan dan mempesona.
''nama gue ATALA bukan ati ampela, bego.''sentak atala karna tidak terima dengan sebutan yang selalu aiden lontarkan.
''iya itu kan singkatan dari ATI AMPELA,jadi ATALA,Ha ha ha''ujar aiden dengan tawa puas.
''dasar loe ikan sarden''teriak atala karna alvin sudah melajukan motor nya,begitu pun dengan aiden.
Alvin menunjukan spill nya dalam mengendarai sepeda motor,tanpa segan dia menyalip dengan tarikan gas yang tinggi,atala sampai memeluk erak pinggang alvin karna takut terjatuh.
sedangkan aiden sudah tertinggal jauh di belakang,walau pun tidak kehilangan jejak tetapi aiden sangat amat kewalahan mengejar laju motor atala yang di kendarai alvin.
__ADS_1
ckit...
tiba lah alvin di sebuah perumahan elit, setelah mematikan motor dia langsung membuka helm yang dikenakan nya,begitu pula dengan kedua teman baru nya.
''ini rumah loe al''tanya aiden memastikan.
''bukan! abang gue''balas alvin singkat
''ouh''
''eh loe napa bengong tala?tau gak kemarin ayam tetangga gue mati karna bengong''ucap aiden yang melihat atala tidak bergeming di samping motor sport nya.
''gila,gue berasa terbang tadi''ujar atala dengan mengatur napas nya,alvin kembali menyunggingkan senyum menanggapi reaksi atala.
''waktu di bonceng alvin?''aiden memastikan kembali
atala tidak menyahuti namun dia mengangguk tanda jawaban.
''loe kayak udah pasih banget bawa motor di jalanan al,loe sering ikut balapan iyah?''tanya aiden pada alvin
''ya gitu lah''kembali alvin hanya memberi jawaban singkat,tanpa mau bercerita tentang siapa dan bagai mana diri nya,karna alvin ingin melihat sebesar apa jiwa persahabatan yang atala dan aiden bangun untuk nya.
''ok,kalo gitu kita pamit pulang dulu al''aiden kembali menaiki jok motor nya.
''kagak mampir?''tawar alvin peduli,meski dengan nada yang datar tanpa ekpresi.
''ok''alvin mengangkat sekilas tangan nya,lalu dia masuk ke dalam rumah nanda dengan kembali bersiul.
...****************...
nanda memasuki kamar alvin dengan langkah biasa saja,tidak ada yang mencolok dari reaksi nya saat ini.
''al,loe di kamar mandi''teriak nanda yang mulai melancarkan aksi nya.
''iya bang''sahut alvin dari dalam kamar mandi.
''cepetan,kita makan malam sebentar lagi''
''duluan saja bang,gue tanggung ini''
''ok''balas nanda singkat,seiring dengan itu nanda telah selesai menanam chip pengintai di jam tangan alvin.
kenapa harus di jam tangan?
__ADS_1
bagai mana kalo alvin tidak memakai jam tersebut?jawaban nya jelas,bahwa nanda sangat mengetahui jika alvin tidak bisa mengganti jam tangan yang selalu dia pakai.
karna apa?karna jam itu merupakan hadiah pertama dari nanda,juga sebagai bentuk kasih sayang dari nanda untuk seorang alvin.
''bang''panggil alvin pada nanda,saat ini alvin dan kedua kakak nya tengah berkumpul bersama guna memulai makan malam.
''hm''balas nanda tanpa melirik pada alvin,justru nanda tengah pokus melihat wajah sang istri.
''Ck,gue di sini kali bang,takut ilang apa gimana,di liatin mulu kakak ipar gue''sindir alvin yang jengah melihat kebucinan psikopat tampan di depan nya.
nanda melirik tajam pada alvin,merasa tidak suka kegiataan nya di komentari,alvin sendiri kicep tiba-tiba saat melihat pandangan tajam itu.
''he he he''tawa canggung alvin bercampur takut.
''APA''desis nanda judes
''gue mau ngomong bang''ujar alvin pelan.
''dari tadi tuh apa,loe kira mingkem,hah?''ucap nanda sinis
''Ck,sensi amat sih bang''
''apaan?''tanya ulang nanda penasaran,juga dengan pandangan menelisik curiga,jangan bilang anak ini buat ulah di hari pertama sekolah nya.
''gue mau tinggal di apartemen sendiri,boleh?''tanya alvin hati-hati,pasal nya jika nanda tidak mengijinkan pupus lah sudah keinginan nya,apapun itu termasuk tinggal sendiri.
nanda diam sejenak,dia melihat alvin dengan tatapan tak terbaca,arah pandang nanda tepat pada pergelangan tangan kiri alvin,yang mana terdapat sebuah jam tangan yang sempat dia sentuh tadi.
''boleh''balas nanda singkat sembari menyuapkan nasi ke dalam mulut nya.
''serius bang''seru alvin dengan mata berbinar,keraguan yang sempat bersarang di hati nya kini telah sirna.
''kok di bolehin sih kak''bisik naomi karna merasa khawatir jika alvin di biarkan tinggal sendiri,mengingat kebuasan serta keberanian seorang alvin.
''don't worry sayang,biar kakak yang pantau dia terus''terang nanda pada naomi.
naomi mengangguk tertahan dengan senyum kaku,dia mencoba percaya pada suami nya.
''tapi inget al,jaga batasan demi kesehatan tubuh loe juga,gue gak mau kalo sampai loe kena virus nanti nya''nanda mengingatkan alvin,agar tidak terlalu sering mengunjungi lembah para wanita,itu sebab nya nanda membebaskan alvin,sebab dia tahu jika alvin punya kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging.
''siap bang,gue juga tau dampak nya kayak apa,main bersih lah gue''ujar alvin yang mengerti dengan khawatiran kakak angkat nya itu.
''bagus kalo loe paham''nanda mengangguk mengerti.
__ADS_1
''betah banget pake itu jam,gak bosen apa''pancing nanda dan menyambung ucapan nya
''iya dong,dan gak akan pernah bosen,gue lindungi jam ini pake nyawa asal loe tau bang,inikan sejarah banget buat gue.di mana orang yang tulus menyayangi gue dengan jerih payah nya beli ini jam''terang alvin penuh haru,dia masih mengingat secara jelas,bahwa nanda menabung hingga berbulan-bulan hanya untuk bisa membelikan alvin sebuah jam tangan,itu dulu sebelum nanda menjadi jaya seperti saat ini,jika sekarang beda lagi tinggal tunjuk barang dan detik berikut nya akan resmi menjadi milik nya.