Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
Pelelangan


__ADS_3

''Gimana kak? Apa kata kak Nanda tentang wanita yang bernama Bianca itu?'' tanya Anaya pada Naomi. Posisi mereka saat ini tengah berada di rumah Naomi. Tepatnya di dalam kamar pribadi Naomi dan Nanda.


Sudah menjadi kebiasaan, jika Nanda dan Agatha tengah menjalankan suatu tugas atau hal yang penting. Anaya pasti di kirim ke rumah Naomi guna menemani satu sama lain, juga di rumah Naomi sudah di lengkapi keamanan yang canggih.


''Huh! Dia memang Bianca yang dulu pernah bertemu dengan kakak Nay, hanya saja warna rambut dia berubah, makanya kakak sempat keliru. Juga bola matanya dulu warna biru, tapi kemarin warna coklat'' terang Naomi masih sangat polos. Dan membuat Anaya menggeleng kecil serta gemas.


''Loh! Kakak pernah ketemu sama tuh cewek? Dan soal bola mata sama warna rambut, itu udah biasa kali kak. Pake lensa dia tuh'' ucap Anaya memaklumi kepolosan kakak iparnya itu.


''Oh'' Naomi manggut-manggut


''Iya, dulu waktu kakak masih kerja di butik'' lanjutnya lagi.


''Berarti, dia itu wanita pertama yang mengisi hati kak Nanda dong. Dia masa lalunya kak Nanda kan?'' celetuk Anaya.


''Iya. Tapi, pemenang nya tetap aku'' tukas Naomi sedikit sewot.


''Hi hi. Iya kakak cantik, kamu kan wanita kesayangan nya kak Nanda. Tuh bukti cinta nya udah segede gini'' goda Anaya sambil mengusap lembut perut buncit Naomi.


''Ha ha, bisa aja kamu. Oyah! Gimana rasanya minggu ini, Nay?'' tanya Naomi mengganti topik pembicaraan.


''Aman sih kak, belum ada mual sama sekali. Makan juga enak-enak aja, cuma ya itu satu masalahnya kak'' ujar Anaya


''Apa?'' desak Naomi


''Males mandi. He he'' jawab Anaya jujur lengkap dengan tawa canggung nya.


''Astaga! Masih belum ilang itu? Mirip siapa sih dia'' Naomi tergelak kecil


''Belum. Rasanya tuh seluruh bulu roma ku berdiri, kalo liat atau denger suara air. Hiii'' Anaya bergidik ngeri kala membayangkan nya.


''Aneh-aneh aja tuh bawaan bayi kamu Nay. Untung emak nya cantik yah, meski gak mandi sekalipun'' Naomi terkekeh kecil


''Bisa aja nih. Jadi malu aku'' ucap Anaya tersenyum lucu.


Tok ...


Tok ...


''Non. Bibi boleh masuk'' terdengar suara Bi Yuyun dari arah luar.


''Masuk aja Bi'' balas Naomi sedikit berteriak.

__ADS_1


Bi Yuyun masuk sembari membawa kue yang masih mengepul, bertanda itu masih sangat panas.


''Wah! Bibi bawa apa tuh'' tanya Naomi antusias


''Nih. Bibi buat kue bakpao Non, silahkan di coba'' balas Bi Yuyun sembari menaruh minuman di atas meja nakas.


''Sini Bibi duduk'' titah Anaya menepuk sisi hamparan empuk milik Naomi. Dan dia yang lebih dulu mengambil kue kenyal berwarna putih tersebut.


''Di sini saja Non'' jawab Bi Yuyun yang duduk di kursi meja rias Naomi.


''Enak. Bibi hebat banget buatnya'' puji Anaya dengan mulut penuh. Naomi dan bi Yuyun sampai tertawa kecil melihat hal tersebut.


''Di coba yah Bi'' ucap Naomi penasaran dengan rasa kue tersebut.


''Silahkan Non'' balas Bi Yuyun yang sudah memijat kecil pundak Naomi.


Naomi mendongak sembari tersenyum hangat pada asisten kesayangan nya itu.


...****************...


''Jadi tuh orang tua mau semedi di sini untuk beberapa minggu ini?'' celetuk Abi yang mana sebutan itu di tujukan untuk Galih.


''Iya. Dia kayak nya mau selidiki tentang


''dia juga pasti merencanakan sesuatu buat loe, Vin'' tebak Abi lagi.


''Gue tunggu'' sahut Alvin santai tanpa ada rasa takut di wajahnya.


''Kayaknya kita bakalan kumpulin anggota gengster di ibu kota ini, buat bantu kita nantinya. Mereka pasti dengan senang hati menerima perintah kita'' ujar Agatha sedikit kocak


''Iya lah. Orang kita ketua dari mereka, lupa loe kodok'' sela Nanda sinis. Pasalnya Agatha selalu mengacaukan suasana, meski raut wajahnya itu menunjukan keseriusan.


''Emang iya Bos? Kok gue lupa yah'' tanya Agatha cengo


''Ck! Mau mati loe'' sentak Nanda geram.


''Sabar Bos. Jangan tempe ramen, e he he'' gurau Agatha.


''Bener-bener mau mati nih orang'' Nanda segera melakukan kebiasaan nya terhadap Agatha jika tengah kepalang kesal


''Aaaahhh, sshh. Sial!'' pekik Agatha kesakitan. Kala sebuah pisau kecil milik Nanda menembus kulit tangan nya. Tidak lama darah segar keluar dari sela-sela jari tangan Agatha

__ADS_1


''Uhhh'' semua yang ada di sana menatap iba pada Agatha.


''Gila loe Bos. Sakit ini, astaga!'' bentak Agatha yang sudah membalut lukanya menggunakan tisu kering.


''Bodo'' cetus Nanda tidak perduli


''Gue sama om Reza, bakal ambil alih pantauan. Di mana para kacung nya Galih beraksi nanti, gue yang pantau mereka. Sedangkan loe bang, tetep pantau keadaan Marco sama om Viktor'' sahut Atala mulai membagi tugas.


''Ok. Gue bakal lindungi data Marco sebaik mungkin'' jawab Agatha setuju sambil membuka tutup obat merah. Aiden yang kebetulan ada di samping Agatha pun ikut membantu Agatha.


''Loe berdua tetep berada di belakang gue. Bawa senjata kemana pun untuk berjaga-jaga, minimal itu pisau lipat'' instruksi Alvin pada kedua sahabatnya yang lain.


''Ok'' balas Aiden tegas


''Sip'' balas Abi tidak kalah tegas.


''Bos. Tugas loe cuma satu, yaitu mengikuti lelang itu sembari bobol senjata lawan di sana'' ucap Agatha di sela-sela aktifitasnya.


''Hm!'' balas Nanda mengerti.


''Yang ikut nanti jumlah kelompok Mafia nya, sangatlah banyak Bos. Jadi loe kudu ekstra hati-hati, mereka bukan lah lawan sembarangan'' Agatha memperingati Nanda lagi


''Mereka kuat kah?'' tanya Nanda penasaran


''Jelas lah. Mereka Mafia, kekuatan serta kuasa bukan hal yang bisa di remehkan dari mereka. Yah! Sebelas dua belas lah sama psikopat kayak loe Bos'' terang Agatha yang saat ini tangan nya tengah di obati oleh Aiden, menggunakan obat merah, lalu di balut kain kasa.


''Ok. Gue paham'' jawab Nanda


...****************...


''Suruh anak buah kita menyebar dari sekarang'' titah Galih yang saat ini berada di dalam jet pribadinya bersama Antonio sang asisten setia nya.


''Baik Tuan. Lalu tentang pelelangan nanti, yang ikut bersaing sangatlah banyak Tuan. Apa kita harus menggunakan cara lain?'' terang Antonio memberi tahukan Tuan nya.


''Jadi yang ikut berpartisifasi sangat banyak?'' tanya Galih yang sudah membuka kaca mata hitamnya.


''Iya Tuan. Bahkan, pemilik saham terbesar perusahaan di sana juga ikut. Tuan'' jelas Antonio


''Perusahaan terbesar di indonesia? Yang pemiliknya tidak di ketahui identitas nya itu yah? Hm, menarik'' ungkap Galih tersenyum penuh arti.


''Baiklah, biarkan saja. Mungkin dia nanti berada di pihak kita'' lanjut Galih

__ADS_1


''Baik Tuan'' Antonio memberi hormat sebelum pergi dari hadapan Tuan nya itu.


Dan segera menghubungi para bawahan nya yang sudah tersebar luas di indonesia, untuk segera beraksi mulai dari sekarang.


__ADS_2