Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
tiga hari tanpa Yuyun


__ADS_3

Naomi tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia nya saat ini, hingga senyum manisnya selalu terpancar di kedua sudut bibirnya.


Bi Yuyun yang melihat kebahagian majikan nya, ikut merasa senang. Dia sangat menyayangi Naomi lebih dari sekedar majikan.


''Aduh duh, yang suaminya sebentar lagi pulang, seneng banget'' Goda Bi Yuyun pada sang majikan, setelah Naomi turun dan bersiap untuk makan malam.


''Ih bibi, Naomi malu ah'' Rengek Naomi yang sudah menyembunyikan wajahnya menggunakan kedua telapak tangan nya.


''Ah Non mah, pake malu segala. Kayak sama siapa aja'' Gurau bi Yuyun, Naomi tersenyum lebar pada Bi Yuyun.


''Mau makan pake lauk apa Non, biar bibi ambilkan'' Tanya Bi Yuyun kembali.


''Mau gulai bi'' Jawab Naomi semangat. Bi Yuyun segera mengambil gulai untuk di cicipi majikan nya.


''Oyah Non, kemarin bibi nerima telpon dari kampung, disuruh pulang dulu sama keluarga'' Ujar Bi Yuyun, seolah meminta izin tanpa langsung


''Loh kenapa bi? Ada yang sakit'' Tanya Naomi penasaran.


''Bukan sakit Non, tapi adeknya Bibi mau menikah Non'' Terang Bi Yuyun.


''Terus Naomi sama siapa dong disini, kalo kakak lagi gak ada dirumah'' Ucap Naomi sendu, dan sedikit tidak rela jika Bi Yuyun harus pulang kampung.


''Jangan sedih atuh Non cantik, kan nanti bakal ada yang kerja juga disini, buat itukan bersih-bersih halaman sama ngurus tanaman nya si Non'' Ujar Bi Yuyun lembut, dan menenangkan Naomi yang terlihat sedih, bi Yuyun sampai merasa bersalah membicarakan hal ini saat Naomi akan makan malam.


Bi Yuyun mengusap lembut punggung majikan nya, bukan tidak sopan atau apa. Tetapi itu sering dia lakukan jika majikan cantiknya tengah bersedih, atau tengah ingin bermanja padanya.


Naomi berbalik dan segera memeluk tubuh berisi pembantunya itu. ''Tapi kan itu beda orang bi, dia bukan bi Yuyun'' gumam Naomi sendu.


''Non, bibi janji gak bakalan lama kok, cuma tiga hari doang disana. Udah atuh jangan sedih ah, kasian dedek bayinya ikutan sedih nanti'' Bi Yuyun mencoba menghibur Naomi.


''Janji yah tiga hari, gak boleh lebih loh bi. Kalo ingkar aku aduin sama kakak, biar bibi dikasih pelajaran'' Desak Naomi menakut-nakuti pembantunya itu, mungkin bi Yuyun lebih tepat disebut sahabat untuk Naomi, bukan pembantu.


''Tega banget sama bibi, memang nya Non bakal rela gitu, liat bibi dimarahi Tuan Nanda'' ujar Bi Yuyun dengan senyum jahil nya.


''Emm, enggak. Hi hi bercanda bi Yuyun'' Seru Naomi, yang sudah kembali girang saat ini.


''Ya sudah makan gulainya, mumpung lagi anget'' Titah Bi Yuyun penuh kasih sayang. Naomi menyetujui perintah Bi Yuyun, dia segera menyuapkan makanan berupa daging empuk tersebut kedalam mulutnya.


Tanpa mereka sadari, jika dibalik pintu utama ada seseorang yang tengah memperhatikan interaksi mereka berdua.


Sudut bibirnya terangkat, kala melihat senyum tulus dari Naomi. Sangat indah menurutnya, Agatha sudah sangat tepat memilih asisten rumah tangga untuk Naomi. Orang itu berjalan santai tanpa menghasilkan suara derap kakinya. Naomi ataupun Bi Yuyun belum menyadari kehadiran nya, sangat apik sekali orang itu dalam menyembunyikan suara.

__ADS_1


Hingga ekor mata bi Yuyun menyadari, jika ada seseorang yang datang kearah mereka. Dengan cepat pula orang itu menempelkan jari telunjuknya di bibir, memberi isyarat agar Bi Yuyun diam. Hingga bi Yuyun memilih bungkam saja, meski dia merasa tidak enak hati karna berani duduk bersama majikannya diatas kursi.


Tap..


Naomi tersentak kaku, kala ada sebuah tangan yang menutup kedua bola matanya, dengan pelan Naomi menyentuh tangan tersebut. Sudut bibirnya terangkat sempurna, dia tahu siapa yang tengah menutup matanya itu.


''Kakak'' pekik nya bahagia.


''Hallo sayang!'' Ucap Nanda dengan senyum yang tidak kalah lebar. Naomi segera masuk kedalam pelukan suaminya


''I miss you dear'' bisik Nanda


''Miss you too kak'' Balas Naomi. Bi yuyun pergi tanpa pamit dari sana, membiarkan kedua majikannya bertukar rasa rindu.


''Kakak, Naomi mau ditinggal bi Yuyun pulang kampung tau'' Adu Naomi dengan nada manja pada suami tampan nya itu.


''Kenapa harus pulang kampung, bukannya besok bakal ada orang baru yang bekerja disini'' Ujar Nanda yang berpura-pura tidak tahu, padahal dia sudah mengetahuinya sedari tadi.


''Iya, tapi adeknya bi Yuyun mau menikah, itu sebabnya dia harus pulang dulu'' Terang Naomi, yang sudah dituntun untuk duduk kembali oleh Nanda.


''Oh, berapa lama dia disana sayang'' Tanya Nanda, sembari menyuapi istrinya dengan telaten.


''Tiga hari kak, dan Naomi juga tiga hari tanpa bi Yuyun'' Ungkap Naomi lesu, Nanda tersenyum geli melihat istrinya yang tidak bisa jauh dari Yuyun, padahal mereka hanyalah sekedar majikan dan pembantu. Tapi sudah seperti ibu dan anak saja, pikir Nanda.


Naomi menerima suapan tersebut dengan senang hati, dia akan dengan baik memberikan nutrisi untuk sang buah hati. Tanda cinta antara dirinya dan Nanda.


...****************...


Dibelahan dunia lain nya, kini Alvin sudah berada dirumah Alice. Setelah mereka di izinkan pulang lebih awal dari sekolah, mereka menghabiskan waktu hanya dengan berdiam diri didalam rumah Alice.


Alice tengah bermanja pada Alvin saat ini, dengan tiduran dikedua paha Alvin. Setelah mereka menghabiskan makan malamnya tadi.


''Alice, kemungkinan dua hari lagi gue bakal pergi, loe jangan berani keluar sendiri selama gue gak ada. Mengerti'' Ucap Alvin memecah keheningan yang ada, dia seolah berpamitan pada kekasihnya, dengan caranya sendiri. Alice mendongak melihat kearah Alvin


''Pergi? Pergi kemana Al, lama enggak?'' Tanya Alice mulai merengut sendu


''Gue ada urusan, dan loe gak perlu tau itu apa. Cukup tunggu gue balik aja disini, gue belum tahu bakal pergi berapa hari'' Terang Alvin, enggan memberitahukan tentang misi yang akan dia lakukan dua hari lagi bersama Nanda dan Agatha.


''Terus kenapa aku gak boleh pergi tanpa kamu, emang ada hubungan nya dengan itu'' Ujar Alice


''Pokoknya loe gak boleh keluyuran sendiri, abis pulang sekolah langsung balik rumah. Gue bakal pantau loe selama 24 jam lewat kalung ini'' Imbuh Alvin

__ADS_1


''Eh, iya yah aku punya kalung yang dilengkapi GPS dari kamu, ampir lupa''


''Iya, hubungi Aiden atau Atala jika loe dapat masalah, apalagi masalah kayak tadi siang, paham!'' Ucap Alvin. Mengingat kejadian waktu disekolah tadi, Alvin mulai merasakan emosinya datang kembali, namun sekuat tenaga dia redam. Takut jika Alice mendapat trauma dari hal bodoh itu


''Iya Al'' Balas Alice patuh.


''Udah loe tidur gih, gue elus-elus bokong montok loe nih'' Ujar Alvin dengan candaan nya.


''Ih Alvin, jangan mulai deh. Gak asyik ah'' Sungut Alice ketus


''Makanya tidur''


''Iya, ini mau tidur Alvin'' Alice mengubah posisi tidurnya dengan nyaman, dan Alvin juga ikut berbaring disamping Alice.


''Sini gue peluk, biar bobonya pulas'' Alvin membuka lebar kedua tangannya, Alice tersenyum malu dan segera masuk kedekapan hangat Alvin.


Usapan demi usapan Alvin berikan untuk menghantarkan Alice kealam mimpinya, tidak lama terdengar hembusan napas lelah yang teratur serta dengkuran halus dari Alice.


Alvin dengan pasti meraih ponselnya diatas nakas, segera dia menghubungi Abi.


''Iya Vin''


^^^''Lakukan sekarang, gue udah buat Alice tidur''^^^


''Siap''


Alvin memutuskan panggilan nya saat itu juga, senyum miring nan mengerikan tercetak jelas di salah satu sudut bibirnya, malam ini dia akan pesta pikirnya.


''Party time'' Sorak batin Alvin, sembari mengecup lembut puncak kepala kekasihnya.


''Loe bakal liat cara gue menyayangi loe Alice, salah ini memang cara yang salah, tapi gue gak bisa biarin mereka hidup dengan tenang. Setidaknya mereka akan merasa malu hanya untuk sekedar keluar rumah'' Gumam Alvin tegas, sorot matanya sangat tajam dan menusuk. Di benaknya sudah terangkai banyak hal yang akan dia lakukan untuk menghukum mangsanya nanti.


Ting...


Ponsel Alvin mendapatkan notif, dilihat dengan cepat oleh Alvin karna penasaran. Ternyata Abi yang mengiriminya sebuah pesan


'' Mereka berdua udah ada di markas''


Isi pesan dari Abi, Alvin tersenyum remeh kala mengetahuinya. Cepat juga kerja nya Abi, atau memang mangsanya tengah berada diluar rumah, sehingga Abi dengan mudah menjerat mereka.


Tunggu! Bukannya mangsa Alvin malam ini ada empat orang. Lalu kenapa hanya ada dua, duanya lagi dikemanakan. Jawaban nya! Karna Alvin akan mengganjar orang yang sudah berani menyentuh gadisnya saja, tapi tidak untuk mereka yang tidak menyentuh Alice. Palingan mereka dikasih sedikit peringatan agar tidak mengganggu Alice lagi.

__ADS_1


Alvin memposisikan tubuh gadisnya secara terlentang, hingga dapat terlepas dari dekapannya. Lalu Alvin menyelimuti tubuh mungil kekasihnya agar tidak merasa kedinginan.


Sebelum pergi Alvin menyempatkan diri untuk mengecup kening Alice secara singkat.. ''gue pergi dulu sayang'' Bisik Alvin lembut.


__ADS_2