
Pagi harinya Nyonya dan Tuan dirumah besar itu menuruni tangga guna sampai di meja makan.
Di area meja makan sudah ada asisten rumah tangga yang tengah menyiapkan sarapan untuk majikan nya itu.
''Pagi bi Yuyun'' sapanya lembut
''Pagi Non, Tuan. Silahkan dimulai sarapan nya'' balas bi Yuyun
''Kakak tidak sarapan bi, dia ada urusan penting pagi ini dikantor'' jelas Naomi
''Ya sudah sayang, kakak berangkat sekarang'' ujar Nanda yang sudah mendekap tubuh istrinya, lalu kening nya dikecup sedikit lama.
Mereka tidak merasa sungkan lagi melakukan hal manis seperti itu dihadapan Yuyun, karna dia sudah mereka anggap sebagai keluarga sendiri.
''Kakak hati-hati dijalan'' Naomi juga memberikan asupan vitamin berupa kecupan lembut dikedua pipi suaminya itu.
''Pasti sayang, Dahhh''
"Dah kakak, take care yah kak''
''iya sayang'' Nanda pun pergi tanpa mengisi perut dahulu, karna Agatha sudah menunggu nya di perusahaan pagi ini.
''Huh'' Naomi mendaratkan bo kong nya dikursi yang sudah disiapkan bi Yuyun.
''Loh, ini kenapa muka lesu begitu? Ada masalah apa Non, coba cerita sama bibi'' seru bi Yuyun saat melihat raut wajah majikan nya tidak secerah mentari dipagi hari.
''Bi, kalo Naomi larang kakak buat hal yang tidak baik, itu tindakan yang baik dan bagus kan?'' Naomi langsung saja bertanya pada bi Yuyun.
''Iya Non'' balas bi Yuyun
''Berarti tindakan Naomi tadi malam itu udah benar dong yah''
''Memang nya Non ngelarang apa sama Tuan?''
''Bibi duduk sini deketan'' pinta Naomi yang langsung dituruti Yuyun.
''Jadi tadi malam itu, kakak mau berencana bunuh orang lagi bi, tapi Naomi menggagalkan rencana nya dengan meminta hal-hal aneh sama kakak. Alhasil kakak gak jadi pergi dan melancarkan aksi nya itu''jelas Naomi setengah berbisik karna takut ada yang menguping pembicaraan nya.
''Itu bagus Non, tindakan yang paling tepat pokoknya'' balas bi Yuyun mendukung aksi Naomi.
''Naomi gak mau kakak membunuh orang dalam keadaan Naomi yang tengah mengandung buah cinta kami bi. Dan bibi tau orang yang akan kakak bunuh siapa?'' lanjut Naomi
''Siapa Non?'' tanya balik bi Yuyun. Naomi celangak-celinguk memastikan keadaan sekitarnya, setelah dirasa aman barulah dia melanjutkan kembali kalimat nya.
''Neli bi'' bisik Naomi sangat pelan
''Astaga!''
''Suutt. Bibi jangan keras-keras ih'' potong Naomi cepat dan sedikir was-was.
__ADS_1
''Kenapa bisa dia Non? Non yakin dan tau dari mana?'' tanya bi Yuyun lagi.
''Waktu kakak bertukar pesan dengan Alvin tadi malam bi, saat kakak diminta pakai rok mini dikamar mandi, Naomi melihat isi pesan yang dikirimkan Alvin pada kakak. Mereka sudah jauh-jauh hari menargetkan Neli bi'' terang Naomi dengan raut wajah cemas.
''Ya tuhan, lalu alasan nya apa Non''
''Bibi nanti ikut aku keatas yah, disana kita bisa melihat perlakuan Neli terhadap aku bi. Bibj tau kan kalo kakak gak bakal membunuh tanpa sebab''
''Iya Non bibi tau kok, Non gak papa kan selama bibi tinggal tiga hari kemarin''
''Gak kok bi. Aman''
''Syukurlah, sekarang ayo sarapan dulu Non, kasian dedek bayi nya'' bi Yuyun begitu sangat mengerti dan memahami Naomi.
''Iya bi, tapi temenin'' rengek Naomi yang mampu membuat bi Yuyun tersenyum hangat.
''Iya Non cantik'' balas Yuyun seperti biasanya, dimana dia akan menemani majikan cantik nya itu dalam keadaan apapun yang Naomi minta.
Diujung pembatas dapur, Neli terlihat kesal dan tidak suka melihat pemandangan yang dilihat nya kini.
''Mereka lagi ngomongin apa sih, pake bisik-bisik segala lagi, aku kan pengen tau'' gumam nya ketus sembari menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
Semenjak kembalinya Yuyun kerumah besar itu, Neli ditempatkan untuk mengurus bagian belakang rumah seperti kebun mini milik Naomi, mencuci pakaian, membersihkan rumput serta menyapu dedaunan yang berjatuhan dihalaman belakang.
Itu sebabnya Neli jarang terlihat diarea depan rumah, karna waktunya habis untuk mengurusi belakang rumah, dia hanya sempat masuk kekamar nya serta dapur untuk mengisi perut seperti saat ini.
...****************...
Sembari menunggu waktu pelajaran dimulai, para siswa dan siswi sibuk mengerjakan keinginan mereka, ada yang berdandan, selfie, buat vidio tokotok dan masih banyak lagi.
Sedangkan Alvin dan ketiga sahabatnya tengah mempokuskan mata nya pada layar ponsel mereka masing-masing saat ini, didalam kelas itu hanya Alice seorang yang tunduk pada buku.
''DAMN! Hampir aja'' Pekik Aiden
''B*ngs*t! Ini nih yang gue gak mau kalo tanding game sama Alvin'' desis Abi frustasi
''Heh Vin, loe kali-kali ngalah dong sama gue'' ucap Atala yang masih bertahan dan kuat menghadapi Alvin sampai detik ini.
''Kali aja sekarang lie yang menang'' balas Alvin cuek
''Ahhh Sial, kalah lagi gue. Loe mah gak pernah punya hati selama kita tanding Game'' dengus Aiden pada Alvin yang akhirnya kalah juga dalam permainan itu. Tinggal Atala dan Alvin yang masih bertahan, dan mereka sudah bisa menebak siapa yang akan menjadi pemenangnya nanti.
''Woyy jam pelajaran hari ini kosong katanya, selamat bersenang-senang All'' teriak ketua kelas yang bernama Zian diambang pintu.
''Uuuuu'' seketika kelas menjadi riuh dan berisik mendengar peringatan tersebut.
Dan tepat saat itu juga Atala berteriak kencang dan lantang.
''Aaaaaa, kalah lagi gue S*t*n''
__ADS_1
''Sabar Atala yang sabar yah'' sahut Aiden dengan senyum lebar dan mengejek
''B*ngk* loe'' sentak Atala jengah
''Mending kita kekantin atau enggak ke taman belakang, biar nih kepala bisa dingin'' saran Abi yang disetujui keduanya kecuali Alvin dan Alice.
''setuju'' sahut Atala
''Ayo lah, kita keluar dulu yah Lis, Vin'' balas Aiden
''Hm''
''Iya''balas Alice
Sedangkan Alvin sama sekali tidak nenunjukan eksfresi senang atau pun sebaliknya, dia tetap menjadi Alvin yang dingin dan cuek saat ini.
Membuat orang yang melihat nya sejak tadi merasa tertarik dan penasaran akan dirinya.
"Siapa dia?'' batin nya bertanya.
''Alice'' bisik Alvin
''Iya, kenapa Vin?''balas Alice yang sudah mengalihkan perhatian nya pada Alvin saat ini.
''Ngantuk'' adunya terdengar manja namun masih dengan mimik datar milik nya. Alice menutupi rok sekolahnya dengan jaket milik Alvin.
''Semalam tidur jam berapa memang nya Vin?'' Alice mengarahkan kepala Alvin agar terjatuh dikedua pahanya.
''Loe bangun dan gue tidur'' jelas Alvin yang meminta Alice mengusap rambutnya sekarang lewat kode tangan.
''Jam 3 subuh?'' Alvin mengangguk membenarkan ucapan Alice.
''Ya sudah kamu tidur sekarang, mumpung jam pelajaran kosong'' titah Alice dan Alvin langsung menurutinya.
''Ck! Dasar cewek SASIMU (sana sini mau). Gue kerjain ahh'' batin nya tersenyum licik.
Dengan sengaja Yuri mengeluarkan ponsel canggih nya, lalu menekan penuh volume diponsel tersebut.
Yuri memilih lagu bergenre rock and roll untuk dia putar saat ini..
Dalam hitungan detik suara bising itu terdengar hingga menyebabkan telinga Alice berdengung.
Alice melirik sekilas kearah Yuri, dan dibalas senyum tengil oleh si empu. Alice tidak berani menegur atau pun protes dengan aksi murid baru itu, nyali nya terlalu kecil itu hal tersebut.
Yang bisa dia lakukan adalah menutup satu telinga kekasihnya yang tidak terlindungi apapun dengan tangan nya, karna posisi tidur Alvin saat ini menyamping kehadapan perut Alice.
''Kenapa sih dia, kayak sengaja banget'' batin Alice mulai merasa kesal terhadap teman baru di kelas nya itu.
''Rasain loe, emang enak gue kerjain'' batin Yuri tersenyum puas.
__ADS_1
Brak...
''B*ngs*t! Loe bosan hidup, hah?''