Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
ikuti atau mati


__ADS_3

''Loe siapa?kenapa loe culik semua keluarga gue''pekik seorang gadis dengan mata melotot,diantara enam orang keluarga nya,hanya dirinya yang sudah sadar,sisanya masih lemah tak berdaya.


Dihadapan nya ada sosok pria yang memakai Hoodie hitam lengkap dengan topi juga masker,membuat si gadis tidak bisa mengenali siapa pria itu.


Senyum miring terbit di balik masker pria tersebut,dengan wajah datar dan dingin dia melangkah kedepan,dimana sang korban berada.


Gerakan tubuh wanita itu mengisyaratkan ketakutan,mata nya mengedar mencari bala bantuan,tepat saat ekor mata nya melirik kearah pojok bangunan itu.


Disana juga ada sosok serupa dengan orang yang ada didepan nya,dari penampilan nya mungkin mereka satu kubu,pikir wanita itu.


Perlahan pria itu menurunkan masker nya,agar dapat di lihat dengan jelas oleh sang tawanan.


''Aiden?''pekik si korban mengenali siapa yang kini ada di hadapan nya.


''Hai''sapa aiden dengan senyum pongah.


''Apa yang loe lakuin,hah?kenapa loe sandera keluarga gue,lepasin gak''sentak nya tidak terima,juga marah pada aiden.


''suutt ..kenapa harus teriak-teriak helena,biarkan keluarga elo beristirahat dengan tenang,hm''ucap santai aiden dengan senyum remeh nya.


''Apa tujuan loe''tanya helena sedikit menekan perkataan nya,pasalnya dia tengah menahan amarah saat ini.


Yah!orang yang alvin dan kedua sahabat nya sandera merupakan keluarga dari helena,saat ini aiden dan atala yang diminta alvin untuk mengerjai helena,juga alvin ingin melihat bagaimana cara mereka memberi pelajaran pada korban nya.


''Satu''balas aiden singkat,dengan mengangkat satu jari tulunjuk nya kehadapan helena.


''Apa''desak helena


''Kembali kan semua hak milik alice''sahut aiden santai.


''mau mati'' sungut seseorang di balik earphone yang di pakai aiden,dan itu adalah alvin sendiri.


Aiden tersentak saat mendengar suara dingin alvin,sedangkan atala sudah tertawa kecil di pojokan.


''loe gak berhak manggil aliska dengan sebutan alice den,cuma alvin yang berhak.taulah panggilan sayang,paham kan loe den'' tutur atala menjelaskan apa kesalahan yang dilakukan aiden.


Aiden langsung mengerti dengan ucapan dingin alvin pada nya.''Sorry al''bisik aiden sangat pelan,namun terdengar jelas oleh alvin dan atala.


''Alice?maksud loe aliska?si cupu murahan itu,ada hubungan apa loe sama dia?sampe mau repot-repot bantu dia''ucap helena angkuh.


''Bukan nya elo yang murahan?oh tepat nya obralan atau bahkan free,mau dong gue coba yang free tapi bukan sama elo,takut kena virus gue''balas aiden remeh,dengan menjatuhkan harga diri helena.meski begitu itu adalah kenyataan.


''Cuih,bajingan loe''helena marah tidak terima di rendahkan,sampai dia berani meludahi wajah aiden,namun terhalang oleh topi yang dikenakan aiden hingga air liur helena tidak mengenai wajah mulus aiden.


Jika saja tangan helena tidak terikat,sudah bisa di pastikan aiden akan terkena amukan dari helena,mengingat helena adalah wanita bar-bar dan arogan saat disekolah.


Atala bangkit dari duduk nya,saat melihat aksi berani helena,sedangkan aiden sendiri tertawa remeh sembari memalingkan wajah nya,dia membuka topi yang terkena ludah tersebut,lalu menginjak nya tanpa berpikir.


''Plak ...''

__ADS_1


''Aww''


Helena terguncang hebat saat mendapat tamparan keras dari aiden,saking keras nya sudut bibir helena sobek,helena menangis kala rasa perih dan panas menjalar diarea pipi kanan nya.


''wih gak pandang bulu dong.sadis juga si aiden,yakin sih dia udah terkontaminasi dengan aura nya si alvin'' gumam atala,dia kaget dengan keberingasan aiden terhadap wanita.


Keluarga helena mulai tersadar dari pingsan nya,kala mendengar sesuatu yang keras.


''Bajingan!''desis seorang pria yang sudah tidak lagi muda itu,saat melihat keadaan helena,ingin rasa nya dia meninju pria kurang ajar itu,namun sirna karna ikatan tali si*lan yang melilit tangan nya.


''Don't play me''geram aiden sembari mencengkram kuat dagu helena,terlihat sangat jelas bekas telapak tangan nya di pipi helena.


''hiks ... hiks ..''helena hanya menangis merasakan sakit,tanpa bisa berbuat apa-apa.


''Jangan sentuh dia brengsek''teriak pria baya itu pada aiden.dia tidak bisa melihat putri kesayangan nya terluka.


''wo ..ho ..kalian sudah bangun ternyata,bagai mana enak tidur nya,hm''ucap aiden tanpa beban.


Atala bergerak menghampiri aiden,dia ingin melihat secara jelas wajah ketakutan serta tertekan nya para tawanan itu.


Pintu terbuka menampilkan sosok pria tampan yang begitu mempesona,meski raut wajah nya super dingin dan datar.


''Buka''titah nya tegas pada aiden dan atala


Aiden segera melepas tali yang melilit tubuh helena,mata helena begitu berbinar saat dia melihat sosok alvin,yang dia pikir adalah dewa penolong nya.


''Alvin tolong bawa gue pergi''ucap helena spontan,tanpa dia tahu siapa dalang di balik ini semua.


''akhhh''helena menjerik begitu keras saat alvin menusuk pundak nya tanpa perasaan.


''ikuti kemauan gue atau kalian semua mati''desis alvin terdengar begitu menyeramkan,apalagi saat ini rambut helena tengah di jambak sekuat-kuat nya oleh alvin.


''Sakit,lepaskan.ayah,mamah,kakak,ini sakit,rasanya kepala helen mau copot,akkhh''ringisan helena tidak berpengaruh sama sekali pada alvin,berbeda dengan yang melihat,terutama dengan keluarga helena,mereka hanya mampu menangis dalam bekapan mulut nya sendiri,seakan takut jika mereka menangis lepas akan berakibat buruk.


''keputusan nya?''ucap alvin tegas.namun mereka hanya bungkam seolah tak mengerti dengan maksud yang dilontarkan alvin,hanya helena yang paham dengan makna kalimat alvin,namun dia tidak mau berbicara karna rasa sakit di kepala akan begitu terasa jika dia berucap.


''Ck,maksud dia.kalian kembalikan hak nya aliska tanpa terkecuali,meminta maaf dengan benar,juga''atala sengaja tidak menghabiskan penjelasan nya,dia memberikan kesempatan juga untuk aiden bicara.


''pergi jauh-jauh dari hidup aliska,itu pilihan kedua yang menurut gue layak kalian pilih''sambung aiden meneruskan penjelasan atala.


''Pilihan pertama nya apa?''balas kakak laki-laki helena dengan sedikit ketus.dia adalah hendrik anak brandalan yang bergabung dengan juna,si juara petarung bebas di sekolah.


''Cih,baru nyaut nih bencong,loe tanya pilihan pertama nya apa?biar gue kasih tau yah!pilihan pertama nya itu''


''MATI''ucap kompak aiden dan atala,setelah atala mendrama kalimat balasan untuk hendrik dengan sound yang tengah trending di sosial media.


Mata semua keluarga helena melotot,ada rasa takut juga penasaran.apa bisa mereka terbunuh dengan mudah ditangan para bocah remaja yang masih duduk di bangku sekolah,dan mereka pikir itu bocah ingusan yang tengah bercanda,atau tepat nya menggertak saja.


''Lepasin kita,atau loe bakal membusuk di penjara gara-gara kasus ini,ingat!gue bakal tungtut kalian dengan pasal berlapis nanti''bentak hendrik yang tidak percaya dengan ucapan aiden serta atala,dia menganggap semua ancaman tersebut hanya lah omong kosong.

__ADS_1


''keras kepala''geram alvin jengah,dia berjongkok dengan seringai nya,bulu kuduk helena meremang kala melihat itu.dengan ringan alvin menekan mata pisau pada leher helena.


''Hiks ... hiks ..''tangisan helena makin bertambah keras saat darah segar keluar dari leher nya dan hampir memenuhi mata pisau kecil tersebut.helena hanya pasrah dengan nasib nya,dia berpikir mungkin ini semua balasan atas perbuatan nya selama ini.


''ini pilihan kalian,so! good bye''alvin mengangkat pisau kecil itu keudara dan siap mendarat kembali pada bagian tubuh helena,namun sebelum itu terjadi hendrik menghentikan nya dengan berteriak.


''Stop''cegah hendrik dengan napas ngos-ngosan,padahal dia tidak habis berlari maraton.


''Ahh''keluh atala dan aiden kecewa,karna mereka tidak jadi menonton aksi seorang alvin,psikopat tampan dengan sejuta pesona itu.entah sejak kapan mereka menjadi hobi melihat aksi berbau darah,padahal sebelum bertemu alvin mereka terbilang anak normal dan merasa ngeri dengan tindak kekerasan.


Namun sekarang cerita nya lain lagi,mereka bahkan menunggu aksi keji tersebut.


''Ada pesan terakhir kah?''tanya atala pongah.


''Ok.ok gue ikuti apa mau kalian,tapi tolong lepaskan ade gue''ucap hendrik memohon,dia percaya dengan ancaman alvin,bahwa itu semua bukan omong kosong belaka.


''Yakin?''tanya aiden memastikan,serta mewakili alvin.


''Yakin''balas hendrik pasti.


''Hen,kamu gila,gimana bisa kita meninggalkan rumah itu,kamu lupa perjuangan ayah buat dapatin rumah itu''bisik beno pada anak sulung nya,beno sang ayah merasa tidak setuju dengan tindakan hendrik,mengingat bagai mana perjuangan keras nya dulu,untuk mendapat kan semua itu.


''Yah!pikirin helen,nyawa dia berada di ujung tanduk saat ini,lagian bukan hanya dia yang akan mati,kita semua juga ayah,gak denger tadi''balas hendrik ketus yang kesal dengan jalan pikiran sang ayah.


''Yang hendrik bilang benar ayah,dari pada kita semua di bunuh,lebih baik menurut saja,setidak nya jika kita di biarkan hidup.kita masih bisa menikmati dunia meski harus hidup miskin''sela ibu dari hendrik,yang ikut mendukung tindakan sang anak sulung.


''Smart''sahut aiden dengan kekehan nya.


''Buka''timpal alvin,yang menyuruh atala membuka ikatan hendrik dan kedua pembantu nya.


''Nih''alvin memberikan tubuh helena pada keluarga nya,dengan mendorong keras helena ke hadapan mereka.


''ingat dengan apa yang kalian sepakati,jika melanggar kalian tanggung akibat nya''peringatan tegas dari aiden sebelum pergi.


''Dan juga.jika kalian ingin melapor silahkan saja,kami siap mengikuti permainan itu jika terjadi''sahut atala dengan senyum tengil nya,memberi kesan bahwa dia tidak takut sama sekali dengan pihak polisi.


''Berontak sama dengan mati''ucap sinis alvin mutlak.


Hendrik hanya mengangguk patuh sembari mendekap tubuh lemas adik nya,dia tidak berani melawan setelah melihat keberanian alvin dalam menyiksa target nya.


''Bawa ade loe ke mobil,dia harus segera di rawat''intruksi atala,terselip rasa kasihan saat melihat helena lemas tidak berdaya sekarang,karna cerita nya sudah lain lagi pikir nya.


''Baik''hendrik segera membopong tubuh lemas helena keluar dari bangunan itu,dan menuju pada mobil yang aiden bawa untuk menculik mereka.di ikuti oleh kedua orang tua dan asisten rumah tangga nya.


''Nih kunci nya''aiden melemparkan kunci mobil nya pada hendrik,saat dia sudah berhasil menyimpan helena di dalam sana.


Hendrik menangkap benda tersebut dengan tepat,lalu mengangguk sebagai tanda terima kasih pada ketiga pria tampan tersebut.


Atala dan aiden tersenyum ringan membalas nya,berbeda dengan alvin yang memang bagaikan tembok sedari tadi.

__ADS_1


__ADS_2